Senin, 22 September 2014

Pendapat bermacam-macam

Kata orang: kita harus saling menghormati sebab pendapat orang itu bermacam-macam.

JAWABAN SAYA:

Pendapat bermacam-macam harus diselesaikan melalui diskusi. Diskusi itu kalau dunia olahraganya adalah pertandingan. Kalau bahasa pemerintahnya: pemungutan suara. Jadi, untuk mempersalahkan orang itu harus ada standartnya. Kalau agama: kitab suci, kalau pemerintah: undang-undang, kalau rapat: keputusan pimpinan, kalau musyawarah: suara terbanyak.

Pendapat yang berbeda-beda harus dikerucutkan menjadi satu pendapat saja melalui berbagai macam cara.

Saling menghormati akan terjadi secara alamiah jika berada dalam satu derajat – setara. Tidak perlu dibuatkan peraturan: Kalian harus saling menghormati. Peraturan demikian ini dibuat untuk memaksa terjadinya persatuan dengan mengabaikan salah-benarnya. Nah, ini yang tidak benar dan tidak boleh.

Pemaksaan persatuan itulah yang suka dilakukan oleh pemerintah, misalnya kalau terjadi tawuran. Pemerintah tidak mau repot untuk menegakkan kebenaran. Tapi kalau terhadap maling atau koruptor, kenapa pemerintah menyeretnya ke pengadilan? Mengapa tidak dibilang: “berdamai sajalah.”

Kalau anda dengan saudara anda berkelahi rebutan warisan, maukah anda disuruh berdamai; saling menghormatlah kalian. Mau? Mengapa nggak mau damai kalau soal warisan?

ANTARA YANG BENAR DENGAN YANG SALAH

Persatuan itu bukanlah antara yang benar dengan yang salah dimasukkan blender dijadikan jus, tapi yang salah diluruskan kepada yang benar.

Ketika kebenaran dijungkirkan, yang tegak adalah kesalahan. Kini kalau kita menegakkan kebenaran, maka kesalahan harus dijungkirkan.

Kompromi itu bukannya yang benar ikut yang salah, tapi yang salah harus ikut yang benar.

Kata orang: kita harus saling menghormati. Kata saya: Tidak bisa begitu! Yang benar jangan disuruh menghormati yang salah, tapi yang salahlah yang harus menghormati yang benar.

Memangnya apa yang kamu bisa?

Mas Hanif
6 menit ·
Kalau memang pemilik akun ini MANUSIA ENAKNYA DIAPAIN YA?

JAWABAN SAYA:

Terserah! Memangnya apa yang kamu bisa? Ngancam-ngancam doank, bisamu?!

Indonesia setelah 69 tahun merdeka

Indonesia setelah 69 tahun merdeka benar-benar mencatat prestasi yang mengagumkan. Terutama anak-anak muda kita kreatifitasnya sungguh luar biasa mengalahkan Jepang. Ketika orang-orang Jepang selama puluhan tahun hingga botak kepala mereka memikirkan bagaimana caranya membikin suara knalpot tidak bising, anak-anak muda kita dalam waktu singkat berhasil mencopoti sarangan knalpot. Dan jika Jepang bisa membikin sepeda motor, anak-anak muda kita bisa membikin pekak telinga.

Yang lebih hebat lagi adalah anak-anak belasan tahun oleh orangtuanya sudah dikasih motor dan dikursuskan ngebut awur-awuran sonder mikir-mikiran. Karena itu jika Amerika Serikat baru uji coba menjelajahi Bulan, anak-anak muda kita sudah berhasil sampai di akherat.

Bravo.

Minggu, 21 September 2014

KITA TIDAK HARUS JUJUR



KITA TIDAK HARUS JUJUR

Orang jujur adalah orang bodoh, seperti pipa air. Seberapa air yang masuk, semua dikeluarkannya. Ketika semalam mencuri atau berzinah dengan si Susi, itu diceritakannya ke semua orang tanpa rasa bersalah atau malu. Itulah orang yang jujur. Tidak bisa menyimpan rahasia dan tidak memiliki kebijaksanaan.

Tapi kita juga jangan berbohong. Artinya, ketika perbuatan tercela kita ketahuan, ya harus kita akui, jangan berkelit atau membuat cerita A menjadi B. Ini tidak jujur namanya.

Jadi, tidak jujur dengan tidak harus jujur itu sesuatu yang berbeda.

Tidak semua hal harus kita ceritakan pada orang, dan tidak semua orang patut mendengarkan cerita kita. Misalnya, cerita dewasa bukanlah konsumsi anak-anak.

Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku



Kata seseorang: lakum diinukum wa liya diin’ - Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.

Sebenarnya terjemahan yang lebih baik adalah untukku agamaku, untukmu agamakulah. Itu menurut saya terjemahan yang lebih baik. – Hua..ha..ha….. Tapi kalau anda terjemahkan seperti semula, ya terserahlah. Hanya saja menimbulkan pertanyaan; “untukmu” itu siapa saja? “, “agamamu” itu agama apa saja?

Berarti Islam mengakui adanya agama-agama lain yang setara? Tapi bagaimana dengan bunyi ayat-ayat ini?

>> QS. 21:92     Sesungguhnya [agama tauhid] ini adalah AGAMA KAMU SEMUA; AGAMA YANG SATU
                            dan AKU adalah TUHANmu, maka sembahlah AKU.”

>> QS. 2:208    Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam ISLAM secara
                           keseluruhannya .”

>> QS. 3:19     Sesungguhnya agama [yang diridhai] di sisi ALLAH hanyalah ISLAM.”

Kalau menurut ayat-ayat itu bukankah hanya Islam saja yang benar? Tapi kenapa ada “untukmu agamamu?”

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Seseorang yang lain lagi bertanya: apakah yang paling penting menurut agamamu?

Apakah yang paling penting dari pohon mangga? Apakah yang paling penting dari memelihara ayam? Apakah yang paling penting kalau kita mempekerjakan karyawan?

Yang paling penting dari pohon mangga adalah buahnya. Kita menanamnya supaya berbuah bagi kita. Yang paling penting dari ayam adalah telornya. Dia harus bertelor banyak-banyak. Sedangkan yang paling penting dari karyawan adalah pengabdiannya pada kita. Kita menggajinya supaya bekerja untuk kita. Tidak patut jika karyawan itu mengerjakan pekerjaan perusahaan tetangga. Juga tidak patut karyawan itu sibuk mengurusi tokonya sendiri. Tapi dia harus sepenuhnya bekerja untuk kita.

Demikian pula TUHAN menciptakan kita adalah supaya kita mengabdi dan menuruti kehendakNYA.

Sabtu, 20 September 2014

KALAU CINTA SUDAH MELEKAT


Kebetulan di warnet sedang dikumandangkan lagunya Gombloh, yang syairnya: kalau cinta sudah melekat tai kucing rasa coklat. Hua..ha..ha…. itu mah bukan cinta yang melekat, tapi mata gelap!

Hati-hati! Waspadalah! Berkorban demi cinta, demi kekasih, demi istri, demi anak, dan demi kian, itu baik dan terpuji, sekaligus ya memang harus ada pengorbanan untuk sesuatu yang kita inginkan. Sebab di dunia ini tidak ada yang gratisan. Air Aqua segelas saja dijual Rp. 1.000,- Tapi demi …. demi….itu semua harus dalam pagar aturan dan hukum. Jangan sampai melanggar hukum negara apa lagi hukum TUHAN. Sebab nanti, luputnya menyelamatkan itu semua, anda sendiri yang harus babak belur dan hancur. Ya, jangan sampai begitu, donk.

Karena itu syair lagu itu perlu diganti menjadi: kalaupun  cinta sudah melekat, tapi gue nggak akan nekat.  Setuju?! Biarlah apa yang benar tetap benar, yang salah tetap salah. Tai kucing tetap tai kucing, coklat tetap coklat. Sebab pak polisi tidak mau tahu kenapa tai kucing kau rasakan coklat?! Pak polisi tidak mau tahu alasan anda mencuri itu karena demi istri dan demi anak. Mencuri ya tetap mencuri!