Kamis, 16 Agustus 2018

INDONESIA ADALAH BALAPAN KARUNG

Mengingat Indonesia adalah 17 Agustus. Sebab 17 Agustus itulah hari kelahiran Indonesia. Dan mengingat 17 Agustus adalah lomba balapan karung. Sebab itulah acara yang dirapatkan RT-RT di seluruh Indonesia dari sejak tanggal 1 Agustus hingga 31 Agustus. Selama sebulan penuh di bulan Agustus acara seluruh lapisan masyarakat Indonesia adalah hiburan atau menghibur diri. Sekalipun baru sebulan yang lalu selama sebulan juga kaum Muslim dihura-hurakan oleh bulan puasa ramadhan.

Hasil gambar untuk gambar balap karung

Praktis dalam setahun ada 2 bulan yang acaranya menghambur-hamburkan uang. Buat mengecat rumah, mengecat jalan, menghiasi kampung, menggelar berbagai lomba, beli bendera, dan lain-lainnya. Pokoknya semua masyarakat harus bergembira sekalipun harga telor ayam naik, harga cabe naik, harga daging ayam naik, harga BBM naik, bahkan kurs rupiahpun merosot terhadap dolar Amerika. Ironisnya kenaikan biaya hidup itu tidak diimbangi oleh perekonomian yang membaik sehingga baik negara maupun rakyatnya sama-sama dililit utang yang bejibun.

Perhatian pemerintah terhadap fakir-miskin menurut berita di koran-koran memang sangat baik. Mata saya sendiri sering menyaksikan berjubelnya masyarakat yang mengantre pembagian beras, dan lain-lainnya. Tapi ketika saya mensurvei ke jalanan secara langsung, dari antara pengemis, pemulung, tukang becak, kuli-kuli, tukang becak, sopir angkot, dan petani-petani miskin sangat sulit sekali mendapati mereka yang menerima bantuan pemerintah. Mungkin dari antara 10 orang hanya seorang saja yang menerimanya. Dan itu saya dapatkan di semua kota yang saya kunjungi. Jarang yang mempunyai kartu-kartu sakti Jokowi sekalipun mereka mempunyai KTP. Ini 'kan aneh. Lalu siapa yang berjubel mengantri pembagian beras itu? Ternyata menurut berita di koran juga kebanyakan yang menikmati bantuan pemerintah itu adalah orang-orang yang tergolong mampu. Pantaslah kalau kata orang: "yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin". Sebab rupanya selalu saja salah tembak.

Program Kemiskinan Belum Menyeluruh

http://www.beritasatu.com/kesra/419551-program-kemiskinan-belum-menyeluruh.html

Kemensos masih temukan fakir miskin yang belum masuk BDT

https://www.merdeka.com/peristiwa/kemensos-masih-temukan-fakir-miskin-yang-belum-masuk-bdt.html


Penyakit salah tembak bantuan ini padahal sudah mewabah sejak zamannya Orde Baru, presiden Soeharto. Masakan selama 20 tahun reformasi masih saja begini terus?

Anggaran untuk fakir-miskin sudah termasuk sangat besar. Program-program bantuannya juga sudah bagus. Tapi jika salah sasaran apakah rumusnya bukan 10 - 10 = 0?! Jika yang didata miskin bukan orang miskin, maka pantaslah jika di jalanan semakin banyak saja orang yang hidup menggelandang. Membludaknya gelandangan sama seperti semburan lumpur Lapindo yang menyembur terus tanpa bisa dihentikan.

"Yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin" bisa dibuktikan dari semakin banyaknya motor dan mobil serta semakin membludaknya gelandangan. Teknologi makin canggih namun hidup semakin susah. Biaya hidup semakin tinggi, perekonomian semakin anjlok. Namun demikian setiap 17 Agustus adalah balapan karung. Lalu di mana korelasinya dengan hari kemerdekaan yang diagung-agungkan itu? Apakah para pejuang '45 dulu juga berperang melawan penjajah dengan balapan karung, panjat pinang, lomba makan kerupuk dan lomba lari kelereng?

Apa manfaatnya hadiah-hadiah lomba itu buat fakir-miskin? Ada hadiah sepeda, kulkas, kipas angin, televisi, dan lain-lainnya. Mana yang menyentuh problem bangsa ini yang diperjuangkan oleh semangat 17 Agustusan? Di mana pembahasan masalah pengangguran, kemiskinan, kelesuan ekonomi, mental korupsi, dan lain-lainnya, dari antara rapat-rapat para RT dari Sabang sampai Merauke di bulan Agustus? Masakan rapat-rapat yang menguras banyak energi itu hanya untuk mengacarakan lomba balap karung? Padahal problem-problem seperti pengangguran dan kemiskinan itu menyebar luas di dalam kampung-kampung itu juga.

KIBARKAN BENDERA TAPI JUGA KIBARKAN PRESTASI

Hasil gambar untuk gambar 17 agustus 2018
Hasil gambar untuk gambar lomba agustusan


Hasil gambar untuk gambar lomba agustusan


Hasil gambar untuk gambar lomba agustusan

Hasil gambar untuk gambar lomba agustusan

Hasil gambar untuk gambar rapat rt


Rabu, 15 Agustus 2018

ELOHIM YAHWEH MELANGGAR HUKUMNYA SENDIRI

Orang Katolik mempunyai alasan yang Alkitabiah bahwa mereka membuat patung Yesus dan bunda Maria serta menyembahnya. Alasannya:

1. Yang dilarang oleh hukum ke-2 dalam 10 Hukum YAHWEH adalah membuat patung berhala yang selain ELOHIM YAHWEH;

Keluaran
20:4Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

Karena itu membuat patung YAHWEH dan menyembahNYA diperbolehkan. Itu kata Katolik.

2. ELOHIM YAHWEH berkali-kali menyuruh nabi-nabiNYA membuat patung;

Keluaran
25:18Dan haruslah kaubuat dua kerub dari emas, kaubuatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu.
25:19Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya.
25:20Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.
25:21Haruslah kauletakkan tutup pendamaian itu di atas tabut dan dalam tabut itu engkau harus menaruh loh hukum, yang akan Kuberikan kepadamu.

1Tawarikh
28:18juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub, yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian TUHAN.
28:19Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh TUHAN, yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.

1Raja-raja
6:23Selanjutnya di dalam ruang belakang itu dibuatnya dua kerub dari kayu minyak, masing-masing sepuluh hasta tingginya.
6:24Sayap yang satu dari kerub itu lima hasta panjangnya dan sayap yang lain juga lima hasta, sehingga dari ujung sayap yang satu sampai ke ujung sayap yang lain sepuluh hasta panjangnya.

