Jumat, 24 Oktober 2014

CERDIKLAH SEPERTI ULAR

Kata TUHAN: hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. Mengapa anda tak cerdik sama sekali?

APA YANG ANDA PIKIR

Advent adalah sebuah agama. Agama adalah lembaga yang menekankan moral. Lebih-lebih sebagai agama Kristen harusnya menjadi berkat dan teladan kasih sesama. Berkat dan kasih harus terpancar dari gereja ini. Apakah anda setuju?

Advent adalah agama yang melarang orang makan babi[makanan yang diharamkan Imamat 11] dan melarang penggunaan narkotika, serta menganjurkan pola hidup vegetarian. Tapi Advent mendirikan rumahsakit-rumahsakit umum yang berlawanan dengan apa yang dia ajarkan; rumahsakit itu komersial dan mahal tanpa belas kasihan. Rumahsakit itu menggunakan obat-obatan yang mengandung babi dan narkotika, serta hampir dibilang Advent itu tak mempunyai klinik ataupun laboratorium vegetarian.

Pendeta bekerja duniawi dilarang. Tapi organisasi justru berbisnis dan bisnis itu termasuk bisnis yang haram, karena mengandung babi dan narkotika.

Nah, apa yang anda pikirkan tentang hal ini?

KEBENARAN TENTANG PERSEPULUHAN

Bacalah di sini:

http://datahakekat.blogspot.com/2014/10/kebenaran-tentang-persepuluhan.html


BUKU NY. WHITE

Saya pastikan buku Ny. Ellen G. White yang masih murni dari TUHAN adalah buku Alpha dan Omega. Di buku ini saya berani pastikan tidak ada trinitas, tidak membahas makanan haram juga tidak membicarakan vegetarian. Yang ditekankan terus-menerus dalam buku ini hanyalah masalah hari Sabat.

Yang menarik dari kehidupan Ny. White adalah peristiwa dibuangnya beliau oleh General Conference ke Australia. Kelihatannya sejak tahun 1888 hubungan Ny. White dengan General Conference tidak harmonis, mungkin disebabkan Ny. White tidak lagi membayarkan persepuluhannya ke organisasi tersebut.

KEBENARAN PERSEPULUHAN – 170 Kb

Pertanyaan menariknya adalah bagaimana bisa terjadi seorang nabi TUHAN dikendalikan oleh orang, kecuali nabi itu sudah murtad dari TUHAN sehingga dicabut pengurapannya?! Inilah yang membuat Advent menjadi jemaat yang suam-suam kuku, melarat, malang, miskin, buta, telanjang dan hendak dimuntahkan dari mulut TUHAN?!

PENYESATAN 1TIMOTIUS 4




>> 1Timotius  4:1             Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian,
                                            ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran
                                            setan-setan
                         4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap
                                             mereka.
                         4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang
                                            diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang
                                            yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
                        4:4  Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang
                                            haram, jika diterima dengan ucapan syukur,
                         4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Menurut pendeta Advent kalimat itu membentangkan 2 golongan; orang yang benar dengan pendusta. Si pendusta itu menghalalkan segala makanan, sedangkan orang yang benar itu yang melarang orang kawin dan yang melarang orang makan.

Pemelintiran kalimat seperti itu sudah pernah terjadi di milis ini oleh pendeta Advent juga. Untuk sementara saya akan ikuti dulu logika kacau mereka.

Kalau orang yang benar itu yang melarang orang kawin dan melarang orang makan, maka yang benar itu adalah gereja Katolik[melarang orang kawin], Islam dan Advent[melarang orang makan]. Tapi Katolik kurang benar karena belum melarang orang makan, sedangkan Islam dan Advent kurang benar karena belum melarang orang kawin.

Alkitab, Perjanjian Lama – Imamat 11 memang melarang orang makan. Tapi apakah Alkitab pernah melarang orang kawin?

