Minggu, 30 September 2012

BUNG HANS – DOSA WARISAN


DOSA WARISAN


Download disini:




JAWABAN SAYA:

1. Pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat;

    Apa yang ALLAH perbolehkan anda maknai sebagai pengetahuan yang baik, sedangkan
    apa yang ALLAH larang anda maknai sebagai pengetahuan yang jahat. Benarkah begitu?

    Bung Hans, ketika kanak-kanak kita dilarang ibu kita bermain api. Apakah larangan ini
    telah memberikan pengetahuan kepada anak itu bahwa api bisa untuk memasak makanan
    atau untuk membakar rumah? Apakah anak-anak mengerti apa yang baik dan apa yang
     jahat dari api? Di usia berapa orang bisa menggunakan api untuk memasak atau untuk
    kejahatan membakar rumah? Bukankah di saat pikirannya “TERBUKA?”

    Baru di usia sekarang inilah kita bisa menggunakan api untuk yang baik atau yang jahat,
    bukan di saat kanak-kanak, bukan?!

    Peraturan itu dibuat oleh orang yang mempunyai pengetahuan untuk orang yang belum
    mempunyai pengetahuan. Sedangkan orang yang sudah mempunyai pengetahuan, dia
    sudah tidak membutuhkan lagi peraturan.

    Kalau anda sudah hafal dengan liku-liku kota Jakarta, anda tidak memerlukan lagi peta.
    Tapi bagi orang luar Jakarta, mereka sangat membutuhkan peta.

     >> Kejadian 3:7              Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa
                                             mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan
                                             membuat cawat.
   
    Jadi, peraturan dengan pengetahuan itu berbeda. Benar, nggak?!

2. Benarkah pohon kehidupan belum dimakan Adam dan Hawa?

     >> Kejadian 3:22  Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah
                                   menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang
                                   jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan
                                  mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya,
                                  sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

      Disitu ada kata-kata: “pula.” Apa artinya “pula?”


         pu.la
      [p] (1) sekali lagi; (kembali, berulang) lagi: rupanya penyakitnya kembali --; tadi sudah
      datang, sekarang datang --; (2) tambahan (lagi); lebih-lebih (lagi): lagi -- ia seorang
      terkemuka dan istimewa; (3) sama halnya dng yg terdahulu; juga: saya pun demikian
      –-; (4) gerangan; konon (yg berarti tah); apa -- yg dimintanya; mengapa -- maka
      begitu; siapa -- yg berani melawan dia 

       >> Kejadian  2:16           Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia:
                                               "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya
                                                dengan bebas,
                             2:17            tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
                                                janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau
                                               memakannya, pastilah engkau mati."

        Di tengah-tengah Taman Eden, ALLAH menempatkan 2 pohon, yang satunya boleh
        dimakan sedangkan yang satunya tidak boleh dimakan. Yang satu pohon kehidupan
        sedangkan yang satunya adalah pohon yang membawa kematian jika dimakan. Pohon
        kematian itu adalah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat.

        Kepada Adam dibentangkan pilihan antara kehidupan dengan kematian. Sama seperti
        Musa menghadapkan 2 pilihan kepada bangsa Israel;

        >> Ulangan  30:19         Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu
                                                pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan
                                               kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau
                                               hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

3. Mati selagi masih hidup;

    Setiap orang yang lahir memiliki konsep: hidup untuk mati. Sebab semua yang hidup pasti
    mati. Jadi, kita adalah zombie, mayat hidup. Kita ini orang yang sudah mati selagi masih
    hidup. Nah, kehidupan zombie inilah yang harus kita manfaatkan untuk mencari
    kehidupan yang benar, yaitu benar-benar hidup. Bukan kehidupan semu seperti sekarang
    ini. Kita membutuhkan TUHAN, supaya dipindahkan dari kesemuan pada kenyataan.
    Tanpa TUHAN kita ya seperti kita sekarang ini.

     Nah, siapakah yang telah membuat kita menjadi zombie? Adam dan Hawa. Mereka
     zombie, maka kitapun adalah anak-anak zombie.

4. Mazmur 103;

     >> Mazmur 103:2        Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala
                                           kebaikan-Nya!
                         103:3        Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan
                                           segala penyakitmu,
                         103:8        TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan
                                           berlimpah kasih setia
                         103:9        Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia
                                          mendendam.
                      103:10          Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan
                                       tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
                    103:11        tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya
                                       atas orang-orang yang takut akan Dia;


       Apa artinya TUHAN tidak membalas “setimpal” terhadap dosa-dosa kita? Itulah yang
       dinamakan fasilitas pengampunan dosa. Kita berdosa menjadi tidak berdosa oleh adanya
       pengampunan. Dan pengampunan tidak diberikan berdasarkan kebaikan kita. Sebab kita
       berdosa, bagaimana itu baik? Orang berdosa itu jahat.

       TUHAN menciptakan kita dengan tujuan baik. Karena itu jika kita baik, itu tidak
       membuat TUHAN berhutang pada kita. Tapi kalau kita jahat, ini membuat kita berutang
        pada TUHAN.

        Anda menolong orang, itu tidak akan disebut anda memberi utang pada TUHAN.
        TUHAN tidak wajib untuk membayar pahala kepada anda oleh sebab anda menolong
        orang. Sebab itu sesuatu yang lumrah jika manusia melakukannya. Tapi kalau anda
        melakukan kejahatan, itu baru sesuatu yang tidak lumrah. Menjadi aneh kalau manusia
        tapi perbuatannya seperti binatang. Inilah yang TUHAN periksa.

        Guru ketika memeriksa soal, yang dia cari adalah jawaban anda yang salah. Guru bukan
        memperhatikan jawaban yang benar. Justru kesalahan anda itu akan digunakan untuk
        mengurangi nilai kebenaran anda. Sama seperti polisi yang berdiri di perempatan jalan.
        Polisi itu akan membiarkan pengendara yang benar lewat. Tapi pengendara yang salah
        akan dihentikan dan ditilangnya. Guru maupun polisi tidak akan memberikan hadiah
        untuk kebenaran anda. Tapi mereka akan menghukum anda atas kesalahan anda.

        Jadi, TUHAN tak pernah memperhitungkan kebenaran anda, tapi memperhitungkan
        kesalahan anda. TUHAN YESUS katakan jika ada 1 dari 100 domba yang tersesat, DIA
        akan meninggalkan yang 99 ekor dan pergi untuk mencari yang seekor itu. Yang benar
        TUHAN abaikan, yang salah TUHAN cari.

        Itulah lucunya ajaran pahala dalam Islam. Mengesankan ALLAH menciptakan manusia
        dalam keadaan tidak baik, sehingga ketika baik diberi pahala. Sama seperti anak kecil,
        karena dalam keadaan bodoh, sehingga ketika pintar kita kasih hadiah. Kenapa kita
        kasih hadiah ketika dia pintar? Sebab dia belum mempunyai kepintaran. Sama seperti
        kita melatih anjing. Karena tidak umum anjing itu bisa bersalaman dengan manusia,
        maka ketika dia bisa kita latih bersalaman, kita memberinya hadiah.

        Jadi, ajaran pahala itu merupakan penghinaan kepada TUHAN. Padahal Islam katakan
        bayi itu suci. Kalau bayi suci, bukankah seterusnya dia itu suci? Buat apa pahala buat
        sesuatu yang sudah alamiahnya? Tapi pengampunan dosa diperlukan untuk mengatasi
        ketidaksuciannya supaya dia menjadi suci kembali.

5. Benarkah YESUS tidak mengajarkan penebusan dosa?

       >> Matius   26:28            Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan
                                                bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.

        Darah YESUS untuk mengampuni. Pengampunan yang ALLAH berikan adalah
        berdasarkan darah YESUS.

         >> Imamat  17:11          Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah
                                                memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk
                                                mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah
                                                mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa.

          Darah untuk penebusan nyawa. Konsepnya sudah ada di Taurat. Jadi, penebusan dosa
          bukanlah konsep baru Perjanjian Baru. Tapi konsep Perjanjian Lama yang
          direalisasikan di Perjanjian Baru. Baca: Mazmur 40:6-8, Yesaya 53.

6. Al Qur’an dan Hadist;

     Al Qur’an harus di tambah dengan Hadist. Tapi harus Hadist yang shahih. Kenapa?
     Sebab ada Hadist yang tidak shahih. Apakah ada Al Qur’an yang tidak shahih?
     Kelihatannya Al Qur’an melakukan poligami, ya?!  Al Qur’annya satu tapi pasangannya
     banyak. Ada istri pertama, yaitu Hadist Shahih al Bukhari. Istri keduanya Hasan, lalu
     Dhaif, lalu Maudu. Itu masih ada lagi selir-selirnya yang lain.

§                    Hadits Shahih, yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Hadits shahih memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1.                Sanadnya bersambung;
2.                Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidak fasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.
3.                Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebab tersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits.
§                    Hadits Hasan, bila hadits yang tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi yg adil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.
§                    Hadits Dhaif (lemah), ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal, mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau tidak kuat ingatannya, mengandung kejanggalan atau cacat.
§                    Hadits Maudu, bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam rantai sanadnya dijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.


Tapi apakah semua Islam menerima Hadist? Tidak.



7. Seperti apakah buah pengetahuan itu?

    Sama seperti buah-buah yang lainnya yang mempunyai khasiat. Ada buah yang
    memberikan manfaat vitamin A, ada yang vitamin B, C, D, dan seterusnya. Ada buah yang
    untuk obat dan ada pula buah yang beracun. Demikian halnya dengan buah kehidupan
    adalah untuk memperpanjang umur, sedangkan buah pengetahuan, terbukti memberikan
    khasiat terbukanya pikiran mereka.

    Apakah itu hanya kiasan? Jelas bukan kiasan, karena ada keterangan bahwa buah itu
    dipetik, dibagi dengan Adam dan dimakan. Jadi, itu adalah buah yang nyata - harafiah.

8. Mengapa TUHAN marah besar?

     Saya tidak tahu seberapa mahal harga buah itu, entah semahal buah Durian Monthong
     atau tidak, tidak ada keterangannya di Alkitab. Tapi yang jelas Adam mencampakkan
     Firman ALLAH. Adam tidak menghargai Firman ALLAH, tidak mempercayai, tidak setia,
     bahkan ingin menjadi seperti ALLAH.

     Harga diri dan martabat seringkali tidak bisa diukur dengan uang.

9. Kenapa anak cucu dilibatkan?

     Karena Adam beranak-cucu setelah diusir dari Taman Eden, sehingga anak-cucunya
     berada diluar Taman Eden. Diluar Taman Eden tidak ada pohon kehidupan yang
     berkhasiat untuk awet muda, maka anak-cucu Adam menjadi bisa mati.

     Jadi, kita mati adalah karena kita tidak memakan pohon kehidupan, bukan karena kita
     berdosa. Tapi itulah yang kita sebut sebagai dosa turunan.

     Pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat itu telah membuka pikiran manusia tentang
     hal-hal yang baik dan hal-hal yang jahat. Jadi, kita ini dilahirkan sudah dalam keadaan
     pengetahuan yang sudah terbuka. Sebagaimana kita bisa menerobos kebaikan,
     demikianlah pikiran kita juga bisa menerobos kejahatan.

     Orang desa itu lugu, berbeda dengan orang kota. Orang kota oleh sebab terbukanya
      pikirannya, membuatnya menjadi orang yang membahayakan dari pada orang desa.
      Orang bodoh itu tidak mempunyai resiko sebagaimana orang pinter.

       Dalam kebodohannya, orang desa tidak bisa mengambil uang yang ada di depannya. Tapi
       orang kota bisa mengambil uang yang ada di saku anda, bahkan sampai yang ada di
       rekening bankpun bisa diambilnya. Itulah resikonya orang pandai. Orang kota itu bisa
       sulapan seperti TUHAN. Contohnya Abu Rizal Bakrie, dia bikin masalah Lapindo, tapi
       pemerintah yang bertanggungjawab. Itu hanya bisa dilakukan kalau anda adalah
       TUHAN.
   
       Manakah yang anda pilih? Menjadi orang desa atau orang kota? Menjadi orang bodoh
        atau orang berpengetahuan?         
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

INI YANG CANTIK-CANTIK:

Pingin tahu koleksinya pak Hakekat? Cantik-cantik sekali, deh, lihat disini:

Kalau cocok, hubungi saja:

cross_major@yahoo.com, 

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TULIS BUNG HANS:

Syalom bung Hake…dan rekan-rekan lainnya..

Sepertinya anda memang benar-benar meyakini adanya dosa warisan..meskipun dalam pemahaman yang berbeda.

Baik kita lanjutkan lagi diskusi kita mengenai Dosa Warisan, pembahasan masih belum final bung Hake..klimaksnya belum keluar..he..he..

Sepertinya Bung Hake kurang memahami Alkitab injil sendiri..anda katakan Adam dan Hawa telah memakan buah Kehidupan…sebelum jatuh kedalam dosa makan buah pengetahuan..apa benar demikian?? mari kita coba buktikan…

Tuhan menempatkan pohon pengetahan baik dan jahat disamping pohon Kehidupan

Gen 2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Dari ayat diatas, menyatakan bahwa didalam taman Eden ada tiga jenis/kelompok pohon buah-buahan.

1. Pohon buah-buahan untuk makanan sehari-hari.
2. Pohon kehidupan  (Ditengah-tengah taman Eden)
3. Pohon pengetahuan baik dan jahat. (Disebelah pohon kehidupan)
Kemudian Tuhan berfirman :

2:16Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,

2:17tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."

Jika disimak dari 2 ayat diatas maka sebenarnya udah terbantah kan keyakinan umat kristen..Bahwa sebelum memakan buah pengetahuan, Adam tidak mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk..

Padahal Tuhan Allah pada ayat tsb telah memberi perintah ..dan juga memberi larangan…sehingga pastinya Adam udah tahu mana yang diperintahkan (Yang Baik) dan mana yang dilarang (Yang Buruk)..jadi sungguh sangat aneh jika umat Kristen masih bersikukuh jika Adam belum tahu yang baik dan yang buruk sebelum makan buah Pengetahuan..benar apa betul bung Rudy..???



Sekarang kita masuk pendapat bung Rudy, Bahwa Adam udah makan Buah Pohon kehidupan di taman eden..apa benar???

3:1Adapun ular ialah yang paling cerdik dari segala binatang di darat yang dijadikan oleh TUHAN Allah. Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?"

3:2Lalu sahut perempuan itu kepada ular itu: "Buah pohon-pohonan dalam taman ini boleh kami makan,

3:3tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati."

3:4Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati,

3:5tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

3:6Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

3:7Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.

Coba kita analisa ayat 3:1-7..bagaimana percakapan si Ular dengan si Hawa..
Khusus pada ayat 3:3 lihat yang saya garis bawahi, yang dilarang tuhan adalah Pohon kehidupan dan juga pohon pengetahuan..

Jadi pernyataan anda bahwa Pohon kehidupan udah dimakan oleh Adam terbantahkan..benar apa betul??
Jika anda masih bersikeras maka saya tampikan lagi ayat berikutnya..

3:22Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

3:24Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.

Dari ayat diatas dapat kita simpulkan bahwa, oleh bujukan si ular maka Adam dan Hawa telah memakan buah pengetahuan..baru sebatas Buah Pengetahuan..sehingga dikatakan Tuhan manusia telah menjadi seperti –Nya..namun Buah Pohon Kehidupan belum dijamah sama sekali oleh Adam dan Hawa..

Gimana Bung Rudy..pernyataan anda udah terbantahkan bukan…

Baik bung Rudi, kita lanjutkan pernyataan anda yang ini..

Di luar Taman Eden itulah Adam dan Hawa beranak-cucu. Tentu saja semuanya mengalami kematian karena tidak boleh menjamah pohon kehidupan itu
Jadi, karena Adam dan Hawa melahirkan anak-anaknya di luar Taman Eden itulah sehingga kita semua mengalami nasib yang sama dengan mereka, yaitu mati. Kematian inilah yang Adam dan Hawa wariskan ke kita, sebagai tanda dosa. Kematian ini tidak mengandung hukuman, sebab ini merupakan sifat alamiah kita. Kematian ini tidak ada hubungannya dengan dosa-dosa kita. Karena itu TUHAN akan membangkitkan kita kembali, setelah kita mati. Kebangkitan itu sehubungan dengan tuntutan atas dosa-dosa pribadi kita. Kita dibangkitkan kembali untuk menghadapi pengadilan ALLAH. Jika kita kedapatan berdosa, maka kita akan dimasukkan neraka, sebagai hukuman kita. Itulah kematian yang kedua.

Oh..jadi anda berpendapat yang diwariskan oleh Adam adalah Kematian sebagai tanda Dosa..memang anda berfikiran sangat ber beda dengan Kristen yang lainnya..

Baik saya coba ulas sedikit hakikat kematian menurut kitab kejadian di atas

Ternyata perempuan (Hawa) itu terpengaruh dan tertarik hatinya untuk makan buah pohon itu dan selanjutnya diberikan kepada Adam dan Adam pun memakannya (Kej.3:6)-->Inilah PELANGGARAN HUKUM ALLAH oleh MANUSIA yang pertama kali dilakukan, dengan demikian mereka LEBIH MENTAATI IBLIS DIBANDINGKAN PERINTAH (HUKUM ALLAH), itulah hakekat "MATI" sebagai sangsi yang diterima, sebagaimana ALLAH menegaskan dikitab

 ULANGAN 8:19 : "Jika engkau sama sekali MELUPAKAN TUHAN, Allahmu, dan mengikuti allah lain, beribadah kepadanya dan sujud menyembah kepadanya, aku memperingatkan kepadamu hari ini, bahwa kamu PASTI MATI".

 Orang yang melupakan ALLAH dan lebih mentaati ILAH lain, hakekatnya orang itu MATI SEBELUM KEMATIANNYA alias SEPERTI ZOMBI (MAYAT HIDUP). Dan hakekatnya mereka telah lupa (tidak tahu) aturan ALLAH yang boleh (baik) dan yang dilarang (tdk baik)

Kemudian dasar anda jadikan rujukan lainnya untuk Dosa Warisan adalah  ayat ini :
>> Kejadian  6:5         Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan
                                    bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan
                                    semata-mata,
Anda menampikan ayat sepotong-sepotong, coba dong ditampikan ayat selanjutnya.apakah ada disebutkan baik tersirat maupun tidak tersirat, mengenai Dosa Warisan..pastinya tidak ada  bukan.. ayat yang anda tampilkan dan ayat-ayat seterusnya berbicara mengenai Nabi Nuh, apakah semua orang pada saat itu adalah berdosa..ntar dulu coba anda renungkan dan simak lagi ayat-ayat selanjutnya…ok bung hake..

Kemudian anda katakan bahwa bukan hanya dosa yang diwariskan, namun kebaikan juga diwariskan adam dengan mencontohkan kain yang jahat  dan kabel yang baik,..good berarti anda orang yang pertama mengatakan hal tsb..

Saya tampilkan pernyataan anda seperti di bawah ini :

Itu bedanya dengan konsep Islam. Islam mengenal adanya pahala dan dosa, sementara Kristen tidak mengenal pahala. Menurut Islam sorga adalah pahala dikurangi dengan dosa, antara kebaikan dengan kejahatan ditimbang. Kristen tidak demikian. Segala kebaikan dan kebenaran kita tidak bisa digunakan untuk mengurangi atau meniadakan dosa.

Apa benar ajaran kitab anda berbicara seperti itu atau anda lupa Alkitab anda sendiri..
Baik coba anda baca ini :

Mazmur
103:2Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
103:3Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
103:8TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia
103:9Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
103:10Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,
103:11tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

Lihat ayat di atas, apa anda masih katakan tidak ada balasan atas kebaikan maupun atas kesalahan  manusia versi Alkitab???  Pernyataan anda mental lagi..

Kemudian anda katakan :

Itulah sebabnya dosa kita ini bisa diampuni dengan jalan penebusan dosa. Sebab dosa-dosa itu terjadi bukan oleh sebab keinginan kita. Tapi kalau dosa-dosa itu tidak ada yang menebusnya, seperti pertanyaan anda, maka akibatnya ya neraka.

Walah..walah Bung hake ini komentar anda sama persis dengan komentar umat Kristen yang lainnya…anda yakin Ajaran Yesus mengajarkan Penebusan Dosa..Ajaran Penebusan Dosa ulahnya Rasul Paulus…Yesus tidak pernah mengajarkan ajaran penebusan dosa..
Nanti kita buktikan ya pak..setelah fase Dosa Warisan maka kita akan masuk Fase Pengorbanan/Penyaliban…

Saya agak geli lihat pernyataan terakhir anda baik saya kutip..
Jika ada orang tercebur sumur, YESUS turun ke dalam sumur itu dan menggendong orang yang celaka itu naik ke luar dari sumur itu. Tidak seperti Muhammad yang hanya mengulurkan tali: “Hai, ini ada tali, pakailah untuk menyelamatkan dirimu.” Mana bisa orang celaka menolong dirinya sendiri? Mana bisa orang dengan alamiah jahat berbuat baik?

Bung hake..di Islam, Nabi muhammad telah memberikan peninggalan berupa 2 perkara, yaitu Alquran dan Hadist (Tentunya hadist yang Shahih), jika berpegang teguh dan mengamalkannya..maka anda akan selamat..jika tidak ya anda akan terjerumus..
Orang yang tercebur ke sumur berarti dia telah lupa akan aturan berada di sumur..kalau dia hati-hati..tentunya beliau tidak akan masuk sumur..kalau tetap masuk sumur tidak perlu minta bantuan Nabi..cukup berteriak…orang lain yang akan menolongnya..bukan selevel Yesus yang harus repot-repot turun menyelamatkannya.. Benar apa betul..

Dari semua pemaparan yang telah disampaikan baik oleh Sdr. Rudiyanto maupun rekan-rekan Kristen yang lainnya..ternyata dasar yang menjadikan landasan Teori Dosa Warisan semuanya lemah..tidak ada landasan kuat yang  menjadi dasar timbulnya teori ini..hanya berdasarkan teori dari Paulus..

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh SATU ORANG, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa.” (Roma 5:12)

Hanya ayat diatas menjadi landasan Teori Dosa Warisan yang dicocokkan dengan kitab kejadian
Pelanggaran adam di taman eden…karena memakan Buah pengetahuan…sehingga umat manusia berdosa ..tidak ada cara lain untuk menghapus dosa tersebut..Tuhan sendirilah yang harus tangan  dengan jalan dikorbankan di tiang Stauros…dan akan bangkit pada hari ketiga..dan duduk disebelah kanan sang Bapa…
Ini adalah ajaran sama persis dengan Ajaran Helenisme…karena memang si Paulus tsb..dari kecilnya penganut ajaran Helenisme….

Kalau anda tetap ngotot dengan teori Dosa Warisan ini, baiklah saya ada pertnyaan, mohon anda jabarkan dengan logika yang baik, yaitu :

1.      Apa sebenarnya Buah Pengetahuan tsb???? Bagaimana bentuknya?? Apakah Buah pengetahuan bermakna Kiasan atau Tidak??

2.      Mengapa Tuhan sebegitu marahnya kepada Sang Adam hanya karena memakan buah Pengetahuan tsb?? sehingga dosanya menitis kepada anak cucunya..

Mohon pencerahannya Bung Hake dan Lainnya..

Wasslam,
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
24 September 2012 – PAK RUDY TIDAK MENELADANI  YESUS



25 September 2012 – Lanjutan – PAK RUDY TIDAK MENELADANI YESUS


                                          - PAKET OOSPP APAKAH ITU?


26 September 2012 – Lanjutan3 – PAK RUDY TIDAK MENELADANI YESUS



27 September 2012 – Lnjutan4 - PAK RUDY TIDAK MENELADANI YESUS


28 September 2012 – YANG CANTIK-CANTIK


29 September 2012 – KITAB YESAYA ADALAH KUNCI



30 September 2012 – DOSA WARISAN