Minggu, 27 Januari 2013

KI GENDENG PAMUNGKAS

http://www.mail-archive.com/i-kan-untuk-mahasiswa@xc.org/msg01599.html


Nama Ki Gendeng Pamungkas tentu dikenal oleh banyak
orang pada umumnya, terutama bagi yang menyukai dunia
supranatural. Ki Gendeng dikenal sebagai seorang
paranormal kontroversial yang sering melontarkan
pernyataan-pernyataan ramalannya dan banyak dimuat
media massa.

Bahkan di kartu namanya, ia benar-benar menunjukkan
ke-'gendeng'-annya dengan mencantumkan tulisan "PT
Neraka Jahanam, memberi informasi masalah: ilmu
hitam/putih, cara hidup/mati sehat, cara berbuat
baik/jahat, jual beli peti mati/kain kafan baru dan
bekas, jual beli tanah kavling untuk kuburan, jual
beli setan/jin/tuyul dan sejenisnya".

Namun siapa yang menyangka, sejak tahun 1998 lalu, Ki
Gendeng menyatakan dirinya mengikut Yesus. Ki Gendeng
yang bernama asli Isanmarsadi adalah anak nomor tiga
dari lima bersaudara yang dibesarkan di tengah
keluarga yang kuat dan taat tradisinya.

Sejak kecil ia sangat senang dengan ilmu kebatinan dan
mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Bahkan ketika
SMP ia sudah beberapa kali menyembuhkan sakit
teman-teman sekolahnya.

Ki Gendeng mengaku mendalami ilmu hitam pada 59 guru
di 16 propinsi di Indonesia, dan kegilaannya pada ilmu
hitam sempat membawanya sampai ke Afrika untuk belajar
voodoo.

Sejak 1978 karirnya meningkat pesat dan ia menjadi
orang terkenal yang disegani banyak orang. Dengan
ilmunya yang tergolong tinggi, banyak orang datang
kepadanya untuk melakukan order membunuh atau
mencelakakan orang. Dan untuk itu ia menerima bayaran
yang tinggi pula sehingga tak heran kekayaannya
semakin melimpah. Menurut pengakuannya, kalau
dihitung-hitung sudah 800 orang mati terkena
santetnya.

Kisah pertobatan Ki Gendeng diawali ketika ia berada
di Timur Tengah ketika sedang menjalani kewajiban
rohani bersama keluarganya. Tiba-tiba saja ia
mengalami kelumpuhan dan tidak bisa berjalan sehingga
ia dibawa kembali ke hotel.

Di dalam kamarnya Ki Gendeng bersembahyang menurut
imannya meminta pertobatan, karena diyakini kelumpuhan
itu adalah akibat dosa perbuatannya menyantet orang.

Saat sembahyang itu Ki Gendeng merasa ada yang
memegang tangannya, tapi tidak tahu siapa. Ibu dan
anak perempuannya yang ada di dekatnya ketika ditanya
hanya diam saja. Dan saat itu tanpa disadarinya Ki
Gendeng sudah bisa berjalan lagi.

Dengan penasaran ia bertanya lagi, siapa yang
menggandeng tangannya. Akhirnya keluarganya
memberitahu bahwa yang menggandeng tangannya adalah
Yesus.

Kejadian aneh yang dialaminya membuat Ki Gendeng
bingung dan bertanya-tanya, karena ia bukan pengikut
Yesus dan rasanya tidak mungkin ibunya berbohong.
Akhirnya iapun menyadari hal tersebut dan percaya
bahwa yang menggandengnya adalah Yesus.

Malam harinya, ketika ia kembali bersembahyang, Yesus
sekali lagi menjamahnya dan saat itu pula tanpa ada
keraguan lagi Ki Gendeng mulai mengerti dan menerima
Yesus sebagai Tuhan.

Sepulang ke tanah air, Ki Gendeng ternyata masih tetap
praktek menjalankan profesinya yang lama. Rupanya ia
tidak sadar bahwa sejak ia menerima Yesus segala
ilmunya telah lenyap. Beberapa order yang ia terima
semuanya gagal sehingga membuatnya malu dan
mengembalikan uang yang sudah ia terima. Ramalannya
pun masih banyak ditemui di berbagai media massa, dan
lucunya, ramalannya banyak yang meleset tapi orang
masih mempercayainya.

