Senin, 08 Juli 2019

AYUB PASAL 18

AYUB PASAL 18:

1. 18:1

Maka Bildad, orang Suah, menjawab:
18:2"Bilakah engkau habis bicara? Sadarilah, baru kami akan bicara.
18:3Mengapa kami dianggap binatang? Mengapa kami bodoh dalam pandanganmu?

Sahabat Ayub, Bildad, menjawab; mengapa dia dianggap bodoh oleh Ayub? Ini memang problem kita; saling merasa diri benar dan saling menyalahkan orang lain. Di sinilah standart kebenaran dibutuhkan. Jika di pemerintahan hukum adalah standart kebenaran, sedangkan hakim yang mengukuhkannya. Jika di sekolahan nilai adalah standart kepandaian siswa, sedangkan guru yang memutuskannya. Jika di agama Kitab Suci adalah standart kehendak TUHAN, sedangkan ROH KUDUS yang menguatkannya.

Dalil para sahabat Ayub sangat lemah jika mereka berpikir orang susah itu orang berdosa dan membatasinya sebagai hukuman TUHAN saja. Dan secara Al Kitab, Al Kitab menyatakan Ayub itu orang yang saleh yang sedang diuji oleh iblis. Dengan demikian Al Kitab telah menyelesaikan suatu masalah, telah memberikan petunjuk tentang pihak mana yang salah, yaitu pihak para sahabat Ayub.

2. 18:4Engkau yang menerkam dirimu sendiri dalam kemarahan, demi kepentinganmukah bumi harus menjadi sunyi, dan gunung batu bergeser dari tempatnya?

Bildad masih belum menyadari kesalahannya dan masih menganggap Ayub yang bersalah. Bildad mempertanyakan Ayub, apakah bumi harus menjadi sunyi dan gunung harus bergeser untuk mendukung pendapat Ayub?

3. 18:5

Bagaimanapun juga terang orang fasik tentu padam, dan nyala apinya tidak tetap bersinar.
18:6Terang di dalam kemahnya menjadi gelap, dan pelita di atasnya padam.

Pada akhirnya kebenaran akan dinyatakan. Ketukan palu hakim akan mengakhiri segala perbantahan. Dan kita yang membaca kitab ini telah bisa menentukan pihak mana yang benar dan pihak mana yang bersalah namun yang masih merasa dirinya benar. Ketika Al Kitab menyatakan Ayub orang yang saleh, para sahabat menyatakan Ayub berdosa. Kita melihat bahwa para sahabat itu sedang memegahkan kesalahannya.

4. 18:7Langkahnya yang kuat terhambat, dan pertimbangannya sendiri menjatuhkan dia.

Sebenarnya kesalahan itu bisa dideteksi oleh akal pikiran sendiri. Ada hal-hal yang tidak masuk akal sedang kita jalankan. Ada hal-hal yang bertentangan dengan hati nurani yang sedang kita lakukan. Entah melanggar norma atau etika, entah melanggar kebiasaan atau adat istiadat, entah melanggar hukum atau melakukan dosa. Harusnya kita tahu itu jika tidak pingsan.

5. 18:8Karena kakinya sendiri menyangkutkan dia dalam jaring, dan di atas tutup pelubang ia berjalan.

Banyak kesalahan kita lakukan oleh sebab kegegabahan kita, terlalu spekulatip.

6. 18:9Tumitnya tertangkap oleh jebak, dan ia tertahan oleh jerat.
18:10Tali tersembunyi baginya dalam tanah, perangkap terpasang baginya pada jalan yang dilaluinya.

Hukum-hukum dan kritikan para sahabat perlu diperhatikan.

7. 18:11Kedahsyatan mengejutkan dia di mana-mana, dan mengejarnya di mana juga ia melangkah.

Banyak orang baru merasa terkejut menyadari kesalahannya setelah terhukum.

8. 18:12

Bencana mengidamkan dia, kebinasaan bersiap-siap menantikan dia jatuh.
18:13Kulit tubuhnya dimakan penyakit, bahkan anggota tubuhnya dimakan oleh penyakit parah.

Hukuman lahir-bathin menantikannya.

9. 18:14Ia diseret dari kemahnya, tempat ia merasa aman, dan dibawa kepada raja kedahsyatan.

Bahkan nyawanya takkan terselamatkan.

10. 18:15Dalam kemahnya tinggal apa yang tidak ada sangkut pautnya dengan dia, di atas tempat kediamannya ditaburkan belerang.

Bukan makanan yang dimakannya, tapi obat. Bukan roti yang dinikmatinya tapi racun. Bukan rumah yang didiaminya tapi penjara.

11. 18:16Di bawah keringlah akar-akarnya, dan di atas layulah rantingnya.

Seluruh tubuhnya, lahir-bathinnya menderita.

12. 18:17Ingatan kepadanya lenyap dari bumi, namanya tidak lagi disebut di lorong-lorong.

Nama baiknya hancur.

13. 18:18Ia diusir dari tempat terang ke dalam kegelapan, dan ia dienyahkan dari dunia.

Disingkirkan dari pergaulan.

14. 18:19Ia tidak akan mempunyai anak atau cucu cicit di antara bangsanya, dan tak seorangpun yang tinggal hidup di tempat kediamannya.

Keturunannya akan terhenti, akan lenyap.

15. 18:20Atas hari ajalnya orang-orang di Barat akan tercengang, dan orang-orang di Timur akan dihinggapi ketakutan.

Orang yang mendengar ada yang kaget, ada yang heran dan ada yang merasa ngeri.

16. 18:21Sungguh, demikianlah tempat kediaman orang yang curang, begitulah tempat tinggal orang yang tidak mengenal Allah."

Begitulah pendapat Bildad. Itu semua benar tapi umum sekali diketahui semua orang, ilmunya anak kecil itu. Bildad perlu melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi.

Hasil gambar untuk gambar anak sekolah di kelas

Minggu, 07 Juli 2019

AYUB PASAL 17

AYUB PASAL 17:

1. 17:1

Semangatku patah, umurku telah habis, dan bagiku tersedia kuburan.
17:2Sesungguhnya, aku menjadi ejekan; mataku terpaksa menyaksikan tantangan mereka.
17:3Biarlah Engkau menjadi jaminanku bagi-Mu sendiri! Siapa lagi yang dapat membuat persetujuan bagiku?

Ayub mengeluh pada TUHAN tidak ingin hidup lebih lama lagi, namun  imannya menyatakan bahwa TUHAN akan menjamin keselamatannya.

2. 17:4Karena hati mereka telah Kaukatupkan bagi pengertian; itulah sebabnya Engkau mencegah mereka untuk menang.

Dalam hikmatnya Ayub melihat para sahabatnya dalam kubangan kebodohan mereka, membangun imajinasi-imajinasi yang tidak benar yang hanya berdasarkan pikiran manusia, bukan pada pikiran ILAHIAH.

Pikiran manusia hanya menginginkan yang enak-enak demi egoismenya sendiri, tidak mengenal pengorbanan. Tapi TUHAN sejak semula sudah mengenalkan ajaran tentang korban-korban; korban untuk TUHAN dan korban untuk sesama. Korban untuk TUHAN seperti persembahan-persembahan dan perbaktian-perbaktian, sedangkan korban untuk sesama tolong-menolong. Itu sebabnya manusia memiliki kecenderungan atheis, sebab tidak ingin direpotkan oleh TUHAN. Kita hanya mau menyapa TUHAN kalau sedang direpotkan oleh masalah-masalah. Kita panggil TUHAN sebagai penyingkir masalah. Setelah masalah selesai, kita lupakan TUHAN kembali.

3. 17:5Barangsiapa mengadukan sahabatnya untuk mencari keuntungan, mata anak-anaknya akan menjadi rabun.

Menjadi orang itu janganlah memanfaatkan teman atau sahabat untuk mencari keuntungan. Jangan memperalat orang untuk kepentingannya sendiri.

4. 17:6Aku telah dijadikan sindiran di antara bangsa-bangsa, dan aku menjadi orang yang diludahi mukanya.

Ayub merasa telah dihina dan direndahkan oleh sahabat-sahabatnya.

5. 17:7

Mataku menjadi kabur karena pedih hati, segala anggota tubuhku seperti bayang-bayang.
17:8Orang-orang yang jujur tercengang karena hal itu, dan orang yang tidak bersalah naik pitam terhadap orang fasik.

Perkataan para sahabat Ayub itu membuat orang benar marah.

6. 17:9Meskipun begitu orang yang benar tetap pada jalannya, dan orang yang bersih tangannya bertambah-tambah kuat.

Namun demikian kebenaran akan tetap sebagai kebenaran sekalipun ditimbuni lumpur.

7. 17:10Tetapi kamu sekalian, silakan datang kembali! Seorang yang mempunyai hikmat takkan kudapati di antara kamu!

Ayub menyuruh para sahabatnya untuik belajar lagi supaya kalau bertemu kembali tak ada yang masih bodoh seperti ini. Sebab meladeni omongan yang tidak benar itu sia-sia.

8. 17:11Umurku telah lalu, telah gagal rencana-rencanaku, cita-citaku.

Masa kejayaan Ayub sudah selesai, sudah berakhir.

9. 17:12Malam hendak dijadikan mereka siang: terang segera muncul dari gelap, kata mereka.

Para sahabat Ayub menganggap kesalahan sebagai kebenaran. Mereka pikir kebenaran bisa lahir dari kesalahan. Apa mungkin bebek dilahirkan oleh ayam? Tidak mungkin itu.

10. 17:13

Apabila aku mengharapkan dunia orang mati sebagai rumahku, menyediakan tempat tidurku di dalam kegelapan,
17:14dan berkata kepada liang kubur: Engkau ayahku, kepada berenga: Ibuku dan saudara perempuanku,
17:15maka di manakah harapanku? Siapakah yang melihat adanya harapan bagiku?
17:16Keduanya akan tenggelam ke dasar dunia orang mati, apabila kami bersama-sama turun ke dalam debu."

Di dunia orang mati tidak ada harapan apapun.

Minggu, 30 Juni 2019

AYUB PASAL 16

AYUB PASAL 16:

1.
16:1Tetapi Ayub menjawab:
16:2"Hal seperti itu telah acap kali kudengar. Penghibur sialan kamu semua!

Ayub marah sekali, sebab hiburan mereka tidak tepat. Tidak tepat waktunya, tidak tepat suasananya dan tidak tepat pula solusinya.

2. 16:3Belum habiskah omong kosong itu? Apa yang merangsang engkau untuk menyanggah?

Apa yang ingin mereka cari dari penderitaan Ayub?

3. 16:4Akupun dapat berbicara seperti kamu, sekiranya kamu pada tempatku; aku akan menggubah kata-kata indah terhadap kamu, dan menggeleng-gelengkan kepala atas kamu.

Coba balikkanlah posisi seandainya mereka yang berada di posisi Ayub, apakah mereka senang diperlakukan seperti ini?

4. 16:5Aku akan menguatkan hatimu dengan mulut, dan tidak menahan bibirku mengatakan belas kasihan.

Bagaimana jika menerima hiburan berupa kata-kata saja yang tak memberikan arti apa-apa?

5. 16:6Tetapi bila aku berbicara, penderitaanku tidak menjadi ringan, dan bila aku berdiam diri, apakah yang hilang dari padaku?

Jika ngomong tak meringankan beban, jika diam juga tak berpengaruh apa-apa?

6. 16:7Tetapi sekarang, Ia telah membuat aku lelah dan mencerai-beraikan segenap rumah tanggaku,

Yang jelas saat ini TUHAN ijinkan, TUHAN biarkan kondisi Ayub berantakan. Tak ada manusia yang menolong, TUHAN-pun diam saja. Ayub sendirian seperti sudah mati.

7. 16:8sudah menangkap aku; inilah yang menjadi saksi; kekurusanku telah bangkit menuduh aku.

Kekurusan tubuh Ayub menjadi bukti tidak berdayanya dia. Menolong diri sendiripun sudah tak mampu.

8. 16:9Murka-Nya menerkam dan memusuhi aku, Ia menggertakkan giginya terhadap aku; lawanku memandang aku dengan mata yang berapi-api.

Entah apa masalahnya sehingga TUHAN "sepertinya" memurkainya, mendiamkan Ayub dalam penderitaannya, sehingga para sahabatnya memperoleh pembenaran diri untuk menuduhkan dosa-dosa Ayub.

9.
16:10Mereka mengangakan mulutnya melawan aku, menampar pipiku dengan cercaan, dan bersama-sama mengerumuni aku.
16:11Allah menyerahkan aku kepada orang lalim, dan menjatuhkan aku ke dalam tangan orang fasik.
16:12Aku hidup dengan tenteram, tetapi Ia menggelisahkan aku, aku ditangkap-Nya pada tengkukku, lalu dibanting-Nya, dan aku ditegakkan-Nya menjadi sasaran-Nya.

Semula hidup Ayub tenteram, tapi kini hancur berantakan.

10.
16:13Aku dihujani anak panah, ginjalku ditembus-Nya dengan tak kenal belas kasihan, empeduku ditumpahkan-Nya ke tanah.
16:14Ia merobek-robek aku, menyerang aku laksana seorang pejuang.
16:15Kain kabung telah kujahit pada kulitku, dan tandukku kumasukkan ke dalam debu;

Baik fisik, kekayaan, kebanggaan, kekuatan, dan kehormatan Ayub sudah tak ada lagi. Ayub sudah bukan seperti manusia lagi, sama seperti kambing yang salah atau benar tetap disembelih.

11.
16:16mukaku merah karena menangis, dan bulu mataku ditudungi kelam pekat,
16:17sungguhpun tidak ada kelaliman pada tanganku, dan doaku bersih.

Seandainya Ayub melihat kesalahan dirinya, mungkin semua ini bisa diterima dengan ikhlas. Tapi dia tak merasa bersalah sehingga ia sangat ingin tahu apa sebabnya semua ini? Kalaupun TUHAN murka, haruskah semurka ini?

12. 16:18Hai bumi, janganlah menutupi darahku, dan janganlah kiranya teriakku mendapat tempat perhentian!

Ayub ingin mati.

13. 16:19Ketahuilah, sekarangpun juga, Saksiku ada di sorga, Yang memberi kesaksian bagiku ada di tempat yang tinggi.

Ayub ingin mati sebab dia yakin ada saksinya di sorga, yaitu kebenarannya.

14. 16:20Sekalipun aku dicemoohkan oleh sahabat-sahabatku, namun ke arah Allah mataku menengadah sambil menangis,

Ayub tetap menaruh pengharapan pada ELOHIM YAHWEH.

15. 16:21supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah, dan antara manusia dengan sesamanya.

Supaya ELOHIM YAHWEH memutuskan perkaranya dengan TUHAN dan perkaranya dengan sesama. Adakah Ayub berbuat dosa pada TUHAN dan berbuat salah pada sesama?

16. 16:22Karena sedikit jumlah tahun yang akan datang, dan aku akan menempuh jalan, dari mana aku tak akan kembali lagi.

Ayub yakin semakin hari dia semakin dekat dengan kematiannya dan semakin dekat dengan kemenangannya.

Hasil gambar untuk gambar berharap pada allah

AYUB PASAL 15

AYUB PASAL 15:

1.
15:1Maka Elifas, orang Teman, menjawab:
15:2"Apakah orang yang mempunyai hikmat menjawab dengan pengetahuan kosong, dan mengisi pikirannya dengan angin?

Kata Elifas, jika Ayub memang berhikmat masakan jawabannya konyol? Mana ada logikanya TUHAN menghukum orang yang tidak berdosa?

Elifas menuduh Ayub berdosa berdasarkan penderitaannya, bukan berdasarkan pada fakta yang dilihatnya. Elifas terjebak pada dalil-dalil dari akal pikirannya yang terbatas, yang tidak mampu menerima hal-hal yang di luar batasnya, seperti murid yang sedang mengukur gurunya. Padahal dalil-dalilnya akan rontok bilamana diterapkan pada orang-orang yang secara nyata melakukan kejahatan tapi yang hidupnya tidak menderita, seperti pelacur, pencuri, koruptor yang masih melenggang bebas.

Kesalahan Ayub tak diketahuinya tapi dia sudah menuding Ayub berdosa. Siapa tahu dosa-dosanya sendiri lebih nyata dari Ayub? Masakan orang sakit tanda dosa, orang sehat tanda suci? Masakan orang miskin tanda dosa, orang kaya tanda bersih?

2.
15:3Apakah ia menegur dengan percakapan yang tidak berguna, dan dengan perkataan yang tidak berfaedah?
15:4Lagipula engkau melenyapkan rasa takut dan mengurangi rasa hormat kepada Allah.

Elifas menuduh Ayub tidak takut dan tidak hormat pada ELOHIM YAHWEH, karena Ayub yang merasa tidak bersalah itu telah dihukum TUHAN. Menurut Elifas Ayub sedang mengatakan TUHAN berlaku tidak adil. Padahal Ayub menilai TUHAN itu adil; DIA yang memberi siang DIA juga yang memberi malam. DIA yang memberi musim panas DIA juga yang memberi musim hujan. Ayub tak pernah menolak penderitaannya, sama seperti dia tak pernah menolak kesenangannya. Ayub mengakui otoritas TUHAN untuk mengatur alam semesta. Ayub ijinkan dirinya di atur oleh TUHAN, suatu kali disenangkan suatu kali disusahkan, suatu kali dikayakan suatu kali dimiskinkan. TUHAN yang memberi TUHAN juga yang berhak meminta kembali.

Ayub ijinkan ketika ada orang miskin dibuat kaya, sedangkan dirinya yang kaya dibuat miskin, orang sakit disembuhkan, sedangkan dirinya yang sehat disakitkan. Bagi Ayub pemandangan jatuh bangunnya manusia di planet bumi ini sesuatu yang wajar, bukan hal yang mengherankan. Mengapa Elifas merasa heran? Mengapa Elifas hendak mengatur TUHAN untuk menuruti keinginannya?

3. 15:5Kesalahanmulah yang mengajar mulutmu, dan bahasa orang licik yang kaupilih.

Menurut Elifas perkataan Ayub lahir dari kejahatannya, lahir dari kebiasaannya berbohong. Karena suka berbohong, maka sekarangpun Ayub masih berusaha berbohong, sama seperti pencuri yang selalu berusaha menyangkali perbuatannya.

Padahal pencuri yang berusaha menyangkali perbuatannya bisa dipatahkan dengan bukti dan saksi-saksi. Tapi apakah penyangkalan Ayub berbukti dan bersaksi?

4. 15:6Mulutmu sendirilah yang mempersalahkan engkau, bukan aku; bibirmu sendiri menjadi saksi menentang engkau.

Bagi Elifas segala perkataan Ayub adalah kebohongan. Tapi apakah Elifas mempunyai petunjuk bahwa Ayub itu pembohong dan penipu? Jika Elifas tak pernah mendengar kebohongan Ayub, lalu berdasarkan apa dia sekarang menuduh Ayub bohong? Argumentasi Elifas lemah sekali.

5. 15:7Apakah engkau dilahirkan sebagai manusia yang pertama, atau dijadikan lebih dahulu dari pada bukit-bukit?

Memangnya Ayub itu orang hebat sehingga tidak mempunyai dosa? Padahal Ayub tak pernah menyatakan dirinya bersih atau tak mempunyai dosa. Tapi apakah dosa yang dimilikinya itu sudah sesuai dengan hukuman yang diterimanya sekarang ini? Apakah seorang pencuri sandal jepit saja layak dihukum gantung? Itu sebabnya Ayub tidak yakin dirinya sedang dihukum, tapi Ayub berpendapat bahwa ELOHIM YAHWEH sedang mengatur dunia.

6. 15:8Apakah engkau turut mendengarkan di dalam musyawarah Allah dan meraih hikmat bagi dirimu?

Memangnya Ayub itu sahabat ELOHIM YAHWEH sehingga kebal hukum?

7. 15:9Apakah yang kauketahui, yang tidak kami ketahui? Apakah yang kaumengerti, yang tidak terang bagi kami?

Elifas menganggap dirinya tidak kalah dari Ayub. Elifas bukan orang bodoh. Karena itu dia menolak segala argumentasi Ayub yang dia anggap berusaha membodohinya. Elifas tetap pada pendapatnya bahwa orang yang dihukum itu orang yang berdosa. Ayub itu berdosa, jangan menyangkal terus.

8. 15:10Di antara kami juga ada orang yang beruban dan yang lanjut umurnya, yang lebih tua umurnya dari pada ayahmu.

Kalau soal umur, Elifas juga tidak kalah dengan Ayub. Di pihak Elifas juga ada yang sudah kakek-kakek, yang sudah kenyang makan asam garam, yang tak mungkin mau mengakui orang benar dihukum TUHAN. Bahkan di seluruh duniapun tak mungkin ada yang setuju dengan pendapat TUHAN menghukum orang benar. Itu tidak mungkin.

9. 15:11Kurangkah artinya bagimu penghiburan Allah, dan perkataan yang dengan lemah lembut ditujukan kepadamu?

Dengan tidak dicabutnya nyawa Ayub saja sudah suatu kemurahan ELOHIM YAHWEH. Harusnya sisa waktu yang masih ada ini dipergunakan oleh Ayub untuk mengakui dosa-dosanya dan memohon ampun. Jangan terus-terusan bilang tidak bersalah.

10.
15:12Mengapa engkau dihanyutkan oleh perasaan hatimu dan mengapa matamu menyala-nyala,
15:13sehingga engkau memalingkan hatimu menentang Allah, dan mulutmu mengeluarkan perkataan serupa itu?
15:14Masakan manusia bersih, masakan benar yang lahir dari perempuan?
15:15Sesungguhnya, para suci-Nya tidak dipercayai-Nya, seluruh langitpun tidak bersih pada pandangan-Nya;

Menurut Elifas tak ada seorangpun yang benar di dunia ini. Bahkan para malaikatpun tak ada yang dipercayaiNYA.

11.
15:16lebih-lebih lagi orang yang keji dan bejat, yang menghirup kecurangan seperti air.
15:17Aku hendak menerangkan sesuatu kepadamu, dengarkanlah aku, dan apa yang telah kulihat, hendak kuceritakan,
15:18yakni apa yang diberitakan oleh orang yang mempunyai hikmat, yang nenek moyang mereka tidak sembunyikan,

Elifas tetap tidak yakin Ayub tidak bersalah.

12. 15:19ketika hanya kepada mereka negeri itu diberikan, dan tidak ada seorang asingpun masuk ke tengah-tengah mereka.

Omongan Ayub itu seperti kanak-kanak, seolah-olah di dunia ini tak ada orang lain sehingga Ayub boleh berkata ELOHIM YAHWEH itu tidak adil. Tapi setiap orang yang mendengar sanggahan Ayub pasti akan tertawa.

13.
15:20Orang fasik menggeletar sepanjang hidupnya, demikian juga orang lalim selama tahun-tahun yang disediakan baginya.
15:21Bunyi yang dahsyat sampai ke telinganya, pada masa damai ia didatangi perusak.

Tak ada seorangpun yang bisa menyembunyikan kejahatannya dari mata TUHAN.

14.
15:22Ia tidak percaya, bahwa ia akan kembali dari kegelapan: ia sudah ditentukan untuk dimakan pedang.
15:23Ia mengembara untuk mencari makan, entah ke mana. Ia tahu, bahwa hari kegelapan siap menantikan dia.

Ke manapun orang pergi menyembunyikan diri dia akan dihadang oleh kematian. Kematianlah yang akan menangkap semua orang tanpa kecuali.

15.
15:24Ia ditakutkan oleh kesesakan dan kesempitan, yang menggagahinya laksana raja yang siap menyergap.
15:25Karena ia telah mengedangkan tangannya melawan Allah dan berani menantang Yang Mahakuasa;
15:26dengan bertegang leher ia berlari-lari menghadapi Dia, dengan perisainya yang berlapis tebal.

Tak ada gunanya Ayub berkilah di hadapan TUHAN.

16. 15:27Mukanya telah ditutupinya dengan lemak, dan lapisan lemak dikenakannya pada pinggangnya;

Jangan merasa aman untuk menyembunyikan dosa.

17. 15:28ia menetap di kota-kota yang telah hancur, di rumah-rumah yang tidak dapat didiami orang, yang ditentukan untuk tetap menjadi reruntuhan.

Penyangkalan Ayub itu sia-sia.

18. 15:29Ia takkan menjadi kaya dan hartanya tidak kekal, serta miliknyapun tidak bertambah-tambah di bumi.

Menyangkali dosa itu tak menguntungkan.

19. 15:30Ia tidak akan luput dari kegelapan, tunasnya akan dilayukan oleh nyala api, dan ia akan dilenyapkan oleh nafas mulut-Nya.

Janganlah Ayub melawan TUHAN.

20. 15:31Janganlah ia percaya kepada kesia-siaan, akan tertipulah ia, karena kesia-siaan akan menjadi ganjarannya.

Janganlah Ayub hidup dalam kebohongan terus-menerus.

21.
15:32Sebelum genap masanya, ajalnya akan sampai; dan rantingnyapun tidak akan menghijau.
15:33Ia seperti pohon anggur yang gugur buahnya dan seperti pohon zaitun yang jatuh bunganya.

Orang berdosa itu takkan berumur panjang.

22.
15:34Karena kawanan orang-orang fasik tidak berhasil, dan api memakan habis kemah-kemah orang yang makan suap.
15:35Mereka menghamilkan bencana dan melahirkan kejahatan, dan tipu daya dikandung hati mereka."

Dosa hanya melahirkan kegagalan dan kemalangan hidup.

Hasil gambar untuk gambar anak dimarahi

Rabu, 26 Juni 2019

AYUB PASAL 14

AYUB PASAL 14:

1. 14:1"Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan.

Manusia duniawi memang fana dan penuh gejolak hidupnya. Maka apa anehnya jika Ayub mengalami jungkir-balik seperti ini? Ayub bukan malaikat dan juga bukan TUHAN.

2. 14:2Seperti bunga ia berkembang, lalu layu, seperti bayang-bayang ia hilang lenyap dan tidak dapat bertahan.

Tak ada manusia yang mempunyai kekuatan dari dirinya sendiri untuk bertahan. Siapakah yang bisa menolak masalah dan tidak terguncang seperti tiang listrik yang diterjang angin?

3. 14:3Masakan Engkau menujukan pandangan-Mu kepada orang seperti itu, dan menghadapkan kepada-Mu untuk diadili?

Masakan TUHAN yang Mahabesar itu mengurusi manusia yang seperti debu?

4. 14:4Siapa dapat mendatangkan yang tahir dari yang najis? Seorangpun tidak!

Apa yang diharapkan TUHAN dari manusia? Mungkinkah TUHAN dibesarkan oleh keberadaan manusia? Mungkinkah kekudusan TUHAN didapatkan dari kenajisan manusia? Yang benar adalah bukan TUHAN yang membutuhkan manusia, tapi manusialah yang membutuhkan TUHAN.

5.
14:5Jikalau hari-harinya sudah pasti, dan jumlah bulannya sudah tentu pada-Mu, dan batas-batasnya sudah Kautetapkan, sehingga tidak dapat dilangkahinya,
14:6hendaklah Kaualihkan pandangan-Mu dari padanya, agar ia beristirahat, sehingga ia seperti orang upahan dapat menikmati harinya.

Ayub memohon jika masa kesengsaraannya sudah selesai, Ayub ingin mati. Ayub ingin beristirahat dari kehidupan duniawi, sama seperti pekerja yang menikmati kebebasan selewat jam kerjanya. Mengapa Ayub memilih mati sekalipun kesusahannya sudah selesai? Sebab Ayub tahu bahwa roda akan terus berputar. Masalah satu selesai akan datang masalah yang lainnya lagi. Bahwa selagi hidup susah dan senang akan datang silih berganti.

Ada peribahasa: Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup bercermin bangkai. Itu adalah filosofi seorang yang menjaga kehormatan dirinya. Para pejabat di negara-negara lain jika melakukan kesalahan mereka tahu diri untuk mengundurkan diri. Berbeda dengan pejabat dan masyarakat kita yang tak segan-segan hidup tanpa rasa malu pada kejahatannya. Masyarakat kita bagaikan robot yang tak punya citarasa. Yang penting hidup sekalipun tak berkwalitas.

6.
14:7Karena bagi pohon masih ada harapan: apabila ditebang, ia bertunas kembali, dan tunasnya tidak berhenti tumbuh.
14:8Apabila akarnya menjadi tua di dalam tanah, dan tunggulnya mati di dalam debu,
14:9maka bersemilah ia, setelah diciumnya air, dan dikeluarkannyalah ranting seperti semai.

Orang yang tak punya harga diri atau rasa malu itu hidupnya seperti pohon yang tak mau mati. Jika ditebang akan bertunas kembali, dan jika akarnya tua bersemi kembali. Tak mau mati-mati. Yang kulitnya dimakan keriput operasi plastik supaya kelihatan muda, yang kakek-kakek gaya dan kelakuannya seperti orang muda. Menjadi tua sangat menakutkan dan selalu ingin disebut awet muda.

Sampai dibuatkan lagu: "Panjang umurnya, panjang umurnya, panjang umurnya serta mulia". Sangat berbeda dengan konsep Al Kitab yang memberikan kehormatan tertinggi pada orang-orang tua, sehingga jemaat dikepalai oleh "tua-tua" atau "penatua". Bahkan nabi Daniel menyebut ELOHIM YAHWEH sebagai: "Yang Lanjut Usianya";

Dan. 7:9Sementara aku terus melihat, takhta-takhta diletakkan, lalu duduklah Yang Lanjut Usianya; pakaian-Nya putih seperti salju dan rambut-Nya bersih seperti bulu domba; kursi-Nya dari nyala api dengan roda-rodanya dari api yang berkobar-kobar;

7.
14:10Tetapi bila manusia mati, maka tidak berdayalah ia, bila orang binasa, di manakah ia?
14:11Seperti air menguap dari dalam tasik, dan sungai surut dan menjadi kering,
14:12demikian juga manusia berbaring dan tidak bangkit lagi, sampai langit hilang lenyap, mereka tidak terjaga, dan tidak bangun dari tidurnya.

Pohon berbeda dengan manusia. Kalau manusia mati tak bangkit selama-lamanya. Maksudnya, jika tak dibangkitkan kembali oleh TUHAN tak mungkin bangkit.

Antara hidup dengan kebangkitan itu berbeda. Kalau ketika hidup manusia diuji dengan berbagai macam masalah. Tapi ketika dibangkitkan kembali untuk menghadapi vonis; neraka atau sorga. Ketika hidup manusia bisa memberontak terhadap masalahnya, tapi ketika dibangkitkan dia tak berdaya sama sekali, sama seperti orang yang diborgol.

Itu sebabnya Ayub ingin mati daripada menghadapi pergolakan hidup. Sebab Ayub yakin dengan modal kesalehannya ketika kebangkitan dia pasti masuk sorga. Tapi jika hidup berkelanjutan, Ayub kuatir kesalehannya menjadi hangus oleh dosa. Sebab pergolakan hidup itu sangat dahsyat resikonya, bisa menyesatkan orang pilihan;

Mat. 24:24Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.

8. 14:13Ah, kiranya Engkau menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati, melindungi aku, sampai murka-Mu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula!

Ayub yakin setelah kematian dia akan dibangkitkan untuk diselamatkan. Jika tidak yakin demikian Ayub pasti sama dengan kita yang takut mati karena tak memiliki persiapan untuk menghadapi sidang pengadilan ELOHIM YAHWEH.

Jadi, orang yang takut mati memberitahukan dirinya masih berdosa.

9. 14:14Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku;

Ayub merindukan segera tiba gilirannya untuk mati.

10. 14:15maka Engkau akan memanggil, dan akupun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tangan-Mu.

Ayub yakin bahwa ELOHIM YAHWEH mengasihinya dan tak menghendaki Ayub jatuh ke dalam dosa bila hidup terlalu lama.

11. 14:16Sungguhpun Engkau menghitung langkahku, Engkau tidak akan memperhatikan dosaku;

Ayub yakin dosa-dosanya yang masih dalam batas toleransi tak mungkin diperhitungkan TUHAN.

12.
14:17pelanggaranku akan dimasukkan di dalam pundi-pundi yang dimeteraikan, dan kesalahanku akan Kaututup dengan lepa.
14:18Tetapi seperti gunung runtuh berantakan, dan gunung batu bergeser dari tempatnya,
14:19seperti batu-batu dikikis air, dan bumi dihanyutkan tanahnya oleh hujan lebat, demikianlah Kauhancurkan harapan manusia.

Tapi manusia-manusia duniawi yang berharap pada kekuatan dirinya sendiri akan hancur, yaitu orang-orang yang tidak merasa risau dengan dosa-dosanya, yang menganggap sepele kejahatannya.

13. 14:20Engkau menggagahi dia untuk selama-lamanya, maka pergilah ia, Engkau mengubah wajahnya dan menyuruh dia pergi.

"Mengubah wajahnya" maksudnya menjadi orang yang tidak dikenali TUHAN, orang asing bagi TUHAN sehingga diusir dari hadapanNYA.

14. 14:21Anak-anaknya menjadi mulia, tetapi ia tidak tahu; atau mereka menjadi hina, tetapi ia tidak menyadarinya.

Orang-orang berdosa itu hanya mementingkan dirinya sendiri, tidak mempedulikan nasib anak-cucunya. Sama seperti koruptor yang ditangkap KPK, yang membuat malu keluarganya. Akal budinya tak sampai sejauh itu.

15. 14:22Hanya tubuhnya membuat dirinya menderita, dan karena dirinya sendiri jiwanya berduka cita."

Mereka itu selain mencemarkan nama keluarga juga mencemarkan dan menghina dirinya sendiri.

Hasil gambar untuk gambar anak ulangtahun

Selasa, 25 Juni 2019

AYUB PASAL 13

AYUB PASAL 13:

1. 13:1"Sesungguhnya, semuanya itu telah dilihat mataku, didengar dan dipahami telingaku.

Soal perbuatan baik dibalas baik, jahat dibalas jahat, yang dibahas para sahabat Ayub itu adalah ilmu yang sudah umum sekali, yang sudah sangat diketahui Ayub.

2. 13:2

Apa yang kamu tahu, aku juga tahu, aku tidak kalah dengan kamu.
13:3Tetapi aku, aku hendak berbicara dengan Yang Mahakuasa, aku ingin membela perkaraku di hadapan Allah.

Persoalan Ayub biarlah diselesaikan Ayub sendiri dengan ELOHIM YAHWEH. Ayub bukan menggugat TUHAN, tapi ingin mendapatkan penjelasan TUHAN, mengapa dia menerima perlakuan seperti ini.

3. 13:4Sebaliknya kamulah orang yang menutupi dusta, tabib palsulah kamu sekalian.

Ayub sangat marah pada ke-3 sahabatnya yang datang hanya menambah persoalan Ayub. Memangnya kehilangan nyawa ke-10 anaknya tidak menyedihkan? Memangnya kehilangan semua hartanya tidak menyedihkan? Memangnya diejek istri tidak menyedihkan? Memangnya dihinggapi penyakit gatal tidak menyedihkan? Itu semua belum reda sudah ditambahi dengan perkataan-perkataan yang mengeroyok Ayub. Apa-apaan ini?!

4. 13:5Sekiranya kamu menutup mulut, itu akan dianggap kebijaksanaan dari padamu.

Dengan diam saja mereka sudah merasa hebat, merasa bijaksana. Tapi mereka masih merasa perlu menambah dengan kata-kata yang pedas menyakitkan seolah-olah itu semakin memperhebat mereka sebagai orang bijaksana. Padahal bagi Ayub yang membutuhkan hiburan dan pertolongan, diamnya mereka tak berguna sama sekali. Lebih-lebih mereka mengata-ngatai Ayub seperti itu.

Di mana letak persahabatan itu? Itu sebabnya Ayub menyebut mereka sebagai dokter gadungan.

5. 13:6Dengarkanlah pembelaanku, dan perhatikanlah bantahan bibirku.

Jika Ayub menerangkan dan membela diri, hargai dan hormatilah sebagai haknya.

6. 13:7Sudikah kamu berbohong untuk Allah, sudikah kamu mengucapkan dusta untuk Dia?

Maukah mereka jujur di hadapan TUHAN? Yaitu dengan menegakkan kekuasaan TUHAN untuk mengatur alam semesta, bukan mendekte TUHAN untuk mengikuti dalil-dalil mereka?

Apakah TUHAN tidak berhak mengatur Ayub di sini dan kamu di sana? Atau, apakah TUHAN yang Mahakuasa itu harus diatur oleh hukum sehingga tidak boleh menempatkan orang menurut kehendakNYA? Apakah kalau tidak berdosa Ayub tidak boleh dimiskinkan? Apakah semua orang yang susah itu berdosa, sedangkan orang kaya itu orang yang suci?

Jika orang berdosa disengsarakan dan orang suci dimuliakan, di manakah posisi para nabi, para rasul dan ELOHIM YESHUA ha MASHIA yang ANAK YAHWEH?

7. 13:8Apakah kamu mau memihak Allah, berbantah untuk membela Dia?

Apakah mereka mempersalahkan Ayub itu dalam rangka membela ELOHIM YAHWEH? Tapi apakah mau ELOHIM YAHWEH dibela dengan cara-cara yang tidak benar?

8. 13:9Apakah baik, kalau Ia memeriksa kamu? Dapatkah kamu menipu Dia seperti menipu manusia?

Bagaimana kalau ELOHIM YAHWEH memeriksa mereka? Dapatkah ELOHIM YAHWEH dibohongi dengan pembelaan yang tidak benar?

9. 13:10Kamu akan dihukum-Nya dengan keras, jikalau kamu diam-diam memihak.

Keadilan itu harus berdiri di tengah, bukan berat sebelah. Jika ada bukti Ayub bersalah, nyatakan bersalah. Tapi jika tidak ada bukti janganlah mengada-ada. Harusnya mereka itu menanyai Ayub lebih dulu sebelum memberikan penilaian. Tapi mereka menilai Ayub tanpa memberikan kesempatan bagi Ayub untuk membela diri. Semua perkataan Ayub selalu mereka mentahkan.

Pernahkah mereka melihat Ayub berbuat jahat? Pernahkah mereka melihat Ayub menindas orang? Pernahkah mereka melihat Ayub kikir? Adakah tetangga atau orang yang mengadukan kejahatan Ayub kepada mereka? Pernahkah ada desas-desus atau gosip negatif tentang Ayub? Jika semua penduduk kota melihat Ayub sosok yang baik, bagaimana Ayub harus mengakui kejahatannya?

10. 13:11

Apakah kebesaran-Nya tidak akan mengejutkan kamu dan ketakutan kepada-Nya menimpa kamu?
13:12Dalil-dalilmu adalah amsal debu, dan perisaimu perisai tanah liat.

Dalil-dalil dan perumpamaan mereka hanyalah debu, dan perisai mereka rapuh sekali.

11. 13:13Diam! Aku hendak bicara, apapun yang akan terjadi atas diriku!

Entah baik atau buruk, entah apapun konsekwensinya Ayub hendak berbicara.

12. 13:14Dagingku akan kuambil dengan gigiku, dan nyawaku akan kutatang dalam genggamku.

Apapun akibatnya akan Ayub tanggung sendiri.

13. 13:15Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, tak ada harapan bagiku, namun aku hendak membela peri lakuku di hadapan-Nya.

Kesempatan hidup yang masih tersisa akan Ayub pergunakan untuk membela diri di hadapan ELOHIM YAHWEH.

14. 13:16Itulah yang menyelamatkan aku; tetapi orang fasik tidak akan menghadap kepada-Nya.

Keyakinan akan kebenarannya itulah yang akan menyelamatkan nyawanya. Tapi orang jahat tak mempunyai modal untuk menghadap TUHAN.

15. 13:17

Dengarkanlah baik-baik perkataanku, perhatikanlah keteranganku.
13:18Ketahuilah, aku menyiapkan perkaraku, aku yakin, bahwa aku benar.
13:19Siapa mau bersengketa dengan aku? Pada saat itu juga aku mau berdiam diri dan binasa.

Ayub siap berdebat dengan siapapun dan siap menghadapi konsekwensinya.

16. 13:20

Hanya janganlah Kaulakukan terhadap aku dua hal ini, maka aku tidak akan bersembunyi terhadap Engkau:
13:21jauhkanlah kiranya tangan-Mu dari padaku, dan kegentaran terhadap Engkau janganlah menimpa aku!

Ayub ingin berbicara pada TUHAN tapi dengan syarat TUHAN tidak boleh marah dan tidak boleh menimbulkan ketakutan pada Ayub. Ayub ingin berbicara dengan TUHAN sebagai teman, bukan sebagai atasan dengan bawahan. Jika TUHAN tidak bersedia dijadikan teman, maka Ayub takkan berbicara apapun.

Dari sini kelihatan sekali rasa takut Ayub akan TUHAN. Ayub menganggap TUHAN sebagai Raja sehingga dia tak layak memandang muka. Itu sebabnya Ayub menerima saja semua penderitaannya, sebab siapakah yang berani melawan Raja? Tapi sekarang Ayub mencoba memberanikan diri berbicara pada TUHAN, bukan untuk memberontak tapi untuk bertanya baik-baik. 

17. 13:22Panggillah, maka aku akan menjawab; atau aku berbicara, dan Engkau menjawab.

TUHAN yang memanggil Ayub atau Ayub yang memanggil TUHAN? Manakah yang TUHAN pilih?

18. 13:23

Berapa besar kesalahan dan dosaku? Beritahukanlah kepadaku pelanggaran dan dosaku itu.
13:24Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu, dan menganggap aku sebagai musuh-Mu?
13:25Apakah Engkau hendak menggentarkan daun yang ditiupkan angin, dan mengejar jerami yang kering?

Ayub ini hanyalah daun yang cukup ditiup angin saja sudah terbang melayang. Mengapa harus ditangani dengan badai?

19. 13:26Sebab Engkau menulis hal-hal yang pahit terhadap aku dan menghukum aku karena kesalahan pada masa mudaku;

Kalau soal dosa di masa muda, mungkin ada. Tapi haruskah dibalaskan sekarang setelah dia menjadi orang yang saleh?

20. 13:27

kakiku Kaumasukkan ke dalam pasung, segala tindak tandukku Kauawasi, dan rintangan Kaupasang di depan tapak kakiku?
13:28Dan semuanya itu terhadap orang yang sudah rapuh seperti kayu lapuk, seperti kain yang dimakan gegat!"

Jika semua ini hukuman, itu sangat berat sekali bagi Ayub. Apakah ada kesalahannya yang setimpal dengan hukuman itu?

Hasil gambar untuk gambar orang berdiskusi