Menurut orang yang benar: tidak semua ciptaan ALLAH itu baik. Pengucapan syukur dan doa itu tidak ada khasiatnya apa-apa. Tapi menurut si pendusta; semua ciptaan ALLAH itu baik, pengucapan syukur dan doa itu besar khasiatnya. Manakah dari kedua golongan ini yang memberikan kemuliaan bagi ALLAH? Tampaknya si pendusta yang memuliakan ALLAH, sementara orang yang benar itu yang meremehkan ALLAH.

Jadi, menurut Advent tidak semua ciptaan ALLAH itu baik. Pengucapan syukur dan doa itu tak ada khasiatnya apa-apa.

Sekarang mari kita melihat pada fakta kalimat tersebut. Apakah yang dibicarakan pada mulanya, pada ayat 1 dan 2? Tentang pendusta. Kata-kata apakah yang menyambungkan ayat 1, 2 dan 3? “Mereka itu.” Apakah ada pembicaraan tentang orang yang benar? Belum ada! Jadi, “mereka itu” jelas menunjuk pada para pendusta.

Apakah ciri-ciri pendusta itu? Melarang orang kawin dan melarang orang makan. Jadi, siapa yang melarang orang kawin dan melarang orang makan, maka dia itulah pendusta yang menerima ajaran dari setan-setan. Islam memang melarang orang makan. Tapi hanya babi dan alkohol saja yang dilarang dalam Islam. Siapa jagonya melarang orang makan? Tidak ada yang lain selain dari Advent.

Minum teh, kopi, coca cola, roti, camilan, babi, udang, bahkan segala macam daging dilarang oleh Advent. Orang hanya diberi pilihan untuk vegetarian – memakan sayur-sayuran saja.

Padahal menurut rasul Paulus yang menulis ayat tersebut, dengan pengucapan syukur semua itu bisa dimakan oleh orang yang benar dan yang beriman. Apa sebab? Sebab semua ciptaan ALLAH itu baik. Tak ada ciptaan ALLAH yang tidak baik. Babi itu baik. Sebagian besar obat-obatan dokter dibuat dari bahan babi. Orang-orang Islam yang berhaji ke Mekkah diwajibkan disuntik vaksin yang mengandung babi. Morfin, ganja, dan lain-lainnya yang diharamkan pemerintah dan agama, sesungguhnya adalah obat penyakit kanker dan di rumahsakit dipergunakan sebagai obat bius.

Advent, sekalipun melarang babi dan narkotika, namun di rumahsakitnya apakah bebas babi dan narkotika? – Hua..ha..ha.....

Menkes: Hampir Semua Obat Mengandung Babi

Kata rasul Paulus semua ciptaan ALLAH itu baik asal diterima dengan ucapan syukur. Sekalipun makan sate kambing kalau tidak mengucap syukur, maka makanan itu tidak dikuduskan dengan nama TUHAN. Sebab semua yang tidak kudus akan dikuduskan oleh Firman TUHAN dan oleh doa. Bahwa TUHAN yang menciptakan babi itu sanggup menguduskannya.

>> Markus  16:18             mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut,
                                            mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya
                                            atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Anak-anak ALLAH tidak akan mati oleh racun maut. Asal bukan untuk pameran kesombongan atau berunsur kesengajaan. Jika ada orang memasukkan racun secara licik ke kita, maka itu tidak akan membunuh kita. Apalagi hanya masalah makan babi. ALLAH yang berkuasa melarang, ALLAH juga berkuasa memperbolehkan;

>> Kisah  11:9    Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang
                             dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!??

Jadi, ayat tersebut dengan jelas sekali menyatakan bahwa Advent yang semula benar itu kelak akan murtad dan mengikuti ajaran setan-setan. Mereka berusaha menyelubungkan kejahatannya dengan larangan-larangan makanan sebagai seolah-olah disitulah letak kesalehan mereka;

>> Kolose    2:20                Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari
                                           roh-roh  dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa
                                            peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
                      2:21  jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
                      2:22  semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan
                                            hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
                      2:23  Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan
                                            ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada
                                            gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Nyatalah bahwa semua itu hanyalah kedok bagi keduniawian mereka.

Menkes: Hampir Semua Obat Mengandung Babi

http://www.bersamadakwah.com/2013/12/menkes-hampir-semua-obat-mengandung-babi.html

Demi memperjuangkan barang haram yang terkandung dalam vaksin, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menolak sertifikasi halal pada produk farmasi pada Rancangan Undang-undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH), lansir Pelita Online.

Nafsiah Mboi menyatakan bahwa produk farmasi seperti obat dan vaksin memang mengandung barang haram sehingga tidak bisa disertifikasi halal.

“Contohnya, walaupun bahan vaksin tidak mengandung babi, tapi katalisatornya itu mengandung unsur babi. Sehingga tidak bisa dinilai kehalalannya,” ujar Nafsiah di Jakarta, Selasa (3/12).

Menurutnya, bila sertifikasi halal itu diterapkan, vaksin yang mengandung babi itu tidak bisa digunakan karena tidak memiliki sertifikasi halal.

Nafsiah berdalih, seorang yang berhaji terkena influenza tidak bisa diobati lantaran obatnya mengandung babi.

“Kita menolak sertifikasi halal itu untuk vaksin dan obat-obatan,” tandasnya.

Lebih lanjut Nafsiah mengaku dirinya tidak dilibatkan dalam pembahasan RUU ini. "Tidak (dilibatkan)," katanya. [POL/Bersamadakwah]

INILAH KODE INTERNASIONAL PADA MAKANAN BERKEMAS MENGANDUNG BABI…

 http://infotekkom.wordpress.com/2010/09/03/awas-inilah-kode-internasional-pada-makanan-berkemas-mengandung-babi/

Astaghfirullah barusan saya dapat email yang bunyinya kayak gini….
tolong disebarkan, untuk diketahui…!!
KODE BABI PADA MAKANAN BERKEMAS,Tolong di Forward ke saudara2 yang lain !!!!!!
Kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi: E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302291&fbid=148671345153219&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
Salah seorang rekan saya bernama Shaikh Sahib, bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Obat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya, mencatat semua merk barang, makanan & obat-obatan Produk apapun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran, bahan-bahan produk tesebut harus terlebih dulu mendapat ijin dari BPOM Perancis Dan Shaikh Sahib bekerja di bagian QC. Tak heran jika IA mengetahui berbagai macam bahan makanan yang dipasarkan. Banyak dari bahan-bahan tersebutdituliskan dengan istilah ilmiah, namun Ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematis seperti E-904, E-141.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302285&fbid=148669918486695&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
Awalnya, saat Shaikh Sahib menemukan bentuk matematis, dia penasaran lalu menanyakan kode matematis tersebut kepada orang Prancis yang berwenang dalam bidang itu. Orang Prancis menjawab, Kerjakan saja tugasmu, Dan jangan banyak tanya …!
Jawaban itu, semakin menimbulkan kecurigaan Sahib, lalu IA pun mulai mencari tahu kode matematis dalam dokumen yang Ada. Ternyata, apa yang dia temukan cukup mengagetkan kaum muslimin dunia. Hampir di seluruh negara bagian barat, termasuk Eropa pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Peternakan babi sangat banyak terdapat di negara- negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah peternakan babi mencapai lebih dari 42.000 unit.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302290&fbid=148671128486574&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan hewan lainnya. Namun, orang Eropa & Amerika berusaha menghindari lemak-lemak itu. Yang menjadi pertanyaan dikemanakan lemak-lemak babi tersebut ? Babi-babi dipotong di rumah jagal yang diawasi BPOM, tapi yang bikin pusing POM adalah membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu sekitar 60 tahun yang lalu, lemak-lemak babi itu dibakar. Kini merekapun berpikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut. Sebagai awal ujicobanya, mereka membuat sabun dengan bahan lemak babi, Dan ternyata berhasil. Lemak-lemak itu diproses secara kimiawi, dikemas rapi Dan dipasarkan. Negara di Eropa memberlakukan aturan yang mewajibkan bahan setiap produk makanan, obat-obatan harus dicantumkan pada kemasan. Karena itu, bahan dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produknya. Agar mudah dipasarkan, penulisan lemak babi dalam kemasan diganti dengan lemak hewan. Ketika produsen ditanya pihak berwenang dari negara Islam, maka dijawab lemak tersebut adalah lemak sapi & domba. Meskipun begitu lemak-lemak itu haram bagi Muslim, karena penyembelihannya tidak sesuai syariat Islam.
Label baru itu dilarang keras masuk negara Islam, akibatnya produsen menghadapi masalah keuangan sangat serius, karena 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produk ke negara Islam, mengingat laba yang dicapai bisa mencapai miliaran dollar.
Akhirnya, mereka membuat kodifikasi bahasa yang hanya dimengerti BPOM, sementara orang lain tak Ada yang tahu.
Kode diawali dengan E ? CODES,E-INGREDIENTS, ini terdapat dalam produk perusahaan mutinasional, antara lain : pasta gigi, pemen karet, cokelat, gula2, biskuit, makanan kaleng, buah2an kaleng, Dan beberapa multivitamin serta masih banyak lagi jenis makanan & obat2an lainnya.
Karena itu, saya mohon kepada sesama Muslim dimana pun, untuk memeriksa secara seksama bahan2 produk yang akan Kita konsumsi Dan mencocokannya dengan daftar kode E-CODES, berikut ini karena produk dengan kode-kode di bawah ini, positif mengandung lemak babi: E100, E110, E120, E-140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234,E252,E270, E280, E325, E326, E327, E337, E422, E430, E431, E432, E433, E434, E435, E436, E440, E470, E471, E472, E473, E474, E475, E476, E477, E478, E481, E482,E483, E491, E492, E493, E494, E495, E542, E570, E572, E631, E635, E904.
Adalah tanggungjawab Kita bersama untuk mengikuti syari’at Islam Dan juga memberitahukan informasi ini kepada sesama Muslim lainnya.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302287&fbid=148670935153260&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
****************Prennss …kalo mau hang out di Starbucks or Coffebean, pikir2 ulang deh… Karena, ternyata semua minuman mengandung elmusifier yang berasal dari babi. Kalo membeli makanan Kita juga gampang mengetahui halal or haram, caranya dg melihat Ada tidaknya kode E ? Trus tiga digit angka dibelakangnya, Dan itu artinya bahan2 berasal dari lemak babi…
****************Dear all …Jika memang emulsifier yang dipake starbuck adalah kode E471 (tidak Ada embel2 lain, misal : lecithin de soja atau soy lecithin), maka saya yakin bahwa ‘origin’nya adalah pork or varken (babi). Sebenarnya tak hanya E471 tapi juga E472, para keluarga Muslim Groningen the Netherlands & ikatan kel Muslim Eropa memperingatkan kami utk mengecek content / ingredient emulsifier ini pd setiap produk makanan yg akan dibeli. Kami pun sempat kaget, karena emulsifier juga digunakan pada roti tawar. Karena itu, kami sarankan kpd kel muslim utk pilih roti tawar dg istilah biological bread (non-chemical additive), tentu saja resikonya harga lebih mahal (1/2 blok roti tawar jenis ini hampir 3 X harga roti tawar dg emulsifier), tapi yang penting kan halal.
[http://www.facebook.com/photo.php?pid=302292&fbid=148671491819871&op=1&view=all&subj=429994048669&aid=-1&auser=0&oid=429994048669&id=100000310625670]
****************************FYI ….E471 biasa dikenal dg sebutan lecithin è originnya merupakan ekstrak dari tulang babi. E472 (saya tak ingat nama dagangnya) è originnya adalah ekstrak tulang babi. Kedua additive ini merupakan senyawa turunan dr asam lemak (fattyacid). Biasanya kedua additive ini sangat sering ditemukan pada produk2 berikut : Produk makanan mengandung cokelat è roti, ice cream, biskuit, dll. Produk makanan yg perlu elmusifier è coklat bar, ice cream, or bulk, coffee cream, marshmallo, jelly, dsb.
Demikian sekilas info, Wallahu’alam bi shawab
Semoga manfaat,
Oleh Dr.M. Anjad Khan, Medical Research Institute United States.

Daftar Obat Yang Tidak Halal dan Mengandung Babi di Indonesia
https://m.facebook.com/notes/mufti-besar-kesultanan-palembang-darussalam/daftar-obat-yang-tidak-halal-dan-mengandung-babi-dan-pengaruhnya-bagi-kejiwaan-d/683204355034432/

  1. Insulin. Insulin merupakan hormon yang digunakan untuk mengatur gula tubuh. Penderita diabetes memerlukan hormon insulin dari luar guna mengembalikan kondisi gula tubuhnya menjadi normal kembali. Insulin ini dimasukkan dengan cara penyuntikan atau injeksi. Menurut Prof Dr Sugijanto dari Universitas Airlangga, sumber insulin ini bisa berasal dari kelenjar mamalia atau dari mikroorganisme hasil rekayasa genetika. Jika dari mamalia, insulin yang paling mirip dengan insulin manusia adalah dari babi (lihat strukturnya). Insulin manusia : C256H381N65O76S6 MW=5807,7, Insulin babi : C257H383N65O77S6 MW=5777,6 (hanya 1 asam amino berbeda), Insulin sapi : C254H377N65O75S6 MW=5733,6 (ada 3 asam amino berbeda). Di pasaran ada beberapa produsen yang mengeluarkan produk ini. Salah satu yang cukup terkenal adalah Mixtard yang diproduksi Novonordisk. Ada banyak tipe mixtard yang diproduksi, masing-masing dengan kode produk yang berbeda. Di dalamnya ada yang berasal dari manusia dengan perbanyakan melalui DNA recombinant dan proses mikroba serta berasal dari hewan (babi). Namun informasi mengenai kehalalannya sangat minim, sehingga dokterpun tidak mengetahui apakah ia bersumber dari babi atau bukan. Masalahnya, insulin dari DNA recombinant ini harganya lebih mahal dibandingkan yang berasal dari hewan. Data dari International Diabetes Federation menyebutkan bahwa pada tahun 2003 insulin yang berasal dari manusia sebanyak 70%, disusul insulin babi sebanyak 17%, insulin sapi 8% dan sisanya 5% merupakan campuran antara babi dan sapi.                        
  2. Heparin. Obat ini berfungsi sebagai anti koagulan atau anti penggumpalan pada darah. Banyak digunakan bagi penderita penyakit jantung untuk menghindari penyumbatan pada pembuluh darah. Ketika terjadi penyumbatan yang menyebabkan terhambatnya aliran darah ke otak, maka pasien akan mengalami stroke. Obat jenis ini juga banyak di pasaran, hampir semuanya impor. Salah satu yang teridentifikasi berasal dari babi adalah Lovenox 4000 keluaran Aventis Pharma Specialities, Maisons-Alfort, Perancis dan diimpor oleh PT Aventis Pharma, Jakarta. Kandungan obat tersebut adalah heparin sodium yang bersumber dari babi. Hal ini diperkuat dengan registrasi Badan POM dengan nomor DKI0185600143A1  Sayangnya tulisan itu sangat kecil dan berada di kemasan, bukan pada jarum suntik. Sehingga ketika kemasan itu telah dibuang, maka dokter dan pasien yang bersangkutan tidak akan mengenalinya lagi.                                                                                                            
  3. Gelatin Kapsul. Sebenarnya cangkang kapsul merupakan bahan penolong yang digunakan untuk membungkus sediaan obat. Namun cangkang ini ikut ditelan dan masuk ke dalam tubuh kita. Bahan pembuat cangkang kapsul adalah gelatin. Gelatin ini bersumber dari tulang atau kulit hewan, bisa dari sapi, ikan atau babi. Sebenarnya Badan POM telah menegaskan bahwa gelatin yang masuk ke Indonesia hanya yang berasal dari sapi. Masalahnya, gelatin sapi ini tidal lantas halal begitu saja. Perlu dikaji apakah sapi tersebut disembelih secara Islam ataukah tidak. Masalah inilah yang sampai saat ini masih sulit dipecahkan. Selain itu ada pula obat yang diimpor sudah dalam bentuk kapsul. Misalnya untuk beberapa obat dan multi vitamin, yang kebanyakan dibungkus dalam kapsul lunak (soft capsule). Kapsul lunak ini banyak yang dibuat dari gelatin babi karena lebih bagus dan murah. Dari data yang ada, banyak obat-obatan impor yang berbentuk kapsul, baik keras maupun lunak. Misalnya saja Yunnan Baiyao yang diproduksi oleh Yunnan Baiyao Group Co. Ltd., Cina, dan diimpor oleh PT Saras Subur Ayoe. Selain itu juga multi vitamin, vitamin A dosis tinggi dan vitamin E yang dikemas dalam kapsul lunak.              
  4. Alkohol. Alkohol banyak digunakan sebagai pelarut untuk melarutkan bahan-bahan aktif. Obat batuk merupakan salah satu yang banyak menggunakan alkohol. Bahan ini sering dikonotasikan dengan minuman keras yang diharamkan dalam Islam. Oleh karena itu penggunaan alkohol dalam obat batuk masih mengundang kontroversi di tengah masyarakat. Jurnal Halal LPPOM MUI.                          

