Kamis, 19 Juli 2012

TANGGAPAN MEMINDAHKAN GUNUNG


Download disini:


TANGGAPAN SAYA: - Pegunungan Mokattam Bagian Timur Cairo Berpindah Sejauh
                                       3km Ke Barat

Cerita ini harus kita bagi 2, yaitu antara kesaksian yang nyata yang disaksikan oleh banyak orang dengan kesaksian yang hanya disaksikan oleh sedikit orang. Hal yang bisa disaksikan oleh banyak orang adalah terjadinya perpindahan gunung tersebut dengan jarak yang jauh, yaitu 3 kilometer. Sedangkan yang disaksikan oleh sedikit orang adalah terjadinya penampakan bunda Maria dan seorang yang buta sebelah matanya.

Untuk cerita tentang penampakan bunda Maria dan orang yang buta sebelah matanya, saya bisa mengatakan bahwa itu adalah cerita yang ditambah-tambahkan, entah oleh uskup tersebut atau oleh institusi Roma Vatikan. Atau jika cerita inipun ada kebenarannya, maka mukjizat tersebut jelas bukan berasal dari ALLAH YAHWEH, melainkan dari setan. Sebab tentang si buta yang bermata satu itu adalahgambaran dari si Dajjal, kata Islam adalah Antikristus.


Dan dollar sebagai mata uangnya
Simbol Mata Satu pada dollar
Simbol Mata Satu pada dollar

Sedangkan kalau tentang ALLAH yang memberikan mukjizat kepada umat Katolik, kita bisa mempercayai itu, bahwa ALLAH itu mengasihi semua orang, baik Islam, Hindu, Buddha, Katolik, dan lain-lainnya. Lebih-lebih disaat nama ALLAH dan kebenarannya dipertaruhkan seperti kisah tersebut. Sebab sekalipun bangsa Yahudi atau umat Advent itu disebut umat ALLAH, itu juga bukanlah jaminan bahwa mereka lebih baik dan lebih benar dari umat lainnya. Karena itu bukan halangan bagi ALLAH untuk menyatakan kasihNYA kepada siapa saja.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Pegunungan Mokattam Bagian Timur Cairo Berpindah Sejauh 3km Ke Barat
Sunday, 17 October 2010
MUJIZAT TERJADI DI MESIR..
Siapa tidak menyangka kota Cairo Mesir menerima mujizat Tuhan yang terbesar  dimana Pegunungan Mokattam bagian Timur Cairo berpindah sejauh 3 (tiga) kilo  meter kesebelah barat, berikut simak ceritanya :
Sekiranyanya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung (Matius 17 : 20). Jika kita menghadapi masalah pasti Tuhan akan memberikan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut. Seorang Khalifa Mesir pada Abad 10 atau tepatnya pada tahun 979 Masehi, namanya Kalifah AL-Mui'z Li Din Allah (nama tersebut mempunyai arti pengelola/ pembela agama Allah, dalam hal ini Islam) bertemu dengan Paus bernama Abraham bi Zara, Khalifa tersebut langsung bertanya kepada Paus tersebut katanya : “bukankah dalam Alkitab tertulis jika iman mu sebesar biji sesawai dapat memindahkan gunung ?”, langsung dijawab oleh Paus Abraham bin Zara : “Ia” ... dan Apakah Engkau percaya dengan Alkitab mu, dijawab Paus : “Ia...” dan Ia bertanya kepada Paus lagi : “apakah engkau percaya bahwa dapat memindahkan gunung ?” dan dijawab Paus : “Ia”... Khalifa langsung bukan meminta tetapi menyuruh Paus ini untuk memindahkan gunung, dan Khalifa menunjuk gunung Mokattam disebelah Timur Kota Cairo untuk pindahkan gunung itu...ke sebelah barat...dan dijawab oleh Paus bahwa “Kami tidak dapat berbuat apa-apa tanpa campur tangan dan pertolongan dari Tuhan.. Kemudian Kalifa menjawab dengan ancaman bahwa : “baiklah saya memberikan kamu kesempatan 3 (tiga) hari saja untuk memindahkan gunung Mokattam ini jika tidak maka risikonya semua orang Kristen di Cairo akan dibunuh.
Dengan segera Paus mengumpulan seluruh jemaatnya untuk berpuasa 3 (tiga) hari 3  (tiga) malam bahkan termasuk ternak mereka juga harus berpuasa. Dan akhir dari  hari yang ketiga tersebut, Bunda Maria /Ibu Yesus menampakan dirinya dan berkata kepada Paus itu “Kamu jangan takut gunung itu pasti akan pindah”, caranya Paus harus mengundang Khalifa tersebut dan menemukan seseorang yang hanya mempunyai satu mata saja yang sedang membawa keranjang air dan Dia orangnya sangat baik dan beriman. Pertanyaannya kenapa harus mencari dan mendapatkan orang buta sebelah tersebut yang selanjutnya sibuta tersebut bernama Sant.Simon, sehingga Gereja Gua Batu ini bernama Sant.Simon: Kisah Simon ini dikenal berhati mulia, mengapa matanya cuma satu, ternyata Sant.Simon menterjemahkan Alkitab secara harafiah : “kalau matamu merusak engkau maka harus dicungkil dari pada tubuh mu masuk neraka”. Menurutnya Ia melakukan dosa, yang mana Dia tukang Sol sepatu dengan tidak sengaja tunduk melihat aurat wanita, akhirnya si Sant. Simon mencungkil satu matanya.

Disamping kerja tukang sol sepatu, dia juga membawa keranjang air, bekerja membantu orang miskin, orang lemah untuk distribusi air sungai nil. Karena ia berhati mulia maka ia dipilih Bunda Maria untuk mendampingi Paus Abraham bin Zara untuk saksi mujizat terbesar ini.

Selanjutnya hari keempat setelah berpuasa, Abraham bin Zara beserta Sant.Simon membawa Khalifa didaerah pegunungan tersebut, tiba pegunungan tersebut mereka berdoa selama 3 jam dan meneriakan ‘Kyrie Eleison’ ‘Kyrie Eleison’ dalam bahasa Yunani yang berarti ‘Lord, have mercy’ atau ‘Tuhan, kasihanilah kami’ sebanyak 412 kali dan mujizat terjadi pegunungan sebelah Timur itu terangkat dan matahari berada ditengah dasar berpijak, kemudian mereka berdoa terus dan pegunungan timur Mochatam berpindah kesebelah barat dengan jarak 3 kilo meter dari Kota Cairo, dan selanjutnya si Kalifa Almu’as berkata “stop-stop” aku telah melihat bagaimana tangan Tuhan Allah mu yang punya kuasa bekerja...

Setelah Kalifa ini melihat mujizat Tuhan maka Ia merasa bahwa pekerjaannya yang Ia geluti selama ini tidak ada artinya dihadapan Tuhan, akhirnya Ia menyerahkan dirinya untuk mengikuti Tuhan, kemudian hari berikutnya dia dibabtis menjadi orang kristen dan namanya berubah menjadi Stefanus.Untuk menghindari protes orang lain maka Stefanus pindah ke padang gurun.

Cerita ini telah tercatat dalam sejarah bangsa Mesir dan bahkan sampai menceritakan mengapa sampai Kalifa pindah ke padang gurun dan sampai mati melayani Tuhan. Kalifa yang menjadi Stefanus dikuburkan di antara jalan Cairo dan Alexandria yang lokasinya disebut Aldi Allmakrun tetapi ada juga yang mengatakan bahwa tulang belulangnya dipindahkan ke Gereja Gantung / Al-Mu'allaqah (Hanging Curch) di Babylon (sekitar daerah kota Kairo lama) tetapi tidak ada dokumen yang menceritakan dengan jelas.
SEJARAH GEREJA SANT.SIMON
Orang – orang Kristen yang bekerja sebagai pengumpul sampah dikumpulkan Presiden Mesir Gamal Abdul Naser sejak tahun 1961 di tempat Gua Batu ini. Mereka ternyata hanya orang Kristen KTP hanya dari namanya saja orang Kristen, mereka tidak tau apapaun tentang Alkitab dan Tuhan Yesus, dan seseorang pengumpul sampah ini datang dari suatu tempat untuk mengumpul sampah, nama tempatnya disebut Sugra bertemu seorang Kristen, dan orang ini bertanya kepada pengumpul sampah ini katanya : apakah engkau kristen, dijawab ya... apakah engkau berpuasa dan mengikuti ibdah gereja, dan dijawab oh..tidak saya tidak melakukan hal itu. Karena penasaran maka orang Sugra ini datang ketempat pegunungan ini mencoba mengajarkan kekristenan, hal baik tentang ajaran-ajaran Tuhan Yesus, namun mereka tidak berubah dan akhirnya orang Sugra tersebut merasakan bahwa percuma mengajarkan kepada mereka dan dia memutuskan untuk tidak datang lagi ketempat ini, namun Tuhan mengetuk hatinya agar jangan berhenti mengajar di tempat ini, kata Tuhan kamu harus menyelesaikan pekerjaanmu sampai selesai dan akhirnya ia menjadi pendeta ditempat ini namanya adalah pendeta Simon Abraham.