Menyadari ilmu-ilmu pamungkasnya sudah lenyap, Ki
Gendeng berasumsi bahwa ia sekarang bukan paranormal
lagi. Ia mulai sering mendengarkan khotbah-khotbah,
dan yang suka ia dengarkan waktu itu adalah Pdt.
Gilbert Lumoindong yang sering muncul di teve.

Rupanya Tuhan sudah mengatur semua jalan hidup Ki
Gendeng, sehingga tanpa diduga mereka bertemu di
Bandara Soekarno Hatta dan berada dalam satu pesawat
menuju Surabaya. Dari pertemuan itu, hubungan mereka
semakin akrab dan berlanjut dengan konseling yang
lebih mendalam tentang kehidupan Kristen.

Saat ini Ki Gendeng, istri, anak-anak, ibu, kakaknya
yang pertama dan adiknya yang bungsu sudah menerima
Yesus seperti dirinya. Ki Gendeng dikaruniai lima
orang anak, dua di antaranya kembar (pria-wanita) kini
sedang belajar di California, AS. Anak yang ketiga
sekolah di Australia, nomor empat di Singapura, dan
yang bungsu masih di Indonesia.

Sungguh ajaib karya Yesus dalam kehidupan Ki Gendeng
dan keluarganya, walau tak mudah bagi seorang Ki
Gendeng untuk melepaskan kuasa kegelapan yang
menyelimutinya, tapi darah Yesus sanggup melakukan itu
semua. *

"Saya mohon didoakan oleh saudara seiman yang percaya
Yesus ....agar- anak saya, Hangrani Masardi, biasa
saya panggil Rindu...mudah-mudahan bisa kembali
pulang. Istri saya, anak saya dan saya sangat kangen.
Saya minta didoakan agar Rindu bisa pulang. Saya
percaya anak saya masih hidup. Hanya saya tidak tahu
sokarang dia ada dimana.

Andaikata saya masih jadi pemuja lblis, dengan ilmu
vodoo saya bisa mencarinya,'Ki Gendheng mengucapkan
permintaan itu sambil terisak-isak. Sesekali ia minum
air putih agar bisa menata emosinya. Sekitar 600
anggota jemaat yang hadir pada KKR GBI Bethany, 7
September 2000. Terlihat hening ikut merasakan
kesedihan ki Gendheng.

Anak keduanya itu menghilang setelah Ki Gendheng
membuat kesaksian digereja di daerah Tubagus Angke.
Rumahnya juga dibakar. Ia menduga semua itu perbuatan
sebagian teman-temannya dulu. Dulu ia memang dikenal
sebagai tokoh ilmu hitam yang terang-terangan mengaku
sebagai "pemuja Iblis" dalam kartu namanya.

Sejak kecil tokoh paranormal yang bernama asli lhsan
Masardi ini sudali bercita-cita jadi "penjahat yang
baik". Ia melihat banyak orang susah disekitarnya.
Karena itu ia bertekad menjadi "perampok yang baik"
untuk dibagi-bagikan pada orang yang miskin.

Sewaktu jadi penjahat, ia pernah bertemu almarhum
Kusni Kadut , penjahat legendaris yang ia kagumi. "Dia
memberitahu kalau mau jadi penjahat, saya harus punya
macam-macam ilmu. Misalnya ilmu Lembu Sekilan, "kata
bapak dari lima anak ini, "Dia lalu memberi saya
jimat." Setelah itu ia mendatangi beberapa tokoh dukun
di jawa dan Kalimantan.

Suatu saat ayahnya jatuh sakit. Dokter mengatakan
tidak apa-apa, tapi menurut paranormal ayahnya kena
santet. Ia ingin tahu orang yang menyantet ayahnya. Ia
lalu berkisah: "Tanpa sengaja saya melihat film horor
tentang seorang anak yang belajar ilmu santet. Di
situlah saya dapat ide belajar ilmu santet. Pertama
kali saya datangi kawasan jampang Surade di desa
Ciwaru untuk berguru pada bapak Hasan. Setelah lulus
jadi penyantet, saya harus membunuh guru saya itu.

Saat pulang. ayah saya sudah koma di RS Gatot Subroto.
Dua han kemudian akhirnya meninggal. Saya semakin ber
tekad mencari orang yang menyantet ayah saya.
'Ternyata orang itu adalah rekan kerja ayah yang tidak
suka pada posisi ayah saya. Pada malam Selasa Kliwon,
saya mempraktikkan ilmu santet saya. Kamis pagi jam
sembilan orang itu meninggal dunia.