Awas Makan Haram, Amalan tidak di terima selama 40 Hari !!!

Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan dunia ini sebagai tempat tinggal dan sekaligus untuk mendapatkan mata pencaharian. Dia ciptakan siang untuk mencari penghidupan dan malam untuk istirahat dan beribadah kepadaNya”Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (QS An-Naba’: 10-11).
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga memerintahkan kepada kita untuk bekerja: “Tidaklah sekali-kali seseorang makan suatu makanan yang lebih baik daripada makan dari hasil kerja tangannya sendiri, dan sesungguhnya Nabi Dawud makan dari hasil tangannya sendiri.” (HR. Al-Bukhari).

Islam juga memerintahkan agar di dalam mencari rizki itu dengan cara yang baik dan halal. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.” (QS Al-Baqarah: 172). Dalam ayat lain, artinya:

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah syetan, karena syetan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah: 168).

Al-Hafidz Ibnu Mardawih meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Abbas bahwa ketika dia (Ibnu Abbas) membaca ayat:

berdirilah Sa’ad bin Abi Waqash kemudian berkata:

“Ya Rasulullah, do’akan kepada Allah agar aku senantiasa menjadi orang yang dikabulkan do’anya oleh Allah.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai Sa’ad perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan do’anya. Dan demi jiwaku yang ada di tanganNya, sungguh jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amal-amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba maka neraka lebih layak baginya (HR. At-Thabrani) (Lihat Ad-durar Al-Mantsur fi Tafsir bil Ma’tsur Juz: II hal. 403).

Dari hadits di atas dapat kita ambil kesimpulan:

1. Perintah dari Allah agar memakan makanan yang halal.
2. Makanan yang halal merupakan sebab terkabulnya do’a.
3. Salah satu dampak dari memakan yang haram adalah tidak diterimanya amalan kita.


>>> Perintah Memakan Yang Halal

Tentang perintah untuk mencari yang halal dan memakan yang halal, Allah Subhanahu wa Ta’ala juga telah memerintahkan kepada para RasulNya dengan firmanNya, yang artinya:

“Wahai para rasul, makanlah dari makanan yangbaik-baik dan kerjakanlah amal shaleh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Mukminun: 51).

Maksud makan yang baik di sini adalah yang halal. Yang demikian itu diperintahkan terlebih dahulu sebelum mengerjakan amal shaleh, karena dengan memakan yang halal akan membantu untuk melaksanakan amal shaleh.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang larangan mendapatkan harta dengan cara yang haram, artinya:

“Dan janganlah sebagian kalian memakan harta sebagian yang lain di antara kalian dengan cara yang batil.” (QS Al-Baqarah: 188).


>>> Sebab Tidak Terkabulnya Do’a

Sesungguhnya manhaj Islam dalam hal makanan adalah sebagaimana manhaj Islam dalam masalah yang lainnya untuk menjaga akal, jiwa dan raga.

Diperbolehkannya makanan yang halal adalah karena bermanfaat bagi badan dan akal. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada para hambaNya agar meninggalkan makanan yang kotor dan haram karena akan berpengaruh negatif terhadap hati, akhlaq dan menghalangi hubungan dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala , serta menyebabkan tidak terkabulnya do’a.

Dalam sebuah hadits disebutkan: Abu Hurairah berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik, dan tidak menerima sesuatu kecuali yang baik.” Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang beriman, seperti Dia perintahkan kepada para rasulNya dengan firmanNya, yang artinya:

“Wahai para Rasul, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan”. Dan firmanNya: “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah kalian dari makanan yang baik-baik, dan bersyukurlah kamu kepada Allah, jika benar-benar hanya kepadaNya kamu menyembah.”


Kemudian Rasulullah menyebutkan seorang laki-laki yang menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut lagi berdebu. Orang tersebut menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdo’a: “Ya Tuhanku .. Ya Tuhanku ..” Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, dan baju yang dipakainya dari hasil yang haram. Maka bagaimana mungkin do’anya akan dikabulkan?” (HR. Muslim, shahih).


Hadits di atas menerangkan bahwa makanan yang haram merupakan sebab tidak terkabulnya do’a.


>>> Pengaruh Makanan Haram

Hendaknya kita bertaqwa kepada Allah dengan cara memakan makanan yang halal dan menjauhi makanan yang haram.

Karena makanan yang baik itu mempunyai pengaruh yang besar bagi manusia, terhadap akhlaqnya, kehidupan hatinya dan jernihnya pandangan serta diterimanya amal-amal kita.

Sedangkan makanan yang haram mempunyai dampak buruk bagi manusia, yang kalaulah dampak itu hanyalah tidak dikabulkannya do’apun niscaya hal itu merupakan kerugian yang besar.

Karena seorang hamba tidak lepas dari kebutuhan berdo’a kepada Allah.

Di samping itu masih ada dampak lain dari memakan yang haram, yaitu tidak diterimanya amal-amal yang telah kita laksanakan.

Dalam sebuah hadits disebutkan:

Dari Abu Hurairah radhiyallah ‘anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa memperoleh harta dengan cara yang haram, kemudian ia shadaqahkan, maka tidak akan mendatangkan pahala, dan dosanya ditimpakan kepadanya.” (HR. Ibnu Hibban dalam Kitab Shahihnya dengan sanad hasan).

Ibnu Umar radhiyallah ‘anhu berkata:

“Barangsiapa membeli baju dengan sepuluh ribu dirham, namun dari sepuluh ribu dirham tersebut ada satu dirham yang haram, maka Allah tidak menerima amalnya selama baju itu masih menempel di tubuhnya.”


Ibnu Abbas radhiyallah ‘anhu berkata: “Allah tidak menerima shalat seseorang yang di dalam perutnya ada sedikit makanan haram.”

Para wali sangat berhati-hati sekali terhadap apa-apa yang akan masuk ke dalam mulut dan perut mereka.

Mereka amat bersikap wara’ di dalam menjauhi hal-hal yang syubhat apalagi yang haram.

Dalam kitab shahih Al-Bukhari disebutkan, ‘Aisyah radhiyallah ‘anha menceritakan bahwa Abu Bakar mempunyai pembantu yang selalu menyediakan makanan untuknya.

Suatu kali pembantu tersebut membawa makanan maka iapun memakannya. Setelah tahu bahwa makanan tersebut didapatkan dengan cara yang haram, maka dengan serta merta ia masukkan jari tangannya ke kerongkongan, kemudian ia muntahkan kembali makanan yang baru saja masuk ke dalam perutnya.

Imam An-Nawawi ketika hidup di negeri Syam, ia tidak mau memakan buah-buahan di negeri tersebut.

Tatkala orang menanyakan tentang sebabnya, maka ia menjawab:

Di sana ada kebun-kebun wakaf yang telah hilang, maka saya khawatir memakan buah-buahan dari kebun tersebut.

Makanan haram bisa disebabkan memang dzatnya yang haram, seperti: bangkai, daging babi, darah dan sebagainya. Atau karena haram cara mendapatkannya, seperti dengan cara mencuri, riba, curang dalam jual beli, korupsi, suap dan lain sebagainya.

Praktek-praktek mendapatkan harta dengan cara yang haram dapat dengan mudah kita saksikan di zaman ini. Perampokan, penipuan, riba, korupsi, kolusi dan yang lainnya hampir-hampir selalu diekspos tiap hari oleh koran-koran dan televisi atau media lainnya.

Seolah-olah hal ini sudah merupakan masalah yang biasa. Segala macam cara akan digunakan manusia dalam rangka untuk mendapatkan harta yang sebanyak-banyaknya.Rasulullah telah bersabda:

“Akan datang suatu zaman, sese-orang tidak akan peduli terhadap apa yang ia ambil, apakah itu halal atau haram.” (HR. Bukhari).

Padahal harta yang haram itu selain berdampak tidak terkabulnya do’a dan ditolaknya amal, ia juga merupakan sebab mendapatkan adzab Allah di akhirat nanti.

Dalam sebuah hadits shahih disebutkan bahwa tidak bergerak dua telapak kaki anak cucu Adam di hari kiamat nanti sampai ditanya (salah satunya) tentang hartanya darimana ia dapatkan dan ke mana ia belanjakan. (untuk matan lengkapnya lihat Sunan At-Tirmidzi, hadits no.2417).

Maka hendaknya kita bermuhasabah, introspeksi diri.

Berapa banyak do’a yang telah kita panjatkan kepada Allah, berapa banyak istighotsah digelar dalam rangka mengatasi berbagai krisis yang mendera bangsa kita, dan berbagai bencana yang menimpa negeri kita.

Namun pada kenyataannya bencana demi bencana tetap melanda, berbagai krisis tidak teratasi dan berbagai kesulitan tak kunjung usai.

Mungkinkah ini karena bangsa Indonesia sudah terbiasa dengan praktik-praktik mendapatkan harta dengan cara yang haram? Sudah terbiasa mengkon-sumsi barang-barang haram, sehingga Allah tidak mengabulkan do’a-do’a kita? Wallahu A’lam bish Shawab.
 

KUNCI YOHANES 17:3



>> Yohanes  17:3              Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-
                                            satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau
                                            utus.

YAHWEH adalah satu-satunya ALLAH yang benar. Tidak ada ALLAH selain DIA. Jika anda mengatakan ada ALLAH yang selain DIA, sekalipun namanya YESUS atau ROH KUDUS, maka ALLAH tidak lagi esa, dan anda takkan selamat. Keselamatan diberikan jika anda mengenal ALLAH itu esa dan YESUS KRISTUS itu UtusanNYA.

Jadi, siapakah YESUS KRISTUS?

>> Siapakah YESUS KRISTUS menurut Alkitab?

>> Siapakah YESUS KRISTUS menurut 28 Doktrin/Advent?

Jika berbeda, mengapa berbeda, dan manakah yang Firman TUHAN?