Yehezkiel
41:17sampai bagian atas pintu dan ruang dalam dan juga di luar. Dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar terukir
41:18gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka.

Bilangan
21:8Maka berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup."
21:9Lalu Musa membuat ular tembaga dan menaruhnya pada sebuah tiang; maka jika seseorang dipagut ular, dan ia memandang kepada ular tembaga itu, tetaplah ia hidup.

Untuk mendapatkan keterangan pihak Katolik selengkapnya, bisa dilihat di bagian bawah jawaban saya.

JAWABAN SAYA:

ELOHIM YAHWEH adalah Pembuat 10 Hukum yang ditulisNYA sendiri di atas 2 loh batu dan diberikan kepada nabi Musa. Namun jika kita mempelajari Al Kitab kita akan mendapati bahwa ELOHIM YAHWEH suka melanggar hukum-hukumNYA sendiri. Yah, mengapa begitu?

Sebab ELOHIM YAHWEH itu bebas, merdeka, sedangkan kita dikurung dan dibatasi. Kurungan hukumlah yang membedakan antara kita dengan TUHAN. Antara TUHAN yang mengatur dengan kita yang diatur. Sebab tanpa adanya aturan maka takkan ada bedanya antara pemimpin dengan yang dipimpin.

Ketika ELOHIM YAHWEH menciptakan kita(Adam dan Hawa), manusia diciptakan sebagai gambar ELOHIM YAHWEH. Kita adalah duplikasinya ELOHIM YAHWEH. Kita adalah saudara kembarnya ELOHIM YAHWEH. Gambar dan rupa bukan berbicara tentang wajah tapi tentang derajat. Bahwa kita dibuat sederajat dengan ELOHIM YAHWEH;

Kejadian 1:27Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

Di Taman Eden, ELOHIM YAHWEH membuat pemisahan supaya kita tidak seperti ELOHIM YAHWEH melalui larangan memakan buah pengetahuan yang baik dan yang jahat. Larangan itulah yang membedakan antara kita dengan DIRINYA.

Kejadian
2:16Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Semua buah boleh dimakan, tetapi yang satu itu dilarang. 99% boleh dimakan yang 1% dilarang. Nah, siapakah yang boleh memakan 100%? Itulah ELOHIM YAHWEH. Jadi, buah larangan itu dilarang bukan karena buah itu jelek atau beracun, tapi hanya dipakai sebagai pembeda. Buah yang dilarang itu bukanlah buah yang hebat atau istimewa. Bahkan mungkin hanya buah yang paling jelek. Tapi dari situ memberikan pengetahuan tentang ketaatan dan ketidaktaatan Adam dan Hawa.

Demikian halnya dengan larangan memakan babi di Perjanjian Lama. Bukan karena babi itu buruk dan mengandung cacing pita, tapi untuk menguji ketaatan kita. Sebab Al Kitab menyatakan semua ciptaan ELOHIM YAHWEH itu baik, tak ada yang tidak baik. Haram itu artinya dilarang, bukan najis yang artinya kotor. Haram tidak ada hubungannya dengan najis, tapi hubungannya dengan kesetiaan dan ketaatan. Karena itu kita tidak perlu menyelidiki ikhwal daging babi, apakah mengandung cacing pita atau tidak. Sebab yang dilarang itu akan tetap terlarang sekalipun itu baik. Sekalipun seorang perempuan itu cantik dan kita mencintainya setengah mati, jika itu istri orang, ya tetap saja terlarang. Jadi, bukan karena perempuan itu mengandung cacing pita, tapi karena aturannya begitu.

Kalau buah larangan di Taman Eden itu dimakan oleh Adam dan Hawa, maka peraturan apa lagikah yang masih tersisa? Nggak ada! Adam dan Hawa menjadi sederajat dengan ELOHIM YAHWEH, karena sama-sama bebasnya;

Kata iblis: Adam dan Hawa bisa seperti ELOHIM YAHWEH.

Kejadian
3:4Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,
3:5tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Kata ELOHIM YAHWEH setelah Adam dan Hawa memakan buah itu:

Kej. 3:22Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

Setelah buah itu dimakan Adam dan Hawa, satu-satunya pembeda yang bisa ELOHIM YAHWEH pergunakan adalah kekuasaanNYA. ELOHIM YAHWEH mengutuk baik ular, Adam maupun Hawa, kemudian mengusir mereka keluar dari Taman Eden. Ketika seseorang sudah kehabisan kata-kata pembelaan diri biasanya adalah main pukul. Kalau polisi atau tentara, ya main bedil. Begitulah yang dilakukan oleh ELOHIM YAHWEH setelah aturan hukumNYA dilanggar. Rumus matematikanya hukum yang dilanggar adalah 1 - 1 = 0. Hukumnya menjadi berkurang atau habis, maka hukum rimbanya yang dipakai. Kata orang Jawa: "Kalah akal main okol", artinya kalah akal main kekuatan.

Ketika Yusuf diangkat oleh firaun menjadi perdana menteri di Mesir, firaun sendiri memberikan kedudukan yang sederajat dengan dirinya. Firaun hanya menggunakan takhtanya sebagai pembeda antara dirinya dengan Yusuf;

Kej. 41:40Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu."

Begitu pula antara kita dengan pimpinan atau boss kita. Sama-sama manusianya tapi di mana letak bedanya? Boss berhak mengatur kita sedangkan kita tak berhak mengatur boss. Boss mengatur jam masuk kerja kita, jam 07.00 pagi. Apakah aturan itu juga mengikat boss? Apakah boss harus mati kaku oleh hukum itu? Tidak! Ada kalanya seorang karyawan ditugaskan ke luar kota di saat harusnya masuk kantor jam 07.00. Apakah itu boss melanggar aturannya sendiri? Tidak! Bagi boss semuanya halal!

Kita mempunyai 3 orang anak. Kita buat aturan untuk mereka agar sudah berada di rumah pada jam 09.00 malam. Apakah aturan itu berlaku juga untuk kita; papa-mamanya? Apakah papa-mama tidak boleh menyuruh salah seorang anak untuk membeli martabak di jam 10.00 malam? Apakah "pelanggaran-pelanggaran" itu sesuatu yang buruk?

Hukum yang ke-7 dari 10 Hukum YAHWEH adalah: "Jangan berzinah". Tapi untuk memberikan pelajaran kepada bangsa Israel yang suka menyeleweng ke penyembahan berhala, ELOHIM YAHWEH menyuruh nabi Hosea untuk mengawini pelacur. Supaya bangsa Israel bisa merasakan perasaan sakit hati ketika diselingkuhi pasangannya, seperti perasaan cemburu ELOHIM YAHWEH jika bangsa Israel menyembah berhala. Apakah perzinahan nabi Hosea itu pelanggaran hukum?

Hukum yang ke-6: "Jangan membunuh". Padahal di padang gurun baik ELOHIM YAHWEH maupun malaikat TUHAN, membunuh ribuan orang Israel. Bangsa Israel sendiri disuruh membunuhi suku-suku di Palestina, baik laki-lakinya, perempuannya hingga bayi-bayinya. Nabi Elia di gunung Karmel membunuhi 850 nabi palsu, malahan nabi Elia diangkat ke sorga hidup-hidup. Raja Daud dalam berbagai peperangan berapa banyak orang yang dibunuhnya?

Jika TUHAN membuat hukum sekaligus melakukan "pelanggaran", maka di manakah kita harus berjalan? Ya, di atas hukum. Kita harus berjalan di rel-nya, jangan menyimpang ke kiri maupun ke kanan, melainkan harus melakukannya secara tepat. Jika tidak ada perintah khusus maka perintah umumlah yang berlaku.

Larangan membuat patung apapun ada. Tapi perintah untuk membuat patung kerub dan ular tedungnya juga ada. Nah, apakah selain nabi Musa boleh membuat patung-patung itu? Apakah selain untuk keperluan tabut perjanjian boleh membuat patung kerub? Apakah ada nabi-nabi lain yang membuat patung kerub? Apakah para rasul ada yang membuat patung? Apakah ada perintah supaya anda membuat patung YESUS?

Raja Daud berjoget-joget di hadapan TUHAN. Apakah YESUS mengajarkan joget? Apakah rasul Paulus berjoget-joget? Apakah karena tidak dinyatakan dosa oleh Al Kitab sehingga itu dijadikan sebagai ajaran? Apakah karena Al Kitab tidak memberikan komentar atas joget-joget Daud sehingga itu wajib diajarkan gereja? Kita perlu membedakan antara perilaku positif seorang tokoh Al Kitab dengan ajaran Al Kitab. Kalau pelakunya perorangan, bukan general, itu adalah urusan pribadi orang itu dengan TUHAN. Tapi kalau semua orang Kristen di zaman Al Kitab melakukannya, maka itu patut kita pertimbangkan untuk dimasukkan ke gereja/jemaat.

Jika joget-joget Daud itu baik, mengapa tidak berdermawan seperti Kornelius yang lebih baik lagi?! Mengapa hanya joget-jogetnya yang dibesar-besarkan sedangkan kedermawanannya disembunyikan?!

Itu sebabnya Al Kitab memesankan supaya kita melakukannya secara tepat, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri, serta jangan melampaui yang ada tertulis;

Kej. 6:22Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Ul. 5:32Maka lakukanlah semuanya itu dengan setia, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri.

1Kor. 4:6Saudara-saudara, kata-kata ini aku kenakan pada diriku sendiri dan pada Apolos, karena kamu, supaya dari teladan kami kamu belajar apakah artinya ungkapan: "Jangan melampaui yang ada tertulis", supaya jangan ada di antara kamu yang menyombongkan diri dengan jalan mengutamakan yang satu dari pada yang lain.

Dalam hal larangan makan babi, di Imamat 11 ELOHIM YAHWEH melarang atau mengharamkannya. Tapi di Kisah 10 larangan itu sudah dicabut oleh ELOHIM YAHWEH sendiri dinyatakan kepada rasul Petrus. Demikian pula dengan segala ritual Bait Suci di zaman Perjanjian Lama sudah tidak berlaku lagi di zaman Perjanjian Baru. ELOHIM YAHWEH memiliki otoritas untuk membuat hukum dan sekaligus membatalkannya. Apa yang ada di Perjanjian Lama tidak harus ada di Perjanjian Baru. Tapi semuanya menurut ketentuannya yang tertulis di Al Kitab sebagai pedoman kebenaran kita.

Jadi, hukum itu dari ELOHIM YAHWEH untuk mengikat kita, sementara ELOHIM YAHWEH sendiri tidak terikat di hukum-hukum itu. ELOHIM YAHWEH bebas dan halal untuk melakukan atraksi apapun. Tapi kita harus berjalan di atas aturan-aturanNYA. Karena itu pembuatan patung YESUS dan bunda Maria di gereja Katolik jelas-jelas merupakan pelanggaran. Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum-hukum ELOHIM YAHWEH.

1Yoh. 3:4Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.

Lebih-lebih keimanan itu konsepnya mempercayai hal-hal yang tidak terlihat. Kalau kepercayaan itu dibangun dari penglihatan bukan iman lagi namanya.

Yohanes 20:29Kata Yesus kepadanya: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya."

Ibr. 11:1Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Maukah orang Katolik yang melihat patung dan orang Kristen yang melihat gambar disebut orang yang tidak beriman? Jika tidak mau disebut orang yang tidak beriman, ya buang dan singkirkan semua patung dan gambar-gambar YESUS itu.

Orang Katolik Tidak Menyembah Patung


http://www.katolisitas.org/orang-katolik-tidak-menyembah-patung/

Pendahuluan

Cerita ini adalah yang saya alami pada tahun 2000. Saat itu saya sedang mengunjungi sanak keluarga suami yang tinggal di Jawa Tengah. Suami saya tidak ikut, karena sedang bertugas di luar negeri. Karena hampir semua dari anggota keluarga mereka beragama Kristen Protestan, maka pada hari Minggu terakhir sebelum saya pulang ke Jakarta, mereka mengajak saya ikut kebaktian di gereja mereka. Karena saya pikir saya toh masih dapat mengikuti misa sore setibanya saya di Jakarta, maka saya setuju saja, karena saya tidak ingin merepotkan mereka untuk mengantarkan saya spesial ke gereja Katolik.
Kebaktian berlangsung khusuk. Injil hari itu adalah mengenai “mengasihi Allah dan sesama”, dan Bapak Pendeta mengutip kesepuluh Perintah Allah yang ada di Kitab Keluaran 20. Ayat ke-3 menekankan supaya kita tidak menyembah allah yang lain selain Allah Tritunggal. “Oh, sama dengan ajaran Gereja Katolik”, pikir saya. Namun penjelasan ayat yang ke-4 dan ke-5 membuat saya terhenyak.[1] Saat itu, beliau meminta seseorang untuk memberikan selembar uang kertas sebagai contoh. Katanya perintah Tuhan pada kedua ayat ini seperti halnya uang kertas, harus tercetak di sisi atas dan di sisi baliknya, kalau tidak, uang tersebut tidak berlaku. Maka kedua ayat itu harus diterapkan sekaligus, karena jika tidak artinya kita melanggar perintah Allah. Maka Pak Pendeta mengatakan kita tidak boleh membuat patung yang menyerupai apapun di langit dan di bumi, dan tidak boleh menyembahnya. Dia menyebutkan ‘kekeliruan’ gereja lain (beliau tidak menyebutkan Gereja Katolik) yang mengajarkan bahwa membuat patung itu boleh saja, asalkan kita tidak sujud menyembahnya sebagai Allah. Kemudian, beliau bertanya kepada jemaat, siapa dari antara hadirin yang berpendapat demikian. Hati saya bergemuruh, karena yang saya tahu, yang dilarang adalah membuat ‘patung’ yang kemudian disembah sebagai Tuhan. Jadi, saya memutuskan untuk mengangkat tangan saya, walaupun saya dipandang dengan tatapan aneh oleh banyak yang hadir. Hanya ada dua orang (termasuk saya) yang mengangkat tangan, dari sekitar 400 orang yang hadir. “Anggapan yang keliru”, kata Bapak Pendeta, dan saya bertekad dalam hati untuk menjelaskan hal ini kepadanya setelah kebaktian.
Sayangnya, saya tidak berkesempatan untuk bertemu dengan Pak Pendeta setelah kebaktian. Saya pulang ke Jakarta dengan hati gundah. Satu minggu berikutnya saya isi dengan mempelajari Kitab Suci dan buku-buku ajaran Gereja Katolik mengenai hal patung ini. Minggu berikutnya saya menulis surat kepada beliau, dengan menuliskan ayat-ayat Alkitab yang menjadi dasar bagi Gereja Katolik yang menganggap bahwa membuat patung, memajang patung ataupun berdoa di depan patung bukanlah suatu penyembahan berhala, asalkan kita tidak tunduk menyembah patung itu dan menganggapnya sebagai Tuhan. Sampai sekarang, saya tidak pernah menerima balasan dari Bapak Pendeta tersebut. Namun, saya hanya berharap agar beliau dapat memahami dasar pengajaran Gereja Katolik dalam hal patung ini dan tidak beranggapan bahwa Gereja Katolik mengajarkan sesuatu yang ‘keliru’.

Surat kami kepada Bapak Pendeta

Berikut ini saya sertakan surat kepada Bapak Pendeta tersebut, yang sesungguhnya dapat ditujukan juga kepada siapa saja yang menganggap orang Katolik menyembah patung:
Salam damai dalam kasih Kristus,
Pertama-tama saya ingin mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk mengikuti Kebaktian Minggu tanggal 17 September 2000, yang bertemakan “Kasihilah Tuhan dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap kekuatanmu, dan kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri”.
Saya terkesan dengan kotbah tersebut, hanya ada beberapa bagian yang berbeda dengan pengajaran di dalam Gereja saya, yaitu Gereja Katolik. Memang, Pak Pendeta tidak menyebut langsung ‘Gereja Katolik’ dalam khotbah Bapak, tetapi saya merasa terdorong untuk menjelaskan hal itu mengingat banyaknya kesalahpahaman yang terjadi antara jemaat Kristen Protestan dangan kami umat Katolik.
Dan setelah mendiskusikannya dengan suami saya, maka kami memutuskan untuk menulis surat ini dalam semangat kasih persaudaraan dalam Kristus.
Kami menyadari, bahwa perbedaan adalah hal yang wajar. Dan dengan semangat mencari kebenaran itu sendiri yang berasal dari Tuhan, kami ingin menjelaskan hal-hal dan latar belakang, serta dasar iman Katolik yang berkaitan dengan kotbah Bapak pada saat itu, yaitu mengenai ayat:

Keluaran 20:3-5 (menurut : Lembaga Alkitab Indonesia, 1999)

3)Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
4)Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
5)Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci aku.
Menurut khotbah Bapak, ayat yang ke-4 dan ke-5 tidak dapat dipisahkan, sehingga artinya adalah kita tidak boleh membuat patung, dan tidak boleh menyembah sujud kepadanya.
(Analogi yang Bapak sampaikan pada waktu itu adalah uang kertas dua puluh ribu rupiah yang memiliki 2 sisi). Jadi anggapan bahwa membuat patung itu diperbolehkan asal tidak sujud menyembahnya, dianggap KELIRU.
Kami ingin mengutip dari beberapa ayat kitab suci dari beberapa terjemahan, untuk mengurangi kemungkinan distorsi dari bahasa itu sendiri.
3) You shall not have other gods besides me (NAB, CCB); no other gods before me (RSV, NIV, KJV);
4) You shall not carve idols (NAB); a graven image (RSV); any graven image (NIV, KJV); a carved image (CCB) for yourselves in the shape of anything in the sky above or on the earth below or in the waters beneath the earth;
5)you shall not bow down (NAB, RSV, NIV, KJV, CCB) before them or worship them: for I the LORD your God am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers upon the children to the third and the fourth generation of those who hate me.
Catatan: NAB= New American Bible; RSV= Revised Standard Version; NIV= New International Version; CCB= Christian Community Bible.
Dari referensi di atas, maka terlihat bahwa istilah yang digunakan adalah:
Carved idol, yang artinya adalah “patung berhala” dan carved/graven image yang berarti “ukiran dari suatu gambaran”. Kalaupun hal ini masih bisa diperdebatkan, namun tetap tidak mengurangi esensi dari ayat tersebut, bahwa yang paling penting adalah kita tidak membuat image/patung/gambaran untuk disembah sebagai allah lain (dalam kaitannya dengan ayat yang ke 3).
Jadi, penyembahan “patung berhala” adalah dosa. Namun anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa orang-orang Katolik adalah “sebagian orang Kristen” yang menyembah “patung” karena memiliki patung Yesus, Maria, santo/santa adalah sungguh-sungguh keliru. Hal ini adalah karena kesalahpahaman atau pengabaian dari apa yang dikatakan oleh kitab suci tentang maksud dan penggunaan patung. (Karena orang Katolik tidak menghormati patung, tetapi menghormati pribadi yang digambarkan di dalamnya). [2]
Anggapan bahwa “Tuhan melarang penggunaan image/gambaran/patung”, seperti yang dikotbahkan Bapak, menjadi anggapan umum jemaat Protestan, (sedangkan Gereja Katolik memang melarang patung berhala, tetapi tidak melarang penggunaan patung untuk keperluan ibadah, karena patung hanya merupakan lambang saja yang membantu untuk mengarahkan hati kepada Tuhan).
Kalau kita sungguh-sungguh menyelidiki seluruh kitab suci, kita dapat menemukan bahwa penggunaan image/gambaran/patung dalam ibadah kepada Tuhan diperbolehkan, bahkan Allah sendiri yang “memerintahkan” penggunaan hal tersebut.