Ketika di Moskow saya melihat paranormal bisa
dikomersialkan. Karena itulah saya berani memasang
pengumuman di Hotel Hilton Jakarta: 'Ki Gendheng
Pemungkas menerima order santet. Kalau yang saya
santet tidak mati, orang itu harus saya tembak.

Kehidupan saya ketika itu cukup enak. Saya bisa
menyekolahkan anak saya ke luar negeri. Saya juga
punya rumah di Australia, Kalifornia dan Singapura.
Tapi hati saya tidak tenteram dan hampir tidak bisa
tidur.

Puncaknya, saat melakukan perjalanan spiritual ke luar
negeri saya jatuh terkapar tak berdaya. Untungnya,
saya bisa sembuh dari kelumpuhan setelah saya dijamah
tangan Tuhan Yesus.

Saya hanya melihat bayangannya sekali, tapi ibu saya,
anak saya dan saudara saya beberapa kali melihat
bayangan Yesus di dekat saya. 

Saya lalu pulang ke Jakarta, tapi peristiwa itu saya
pendam nyaris 5 tahun. Saya tidak cerita pada siapa
pun.

Hingga suatu saat saya bertemu Pdt Gilbert Lumoindong.
Saya bilang pada pak Gilbert, "Saya ingin menjadi
orang Kristen", kata saya. Tapi pak Gilbert memberi
syarat, "Kamu harus buang semua ilmu vodoo kamu."

Saya belajar ilmu vodoo dari Afrika karena sangat
praktis. Untuk menyantet orang, tidak perlu persiapan
yang berharihari. Bila ada order datang jam tujuh,
karbannya sudah mati pada jam delapan. Perlu
diketahui, saya bekerja sama dengan oknum dokter di
RSCM agar bisa membeli darah dan otak korban
kecelakaan atau korban pembunuhan. Ritual vodoo memang
harus menggunakan cars itu. Saat melakukan
penyembahan, barang-barang itu saya minum dan makan.

Untuk mendapatkan ilmu vodoo itu, saya harus membunuh
seorang wanita yang belum menstruasi. Dia saya beri
rempahrempah selama 3 hari 3 malam, lalu menidurinya.
Setelah itu saya memakan otak, hati dan jantungnya.
Tulang rusuknya saya ambil untuk dijadikan susuk
ditangan kanan saya.

Pak Gilbert menyuruh saya membuang susuk itu.
Sebenarnya ia menyuruh saya pergi kerumah sakit. Tapi
saya tolak karena caranya tidak boleh begitu. Saya
lalu ambil silet untuk menyilet tangan saya sendiri.

Lukanys sepanjang 10 cm Rasanya sakit sekali' Untuk
menjahit lukanys, saya pakai benang jahit sepatu.
Kebetulan ada tukang sol sepatu yang lewat. Melihat
itu Pak Gilbert hanya bisa menangis. Tapi saya
bilang,"Nggak apa-apa Pak. Saya sudah biasa sakit."

Peristiwa itu juga saya pendam. Tapi rencana Yesus
memang lain. Saya ketemu Pdt. J. Girsang yang juga
seorang pengacara. Kebetulan saya sedang
mengintimidasi sebuah pengadilan di Lampung. Saya
minta tolong untuk dicarikan pendeta yang bisa
menginterprestasikan sikap-sikap kontroversial saya
ini. Lalu ditunjuklah Pak Hans jefferson.

Oleh Pak Hans saya diiminta membuat kesaksian tentang
pengalaman spiritual saya itu, bahwa yang menyembuhkan
saya adalah 'TuhanYesus'  Jejak saya mengikut Yesus
ini diikuti oleh ibu saya, anak saya yang pertama,
kedua dan kelima, kakak saya nomor satu, adik saya
nomer enam dan tujuh. Kini saya bercita-cita ingin
menjadi pelayan Yesus yang baik." kata Ki Gendheng..

Ikut Yesus memang berat, ibarat kita diberikan salib
yang berat untuk kita panggul, tapi percayalah salib
yang berat itu akan terasa sangat ringan kalau kita
benar-benar beriman sungguh-sungguh terhadap Dia,
karena Dia akan berjalan bersama kita turut memanggul
salib kita. Ikut Kristus membuat segalanya terasa
indah pada akhirnya. Kita tidak akan tahu betapa
indahnya kasihnya kalau kita tidak mencoba untuk
mengenal dan mengasihi Dia.

Tidak ada komentar: