Rabu, 31 Oktober 2012

KENALILAH PUNCAKMU - SALAM PERPISAHAN

Setiap gunung ada puncaknya. Demikian halnya dengan kita, ada batas-batasnya. Jika kita mengenali dan mau menerima batas-batas yang TUHAN berikan ke kita, sebagaimana lautanpun dibatasi oleh pantai, maka kita akan selamat. Tapi orang yang tidak memiliki hikmat, seperti mantan presiden Soeharto yang berambisi melanggengkan jabatan presidennya, jatuh dengan kesakitan lahir-bathin.

Puji TUHAN, saya diberikan hikmat untuk mengenali dan mau menerima batasan-batasan saya. Bahkan saya sendiri telah menetapkan batasan-batasan untuk diri saya sendiri, yaitu tidak mau diseret oleh arus materi, arus ilmu pengetahuan dan arus teknologi.

Telah semingguan ini Yahoo melakukan verifikasi terhadap email-email saya. Terkadang saya ditanyakan pertanyaan rahasia yang saya lupa mengisinya. dan terkadang verifikasi kode melalui Handphone. Nah, beberapa telah berhasil saya kuasai lagi dengan meminjam nomor HP seorang sobat. Tapi saya juga harus tahu diri 'kan?! Tidak mungkin saya memintainya tolong secara terus-terusan. Karena telah mulai menggerogoti batas-batas saya, yaitu menuntut duit, menuntut teknis dan lain-lainnya, maka saya telah memikirkan masak-masak untuk sedikit demi sedikit mengundurkan diri dari kegiatan milis ini. Email-email yang terhadang verifikasi takkan saya usahakan untuk membukanya, - saya anggap email itu hilang.

Nah, sebelum aktifitas saya ini terhentikan secara total oleh keterbatasan saya, saya berikan kesempatan kepada orang-orang yang hendak menuntut pertanggungan jawab saya, untuk menuntut pertanggungjawaban saya, baik secara hukum maupun secara rohani atas segala perbuatan saya yang anda anggap tidak menyenangkan anda. Sebab setelah selesainya kegiatan ini, saya bermaksud hendak merantau ke Sumatera, ke kota Waikanan - Lampung. Di sana saya disediakan pekerjaan menjaga dan memelihara kebun jeruk. Saya akan pergunakan sisa waktu saya untuk berdoa syafaat dan mungkin akan melakukan pemuridan di desa tersebut, supaya ajaran-ajaran saya tidak musnah begitu saja.

Saya umumkan juga tentang "sumbangan pembelian Netbook," berdasarkan konfirmasi dari sobat saya pemilik rekening, bahwa tidak ada sumbangan yang masuk sama sekali. Pendeta Budi Asali juga belum memberikan jawaban untuk permohonan diskusi saya. Karena itu masalah sumbangan pembelian Netbook saya nyatakan saya tutup sejak sekarang ini.

Keterangan: Saya tetap penginjil. Saya tidak menyatakan berhenti sebagai penginjil. Saya juga tidak menyatakan mengundurkan diri buat selama-lamanya dari dunia internet. Siapa tahu kelak TUHAN menyuruh saya berbicara di milis lagi?!

Demikian saya sudah mengumumkan rencana pengunduran diri saya sementara waktu. Secara pribadi saya memohon maaf atas semua perbuatan saya yang anda nilai negatif. Terimalah tulisan ini sebagai salam perpisahan saya yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

JESHUA HAMASHIA bersama kita senantiasa. Amien.

Tidak ada komentar: