Rabu, 22 Oktober 2014

KHOTBAH GEREJA MENJADI CACAT

Jika 28 doktrin Advent cacat, maka cacatlah seluruh rangkaian ceramah, seminar, buku-buku, buku pelajaran sekolah Sabat, maupun khotbah-khotbah yang anda dengarkan setiap hari Sabat. Sebab semuanya itu tidak mungkin Alkitabiah. Jika Alkitab seumpama tanah lapang yang luas, 28 doktrin itu seperti sepetak bangunannya. Alkitab disempitkan oleh 28 Doktrin tersebut. Jadi, apa yang anda dengar sesungguhnya sudah bukan Alkitab lagi, melainkan 28 Doktrin tersebut. Ayat-ayat yang tidak dimuat dalam 28 doktrin adalah ayat-ayat yang diharamkan.

Adapun pendeta Advent adalah pendeta upahan, yang dibayar untuk menjaga kelestarian 28 doktrin tersebut. Jika keluar dari 28 doktrin, pendeta tersebut bisa dipecat, maka anak dan istrinya akan mati kelaparan. Kasihan, 'kan jika mereka sampai menjadi pengamen? Karena itu jangan berharap akan keluar kebenaran dari bibir mereka.

Lucunya, orang Advent itu dilarang makan makanan yang beracun, tapi ajaran yang beracun dibiarkan merusakkan pikiran mereka.

JANGAN TERKECOH


Di akhir zaman ini jangan gampang terkecoh oleh penampilan orang.

TUHAN SELALU BERSAMA SATU ORANG;

Ketika TUHAN bersama nabi Musa, TUHAN tidak ada di Mesir, tidak ada di India, juga tidak ada di Indonesia. Juga tidak ada di zaman ini. TUHAN bersama nabi Musa hanya di padang gurun dan di zaman nabi Musa saja. Ketika TUHAN bersama YESUS, TUHAN tidak ada di China juga tidak ada di Indonesia. Juga tidak ada di zaman ini. TUHAN bersama YESUS hanya di negeri Palestina dan pada zaman itu saja.

Sebab kepada bangsa Israellah Injil harus diberitakan yang pertama-tama;

>> Kisah  13:46  Tetapi dengan berani Paulus dan Barnabas berkata: "Memang kepada kamulah
                              firman Allah harus diberitakan lebih dahulu, tetapi kamu menolaknya dan
                              menganggap dirimu tidak layak untuk beroleh hidup yang kekal. Karena itu kami
                              berpaling kepada bangsa-bangsa lain.

Demikian juga pada zaman ini, kepada kamulah kebenaran ini dinyatakan terlebih dahulu.

TUHAN TAK PERNAH DIUNDANG TAPI MENGUNDANG;

Para nabi dan para rasul tak pernah berkeliling ke sana kemari atas undangan orang, tapi atas inisiatif mereka sendiri mereka mengunjungi jemaatnya. Para nabi dan para rasul bukanlah orang-orang yang menyenangkan, bukanlah orang yang dipuja-puja dan bukan orang yang dirindu-rindukan. Kehadiran mereka justru sangat tidak diharapkan orang dan sangat mengganggu ketenangan orang. Berbeda dengan nabi-nabi palsu;

>> 2Timotius  4:3              Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran
                                            sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya
                                            untuk memuaskan keinginan telinganya.
                          4:4                Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya
                                            bagi dongeng.

Bandingkan dengan ini:

>> 1Raja-raja  18:17         Segera sesudah Ahab melihat Elia, ia berkata kepadanya: "Engkaukah itu,
                                             yang mencelakakan Israel?"

>> 1Raja-raja  22:7           Tetapi Yosafat bertanya: "Tidak adakah lagi di sini seorang nabi TUHAN,
                                            supaya dengan perantaraannya kita dapat meminta petunjuk?"
                         22:8               Jawab raja Israel kepada Yosafat: "Masih ada seorang lagi yang dengan
                                           perantaraannya dapat diminta petunjuk TUHAN. Tetapi aku membenci dia,
                                           sebab tidak pernah ia menubuatkan yang baik tentang aku, melainkan
                                           malapetaka. Orang itu ialah Mikha bin Yimla." Kata Yosafat: "Janganlah raja
                                            berkata demikian."

>> Kisah  5:28     katanya: "Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam Nama itu. Namun
                              ternyata, kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu dan kamu hendak
                              menanggungkan darah Orang itu kepada kami."
                   5:29     Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada
                              Allah dari pada kepada manusia.

>> Kisah  24:5     Telah nyata kepada kami, bahwa orang ini adalah penyakit sampar, seorang yang
                              menimbulkan kekacauan di antara semua orang Yahudi di seluruh dunia yang
                              beradab, dan bahwa ia adalah seorang tokoh dari sekte orang Nasrani.

Ciri khas kebenaran adalah penolakan dimana-mana. Jangankan nabi dan rasul, ALLAH sendiri ditolak oleh umatNYA;

>> 1Samuel   8:7               TUHAN berfirman kepada Samuel: "Dengarkanlah perkataan bangsa itu
                                              dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau
                                              yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku
                                              menjadi raja atas mereka.

>> Yohanes  1:11              Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya
                                            itu tidak menerima-Nya.

Jadi, tidaklah hebat jika ada penginjil yang diundang ke sana ke mari itu. Bukan di situ letak petunjuk kebenarannya.

Download: KONTROVERSIAL 28 DOKTRIN



KONTROVERSIAL BUKU 28 DOKTRIN



Halaman 35:
Perjanjian Baru menekankan yang serupa juga mengenai keesaan Allah (Mrk. 12:29-32;
Yoh. 17:3; 1 Kor. 8:4-6; Ef. 4:4-6; 1 Tim.2:5). Pandangan yang monoteistik ini tidak bertentangan dengan konsep Kristen mengenai Trinitas—Bapa, Anak dan Roh Kudus; malahan mengukuhkan bahwa tidak ada kuil pelbagai dewa.

Mengakui keesaan ALLAH tapi mengajukan Trinitas. Mengakui monoteistik tapi mengenalkan BAPA, ANAK dan ROH KUDUS.  Satu tapi tiga, tiga tapi satu.

Halaman 35;
Sebagian nas menunjuk bukan saja kepada Roh tetapi juga kepada pribadi ketiga dalam karya penyelamatan yang berasal dari Allah:

ROH KUDUS disebutnya sebagai Pribadi ketiga. Ini artinya, BAPA, ANAK dan ROH KUDUS adalah suatu Pribadi yang berbeda-beda. Sama seperti tiga orang yang tidak mungkin dijadikan satu pribadi. Tiga orang itu bisa dijadikan satu golongan, tapi tidak mungkin untuk dijadikan satu pribadi.

........... dalam karya penyelamatan yang berasal dari ALLAH.  Ini artinya, satu dari tiga Pribadi itu merupakan sumbernya, yaitu yang disebut: ALLAH. Yang lainnya: ANAK dan ROH KUDUS bukanlah termasuk sumber. Harus dibayangkan tentang seorang boss yang mengepalai dua orang anak buahnya.

Halaman 35:
"Dan sekarang, Tuhan Allah (Allah Bapa) mengutus Aku (Anak Allah) dengan Roh-Nya (Roh Kudus)" (Yes. 48:16);

Dalam usaha menerangkan KEALLAHAN, buku ini berani memakai Yesaya 48:16 dengan memberikan keterangan yang sangat jelas;

>> ALLAH adalah BAPA yang mengutus

>> ANAK ALLAH adalah yang diutus BAPA

>> ROH KUDUS adalah yang mengawal ANAK ALLAH.

Jelas sekali bahwa BAPA lebih besar dari ANAK, sedangkan ANAK lebih besar dari ROH KUDUS. ROH KUDUS adalah semacam bodyguard atau pengawal. Kalau pengawal presiden namanya: Paspampres. Ini adalah kebenaran. Ini Alkitabiah.

Halaman 35:
"Aku (Bapa) telah menaruh Roh-Ku ke atasnya (Mesias), supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa"(Yes. 42:1).

Buku ini berani mengutip Yesaya 42:1 dan menerangkan dengan jelas bahwa BAPA adalah Pemilik ROH KUDUS dan memposisikan ROH KUDUS ke atas YESUS, supaya YESUS menyatakan hukum. Itulah misi yang diemban YESUS, yaitu melaksanakan tugas dari BAPA. Ini kebenaran dan Alkitabiah.

Halaman 35:
Kedatangan Kristus pertama ke dunia ini memberikan begitu banyak pandangan jelas tentang
ketritunggalan Allah.

Jika kedudukan masing-masing pribadi sudah begitu jelas; BAPA lebih besar dari ANAK, sedangkan ANAK lebih besar dari ROH KUDUS, mana mungkin ditunggalkan? Suami, istri dan anak, mana mungkin dijadikan satu? Suami itu laki-laki dewasa, istri itu perempuan dewasa, sedangkan anak itu masih kecil. Bagaimana hal yang berbeda-beda itu dijadikan satu? Banci atau bencong saja bukanlah hasil pencampuran laki-laki dengan perempuan. Banci atau bencong itu secara anatominya adalah laki-laki. Baik kelamin maupun system kerja tubuhnya adalah laki-laki. Dia tak mungkin menghasilkan menstruasi, tak mungkin menghasilkan air susu dan juga tak mungkin menghasilkan sel telur. Juga tidak mungkin hamil dan melahirkan anak. Banci atau bencong disebut dwitunggal jika dia bisa hamil dan melahirkan anak. Unsur laki-lakinya ada dan unsur perempuannya ada barulah itu bisa disebut dwitunggal.

Jika BAPA, ANAK dan ROH KUDUS ditunggalkan, jadinya apa? Sebuah teori yang benar-benar ngawur! BAPA, ANAK dan ROH KUDUS hanya bisa disatukan dalam sebuah kerajaan, sama seperti suami, istri dan anak disatukan dalam kekeluargaan.




Halaman 35:
Injil Yohanes menyatakan bahwa Keallahan terdiri dari Allah Bapa (baca bab 3 buku ini), Allah Anak (baca bab 4), dan Allah Roh Kudus (bab 5), sebuah kesatuan dari ketiga oknum yang abadi yang memiliki hubungan unik dan misterius.

Itulah kebohongan buku ini. Jangankan Injil Yohanes. Seluruh Alkitabpun tak pernah memperkenalkan adanya ALLAH BAPA, ALLAH ANAK dan ALLAH ROH KUDUS. ALLAH BAPA ada, tapi sebagai keterangan bahwa ALLAH itu adalah BAPA, bukan ALLAH yang BAPA untuk membedakan dari ALLAH yang ANAK atau ALLAH yang remaja.

>> 1Yohanes 5:7         Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman
                                        dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.                                       
                       5:8        Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah
                                        dan ketiganya adalah satu.

“Ketiganya adalah satu.” Apakah ini Trinitas/Tritunggal? Mari kita buktikan itu;

>> Yohanes   10:30     Aku dan Bapa adalah satu."

Ini malah hanya dua: AKU dan BAPA. Apakah ini Dwinitas/Dwitunggal? Mari kita lihat yang lainnya lagi;

>> Yohanes   17:11     Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam
                                        dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah
                                        mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan
                                        kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.

“Mereka” menunjuk pada 12 murid. Apakah ini tentang Duabelasnitas/Duabelastunggal? Jadi, 1Yohanes 5:7-8 bukanlah ayat tentang Trinitas/Tritunggal. Bagaimana dengan ayat ini;

>> Matius  28:19         Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah
                                        mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Ayat tersebut menyebutkannya sendiri-sendiri tanpa upaya menyatukannya. Tapi cukup menjelaskan bahwa BAPA, ANAK dan ROH KUDUS itu adalah Pribadi-pribadi yang sepaham atau sealiran. Mereka seia-sekata, sebagaimana diterangkan oleh Ny. Ellen G. White;

Kristus, Kalam itu, Anak Allah yang tunggal, adalah satu dengan Bapa yang kekal—satu dalam sifat, dalam tabiat, dalam tujuan —satu-satunya oknum yang dapat turut serta dalam musyawarah serta maksud-maksud Allah. - Mengapa Dosa Dibiarkan, Para Nabi dan Bapa.