Kemudian pada tahun 1980 mereka mulai memotong batu untuk melebarkan tempat Gereja, kira-kira sebanyak 1,5 ton batu dipotong sehingga menjadi gua lorong yang besar, setelah 13 hari bekerja mereka mulai mengadakan kebaktian di tempat ini. Tempat ini ternyata merupakan Gereja terbesar di Mesir dengan kapastitas 15.000 sampai dengan 17.000 orang.
Pada saat membangun gua ini terjadi mujizat : ada satu orang anak tergilas truk proyek ini dan sudah pasti risikonya proyek ini akan ditutup karena dapat membahayakan keselamatan pekerja dan anak-anak sekitarnya, namun pendeta tsb berdoa bersama jemaat dengan sunggguh sungguh selama 7 hari dan akhirmya kepala anak tersebut tersambung kembali dan sampai sekarang anak itu masih hidup. Jadi tenyata mujizat itu terus ada dan banyak mujizat disini terjadi, yang lumpuh bisa berjalan, yang buta bisa melihat sehingga disatu kamar sebelah kiri pintu masuk terlihat banyak kursi roda yang disimpan disana sebagai bukti mujizat telah terjadi, kira-kira sudah 200 kali mujizat terjadi...

Ada mujizat disini yakni pada langit-langit gua gereja Sant.Simon tanpa dipahat secara alami mereka menemukan relif lukisan Bunda Maria sedang menggendung Putra Allah Yesus Kristus.
Jadi ternyata kita datang kesini bukan kebetulan tetapi semua rencana Tuhan untuk menyaksikan mujizat terbesar yang terjadi di gereja terbesar di negara Mesir. Pada saat kita ketempat itu, ada yang sudah malas untuk kesana mengingat tempatnya jauh, jorok penuh sampah- sampah, tenyata ada ribuan air mata yang tumpah ditempat ini, dari tempat ini sejarah pembangunan Mesir dimulai, dari tempat ini yang mustahil bagi manusia ternyata nyata dalam kehidupan ini, dari tempat ini iman kekristenan, gereja-gereja akan berkembang di Mesir ini, dari tempat ini orang-orang kafir, orang-orang tidak percaya Tuhan Yesus ingin membuktikan kalau kamu punya iman sebiji sesawi dapat membuktikannya sendiri, dari tempat ini para pemulung-pemulung sampah yang hidupnya tidak layak, kita sampai tutup mulut melihat mereka, tetapi mereka-mereka ini yang akan merubah Negara Mesir ini. Kita lihat ada roti yang dipenuhi lalat-lalat, tetapi mereka makan tidak sakit, tetapi kita yang makan 4 sehat lima sempurnah tetap sakit.
Pada perjalan ziarah kita yang terakhir kita dibawah kesini untuk meliah ada  banyak orang yang membutuhkan uluran tangan kita dan puji Tuhan kita ada masuk  dalam rencana Tuhan...ayat firman : “berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah karena merekalah yang empunya kerjaan Surga” kata berbahagia dan kata miskin disini secara fisik mereka ini tidak pantas dan layak, tetapi sebenarnya dari tempat ini mujizat-mujizat sedang berlangsung. Marilah kita mengambil bagian dalam rencana Tuhan

*) Sumber : (1). . Jenkins, S., 'Faith to Move Mountains', Cairo Times, 20 March-2 April 1997. (2). Ziarah di Cairo Mesir tanggal 12 Oktober 2009.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TULIS MAS TAWANG:

Makasih Pak Hake format postingnya wis apik.Saya nanggapi ini wae:

Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu

mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata

kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka

gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Berhubung belum ada wong Kristen yg bisa mindahin gunung berarti kan imannya wong Kristen ini gak ada yg sebesar biji sawi.Lalu dicokot ular cobra mestinya rapopo tapi belum ada sing berani nyoba.

Shalom,
Tawangalun.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA


Mas Tawang, orang Kristen itu percaya pada ALLAH PENCIPTA alam semesta, bukan pada teori bigbang. Jika ALLAH berkata: "Kun fayakun," maka jadilah apa yang IA sabdakan itu, tanpa menunggu bigbang meledak. Karena itu untuk memindahkan gunung adalah masalah yang gampang sekali. 

>> Keluaran 14:21           Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu
                                           TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras,
                                           membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.
                       14:22              Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering;
                                            sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.

>>  Yosua 10:12                Lalu Yosua berbicara kepada TUHAN pada hari TUHAN menyerahkan orang Amori itu
                              kepada orang Israel; ia berkata di hadapan orang Israel: "Matahari, berhentilah di
                              atas Gibeon dan engkau, bulan, di atas lembah Ayalon!"
                  10:13   Maka berhentilah matahari dan bulanpun tidak bergerak, sampai bangsa itu
                             membalaskan dendamnya kepada musuhnya. Bukankah hal itu telah tertulis dalam
                            Kitab Orang Jujur? Matahari tidak bergerak di tengah langit dan lambat-lambat
                            terbenam kira-kira sehari penuh.

>> 2Raja-raja 20:10        Hizkia berkata: "Itu perkara ringan bagi bayang-bayang itu untuk memanjang
                                           sepuluh tapak! Sebaliknya, biarlah bayang-bayang itu mundur ke belakang
                                           sepuluh tapak."
                         20:11            Lalu berserulah nabi Yesaya kepada TUHAN, maka dibuat-Nyalah bayang-
                                            bayang  itu mundur ke belakang sepuluh tapak, yang sudah dijalani bayang-
                                            bayang itu pada penunjuk matahari buatan Ahas.

>> Yakobus 5:17               Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh
                                            berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama
                                            tiga tahun dan enam bulan.

>> 2Raja-raja  2:14          Ia mengambil jubah Elia yang telah terjatuh itu, dipukulkannya ke atas air itu
                                            sambil berseru: "Di manakah TUHAN, Allah Elia?" Ia memukul air itu, lalu
                                            terbagi ke sebelah sini dan ke sebelah sana, maka menyeberanglah Elisa.
                          2:15              Ketika rombongan nabi yang dari Yerikho itu melihat dia dari jauh, mereka
                                           berkata: "Roh Elia telah hinggap pada Elisa." Mereka datang menemui dia,
                                           lalu sujudlah mereka kepadanya sampai ke tanah.

Pulau Honshu Di Jepang Bergeser 2,4 Meter Akibat Tsunami dan Gempa
http://teknologitinggi.wordpress.com/2011/03/14/pulau-honshu-di-jepang-bergeser-24-meter-akibat-tsunami-dan-gempa/
Gempa berkekuatan 8,9 skala Richter yang mengguncang Jepang telah menggeser Pulau Honshu sejauh delapan kaki atau sekitar 2,4 meter dari posisinya semula. Demikian disampaikan US Geological Survey (USGS), Sabtu (12/3/2011).
“Itu adalah angka yang masuk akal,” ujar ahli seismologi dari USGS, Paul Earle. Dikatakan Earle, pergeseran juga seharusnya terjadi di pulau-pulau di Indonesia dan Cile yang terkena imbas tsunami Jepang.
Lazimnya, lempengan Pasifik bergeser sekitar 83 milimeter setiap tahunnya. Namun, gempa besar dapat menggeser lempengan Pasifik secara drastis, yang disusul dengan konsekuensi katastropik.
Gempa bumi yang diikuti tsunami telah memorak-porandakan kota-kota yang berada di wilayah timur laut Jepang. Perdana Menteri Naoto Kan mengatakan, gempa kali ini merupakan bencana nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Gempa juga menyebabkan kebocoran pada bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang dioperasikan Tokyo Electric Power Co atau Tepco, Sabtu. Hingga kini, warga yang berada pada radius 20 kilometer telah diungsikan.
 http://blog.akhir-zaman.com/category/tanda-akhir-zaman/gempa-bumi/
CALIFORNIA – Hitungan terakhir mengenai gempa yang terjadi di Jepang kemarin, adalah lempengan Bumi yang retak, tidak sebesar yang diperkirakan.
Wilayah lempengan bumi yang retak itu kecil, dengan panjang antara 300 dan 400 kilometer. Sebagai perbandingan, gempa 9,1 skala richter yang terjadi di Aceh pada tahun 2004 menghasilkan retakan lempengan sepanjang 1.300 km. Demikian seperti yang dikutip dari New Scientist, Sabtu (12/3/2011).
Filed under: Gempa Bumi
  • Written by Pdt. Danny Soepangat
  • Posted August 26, 2010 at 12:55 am
“Gempa bumi dapat melibatkan pergeseran ratusan kilometer batuan, mengubah distribusi massa planet. Peristiwa itu mengakibatkan perubahan rotasi bumi,” ujar Ahli Geofisika Laboratorium Propulsi Jet NASA Richard Gross di Pasadena.
“Panjang hari akan lebih pendek sebanyak 1,26 mikrodetik (juta detik),” ujar Gross. “Poros tentang massa bumi yang seharusnya seimbang dan bergerak dengan perubahan 2,7 miliardetik (sekitar 8 cm).”
Perubahan tersebut dapat dimodelkan, meskipun sulit secara fisik untuk dideteksi karena ukurannya yang sangat kecil. Beberapa perubahan tampak jelas, dan pulau-pulau kemungkinan akan bergeser, menurut Andreas Rietbrock, seorang profesor dari Fakultas Sains Universitas Liverpool yang telah mempelajari dampak gempa. Read the rest of this entry »
Filed under: Gempa Bumi
  • Written by Pdt. Danny Soepangat
  • Posted March 21, 2010 at 4:34 am
Tiga penduduk melihat gedung yang runtuh akibat gempa di Concepcion, Cile (1/3). Maule dan Concepcion merupakan kawasan terparah dan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan. AP/Natacha Pisarenko
TEMPO Interaktif, California – Gempa Cile telah membuat hari makin pendek dengan membuat Bumi berputar lebih cepat, menurut para ilmuwan NASA.
Tapi kita mungkin tidak menyadarinya, karena hanya dipersingkat sekitar satu milyar per detik.
Richard Gross mengungkapkan, bencana gempa ini memendekkan panjang hari sekitar 1,26 mikrodetik (satu mikrodetik adalah sepersejuta detik). Read the rest of this entry »


Iman yang Memindahkan Gunung
http://ebahana.com/warta-2757-Iman-yang-Memindahkan-Gunung.html
By: Pdt. Dr. Rubin Adi Abraham | Vitamin | 30 Juli 2010, 15:46:30 | Dibaca: 2921 kali
Ketika berada di kota Kairo, Mesir, saya sempat mengunjungi Gereja Samaan, yang lebih dikenal dengan nama Gereja Sampah. Untuk mencapai gereja yang besar dan luas itu, kita harus melewati pemukiman kumuh tempat tinggal para pemulung sampah. Namun, begitu sampai di sana kita akan terkagum-kagum karena gereja ini terbuat dari gunung batu yang dipahat, yaitu gunung Mukhatam. Berbentuk tribun stadion dengan atap batu gunung, gedung utama minimal bisa menampung 5.000 orang sekali ibadah.
Yang menarik adalah sejarah yang berkaitan dengan tempat itu. Beberapa abad lampau ketika Islam menguasai Mesir, khalifah mereka menantang Uskup Mesir dengan bertanya, “Saya dengar Injil-mu mengajarkan, bila kamu punya iman sebesar biji sesawi maka kamu bisa memindahkan gunung. Apa benar?” Ketika Uskup Abraham membenarkan, maka Khalifah itu memberi mereka waktu tiga hari untuk berdoa agar Gunung Mukhatam pindah. Jika tidak, semua orang Kristen di Mesir akan dibantai. Maka Uskup menyerukan semua orang Kristen berdoa dan berpuasa, sambil mengimani perkataan Yesus dalam Markus 11:23, “Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.
Pada hari keempat, setelah berdoa tanpa hasil, mereka dikumpulkan di tanah lapang dekat gunung tersebut dan siap untuk dibantai. Tapi ketika orang percaya kembali berdoa, tiba-tiba terjadilah mukjizat. Tempat itu bergoncang karena gempa bumi hebat dan Gunung Mukhatam berpindah sejauh 3 kilometer dari tempat semula.
Tuhan yang Mahakuasa telah meluputkan orang beriman dari pembinasaan, sehingga kini gereja Koptik Ortodoks berkembang di Mesir. Bagi Allah tidak ada yang mustahil. Gunung masalah sebesar apapun bisa disingkirkan jika kita sungguh memintanya dalam doa yang dilandasi dengan iman. Allah sanggup melakukan apa saja. Pergumulan apapun yang sedang Anda hadapi hari ini: masalah pekerjaan, keuangan, sakit penyakit - jangan pernah berputus asa. Berdoa dengan iman, mukjizat-Nya masih berlangsung hingga kini.
Saya ingat, sehabis melayani di sebuah gereja di kota Bangkok, seorang ibu menceritakan bisnis suaminya yang merosot. Mereka harus menjual tempat bisnis itu, kemudian mereka akan mencari pekerjaan. Dua anak yang sudah remaja dititipkan kepada nenek mereka di Jakarta untuk bersekolah di sana. Jadi, ibu itu minta saya untuk berdoa agar dia mendapat pekerjaan, dengan catatan: yang gajinya besar dan bisa sering mengunjungi anaknya di Jakarta. Padahal, usia ibu ini sudah tidak terlalu muda lagi dan dia hanya memiliki pengalaman kerja di kantor selama enam bulan sepanjang masa hidupnya. Saya tahu ini tidak mudah, tapi kalau Tuhan berkenan dan memberi kasih karunia, tidak ada yang mustahil. Maka saya pun mendoakan dia.
Dua bulan kemudian dia mengirim e-mail yang memberitahukan bahwa ia sudah diterima di sebuah perusahaan besar di Thailand. Tugasnya adalah mengekspor barang ke Indonesia. Sebetulnya, yang melamar di bidang itu banyak, bahkan mereka memiliki gelar yang tinggi dan pengalaman kerja yang luas. Namun anehnya, justru ibu ini yang mendapatkan pekerjaan itu. Ketika pimpinan perusahaan di bagian itu memanggilnya dan memberitahukan hal tersebut, ia berkata: “Anda bisa mendapatkan pekerjaan ini dengan syarat: Anda harus sering meninggalkan keluarga di Thailand, karena setiap bulan sekitar 7-10 hari Anda harus ada di Jakarta. Semua biaya penerbangan pulang pergi, biaya akomodasi ditanggung kantor. Apa Anda bersedia?” Dengan mantap si ibu berkata, “Saya siap!” Akhirnya, ia mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar. Ia juga bisa sering menengok kedua orang anaknya di Jakarta.
Apakah ini kebetulan? Bukan, ini adalah mukjizat! Jika kita berdoa kepada Allah, kita menghubungkan diri dengan sumber berkat yang tidak terbatas. Dan kalau kita sungguh beriman, maka yang mustahil pun akan menjadi mungkin. Apa pergumulan Anda hari ini? Miliki iman yang memindahkan gunung, dan berdoalah, mukjizat-Nya pasti terjadi.
Sumber: Majalah Bahana, Juli 2010

 

Tidak ada komentar: