Senin, 24 September 2012

PAK AKMAL – PAK RUDY TIDAK MENELADANI YESUS

-->
PAK RUDY TIDAK MENELADANI YESUS


Download disini:



JAWABAN SAYA:

1. Cara saya mengelolah milis; memasukkan email orang secara paksa; tidak beretika;

     a. Saya telah merenungkan dan mempertimbangkannya masak-masak tentang
         semua yang saya lakukan, dari semua sudut, semua segi, dan saya harus
         memutuskan bahwa ini memang harus saya lakukan, meskipun menimbulkan
         gejolak. Ketidaknyamanan ini juga ketidaknyamanan bagi saya sendiri
         sebenarnya. Bahkan, jujur, juga bertentangan dengan hati nurani saya sendiri.
         Sebab hati nurani saya, hati nurani orang Jawa adalah tidak mau mengganggu
         orang lain.

         Sebagai orang Jawa, dengan umur 50 tahun, saya harus disebut orang
         pengacau, disebut orang tidak tahu aturan, sampai harus dinasehati orang,
         sampai harus disindir orang, sampai harus ditegur, dimarahi, hingga dimaki-
         maki kasar orang, semua itu bukanlah hal yang patut untuk saya terima. Saya
         harus merasa malu dan terhina. Saya tahu tentang itu semua, pak Akmal, tapi
         saya juga tahu bahwa itu semua harus saya korbankan demi kepentingan
         domba-domba YESUS.

         Saya saat ini sedang mencari domba-domba YESUS. Saya bukan sedang mencari
         dombanya Muhammad. Tapi saya terpaksa harus mencari di semua sudut dan
         semua lorong, sebab siapa tahu domba YESUS itu sedang bermain di kandang
         Islam, di kandang Hindu, di kandang Buddha, dan kandang-kandang lainnya.

         Siapa tahu, yang jam ini masih Islam, tapi sejam nanti mengambil keputusan
         masuk Kristen. Siapa tahu pak Akmal yang saat ini masih mustahil menjadi
         domba YESUS, tapi bulan depan setelah tahu bahwa bukan Ismael yang
         disembelih, pak Akmal akan mencari saya untuk minta dibaptiskan. Rasul
         Paulus, tadinya juga seperti pak Akmal, keras dan sinis sekali kalau terhadap
         orang Kristen. Kayak-kayak manusia yang paling suci itu dirinya sendiri.

         Nah, saya berharap begitu, pak Akmal.

         >> Yohanes  10:16        Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari
                                                kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan
                                                mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan
                                                menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

     b. Memanfaatkan terobosan teknologi;

         >> Di dunia nyata saya tak mungkin bisa bertemu dengan pak Akmal, seorang
               yang super sibuk. Ketika saya temui di rumah, pak Akmal sedang di Jepang.
              Ketika tahu saya gembel, pak Akmal merasa tidak patut menemui seorang
              gembel. Ketika tahu saya Kristen, pak Akmal langsung ambil golok gara-gara
              film penghina nabi yang tidak ikut saya buat. Ketika saya ajak diskusi agama,
              pak Akmal bilang sudah punya agama yang menyembelih Ismael.

              Tapi melalui internet saya bisa memaksa pak Akmal untuk mengenal saya.
              Saya bisa memaksa pak Akmal untuk menerima saya. Saya bisa memaksa pak
              Akmal untuk mengakui kalau yang disembelih ternyata Ishak. Bahkan tanpa
              perlu warnet, pak Akmal bisa membuka surat saya melalui HP, entah sambil
              berjalan, entah sambil duduk, entah di atas pesawat terbang, entah di atas
              ranjang, entah waktu senggang, entah waktu sibuk, terpaksa harus dibaca
              karena menyangkut nabi yang seperti Musa.

         >> Di dunia nyata saya tidak mungkin bisa mengumpulkan ribuan orang seperti
               sekarang ini. Saya harus menyewa gedung Mawar Sharon sehari 150 juta.
               Itupun hanya muat 10 ribu orang. Kalau 30 ribu orang, berarti saya harus
               menyewa 3 gedung dengan biaya 450 juta sehari.

          >> Di dunia nyata saya tidak mungkin bisa membagi-bagikan tulisan saya
               sebanyak lebih dari 10 rim kertas folio perorangnya.

          >> Di dunia nyata umumnya diskusi dibatasi 6 jam dan untuk 1 topik saja.
               Padahal saya harus menyelesaikan ratusan topik.

          >> Di dunia nyata, jangankan memaksa, merayu dengan rayuan yang paling
                gombalpun belum tentu bisa mengajak pak Akmal berdiskusi. Tapi melalui
                internet nyatanya saya telah memaksa pak Akmal  untuk berbicara berkali-
                kali dan saya nggak perlu menyelipkan amplop. Cukup bikin judul yang bisa
                bikin orang penasaran saja: “Amerika hendak mengebom Mekkah.” Pasti
                orang akan membacanya, meskipun kalau untuk melihat pertandingan
                sepakbola enggan.

     c. Agama itu perlu dibicarakan yang pertama-tama oleh setiap orang;

         Sebab agama itu memberitakan kabar tentang keselamatan akherat dari
         ancaman neraka yang sangat mengerikan. Semua orang memerlukannya, jika
         dia mengerti. Hanya orang-orang yang belum mengerti saja yang belum merasa
         perlu dengan keagamaan. Nah, mereka ini perlu diberikan pengertian supaya
         tidak menganggap sembrono agama.

         Dan ketika kita berkata atau berpikir: agamaku yang benar, sesungguhnya dia
          juga sedang berkata: agamamu itu salah. Agama yang salah jelas tidak mungkin
         bisa menyelamatkan. Karena itu orang yang berpikir agama lain itu salah, dia
         harus mau berkorban mengabarkan agamanya itu kepada agama-agama yang
         salah itu. Hanya orang yang tidak bertanggungjawab saja yang tidak mau
         menyebarkan agamanya kepada orang-orang lain.

         Supaya keselamatan akheratnya terjamin, setiap orang perlu memastikan dirinya
         sudah berada di agama yang benar. Karena itu membicarakan agama adalah
         nomor satu bagi setiap orang. Hanya orang yang belum mengerti saja yang
         menomorduakan agama. Itu kewajiban orang yang mengerti untuk
         memberitahukannya.

    d. Saya mempunyai ayat untuk memberitakan Injil melalui internet ini:

         >> Matius 10:27            Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah
                                                itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu,
  &nsp;                                             beritakanlah itu dari atas atap rumah.

         “Beritakanlah itu dari atas atap rumah.”  Itulah penginjilan melalui internet,
          dari atas atap rumah.

          Semua orang saya kenali melalui internet, dan saya ajak bicara melalui internet.

     e. Etika itu relatif sekali;

         Bagi orang Amerika, menaikkan kakinya ke atas meja bukan dianggap tidak
         sopan. Etika itu juga berkembang; kalau dulu anak-anak tidak boleh duduk
         ketika orangtuanya sedang bicara dengan tamu. Karena itu biarlah saya rintis
         jalan supaya mencomot email dan memasukkan ke dalam milis tanpa
         persetujuan lebih dahulu kelak tidak dianggap sebagai mengganggu privacy.
         Pikiran kolot orang-orang seperti pak Akmal perlu didobrak, supaya bisa lebih
         maju, supaya bisa menerima terobosan teknologi yang melintasi ruang dan
         waktu ini.

         Sebab ada hal-hal yang jauh lebih penting yang seharusnya lebih menjadi
         perhatian pak Akmal, seperti maraknya perkembangan situs-situs porno,
         semakin maraknya perbuatan asusila serta pejabat-pejabat kita yang kortpsi,
         dari pada mencari-cari kesalahan orang yang sedang membicarakan masalah
         pemraktekan sila pertama: Ketuhanan yang maha esa.

         Saya bukan maling, bukan koruptor, bukan maksiat, bukan mengajari orang
         berbuat jahat.
         
       
2. Kehidupan saya diluar milis;

    Bapak katakan; (saya tak bicarakan kehidupan Pak Rudy di luar milis)
    Itu menarik dan menggelitik saya sekali, pak, kalau bapak tahu seperti apa
    kehidupan saya diluar milis. Siapa tahu bapak pernah melihat saya mencopet,
    merampok, korupsi atau maksiat? Silahkan diceritakan, pak.

     Jangan-jangan saya anggota Rotary club seperti Jokowi atau Lions club seperti
      istrinya Jokowi, yang antek Yahudi. Atau, jangan-jangan saya antek Zionist?
      Kemarin bilangnya saya anteknya pak Robert Walean – Islam Hanif.

      Yang jelas saya ini anteknya YESUS KRISTUS, pak.

       Saya hanya kuatir pak Akmal jadi kurus gara-gara terlalu banyak mikir duga-
       menduga.

3. Kenapa saya tidak memberikan salam di milis ini?

     Sudah saya berikan jawabannya. Bisa dilihat dibagian bawah surat ini.

     Saya bisa meraba ke arah mana maksud pak Akmal, yaitu ingin mengatakan saya
     sesat karena tidak mengikuti teladan YESUS. Kenapa pak Akmal ingin
     memberikan opini begitu? Sebab pak Akmal merasa kewalahan berdebat dengan
     saya. Karena itu pak Akmal berusaha mencari-cari kesalahan dan kelemahan saya,
     sebagaimana yang pernah terjadi di zaman YESUS dan terhadap YESUS;

      >> Markus 3:2      Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan
                                    orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat
                                    mempersalahkan Dia.

      Begitu ‘kan, pak?! – Hua..ha..ha…….

4. Posting tendensius terhadap Islam;

    Bagaimana dengan posting tendensius terhadap Kristen yang dipostingkan oleh
    rekan-rekan Muslim? Bagaimana dengan ayat-ayat Al Qur’an yang tendensius
    terhadap Kristen?

    Kalau Alkitab tak pernah mendiskreditkan Islam, tapi Al Qur’an telah merugikan
    Kristen dengan menjatuhkan citra Kristen, sebagai agama kafir. Muhammad meng-
    klaim diri sebagai nabi masa kini, sedangkan Kristen disebutnya sudah kadaluarsa.

    Islam memaksa Kristen untuk menerima Injil Barnabas, lalu menggotong ayat-ayat
    Kristen untuk Muhammad, sisanya dinyatakan sebagai ayat-ayat palsu. Maka
    ngomellah orang Jawa: “Sak penak’e dhewe.” – seenaknya sendiri aja?!

    Hua..ha..ha……

5. PERE ATAU PARA?

     Pere: keledai liar, para: orang yang subur.

     >> Kejadian  16:12            Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai  liar,
                                                demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan
                                                tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan
                                                dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang
                                                semua saudaranya."

     Karena huruf Ibrani tidak mengenal vowel[huruf hidup: a, e, i, o, u], maka “pr”
     bisa dibaca pere atau para.

      Mengapa anda bingung di situ; pere atau para-nya, jika kalimat berikutnya
      menerangkannya? “demikianlah nanti anak itu; tangannya akan melawan tiap-
      tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan melawan dia, dan di tempat
      kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."

      Bahkan bagi saya, pere atau para itu bukan hal yang penting. Yang penting adalah
      seperti apakah pere atau para itu? Karena itu baiknya saya ganti “keledai liar”
      dengan kata-kata: “orang yang subur.” Mari kita lihat pengaruhnya;

      “Seorang laki-laki yang lakunya seperti orang yang subur, demikianlah nanti anak
      itu; tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap orang akan
      melawan dia, dan di tempat kediamannya ia akan menentang semua saudaranya."

      Malah nggak ada hubungannya. Apa hubungannya antara “orang yang subur”
      dengan sifatnya yang memusuhi saudara-saudaranya sendiri? Hanya “keliaran”
      saja yang bisa membuat orang memusuhi saudaranya sendiri. Karena itu sudah
      benar kalau itu tentang pere, keledai liar, bukan para, orang yang subur.

6. Orang Kristen di milis ini Farisi?

     Karena YESUS tidak pernah mengucapkan salam kepada Farisi, maka saya yang
     tidak mengucapkan salam di milis ini telah menganggap semua orang Farisi.

     Boleh saja. Tokh orang-orang Farisi juga menyebut YESUS Penyesat, sama seperti
     orang-orang yang menentang saya di milis ini mereka juga mempunyai sebutan
     yang negatif tentang saya. Namanya juga pertentangan. Wajar saja jika masing-
     masing pihak mempunyai sebutan negatif tentang pihak lawannya.

     Milis ini memang saya rancang untuk pertentangan, bukan untuk perdamaian,
     seperti milis Advent yang isinya ucapan selamat ulang tahun atau turut berduka
     cita saja. Di sini bukan untuk “I love you”-an, pak. Kalau “I love you”-an
     sebaiknya kita lakukan secara japri aja.

     Di sini niat saya memang membedah agama. Kalau anda merasa agama anda
     benar, mari, bawalah kemari, biar saya ujinya. Saya tidak mengharapkan
      pertobatan dari para debaternya. Nyaris mustahil itu, sebab para debater pasti
     merasa gengsi. Tapi ketika 2 ekor anjing berebut tulang, itu adalah kesempatan
     bagi kucing untuk melarikan dirinya.

     Itulah sebabnya saya masukkan sebanyak mungkin orang ke milis ini, supaya
     mereka menjadi kucing-kucing yang menyaksikan pertarungan anjing. Biarlah
      mereka menyaksikan bagaimana argumentasi pak Akmal, bagaimana argumentasi
      saya, bagaimana kekuatan Islam, bagaimana kekuatan Kristen, sehingga mereka
      bisa memilih untuk kepentingan diri mereka sendiri.

      Supaya setelah mereka tahu bahwa yang disembelih adalah Ishak, bukan Ismael,
      mereka yang Islam berbondong-bondong masuk Kristen.

7. Yohanes 8:1-11;

>> Yohanes 8:1          tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
                    8:2           Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat
                                    datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
                    8:3           Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa
                                    kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
                    8:4           Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu
                                    berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah
                                    ketika ia sedang berbuat zinah.
                   8:5            Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk
                                    melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah
                                    pendapat-Mu tentang hal itu?"
                   8:6            Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka
                                     memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus
                                    membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
                   8:7            Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun
                                    bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di
                                     antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama
                                     melemparkan batu kepada perempuan itu."
                   8:8            Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
                   8:9            Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka
                                    seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya
                                    tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap
                                    di tempatnya.
                   8:10          Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai
                                     perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang
                                     menghukum engkau?"
                    8:11         Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Akupun
                                     tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa
                                     lagi mulai dari sekarang."

     Pasal ini bercerita tentang sikap YESUS terhadap orang berdosa. YESUS tidak
     mengambil tindakan hukum terhadap perempuan yang berzinah, tapi memintanya
     bertobat. Tidakkah YESUS telah membuat kecele dan membuat malu orang-orang
     Farisi yang sok suci itu? Masih klop dengan sikap saya terhadap orang-orang
      munafik di milis ini.

      Ada beda antara Farisi dengan perempuan berdosa, pak Akmal, sekalipun
      keduanya  sama-sama berdosanya. Kalau para pelacur berdosa, mereka tidak
      pernah berlagak suci. Mereka tidak pernah berdoa, tidak pernah memegang
     Alkitab, tidak pernah menyebut nama TUHAN dan tidak pernah terdidik ajaran
     agama secara baik. Tapi para Farisi itu ngakunya orang beragama, memakai
     tanda-tanda agama, membawa-bawa nama ALLAH, dan terdidik dengan baik soal-
     soal keagamaan, namun tabiat mereka tidak lebih baik dari perempuan pelacur itu.

     Nah, menurut pak Akmal, manakah yang bisa diampuni dan manakah yang sulit
     diampuni dosanya? Kalau ada pejabat yang korupsi dibandingkan dengan maling
     ayam, manakah yang parah? Kalau ada polisi yang pemeras dengan pencopet,
     manakah yang parah?

8. Matius 22:15-21;

>> Matius  22:15        Kemudian pergilah orang-orang Farisi; mereka berunding
                                    bagaimana mereka dapat menjerat Yesus dengan suatu
                                     pertanyaan.
                   22:16        Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-
                                    orang Herodian bertanya kepada-Nya: "Guru, kami tahu,
                                    Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar
                                     jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga,
                                    sebab Engkau tidak mencari muka.
                  22:17         Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan
                                    membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?"
                 22:18          Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata:
                                    "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik?
                 22:19          Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka
                                    membawa suatu dinar kepada-Nya.
                 22:20          Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan
                                    siapakah ini?"
                  22:21         Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus
                                    kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib
                          &nbsp:         kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib
                                    kamu berikan kepada Allah."

     YESUS masih menunjukkan sikap bermusuhannya, lihat ayat 18: “hai orang-
     orang munafik.”

     Thema ayat ini adalah laksanakan kewajiban kita terhadap sesama dan kepada
     ALLAH menurut sebagaimana mestinya. Apa dan dimana korelasinya dengan saya
     yang tidak mengucapkan salam kepada milister?

9. Markus 7:1-6;

>> Markus 7:1            Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli
                                    Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus.
                   7:2            Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan
                                    dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh.
                   7:3            Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya
                                    tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih
                                    dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang
                                    mereka;
                   7:4            dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau
                                    tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain
                                    lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan,
                                    kendi dan perkakas-perkakas tembaga.
                    7:5           Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya
                                    kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut
                                    adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan
                                    najis?"
                   7:6            Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang
                                    kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini
                                    memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari
                                    pada-Ku.

    Lihat ayat 6: “hai orang-orang munafik.” Masih tetap kasar, bukan?!

     
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWAB PAK AKMAL:

Sebelum saya menjawab beberapa posting Pak Rudy dalam sepekan terakhir (terutama yang terkait dengan Islam saja, yang tidak terkait dengan Islam tidak perlu saya komentari), izinkan saya memposting ulang thread tanggal 9 September ini, di mana saya sudah menunjukkan bahwa berlainan dengan klaim Pak Rudy yang selalu menganggap diri mengikuti ajaran Yesus, sudah ada dua bukti bahwa cara Pak Rudy mengelola milis ini saja (saya tak bicarakan kehidupan Pak Rudy di luar milis) yang sudah tak sesuai dengan cara Yesus secara esensinya, yakni:


1. Pak Rudy tak meneladani Yesus dalam memberikan salam kepada sesama Kristen (Luk 24: 36 dan Yoh 20: 19). 


2. Pak Rudy mengingkari dengan telak ajaran Yesus dalam Mat 5: 39 karena di milis ini justru Pak Rudy yang "menampar pipi kanan" mayoritas anggota milis (terbukti dengan banyaknya permintaan keluar dari anggota milis, yang menandakan bahwa mereka tidak masuk dengan sukarela ke berbagai milis Pak Rudy, padahal salah satu ciri khas milis adalah anggotanya bergabung dengan sukarela atau justru meng-approve permintaan moderator yang mengajak bergabung. Itu netiket yang berlaku global sejak internet mengenal bentuk milis). Tak cukup dengan itu, Pak Rudy pun "menampar pipi kiri" anggota yang sudah dipaksa masuk ke sini dengan membombardir posting yang insinuatif dan tendensius, terutama terhadap agama Islam. 



Setelah beberapa bulan mengikuti posting Pak Rudy di milis ini, saya berkesimpulan tak ada temuan atau argumentasi baru dari Pak Rudy yang diarahkan terhadap keyakinan muslim, meski Pak Rudy sering menggunakan kata-kata bombastis seperti "TEKA-TEKI BESAR TERPECAHKAN"

(Tentang Ismael atau Ishak sebagai sembelihan Ibrahim). Semua yang diposting Pak Rudy hanya sebuah usaha malas, sebuah copy pasteyang lunglai. Tak ada bukti-bukti atau temuan baru yang disusun dengan argumentatif dari Pak Rudy.

Hari ini Pak Rudy malah kembali mengulang kenaifan membaca Kejadian 16: 12 yang menerjemahkan Ismael sebagai "keledai liar" (pere'dalam bahasa Ibrani) dan bukannya "orang yang subur" (para' dalam bahasa Ibrani).

Pak Rudy seolah-olah lupa, atau sengaja mengabaikan, bahwa dalam tradisi teks Perjanjian Lama bahasa Ibrani asli yang digunakan adalah hanya menyangkut gugus konsonan (huruf mati) tidak vowel (huruf hidup), dan juga tidak ada tanda "titik" untuk membantu melafalkan (pronounce) kata-kata dalam konsonan itu. 

Ini bukan pendapat saya, Pak Rudy, melainkan pendapat Louis Cappel, pakar bahasa Ibrani yang juga menyelidiki dengan cermat bahasa Alkitab. Kata  Cappel. "Tanda titik dan vowel serta tekanan dialek (accent) BUKANLAH bagian dari bahasa Ibrani yang asli, melainkan disisipkan oleh Sarjana Yahudi Masoret dari Tiberias, setidak-tidaknya pada abad ke-5 Masehi."

Pendapat di atas juga dipegang para pakar penelaah Alkitab seperti Ernst Wurthwein dan Jim Lisenby.

NOTE: untuk transliterasi bahasa Ibrani yang original (hanya konsonan/huruf mati murni, tanpa huruf hidup) dari Kejadian 16: 12 akan saya posting dalam thread berbeda, untuk memperlihatkan bahwa terjemahan "keledai liar" (pere') itu adalah sisipan belakangan dari penulis teks Alkitab dari makna asli "orang yang subur" (para') karena arti yang terakhir ini yang justru sesuai dengan janji malaikat Tuhan kepada Hagar bahwa keturunan Hagar yang harus diberi nama Ismael akan diberkati, dibuat beranak pinak sangat subur menjadi bangsa yang besar. (Kej 16: 10-11). Ini salah satu bukti bahwa penerjemahan Alkitab sendiri saling kontradiktif satu dengan yang lain, dalam hal ini teks Ibrani dalam Perjanjian Lama.

3. Namun bukti ketiga yang akan saya tunjukkan bahwa Pak Rudy sama sekali tak meneladani Yesus adalah jawaban beliau pada posting di bawah: 

----
Yesus tak pernah mengucapkan salam damai kepada para Farisi sebab itu adalah musuhNya yang abadi.
----

Karena awal posting adalah saya menanyakan mengapa Pak Rudy tak pernah mengucapkan salam kepada sesama Kristen (tak perlu kepada saya yang non-Kristen, padahal sudah jelas ada contoh dari Yesus dalam Luk 24: 36 dan Yoh 20: 19), dan jawaban Pak Rudy seperti itu, maka logikanya adalah 

(A) bahwa menurut Pak Rudy orang-orang Kristen yang tak sesuai dengan pemikirannya adalah Farisi, sehingga tak perlu memberikan salam.
(B) baik orang Kristen (Gereja Minggu, bukan Advent seperti Pak Rudy) mau pun Islam adalah sama-sama Farisi yang tak layak diberikan salam.

Nah, karena itu saya minta Pak Rudy untuk mengutip Perikop de Adultera/Perempuan yang Berzinah (Yoh 8: 1-11), Perikop Membayar Pajak kepada Kaisar (Mat 22: 15-21) dan Perikop Perintah Allah dan Adat Istiadat Yahudi (Mark 7: 1-6), di mana pada ketiga perikop ini terlihat jelas bagaimana interaksi SESUNGGUHNYA antara Yesus dan orang-orang Farisi.

Dari ketiga perikop itu akan kita lihat apakah perilaku Pak Rudy di milis ini lebih mendekati tindakan Yesus atau kelakuan orang-orang Farisi.

Namun saya kira, Pak Rudy tak akan berani mengutip lengkap ketiga perikop di atas untuk khalayak milis ini, ya Pak? Atau bapak berani?

Jika bapak berani, silakan kutip lengkap dari Bibel versi mana saja, dan kita lanjutkan diskusi kita yang semakin menarik ini.

Salam,

Akmal Nasery Basral


minds are like parachutes. they work best when open.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA:

1. Kenapa saya tidak mengucapkan salam?

     a. Saya pangkas kelucuan basa-basi.
         Secara sadar milis ini saya pergunakan untuk medan pertempuran pikiran. Dan
         semakin dahsyat pertempurannya itu semakin bagus. Itu tandanya kita bermain
         maksimal. Lebih-lebih kalau kita melibatkan emosional kita, itu pertanda akting
         yang bagus bagi seorang artis, bukan?! Tanda kita menjiwai. Selama kita intelek
         saya yakin hal ini takkan sampai menimbulkan gejolak sosial yang meluas.

         >> Jika ada member yang stupid, sehingga dia meluaskannya keluar wilayah, ya
               itu kewajiban kita untuk memberikan pembelajaran supaya dia tidak stupid
               terus-menerus. Kita wajib mencerdaskan bangsa ini, supaya bisa sejajar
               dengan bangsa-bangsa lainnya yang sudah maju, karena berwawasan yang
               luas. Karena itu yang menentang program ini artinya ingin melestarikan ke-
               stupid-an saudara-saudaranya sendiri.

         Karena itu basa-basi menjadi kelucuan, jika pada isinya berisi maki-makian.
         Dan yang demikian ini banyak kita terima dari para munafikun. Kata-kata
          pendahuluan dan penutupannya manis, tapi isi suratnya serapah sampah.

          YESUS tak pernah mengucapkan salam damai kepada para Farisi. Sebab itu
          memang musuhNYA abadi.

          Pak Akmal, bagi kacamata saya, bukan hanya kata-kata kasar saja yang bisa
          menyakiti orang, tapi termasuk kata-kata yang halus seruncing jarum suntik.
          Kasar dan halus itu sangat bergantung pada kepekaan penerimanya juga.

          Di Surabaya, sudah umum orang menyapa sobatnya dengan kata-kata: “Hai
           jancuk, ……….” Dan sobatnya itu tak marah, malah bangga. Berbeda jika
           kata-kata tersebut kita tujukan ke orang yang baru kita kenal.

      b. Member yang beragam.

         Di milis ini memang sudah saya rencanakan sebagai milis lintas agama. Jika
         saya berucap: “Shalom,” ntar member yang Islam lari semuanya, karena dikira
         ini milis Kristen. Sebaliknya jika saya ucapkan: “Assalamu alaikum,” rekan-
         rekan Muslim akan tersinggung jika mereka tahu kalau saya Kristen. Dan ini
         benar-benar terjadi ketika saya dengan 4 rekan Kristen berdiskusi di FPI tempo
         hari, rekan-rekan saya ketika pamitan mengucapkan salam tersebut, mereka
         protes: “Jangan ucapkan salam itu.”

           Kalau saya, karena pengalaman keluar-masuk pesantren, tahu hal itu. Karena
           itu saya hanya berjabat tangan saja. – Segala sesuatu kelihatannya tidak cukup
           hanya berdasarkan niat baik saja, pak.

     Saya kalau berada di lingkungan sobat-sobat yang sudah bisa menerima ajaran
     saya dengan baik, ucapan itu tak pernah lupa saya ucapkan. Kenapa? Sebab saya
     yakin kedatangan saya ketemu mereka tidak akan terjadi keributan. Datang untuk
     maksud damai bukan untuk maksud diskusi.

2. Menghadapi member yang kacau dan bingung;

     Saya tahu bahwa masyarakat sekarang ini sakit jiwa oleh sebab tekanan
     kehidupan. Tapi penanganan sakit jiwa tidak harus dengan lemah-lembut saja.
     Kelemah-lembutan hanyalah model lain dari kekasaran, seperti kutub utara dengan
     kutub selatan yang sama-sama kutubnya.

     Ketegasan dan ketulusan saya tetap bisa terpancarkan walaupun kata-kata saya
     keras dan kasar. Sebaliknya, walaupun kata-kata halus jika tidak ada ketulusan,
    
itupun tetap terpancarkan, dan hanya menimbulkan mual-mual. Panca indera kita
     memang mudah sekali ditipu oleh sesuatu yang di permukaan. Tapi jiwa dibuat
     TUHAN untuk mendeteksi hal-hal yang tersembunyi bagi panca indera kita.

     Rekan-rekan yang berada di balik layar, tidak ada yang mengeluhkan tindakan-
     tindakan keras saya, malah membenarkannya. Sebab saya membuat dosis yang pas
     untuk suatu permasalahan. Buktinya, semua permasalahan yang terjadi selalu
     berhasil saya redam dengan baik. Apa sebab? Sebab orang melihat ketulusan saya,
     profesional saya, dan kejujuran saya.

     Anda jangan kaget, jika orang-orang yang bermusuhan tajam dengan saya, hingga
     sekarang masih lengket di milis ini. Ketika ditawari oleh sobat saya: “Apakah anda
     minta di keluarkan dari milis?” Orang itu menjawab: “Jangan. Saya masih sangat
     membutuhkan tulisannya untuk bahan khotbah saya.” – Hah?!

     Cara saya memperlakukan orang, jika dia bertanya, saya jawab. Jika dia
      berdiskusi, saya jawab dengan diplomasi diskusi. Yang minta nasehat saya
      nasehati. Yang minta diskusi saya layani diskusi.

3. Saya membentak-bentak?

     Mengapa pak Akmal sampai sesempit ini melihat saya? Apakah bapak sudah
     mempelajari permasalahannya?

      Contohnya; bung Berlin Marbun. Ini bukan orang baru. Ini orang lama yang
      pekerjaannya hanya mencari-cari kesalahan saya. Dia sudah mengintai saya sejak
      lama. Hanya japrian dia tak pernah saya ladeni. Dan macam begitu itu ada
      ratusan. Kalau saya ladeni satu-persatu, kapan saya sempat membuat tulisan
         tentang Injil?

         Rumusnya begini, pak Akmal; kalau tidak ada hujan tidak ada angin saya
         marah-marah, itu pertanda saya gila. Nah, kalau saya gila, rasanya bapak tak
         perlu menanggapi saya lagi, ‘kan?!

4. Arti salam YESUS;

     Pak Akmal, sebelum Muhammad lahir, Injil sudah dituliskan 500 tahun sebelum
     Muhammad. Jadi, jangan dibalik seolah-olah YESUS yang belajar dari
     Muhammad. Tapi Muhammad-lah yang diajari YESUS melalui Waraqah bin
     Naufal. 