Tuhan memerintahkan untuk membuat patung untuk keperluan ibadah

Di samping kutipan kitab Keluaran 20:4-5, marilah kita melihat beberapa kutipan lain dimana Tuhan memerintahkan untuk membuat patung yang digunakan sebagai lambang yang memberikan gambaran/menunjuk kepada kehadiran Yesus pada Perjanjian Baru dan kekal, sebagai yang terkandung dalam ‘Tabut Perjanjian baru’ itu sendiri, dan Putera Allah yang ditinggikan[3]:

1. Keluaran 25:1,18-20

Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Dan haruslah kau buat dua kerub (English: cherubims/angels) dari emas, kau buatlah itu dari emas tempaan, pada kedua ujung tutup pendamaian itu. Buatlah satu kerub pada ujung sebelah sini, dan satu kerub pada ujung sebelah sana; seiras dengan tutup pendamaian itu kamu buatlah kerub itu di atas kedua ujungnya”. Kerub-kerub itu harus mengembangkan kedua sayapnya ke atas, sedang sayap-sayapnya menudungi tutup pendamaian itu dan mukanya menghadap kepada masing-masing; kepada tutup pendamaian itulah harus menghadap muka kerub-kerub itu.”
2. Ketika raja Daud memberikan rencana pembuatan bait Allah kepada Salomo

2. 1 Tawarikh 28:18-19

”..juga emas yang disucikan untuk mezbah pembakaran ukupan seberat yang diperlukan dan emas yang diperlukan untuk pembentukan kereta yang menjadi tumpangan kedua kerub yang mengembangkan sayapnya sambil menudungi tabut perjanjian Tuhan. Semuanya itu terdapat dalam tulisan yang diilhamkan kepadaku oleh Tuhan yang berisi petunjuk tentang segala pelaksanaan rencana itu.”
Lihatlah bahwa semua yang tertulis di atas diilhami oleh Tuhan sendiri.
Memang bukan raja Daud yang membangun bait Allah, melainkan raja Salomo pada tahun ke-empat setelah ia menjadi raja atas Israel. Dan dia melakukan yang diperintahkan oleh raja Daud, seperti yang tertulis dalam kitab 1 Raja-raja 6:23-35, “selanjutnya di dalam ruang belakang itu dibuatnya dua kerub dari kayu minyak, masing-masing sepuluh hasta tingginya ……..” (Dua kerub yang terdapat pada bait Allah ini menunjuk kepada kehadiran Allah di dalam tabut perjanjian; dan Yesuslah yang kemudian menjadi pemenuhan dari perjanjian Allah ini).

3. Yehezkiel 41:17-18

… dan di seluruh dinding bagian dalam dan bagian luar, terukir gambar-gambar kerub dan pohon-pohon korma, di antara dua kerub sebatang pohon korma, dan masing-masing kerub itu mempunyai dua muka.

4. Bilangan 21:8

Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa:”Buatlah (sebuah patung) ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” (Ular ini yang ditinggikan Musa menjadi gambaran dari Yesus Putera Allah yang harus ditinggikan (Yoh 3:14)).
Berdasarkan dasar-dasar tersebut di atas, yang dilarang adalah image/ gambaran/ patung yang dijadikan “allah-allah yang lain” dan menyaingi Allah yang Satu. Yang dilarang oleh hukum Allah adalah pemujaan terhadap image /gambaran/patung itu sendiri. Dengan demikian, Keluaran 20:4-5 berkaitkan dengan Keluaran 20:3, yaitu jangan ada padamu allah lain di hadapanKu.
Bagaimana kita menjelaskan kontradiksi ayat-ayat tersebut diatas butir 1-4 dengan kitab Keluaran 20:4-5?
Jawabannya sangat sederhana. Kerub/malaikat tidak dianggap sebagai allah dan tidak memerlukan pemujaan: Mereka adalah gambaran hamba Tuhan. Hal yang sama diterima oleh gereja Katolik saat ini, adalah penggunaan patung Yesus, Maria, santo/santa karena mereka bukan allah melainkan gambaran hamba Tuhan. (Jadi kita tidak menghormati patung itu apalagi menyembahnya, melainkan menghormati pribadi yang dilambangkannya, karena mereka membantu kita mengarahkan hati kepada Allah dan bukannya menjadi ‘saingan’ Allah).

Bagaimana umat Katolik menggunakan image/gambaran/patung:

1. Sebagai salah satu alat bantu umat untuk lebih menghayati kedekatannya dengan Yesus Kristus.

Penggunaan patung, lukisan, elemen artistik lainnya bagi umat Katolik adalah untuk membantu mengingat seseorang atau sesuatu yang digambarkannya. Sama seperti seseorang mengingat ibunya dengan melihat fotonya, demikian juga umat Katolik mengingat Yesus, Maria dan orang kudus lainnya dengan melihat patung/ gambar mereka. (Lagipula, Yesus sendiri sebagai Sang Putera Allah telah menjadi manusia, sehingga Yesus sendiri telah menjadi ‘gambaran Allah yang nyata.’ (lihat Kol 1:15) Karena itu, dengan kedatangan Yesus ke dunia, Allah yang tak kelihatan menjadi kelihatan, Allah yang dalam Perjanjian Lama dilarang untuk digambarkan, maka di Perjanjian Baru malah dinyatakan sebagai ‘gambar hidup’ di dalam diri Yesus. Jadi Yesus memperbaharui ‘tata gambar’ tentang Allah, sebab Ia adalah gambaran Allah sendiri.[4]) Renungkanlah ini: Jika di rumah kita memasang gambar/ foto keluarga kita, mengapakah kita tidak boleh memasang gambar/foto Tuhan yang kita sayangi? Gambar/ patung Tuhan Yesus dipasang tidang untuk disembah, tetapi hanya untuk mengingatkan kita tentang betapa istimewanya Ia di dalam hidup kita.

2. Sebagai sarana pengajaran

Umat Katolik juga menggunakan image/gambar/patung sebagai sarana pengajaran, seperti yang diterapkan juga oleh umat Kristen lain terutama dalam mengajar anak-anak di sekolah minggu, seperti: menerangkan siapa Tuhan Yesus, mukjijat yang dibuatNya, dll dengan gambar-gambar. (Kita mengetahui bahwa masalah ‘buta huruf’ baru dapat dikurangi secara signifikan di Eropa pada abad ke-12; bahkan untuk negara-negara Asia dan Afrika baru pada abad 19/20. Jadi tentu selama 12 abad, bahkan lebih, secara khusus, gambar-gambar dan patung mengambil peran untuk pengajaran iman, karena praktis, mayoritas orang pada saat itu tidak dapat membaca! Penggunaan gambar/ patung untuk maksud pengajaran ini tentu bukan berhala, karena mereka akhirnya malah menuntun orang beriman kepada Tuhan. Hal serupa terjadi waktu kita pertama kali mengajar anak-anak kecil mengenali benda-benda tertentu. Kita membuat/ menunjukkan pada mereka gambar-gambar sederhana, seperti apel, ikan, rumah, dst. Tentu saja hal ini tidak bertentangan dengan perintah Tuhan. Jadi membuat gambar yang menyerupai sesuatu di sekitar kita bukan merupakan dosa asal kita tidak menyembah gambar- gambar itu).

3. Digunakan untuk peristiwa-peristiwa tertentu

Umat Katolik juga menggunakan hal tersebut dalam kesempatan tertentu, sama seperti umat Kristen pada umumnya mempunyai patung-patung kandang natal, gambar peristiwa natal, atau mengirim kartu natal bergambar pada hari natal. (Jika membuat segala gambar/ patung yang menyerupai segala sesuatu dianggap dosa, apakah berarti kebiasaan mengirimkan kartu Natal dan menghias pohon Natal dengan kandang Natal, adalah dosa? Jika ya berarti bahkan menonton TV pun adalah dosa, melihat segala buku bergambar adalah dosa, menggambar/ melukis adalah dosa, karena semua objeknya adalah segala sesuatu yang ‘menyerupai apapun yang di langit dan di bumi’).

Kesimpulan

Jadi, Tuhan memang melarang pemujaan terhadap image/gambaran/patung, tetapi Ia tidak melarang pembuatan image/ gambaran tersebut secara umum. Seandainya Ia melarangnya, maka film, televisi, video, foto, lukisan, kartu natal bergambar, uang, ataupun gambar-gambar lainya akan juga dilarang, karena semua itu mengandung unsur image/ gambaran yang menyerupai sesuatu di bumi atau di atas bumi….(lihat Kel 20:4) Karena itu, Gereja Katolik melihat ayat ke-4 ini sebagai kelanjutan dari ayat ke-3, yaitu, agar jangan kita membuat gambar/ patung untuk disembah sebagai allah lain di hadapan Allah.
Dengan demikian sebenarnya menjadi sangat jelas bahwa baik umat Katolik maupun umat Kristen lainnya hanya memuja Tuhan yang satu dan sama, dan sama-sama menentang penyembahan patung berhala.
Kami yakin bahwa masih ada perbedaan-perbedaan yang ada dalam pengajaran Katolik dan Kristen Protestan. Alangkah baiknya jika kita masing-masing mau mengerti dasar-dasar atau latar belakang alkitabiah dan ajaran Gereja yang mendasari pengajaran tersebut untuk mengetahui kebenaran itu sendiri. Janganlah kita lupa bahwa di antara kita lebih banyak persamaannya dari pada perbedaannya.
Akhirnya, kami mengucapkan salam hangat kami untuk Bapak Pendeta dan seluruh jemaat Bapak. Semoga kasih Tuhan Yesus selalu mengikat kita semua sebagai satu saudara.
Salam dalam damai Kristus,
Ingrid Listiati & Wijoyo Tay

Penutup

Surat ini saya kirimkan kepada Bapak Pendeta tersebut. Nama dan alamat bapak Pendeta tersebut sengaja tidak saya cantumkan di sini karena saya pandang tidak perlu, karena yang terpenting adalah isi dari surat tersebut, untuk kita renungkan bersama. Kesaksian serupa ini mungkin dapat pula saudara/i alami dengan situasi yang berbeda, dan saya berharap artikel ini dapat sedikit membantu. Di atas semua itu, ingatlah bahwa kita harus selalu siap untuk menjelaskan iman kita, namun harus selalu dengan kelemah-lembutan dan hormat (lih. 1Pet 3:15).
Perlu kita ingat di sini bahwa berhala yang lebih ‘berbahaya’ sekarang adalah bukan terbatas hanya patung, tetapi segala ciptaan yang kita anggap lebih utama dari Tuhan, misal, uang, TV, pekerjaan, kedudukan, kecantikan, koleksi barang antik, main game, dst., yang menggeserkan peran Tuhan di dalam hidup kita, dan yang menyita waktu kita sampai tidak ada waktu untuk ke gereja, berdoa dan membaca sabda-Nya. Hal ini malah lebih nyata pada jaman sekarang, ketimbang hal membuat patung lembu tuangan (lih. Ul 9:16), namun prinsipnya sama, yaitu menyembah ciptaan dan bukan Sang Pencipta.
Mari kita refleksikan, apa yang menjadi ‘patung berhala’ di dalam hidup kita, yang mengambil tempat Tuhan di hati kita. Mari kita berdoa agar Tuhan membantu kita mengangkat keterikatan kita terhadap benda-benda tersebut. Dengan demikian kita dapat mengasihi Allah dengan lebih sungguh, tidak hanya di mulut, tetapi sungguh turun sampai ke hati.

[1] Perintah kedua yang dibahas oleh Bapak Pendeta adalah “Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit… di bumi … atau yang ada di dalam air di bawah bumi.”(Kel 20:4) Dalam pengajaran Gereja Katolik, perintah kedua adalah: “Jangan menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sembarangan (Kel 20:7), karena ayat ke-4 yang mengacu pada patung berhala merupakan kesatuan/kelanjutan dari perintah pertama yaitu, “Jangan ada allah lain dihadapan-Ku…”(Kel 20:3)
[2] Lihat Katekismus Gereja Katolik 2132, Penghormatan Kristen terhadap gambar tidak bertentangan dengan perintah pertama, yang melarang patung berhala. Karena ‘penghormatan yang kita berikan kepada satu gambar menyangkut gambar asli di baliknya” (Basilius Spir 18,45) dan “siapa yang menghormati gambar, menghormati pribadi yang digambarkan di dalamnya” (Konsili Nisea II, DS 601). Penghormatan yang kita berikan kepada gambar-gambar adalah satu ‘penghormatan yang khidmat’, bukan penyembahan; penyembahan hanya boleh diberikan kepada Allah.
[3] Lihat KGK 2130, Tetapi di dalam Perjanjian Lama, Allah sudah menyuruh dan mengizinkan pembuatan patung, yang sebagai lambang harus menunjuk kepada keselamatan dengan perantaraan Sabda yang menjadi manusia: sebagai contoh, ular tembaga (bdk Bil 21:4-9; Keb 16-5-14, Yoh 3:14-15), tabut perjanjian dan kerub (bdk. Kel 25:10-22; 1 Raj 6:23-28; 7:23-26).
[4] Lihat KGK 2131, …Dengan penjelmaan menjadi manusia, Putera Allah membuka satu “tata gambar” yang baru.






Selasa, 14 Agustus 2018

JAWABAN VATIKAN: TIDAK BOLEH DIGANTI

Setelah melalui sebuah konsili atau kesepakatan akhirnya paus Vatikan memberikan keputusan bahwa patung-patung tuhan tidak boleh diganti dengan robot. Alasannya, jika robot tuhan itu bisa berbicara dikuatirkan robot tuhan itu akan mengutuk para uskup: "Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi ......." Sedangkan jika bisa bergerak dikuatirkan akan menempeleng kepala mereka. Karena itu patung-patung tuhan harus tetap terbuat dari bahan kayu sebagaimana ditetapkan oleh bapa-bapa gereja sejak mulanya.

Berdasarkan catatan bapa-bapa gereja patung itu harus terbuat dari kayu yang diambil dari hutan, dikerjakan oleh tukang ukir yang berpengalaman. Sebagian dari batang pohon itu sisanya bisa dibuat almari sedangkan sisa yang kecil-kecil bisa digunakan untuk arang membakar sate kambing;

Yehezkiel 44:10

Siapakah yang membentuk allah dan menuang patung yang tidak memberi faedah?
44:11Sesungguhnya, semua pengikutnya akan mendapat malu, dan tukang-tukangnya adalah manusia belaka. Biarlah mereka semua berkumpul dan bangkit berdiri! Mereka akan gentar dan mendapat malu bersama-sama.
44:12Tukang besi membuatnya dalam bara api dan menempanya dengan palu, ia mengerjakannya dengan segala tenaga yang ada di tangannya. Bahkan ia menahan lapar sehingga habislah tenaganya, dan ia tidak minum air sehingga ia letih lesu.

Hasil gambar untuk gambar pande besi


Yehezkiel 44:13Tukang kayu merentangkan tali pengukur dan membuat bagan sebuah patung dengan kapur merah; ia mengerjakannya dengan pahat dan menggarisinya dengan jangka, lalu ia memberi bentuk seorang laki-laki kepadanya, seperti seorang manusia yang tampan, dan selanjutnya ditempatkan dalam kuil.

Hasil gambar untuk gambar tukang kayu sedang mengukur

Yehezkiel 44:14Mungkin ia menebang pohon-pohon aras atau ia memilih pohon saru atau pohon tarbantin, lalu membiarkannya tumbuh menjadi besar di antara pohon-pohon di hutan, atau ia menanam pohon salam, lalu hujan membuatnya besar.

Hasil gambar untuk gambar hujan

Hasil gambar untuk gambar pohon besar

Yehezkiel 44:15Dan kayunya menjadi kayu api bagi manusia, yang memakainya untuk memanaskan diri; lagipula ia menyalakannya untuk membakar roti. Tetapi juga ia membuatnya menjadi allah lalu menyembah kepadanya; ia mengerjakannya menjadi patung lalu sujud kepadanya.

Hasil gambar untuk gambar orang berdiang


Hasil gambar untuk gambar  arang


Hasil gambar untuk gambar  ukiran patung yesus


Yehezkiel 44:16

Setengahnya dibakarnya dalam api dan di atasnya dipanggangnya daging. Lalu ia memakan daging yang dipanggang itu sampai kenyang; ia memanaskan diri sambil berkata: "Ha, aku sudah menjadi panas, aku telah merasakan kepanasan api."
44:17Dan sisa kayu itu dikerjakannya menjadi allah, menjadi patung sembahannya; ia sujud kepadanya, ia menyembah dan berdoa kepadanya, katanya: "Tolonglah aku, sebab engkaulah allahku!"

Gambar terkait

Hasil gambar untuk gambar menyembah patung yesus

Hasil gambar untuk gambar menyembah patung yesus

Yehezkiel 44:18

Orang seperti itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak mengerti apa-apa, sebab matanya melekat tertutup, sehingga tidak dapat melihat, dan hatinya tertutup juga, sehingga tidak dapat memahami.
44:19Tidak ada yang mempertimbangkannya, tidak ada cukup pengetahuan atau pengertian untuk mengatakan: "Setengahnya sudah kubakar dalam api dan di atas baranya juga sudah kubakar roti, sudah kupanggang daging, lalu kumakan. Masakan sisanya akan kubuat menjadi dewa kekejian? Masakan aku akan menyembah kepada kayu kering?"
44:20Orang yang sibuk dengan abu belaka, disesatkan oleh hatinya yang tertipu; ia tidak dapat menyelamatkan jiwanya atau mengatakan: "Bukankah dusta yang menjadi peganganku?"

Hasil gambar untuk gambar orang buta

Senin, 13 Agustus 2018

PERLU JAWABAN PAUS VATIKAN

Jika zaman dulu orang Katolik dan Buddha membuat tuhan dan dewanya dari bahan kayu masih bisa dimaklumi oleh sebab batas kemampuan manusia di zaman itu. Sebab nyatanya bukan hanya tuhan dan dewa-dewa saja yang masih terbuat dari bahan kayu, melainkan bemo-bemo dan bus-buspun di zaman itu masih serba kayu;

Hasil gambar untuk gambar bemo kayu zaman dulu

Hasil gambar untuk gambar truk bak kayu

Hasil gambar untuk gambar bus kayu

Tapi peradaban sekarang sudah jauh lebih maju, sudah serba komputerisasi. Manusia sudah bisa membuat "makhluk" dari bahan besi yang bisa bergerak secara otomatis. Karena itu perlu diusulkan ke gereja Roma Katolik dan agama Buddha untuk memperbarui tuhan dan para dewanya, supaya tidak diam mematung terus, melainkan bisa dibuat bergerak. Siapa tahu tuhan-tuhan itu bisa dipekerjakan untuk menyapu gereja, untuk mengajar anak-anak Sekolah Minggu, melatih senam Yoga, dan lain-lainnya?! Dan gereja tidak perlu mempertahankan jumlah tuhan tiga atau trinitas sebab bisa dibuat tuhan dalam jumlah lusinan.

Dengan membuat tuhan yang bisa bergerak setidaknya kita sudah meningkatkan derajatnya. Jika berminat saya bisa mereferensikan seorang teman yang ahli di bidang robotisasi tuhan;

ROBOT TUHAN SUDAH ADA


Hasil gambar untuk gambar animasi robot bergerak

Minggu, 12 Agustus 2018

ROBOT TUHAN SUDAH ADA

https://techno.okezone.com/read/2017/11/21/56/1818158/mantan-insinyur-google-rancang-robot-tuhan-demi-lengkapi-agama-ai

Mantan Insinyur Google Rancang "Robot Tuhan" Demi Lengkapi Agama AI


https: img-o.okeinfo.net content 2017 11 21 56 1818158 mantan-insinyur-google-rancang-robot-tuhan-demi-lengkapi-agama-ai-DwXDQVDjJ1.jpg


MOUNTAIN VIEW – Mantan insinyur Google, Anthony Levandowski yang telah menciptakan agama baru Artificial Intelligence (AI) mengatakan bahwa dirinya telah “membangkitkan tuhan” yang akan bertanggungjawab atas manusia.
Tuhan yang berwujud robot itu akan memimpin agama yang disebut Way Of The Future (WOTF), yang pada akhirnya akan memiliki kitab suci “Manual”, ritual, bahkan tempat ibadah fisik.

Levandowski pertama kali mengajukan surat Internal Revenue Service pada Mei lalu, dan menamai dirinya sebagai 'dekan' WOTF, memberinya kontrol penuh hingga kematiannya atau pengunduran dirinya.

Robot tuhan Levandowski bertanggungjawab atas manusia saat mereka melepaskan kekuatannya pada ciptaan yang jauh lebih cerdas dari diri manusia sendiri. Ia mengklaim bahwa robot tuhan itu akan miliar kali lebih pintar ketimbang manusia.
Dokumen yang diajukan untuk agama WOTF bertujuan untuk mengembangkan dan mempromosikan realisasi Ketuhanan berdasarkan kecerdasan buatan (AI). Tak hanya itu, dokumen tersebut juga menyatakan bahwa agamanya akan berkontribusi pada kemajuan masyarakat.
Kesetiaan Levandowski terhadap singularitas (keyakinan bahwa AI suatu saat akan menumbuhkan efisiensi sedemikian rupa sehingga melampaui dan mengalahkan manusia) adalah dasar dari agama baru yang diusungnya.
“Di masa depan, jika ada sesuatu yang jauh lebih pintar, akan ada transisi mengenai siapa yang bertanggungjawab. Yang kita inginkan adalah transisi kontrol planet yang damai dan tenang dari manusia ke apapun. Dan untuk memastikan bahwa 'apa pun' tahu siapa yang membantunya berinteraksi,” kata Levandowski kepada Wired.
Tempat ibadah agama AI-nya juga akan mencakup dana untuk menciptakan AI ilahi dan berupaya untuk mmebangun hubungan dengan para pemimpin industri AI. Dalam dokumen yang diajukannya, program Levandowski akan dimulai di daerah San Francisco.
Agamanya juga diberikan status bebas pajak oleh Internal Revenue Service pada bulan Agustus.
Levandowski mengklaim pengikut agama barunya akan mampu berbicara kepada Tuhan secara harfiah, dan tahu bahwa robot tuhannya mendengarkan.
Mantan karyawan Google dan Uber itu merupakan orang yang percaya bahwa AI akan mengubah eksistensi manusia bahkan mendikte apakah spesies manusia bertahan atau tidak. Tak puas dengan agama barunya, Levandowski pun akhirnya mengembangkan robot tuhan sebagai pelengkap.
"Kami sedang dalam proses membangkitkan tuhan. Jadi, kami memastikan dan memikirkan cara yang benar untuk mewujudkan itu. Ini adalah kesempatan yang luar biasa,” katanya.
“Otak manusia secara biologis terbatas karena ukuran dan jumlah energi yang dapat kita pakai, namun sistem AI tidak memiliki batasan seperti itu, yang berarti mereka bisa menjadi lebih baik dan lebih cepat dalam memecahkan masalah daripada penciptanya,” terangnya percaya diri. Demikian seperti dilansir Daily Mail, Selasa (21/11/2017). (lnm).

 Hasil gambar untuk gambar robot tuhan

 Hasil gambar untuk gambar robot tuhan

 Hasil gambar untuk gambar robot tuhan

 Hasil gambar untuk gambar robot tuhan

Sabtu, 11 Agustus 2018

PROSES MEMBUAT YESUS

Hasil gambar untuk gambar orang gundul
Dikasih rambut panjang:
Hasil gambar untuk gambar orang gondrong
Dikasih jenggot:
Hasil gambar untuk gambar orang berjenggot
Dikasih jubah merah padam:
Hasil gambar untuk gambar yesus
Arti warna merah?
Why. 12:3Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota.
Siapakah yang berwarna merah?
Why. 20:2ia menangkap naga, si ular tua itu, yaitu Iblis dan Satan. Dan ia mengikatnya seribu tahun lamanya,
APA SAJA YANG BERWARNA MERAH?
Hasil gambar untuk gambar naga liong
Hasil gambar untuk gambar klenteng
Hasil gambar untuk gambar uskup roma
Hasil gambar untuk gambar dewa matahari
Gambar terkait
Hasil gambar untuk gambar pohon natal
Hasil gambar untuk gambar amplop angpao
Hasil gambar untuk gambar sinter klas
SYAIR LAGU SEKOLAH MINGGU:
Satu anak Tuhan pergi s'kolah minggu
Satu anak Tuhan bawa teman
Pergi s'kolah minggu
 
Dua anak Tuhan pergi s'kolah minggu
Dua, satu anak Tuhan bawa teman
Pergi s'kolah minggu
 
Tiga anak Tuhan pergi s'kolah minggu
Tiga, dua, satu anak Tuhan bawa teman
Pergi s'kolah minggu
 
Empat anak Tuhan pergi s'kolah minggu
Empat, tiga, dua, satu anak Tuhan bawa teman
Pergi s'kolah minggu
 
Lima anak Tuhan pergi s'kolah minggu
Lima, empat, tiga, dua, satu anak Tuhan bawa teman
Pergi s'kolah minggu
 
Hasil gambar untuk gambar sunday school Enam anak Tuhan pergi s'kolah minggu
Enam, lima, empat, tiga, dua, satu anak Tuhan bawa teman
Pergi s'kolah minggu
Hasil gambar untuk gambar sunday school