Halaman 35:
Ketika Kristus berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan. Aku?” (Mrk.15:34) Ia merasakan betapa derita keterasingan dari Allah Bapa akibat dosa manusia, sangat menekan perasaan-Nya.

Buku ini begitu beraninya mengutip Markus 15:34 sekaligus menerangkan keterpisahan YESUS dari BAPANYA. Bagaimana menguraikan atau memisahkan sesuatu yang sudah berbentuk tunggal? Kalaupun kita berhasil menyatukan BAPA, ANAK dan ROH KUDUS, tapi bagaimana kita menguraikannya kembali?

Daun teh, air panas dan gula dicampur menjadi teh manis, bagaimana kita hendak mengambil airnya saja atau gulanya saja? Mungkinkah itu?

Halaman 35:
Dari sejak zaman kekekalan Ia telah bersama-sama dengan Allah Bapa dan Allah Roh. Mereka hidup abadi dan saling mengasihi.

Dalam pandangan Advent, BAPA, ANAK dan ROH KUDUS adalah ada secara bersamaan dan setara. Logiskah jika BAPA dengan ANAK itu lahir bersamaan dan sederajat? Dan jika BAPA dan ANAK sederajat, pernahkah atau bisakah anda menunjukkan kapan YESUS atau ROH KUDUS menyuruh-nyuruh BAPA sebagaimana BAPA menyuruh-nyuruh ANAK dan ROH KUDUS?

Inilah bunyi ayat yang menggambarkan kesetaraan YESUS dengan BAPA;

>> Filipi  2:6   yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu
                           sebagai milik yang harus dipertahankan,

Tapi bagi saya kesetaraan itu adalah tentang orang yang dianggap layak. Misalnya seorang direktur mengadakan rapat dengan stafnya. Nah, para staf yang pikirannya dipertimbangkan oleh sang direktur itulah kesetaraan dalam arti yang lebih luas. Kepala dengan anak buah, itu kesetaraan. Orang yang bisa diajak bekerjasama sekalipun posisinya berbeda.
                                        

Halaman 36:
Tidak ada jarak antara pribadi-pribadi Allah tritunggal itu. Tritunggal itu Ilahi, namun kuasa Ilahi dan kadarnya saling berbagi. Kalau dalam organisasi manusia otoritas terakhir terdapat pada satu orang—misalnya pada presiden, raja, atau perdana menteri. Di dalam Keallahan, otoritas terakhir terdapat
pada ketiganya.

Kata buku ini ketiga ALLAH itu memiliki otoritas yang sama. Buku ini telah membuang pengertian BAPA, ANAK dan ROH KUDUS, sekaligus membuang pengertian utus-mengutus. Yang mengutus dengan yang diutus sama derajatnya. Jika demikian, bukankah ANAK memiliki hak veto untuk membatalkan keputusan BAPA? Ketika BAPA menyuruh ANAK, ANAK bisa saja menggunakan hak vetoNYA  untuk berkata: AKU tidak mau! Tapi Alkitab menyatakan dengan jelas bahwa YESUS itu mentaati perintah BAPANYA. Tidak ada bukti atau petunjuk bahwa YESUS memiliki otoritas atas BAPANYA.

>> 1Korintus  11:3      Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-
                                        tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan
                                        Kepala dari Kristus ialah Allah.

Jika YESUS adalah Manusia ILAHI; 100% Manusia, 100% ALLAH, mengapa IA berdoa dan meminta sesuatu pada BAPANYA? Mengapa tak ada para murid yang tahu kalau IA adalah ALLAH? Petrus tahunya YESUS adalah ANAK ALLAH, bukan ALLAH. Malaikat Gabriel ketika memberi kabar kepada Maria juga memberitahukan bahwa ANAK yang dikandungannya adalah ANAK ALLAH, bukan ALLAH. Hanya Tomas yang menyebut YESUS: ALLAHku;

>> Yohanes  20:28      Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!"

Apakah salah Tomas menyebut YESUS sebagai ALLAH? Mari kita lihat Yesaya 9:6;

>> Yesaya    9:6          (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah
                                        diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan
                                        namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa
                                        yang Kekal, Raja Damai.

Periksa baik-baik kalimat itu, lalu jawablah pertanyaan saya: Siapakah yang berfirman? {BAPA?], siapakah yang menuliskan Firman itu? [Nabi Yesaya?], siapakah yang diceritakan? [ANAK?]. Jadi, disebut apakah YESUS? ALLAH yang perkasa! Siapakah yang disebut ALLAH yang perkasa? ANAK ALLAH!

>> Yohanes  14:6        Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak
                                        ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Jika kita tidak bisa berhubungan secara langsung dengan BAPA, maka BAPA kita jelas adalah dan hanyalah YESUS. Tapi jangan hilangkan keberadaan BAPA ALLAH. Kalau dalam perusahaan, segala urusan dan yang kita kenal hanya direktur. Padahal sesungguhnya di atas direktur ada komisaris perusahaan yang merupakan pemilik saham perusahaan itu.


Halaman 36;
Keallahan itu dalam wujud pribadi bukan satu, sedangkan dalam tujuan, pikiran dan tabiat Allah tetap satu.

Jika pribadi bukan satu, maka tujuan, pikiran dan tabiat juga bukan dan tidak pernah satu. Seia-sekatanya YESUS dengan ALLAH, bukan oleh sebab satu tujuan, satu pikiran dan satu tabiat, tapi terjadi oleh sebab ketaatanNYA. Ketaatan YESUS terhadap kehendak ALLAH inilah yang membuat YESUS tidak bisa menyalurkan kehendakNYA sendiri.

YESUS turun ke dunia bukan oleh kehendakNYA sendiri, tapi oleh perintah BAPANYA. Oleh pengutusan, bukan inisiatifNYA sendiri.

Seia-sekata yang terjadi karena satunya tujuan, pikiran dan tabiat, itu namanya otomatisasi, tanpa perlu adanya perintah. Jika ada perintah menyatakan tidak adanya kesatuan tujuan, pikiran dan tabiat.

Halaman 36;
Keesaan ini tidak melenyapkan ciri-ciri khas Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Keesaan justru melenyapkan ciri-ciri yang lainnya. Keesaan BAPA, maka BAPA bukan ANAK. Keesaan YESUS, maka YESUS bukan BAPA. Esa itu satu. Kalau lebih dari satu bukan esa namanya;

>> 1Timotius   2:5       Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara
                                        Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,

ALLAH itu sendiri, YESUS juga sendiri. Mari kita lihat kesendirian itu dalam berbagai ayat;

>> Wahyu  5:13          Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan
                                        yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya,
                                        berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba,
                                        adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-
                                         lamanya!"

Penghormatan itu diberikan kepada masing-masing; BAPA sendiri,  ANAK sendiri.

>> Wahyu  7:10          Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami
                                        yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!"

>> Wahyu  14:4          Mereka adalah orang-orang yang tidak mencemarkan dirinya dengan
                                        perempuan-perempuan, karena mereka murni sama seperti perawan.
                                       Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Anak Domba itu ke mana saja
                                       Ia pergi. Mereka ditebus dari antara manusia sebagai korban-korban
                                       sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba itu.

>> Wahyu  21:22        Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang
                                       Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu.

>> Wahyu  21:23        Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya,
                                       sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah
                                       lampunya.

>> Wahyu  22:1          Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih
                                        bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak
                                        Domba itu.

>> Wahyu  22:3          Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba
                                        akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-
                                        Nya,

Pertanyaan yang menggelitik logika kita adalah, jika ALLAH itu pada akhirnya tunggal atau satu, mengapa perlu ada ANAK dan ROH KUDUS? Mengapa tidak semua pekerjaan dilakukan oleh ALLAH sendiri?

Iya. Mengapa ALLAH memerlukan ANAK dan ROH KUDUS?

Kita perlu tahu bahwa ALLAH itu sempurna. DIA itu tidak membutuhkan apapun. DIA tak membutuhkan anak. DIA tak membutuhkan puji-pujian dan sembah sujud kita. DIA juga tak membutuhkan gunung-gunung, laut-laut, matahari, bulan dan bintang. DIA tak membutuhkan apapun. Sebab semuanya ada di dalam DiriNYA. Tapi ALLAH memiliki kelimpahan kasih. Oleh kasih inilah ALLAH menciptakan YESUS, supaya ada yang menerima kasih yang berkelimpahan dalam Diri ALLAH itu.

ALLAH bukan membutuhkan menyalurkan kasih sehingga IA menciptakan YESUS. Tapi merupakan niat ALLAH untuk menciptakan YESUS. Jadi, penciptaan YESUS bukan oleh sebab ALLAH membutuhkan, tapi oleh sebab niat. Sama seperti kita menyumbang ke panti asuhan. Itu kebutuhan atau niat? Niat!

Nah, untuk menyukakan hati YESUS itulah ALLAH menciptakan alam semesta, sama seperti kita membelikan mainan anak-anak kita. Karena itu kita ini diserahkan ke dalam tangan YESUS.

>> Amsal   8:30          aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi
                                        kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
                    8:31         aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia
                                        menjadi kesenanganku.

Halaman 36;
Adanya pribadi-pribadi yang ter-pisah ini dalam Keilahian tidak menghancurkan pengharapan yang monoteistik yang terdapat dalam Kitab Suci, bahwa Bapa, Anak dan Roh Kudus satu adanya, Allah
yang Esa.

Itulah keterangan tentang Trinitas yang paling jelas, bahwa BAPA, ANAK dan ROH KUDUS satu adanya. Tiga pribadi adalah satu pribadi. Kita harus tanyakan: itu menjadi satu atau asal mulanya memang satu. Jika menjadi satu, itu artinya semulanya tiga. Jika semulanya tiga, kapan menjadi satunya? Jika asal mulanya memang satu, itu artinya dikemudian hari menjadi tiga. Kapan menjadi tiganya?

Bagaimana status BAPA, ANAK dan ROH KUDUS disatukan? Apakah kita perlu mengubah definisi dalam bahasa kita, bahwa seorang bapak itu tidak harus melahirkan anak, seorang anak itu tidak harus dilahirkan bapak? Apakah kita harus mengubah adat-istiadat menghormati bapak? Sebagaimana bapak memaki-maki kita, kita juga boleh memaki-maki bapak?

Jika kasus kesederajatan ini hanya ada pada ALLAH, berarti ALLAH bukanlah gambar kita, bukan teladan kita, bukan Guru kita. Mereka tidak bisa kita tiru. Padahal perintah ALLAH adalah supaya kita meniru DIA.

“BAPA, ANAK dan ROH KUDUS satu adanya, ALLAH yang esa.” Apakah itu matematikanya seperti ini:

BAPA + ANAK + ROH KUDUS = ALLAH.

Jika begitu, maka BAPA bukanlah ALLAH, ANAK bukanlah ALLAH, dan ROH KUDUS juga bukan ALLAH. ALLAH baru ada jika ketiganya menyatu. Jika sendiri-sendiri bukanlah ALLAH.

Di atas dikatakan ketiganya adalah satu, sementara kalimat yang sebelumnya mengatakan BAPA, ANAK dan ROH KUDUS memiliki ciri sendiri-sendiri;

Keesaan ini tidak melenyapkan ciri-ciri khas Bapa, Anak dan Roh Kudus.

Jadi, bagaimana kita memahami Tritunggal yang bisa juga Tunggaltri ini? Dibilang ketiganya adalah satu, tapi juga dibilang satunya adalah tiga.

Membaca buku seharusnya membuat kita pinter, tapi kali ini kita dibuat menjadi bodoh.

Bandingkan dengan ini:

KETUHANAN YESUS

[Berlanjut]

OTOMATIS ATAU PERINTAH


Jika pribadi bukan satu, maka tujuan, pikiran dan tabiat juga bukan dan tidak pernah satu. Seia-sekatanya YESUS dengan ALLAH, bukan oleh sebab satu tujuan, satu pikiran dan satu tabiat, tapi terjadi oleh sebab ketaatanNYA. Ketaatan YESUS terhadap kehendak ALLAH inilah yang membuat YESUS tidak bisa menyalurkan kehendakNYA sendiri.

YESUS turun ke dunia bukan oleh kehendakNYA sendiri, tapi oleh perintah BAPANYA. Oleh pengutusan, bukan inisiatifNYA sendiri.

Seia-sekata yang terjadi karena satunya tujuan, pikiran dan tabiat, itu namanya otomatisasi, tanpa perlu adanya perintah. Jika ada perintah menyatakan tidak adanya kesatuan tujuan, pikiran dan tabiat. 

BENCONG ITU BUKAN DWITUNGGAL




Jika kedudukan masing-masing pribadi sudah begitu jelas; BAPA lebih besar dari ANAK, sedangkan ANAK lebih besar dari ROH KUDUS, mana mungkin ditunggalkan? Suami, istri dan anak, mana mungkin dijadikan satu? Suami itu laki-laki dewasa, istri itu perempuan dewasa, sedangkan anak itu masih kecil. Bagaimana hal yang berbeda-beda itu dijadikan satu? Banci atau bencong saja bukanlah hasil pencampuran laki-laki dengan perempuan. Banci atau bencong itu secara anatominya adalah laki-laki. Baik kelamin maupun system kerja tubuhnya adalah laki-laki. Dia tak mungkin menghasilkan menstruasi, tak mungkin menghasilkan air susu dan juga tak mungkin menghasilkan sel telur. Juga tidak mungkin hamil dan melahirkan anak. Banci atau bencong disebut dwitunggal jika dia bisa hamil dan melahirkan anak. Unsur laki-lakinya ada dan unsur perempuannya ada barulah itu bisa disebut dwitunggal. 

16 Polisi tewas saat kawal pelantikan Jokowi

https://id.berita.yahoo.com/16-polisi-tewas-saat-kawal-pelantikan-jokowi-030238482.html


MERDEKA.COM. Pelantikan presiden dan wakil presiden telah usai. Seluruh jajaran Kepolisian bangga lantaran berhasil mengamankan rangkaian acara pesta demokrasi.

Namun di sisi lain, Kapolri Jenderal Polisi Sutarman mengatakan ada 16 orang anggota polisi yang meninggal dunia saat pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. 

Para anggota yang meninggal dunia mulai dari pengamanan logistik di pedalaman, tenggelam di Natuna dan mengawal kendaraan pengamanan logistik.

"Evaluasi yang kami lakukan kemarin, dalam seluruh tahapan kemarin ada anggota 16 orang yang gugur dalam melaksanakan tugas mulia ini," kata Sutarman.

Hal itu diucapkan Sutarman usai apel konsolidasi pelaksanaan pengamanan pelantikan pengucapan sumpah Presiden dan Wakil Presiden di Polda Metro Jaya Jakarta, Rabu (22/10).

Sutarman mengatakan anggota yang gugur, langsung dinaikkan pangkat setelah ada laporan dari daerah. Itu merupakan penghargaan atas pengorbanan membela bangsa.

"Kami naikkan satu pangkat," kata Sutarman.

Dalam pidatonya, Sutarman mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota polisi yang sudah sukses mengamankan seluruh rangkaian pesta demokrasi hingga pelantikan presiden dan wakil presiden.