     Jibril saja yang utusan allah nggak ngerti “Assalamu alaikum.”  Salamnya Jibril
     adalah: “Bacalah. Bacalah.” Dan saking kasarnya Jibril memperlakukan
     Muhammad, Muhammad sampai demam tinggi. Bener nggak, pak?!    
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWAB PAK AKMAL:

Terima kasih atas bantuan Pak Rudy untuk mengutip kedua ayat tersebut. Ada dua pertanyaan saya yang mungkin bisa bapak bantu menjelaskannya:

1. Kalau Yesus sudah mencontohkan kepada sesama orang Kristen untuk menebarkan salam saat bertemu, mengapa teladan Yesus itu tak saya lihat Pak Rudy praktekkan di milis ini terhadap sesama penganut Kristen ya?

2. Lebih jauh lagi, Pak Rudy sudah menjelaskan bahwa salam Yesus ini ditebarkan kepada para murid yang  kacau dan bingung. 

Bukankah dalam pandangan Pak Rudy anggota milis ini pun sebenarnya adalah orang-orang yang "kacau" dan "bingung" (kecuali beberapa orang yang Pak Rudy sudah kenal dengan baik), dan karena itulah Pak Rudy membuat milis ini dengan berbagai varian milis sejenis. Sebab kalau menurut Pak Rudy orang-orang yang emailnya bapak paksakan masuk dalam milis ini bukan dalam kategori "kacau" dan "bingung", tentu bapak tak akan membuat milis ini, bukan?

Dari sudut ilmu psikologi, menghadapi orang yang kacau dan bingung (baik dengan tanda kutip maupun tidak) bukan dengan cara membentak-bentak, meneror, menyerang keyakinan, seperti sering Pak Rudy demonstrasikan sebelum ini. Tak ada manfaatnya. Silakan bapak tanyakan pada psikolog/psikiater mana pun yang bapak kenal.

Ada memang profesi yang membolehkan agresivitas seperti itu. Namanya militer, pak. Apakah bawah sadar (subconscious) Pak Rudy sebetulnya mengidolakan gaya militeristik yang agresif-represif?

Nah, sekarang tentang redaksional salam Yesus "Damai sejahtera bagi kamu" dalam Luk 24:36 dan Yoh 20: 19. Bapak tahu bagaimana kalau salam itu diterjemahkan dalam bahasa Arab? 

Pak Rudy yang baik,
pertanyaan inilah yang mengusik benak Melvin Leblanc, pendeta di Gereja AME, Montana, USA, selama bertahun-tahun, dan dituangkan dalam bukunya "The Bible Led Me To Islam", yang versi pdf-nya sudah saya postingkan sebelumnya. Dalam kalimat asli Leblanc:

-------

If Christians are "Christ-like", why are they not greeting each other with the words, Peace Be With You (Assalamu'alaikum) as Jesus did in Luke 24:36. As you may be aware, the greeting from Muslim to another Muslim is Assalamu'alaikum, a Christ-like saying. ("The Bible Led Me To Islam", hal. 10).
--------

Bagi Leblanc yang sebelumnya sudah 28 tahun menekuni Alkitab (hampir 3 kali lebih panjang dari masa pendalaman Pak Rudy), masalah yang terlihat kecil ini justru berdampak signifikan bagi kesimpulan akhir pribadinya dalam pencarian kebenaran sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi pemeluk Islam.

Little things mean a lot.

Salam damai sejahtera bagi Anda dan keluarga di hari Sabat ini, Pak Rudy.

Akmal Nasery Basral
Jakarta
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWAB SAYA:

>> Lukas 24:36  Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di
                              tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"

>> Yohanes  20:19           Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-
                                            murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka
                                            takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan
                                            berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"

“Damai sejahtera” untuk para murid yang sudah bisa menerima ajaran YESUS.

Suasana para murid ketika itu kacau dan bingung sehubungan dengan hilangnya mayat YESUS. Mereka antara percaya dengan tidak percaya dengan kebangkitan YESUS.
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

TULIS PAK AKMAL:

Baik Pak Rudy,
sambil menunggu jawaban bapak yang akan dikirim besok malam, izinkan saya bertanya satu pertanyaan pendek saja. Boleh ya?

Pertanyaan saya: bagaimana bunyi Luk 24: 36? atau Yoh 20: 19?

Saya yakin Pak Rudy bisa menulis jawabannya tanpa perlu membuka Alkitab. Tapi seandainya Pak Rudy ragu, silakan dilihat dan pindahkan jawabannya ke sini. Kata per kata. 

Salam,

Akmal Nasery Basral

Sent from my iPad2
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
TUHAN DARI GUNUNG PARAN


PETA ALKITAB – 1,64 Mb


PAK AKMAL – PAK RUDY TIDAK MENELADANI YESUS

Tidak ada komentar: