Selasa, 31 Juli 2012

Lanjutan - DISEBUT PENGACAU

Pak Damus, internet ini 'kan dunia maya atau semu? Jika saya dibilang memaksa orang masuk ke milis, itu 'kan cuma emailnya yang saya seret, bukan tubuh orangnya yang saya seret masuk gedung supermarket saya? Dan kalau orang tidak mau baca, bukankah ada banyak caranya? Bisa delete, bisa difilter, bisa unsubscribe sendiri, dan bisa meminta kepada saya. Jadi, pemaksaan yang seperti apakah yang anda tuduhkan ke saya itu?

Atau kalau anda memang benar-benar tidak mau diganggu orang lain, bukankah anda punya kamar, lalu mengunci kamar dengan gembok yang besar dan jangan keluar-keluar dari kamar?! Sebab hidup didunia ini mau tidak mau anda harus siap bersinggungan dengan banyak kepentingan orang, seperti berdesakan di pasar? Ada kalanya ada tetangga minta utangan ke anda. Ada kalanya mobil anda diserempet mobil orang. Ada kalanya ada orang tabrakan yang memintai pertolongan anda. Ada kalanya anda dimintai uang oleh pengemis. Ada kalanya anda dikasih brosur. Jangan, jangan bermimpi anda hidup di Taman Eden.

Anda masih diganggu dengan email saja sudah merasa seperti dirampok oleh perampok berpistol. Apakah tidak berlebihan itu? Bagaimana dengan copet, maling, dan rampok yang sewaktu-waktu bisa saja merampoki anda? Apakah masih sama antara saya dengan mereka?

Pikiran saya itu begini:
Bagaimana saya bisa menjangkau orang yang jauh, seperti di Amerika, di Jerman, di Jepang? Bagaimana saya bisa menjangkau orang-orang yang tidak saya kenal? Nah, kebetulan tersedia sarana ini, yaitu internet. Saya panggil anda dengan maksud mengajak anda memikirkan hal yang paling penting untuk kita pikirkan dalam hidup yang sekali ini.

Jika agama anda Islam, saya ingin tahu dimanakah istimewanya itu, supaya saya bisa mengambil manfaatnya. Atau, saya ingin memberikan perbandingan dengan agama saya. Dan karena persediaan bacaan tulisan saya banyak, saya mengharapkan anda sudi membaca dan mempelajarinya. Nggak sudi atau nggak cocok, ya sudahlah, bagaimana saya mau memaksa orang yang nggak cocok? Bukan tujuan saya memasukkan musuh ke dalam selimut saya. Tapi saya mencoba mengubah musuh untuk menjadi teman saya. Bisa 'kan?! Bisa itu. Saya sudah mendapatkan khasiatnya. Karena itu metode ini saya kembangkan terus. Bila perlu saya harus menutup telinga saya untuk tidak menghiraukan komentar orang untuk sesuatu yang saya anggap benar. Ijinkan saya menjadi pribadi yang mandiri, yang me-manage diri saya sendiri. Seperti, jika saya mencuri, masakan saya perlu meminta ijin anda dulu? Biarlah saya lakukan itu dengan resiko saya tanggung sendiri, 'kan bukan masalah bagi anda?!

Saya nakal, anda maki-maki, 'kan selesai?! Kalau saya keberatan anda maki-maki, biarlah saya menghentikan aktifitas ini dengan kesadaran saya sendiri. Tapi kalau masih tetap saya lakukan, itu tandanya harga maki-makian itu masih belum cocok bagi saya. Sama seperti pencuri yang nggak kapok setelah dimasukkan penjara. Itu 'kan hak pencuri itu untuk bertobat atau tidak?!

Lebih dari itu, saya bukan bajingan. Saya rohaniawan. Saya orang Kristen. Saya penginjil. Saya paham Alkitab. Jadi, saya sudah memikirkan dengan baik-baik apa yang saya perbuat. Sekalipun logika anda masih belum sanggup menerimanya. Tapi jangan karena logika anda masih belum sanggup memahami pekerjaan saya, lalu saya harus mengikuti logika anda. Keliru sekali orang mempermasalahkan kerja saya selama saya masih mempunyai topik-topik diskusi yang lebih penting untuk kita bahas bersama. Kayak nggak ada acara diskusi saja, sehingga harus mencari-cari masalah yang kurang penting? Jika anda mempunyai TUHAN, berdoalah agar TUHAN itu mengutuk saya, jika anda anggap saya bersalah. Beres, 'kan?!

Puluhan ribu email yang saya daftar, tidak ada seorangpun yang saya kenal kalau tidak melalui milis ini. Semua yang kenal dan pernah bertemu saya adalah yang kenalnya lewat milis ini. Dan semua email mereka adalah hasil curian saya. Mereka juga kesal, sama seperti anda. Tapi setelah mendalami materi yang saya sampaikan, kekesalan mereka menjadi hilang tergantikan dengan penghiburan bagi jiwa mereka. Banyak orang yang telah saya rombak jalan hidupnya dari kesia-siaan menjadi rohaniah, sekalipun mungkin bukan termasuk anda. Tapi jiwa-jiwa mereka itu berharga sekali bagi saya. Mereka itulah yang sedang saya cari. Jadi, saya bukan mencari anda sebenarnya. Cuma menanyai anda: adakah anda orang yang saya cari? Kalau bukan, ya udah, kita bisa jalan sendiri-sendiri. Jadi, jangan anda berpikir bahwa saya senang mengumpulkan musuh dalam selimut saya. Kalau bisa jangan ada musuh dalam selimut saya, yaitu milis ini. Saya sedang menyaring, seperti orang menyaring air bersih. Lalang dan gandum saya kumpulkan untuk disaring, bukan untuk disekutukan terus. Memangnya enakkah menerima maki-makian terus setiap hari? Itu terpaksa sekali harus saya pikul.
Posting Komentar