Sabtu, 23 Maret 2013

MULTIKARTU – SABAT ATAU MINGGU-2


SABAT ATAU MINGGU
04 - SABAT dan MINGGU

TULIS MULTIKARTU:
 >> JAWABAN SAYA BERWARNA MERAH
Download disini:
https://www.dropbox.com/s/3b8b30q1tghhps5/SABAT%20ATAU%20MINGGU-2.rar
Baca: Habis gelap terbitlah terang


 


Sejak Yesus melayani, Ia masih beribadah di hari Sabat (Luk.4:16,31), tetapi bukan sebagai pengikut ritual taurat yahudi tetapi karena itu adalah hari dimana Ia bisa bertemu umat yang berkumpul di rumah ibadat. Selanjutnya pandangannya mengenai hari Sabat mulai kelihatannya berubah kepada arti Sabat yang sebenarnya, Ia  menjelaskan bahwa Daud melanggar syariat Sabat lahiriah demi Sabat Rohani dan sosial yaitu pembebasan kehidupan riel kepada para pengikutnya (Luk.6:4-5). Bahkan Yesus sering menyembuhkan orang dihari Sabat yang oleh orang Farisi dianggap melanggar Sabat, suatu yang mereka anggap sebagai dipersalahkan dalam ibadat hukum Taurat (Luk 6:6-11;13:14). Dalam konteks ini Yesus berkata kepada mereka yang menentangnya:
YESUS meluruskan pemaknaannya, bukan merubah perhentian hari ketujuhnya. Sebab manusia memerlukan istirahat setelah melakukan aktifitasnya. Setiap hari manusia memerlukan beritirahat siang untuk makan siang dan malam untuk tidur.
Sebagai KHALIQ PENCIPTA ALLAH sudah merencanakan itu sejak selesainya penciptaan;
>> Kejadian   2:1               Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.
                        2:2  Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan
                                            yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari
                                            segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya  itu.
                        2:3  Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya,
                                            karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan
                                            penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Alasan Sabat di dalam 10 Hukum ALLAH;

>> Keluaran  20:8             Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat:
                       20:9 enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala
                                            pekerjaanmu,
                       20:10              tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka
                                            jangan  melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu
                                            laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu
                                            laki-laki, atau hambamu  perempuan, atau hewanmu atau
                                            orang asing yang di tempat  kediamanmu.
                       20:11              Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi,
                                            laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah
                                            sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan  
                                              menguduskannya.

Rasul Paulus mengingatkan:

>> Ibrani  4:4      Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas: "Dan
                              Allah berhenti  pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya."
                  4:9        Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat
                              Allah.
                 4:10       Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri
                             telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti
                             dari pekerjaan-Nya.


“Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” (Markus 2:27-28).

Hari istirahat diadakan untuk manusia. Kalau tidak ada manusia ALLAH tidak akan membuat hari istirahat. Sama seperti ALLAH menciptakan nasi adalah untuk makanan manusia. Kalau tidak menciptakan manusia untuk apa nasi?

Nasi diberikan kepada manusia untuk menjadi makanan kita. Demikianlah hari Sabat diberikan kepada kita supaya kita bisa beristirahat.

Bukan manusia untuk hari istirahat, atau bukan manusia untuk nasi.

YESUS adalah TUHAN atas hari Sabat. YESUS adalah Pemilik dan Pemimpin hari istirahat. Jadi, kita tidak sendirian beristirahat, melainkan ada Pemimpinnya. Jangan liar. Jangan berjalan sendiri seolah-olah domba yang tanpa gembala.

Saat ini kita mendapati ada 2 kelompok gereja; ada yang berhari Sabtu dan berhari Minggu. Dimanakah YESUS berada, mari kita lihat dari ayat ini:

>>  Yohanes   10:16      Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari
                                       kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan
                                       mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan
                                       menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

>> Lukas  4:16  Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut
                          kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu
                          berdiri hendak membaca dari Alkitab.

Kalau kebiasaan YESUS berhari Sabtu, mungkinkah YESUS keluar dari kebiasaanNYA itu?



Ada juga yang menyalah-tafsirkan ayat itu seakan-akan Yesus menunjukkan perintah untuk memelihara Sabat, padahal konteks ayat itu menjelaskan hal yang sebaliknya, yaitu membantah pengertian orang Farisi mengenai bagaimana memelihara Sabat! Inti Sabat sebenarnya adalah satu hari yang mendatangkan damai sejahtera dan kelegaan kepada manusia setelah seseorang mengalami beban pekerjaan selama 6 hari lamanya. Yesus mengatakan kepada mereka yang lelah dan menanggung beratnya kehidupan kerja disekelilingnya:
Hari istirahat tidak boleh dilakukan disembarangan hari, sama seperti karyawan istirahat makan siang tidak mungkin disembarangan jam, melainkan sudah ada ketentuannya. Nah, ketentuan hari istirahat kita adalah untuk mengingat 6 hari lamanya ALLAH menciptakan langit dan bumi. Karena itu kita melakukannya dihari yang ketujuh, yaitu: Sabtu.
>> Sabat artinya istirahat.
>> Sabtu artinya hari yang ketujuh.
Hari ke-1: Minggu - Ahad     - yom Rishon

Hari ke-2: Senin    - Itsnain    - yom Sheni

Hari ke-3: Selasa   - Tsalatsah - yom Sh'lishi

Hari ke-4: Rabu     - Arba’ah   - yom Revi'i

Hari ke-5: Kamis   - Khamsah  - yom Chamishi

Hari ke-6: Jum’at   - Sittah        - yom Shishi

Hari ke-7: Sabtu     - Sabtu        - yom Shabbat



Minggu :
Ibrani : RI'SYON atau 'EKHAD
Yunani kuno : HELIOU
Yunani Klasik : MIA
Yunani Modern : KURIAKE


Senin :
Ibrani : SYENI
Yunani kuno : SELENES
Yunani Klasik : DEUTERA
Yunani Modern : DEUTERA


Selasa :
Ibrani : SYELISYI
Yunani kuno : AREOS
Yunani Klasik : TRITE
Yunani Modern : TRITE


Rabu :
Ibrani : REVI'I
Yunani kuno : HERMU
Yunani Klasik : TETARTE
Yunani Modern : TETARTE


Kamis :
Ibrani : KHAMISYI
Yunani kuno : DIOS
Yunani Klasik : PEMPTE
Yunani Modern : PEMPTE


Jumat :
Ibrani : SYISYI
Yunani kuno : APHRODITES
Yunani Klasik : HEKTE
Yunani Modern : PARASKEUE


Sabtu :
Ibrani : SYEVI'I atau SYABAT
Yunani kuno : KHRONU
Yunani Klasik : HEBDOME
Yunani Modern : SABBATO



Hari pertama, יום אחד - YOM 'EKHAD atau hari AHAD (Minggu) disebut juga יום ראשון - YOM RI'SYON;
Hari kedua,
יום שני - YOM SYENI atau hari Senin;
Hari ketiga,
יום שלישי - YOM SYELISYI atau hari Selasa;
Hari keempat,
יום רבעי - YOM REVI'I atau hari Rabu;
Hari kelima,
יום חמישי - YOM KHAMISYI atau hari Kamis;
Hari keenam,
יום ששי - YOM SYISYÎ atau hari Jumat;
Hari ketujuh,
יום שביעי - YOM SYEVI'I atau יום שבת - YOM SYABÂTatau hari Sabtu.


“marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28).
Apakah kelegaan atau kebebasan itu artinya bebas untuk menginjak-injak Hukum ALLAH?
Burung merpati itu berbeda dengan burung perkutut. Kalau burung perkutut dikasih kebebasan, dia akan terbang liar dan tidak akan pulang ke kandangnya kembali. Itulah sebabnya burung perkutut tidak pernah diberi kebebasan, melainkan selalu dikurung sepanjang umurnya. Tapi burung merpati justru tidak ada orang yang mengurungnya terus, melainkan justru dilepaskan sebebas-bebas mereka terbang. Kenapa? Sebab burung merpati adalah burung yang tahu diri. Dia tahu waktunya pulang.
Kata ‘kelegaan’ adalah terjemahan kata yunani ‘katapausis’ yang sebenarnya merupakan terjemahan kata Ibrani ‘Sabat’ (Kel. 20:11) seperti yang bisa dijumpai dalam Septuaginta (terjemahan Yunani dari Tanakh Ibrani).
TUJUAN. Kita jangan lari dari tujuan diadakannya hari Sabat, yaitu peringatan penciptaan langit dan bumi. Itulah Sabat. Kalau bukan peringatan penciptaan bukan lagi Sabat namanya.
Sama seperti peringatan 17 Agustus adalah untuk hari kemerdekaan Indonesia. Mana bisa diubah menjadi tanggal yang lainnya?

Sikap Yesus terhadap hari Sabat secara konsekwen dinyatakan dengan kebangkitannya bukan pada hari Sabat hari ketujuh tetapi ‘pada hari pertama dalam minggu’ (Mat.28:1). Ini menarik karena kemenangannya atas maut dan ke’tuhan’annya tidak dinyatakan pada hari ‘Sabat Sabtu’ tetapi pada ‘hari Minggu’ karena Ia telah menjadi dan mendatangkan Sabat Yobel bagi manusia.

Justru YESUS konsisten mati di hari Sabat, bukan di hari Minggu. Di hari Minggu DIA bangkit. Tapi DIA beristirahat di hari Sabtu.
Kuburan-kuburan Kristen hingga hari ini masih memberi kesaksian bahwa orang yang mati itu REST IN PEACE – istirahat dengan damai.
YESUS bangkit hari Minggu. Tapi itu bukan hari kemenangan YESUS. Hari kemenangan YESUS adalah di hari kematianNYA. DIA turun ke dunia untuk mati. Sedangkan kebangkitan adalah hakNYA, bukan misiNYA.
>> Yohanes  12:27            Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan?
                                            Bapa, selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk
                                            itulah Aku datang ke dalam saat ini.

Inilah peperangan YESUS:

>> Matius  26:39               Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya: "Ya
                                           Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari
                                           pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan
                                           seperti yang Engkau kehendaki."

Inilah kasih ALLAH pada YESUS:

>> Yohanes  10:17            Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku
                                            untuk menerimanya kembali.

Inilah yang harus kita peringati:

>> Lukas  22:19  Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan
                             memberikannya kepada mereka, kata-Nya: "Inilah tubuh-Ku yang
                             diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku."

Yang harus kita beritakan:

>>  1Korintus 11:26          Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini,
                                            kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.

Kebangkitan adalah hak YESUS:

>> Mazmur  16:10            sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan
                                            tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.

>> Yohanes  10:17            Bapa mengasihi Aku, oleh karena Aku memberikan nyawa-Ku
                                            untuk menerimanya kembali.

>> Kisah  2:24     Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara
                                 maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Yang membangkitkan YESUS adalah ALLAH;

>> Kisah  13:30  Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.



Kita mengetahui bahwa dalam tradisi Israel, setelah 7 kali 7 tahun (= 49 tahun), maka tahun ke-50 akan menjadi tahun Jobel dimana terjadi pembebasan total bagi mereka yang menjadi budak atau mengalami pendudukan. Dalam hitungan hari, setelah 7 kali 7 hari (= 49 hari), hari pentakosta (= hari ke-50) biasanya dirayakan juga (Im.23:15-21; Ul.16:9-11). Hari ke-50 adalah hari Minggu, satu hari setelah sabtu sabat ke-7.
Pentakosta artinya adalah hari ke-50. Dan itu pasti jatuh di hari Minggu, sebab hari rayanya selama 7 minggu dimulai dari hari Minggu, sehingga setiap akhir seminggu jatuh di hari Sabtu dan itu berlangsung selama 7 minggu. Tapi hari ke-50 adalah hari pestanya, bukan hari yang dikhususkan. Jadi, hari istimewanya adalah yang selama 49 hari itu.  Itulah hari Paskah 7 minggu, sedangkan hari ke-50-nya merupakan pesta pentakostanya.
Kalau dalam Islam itulah hari Lebarannya, setelah 30 hari  mereka melakukan puasa. Kalau bagi seorang ibu, itu adalah hari kelahiran anaknya setelah 9 bulan dikandungnya.
Hari Paskah YESUS dimulai ketika Maria Magdalena meminyakiNYA dengan minyak narwastu;
>> Yohanes  12:1              Enam hari sebelum Paskah Yesus datang ke
                                            Betania, tempat tinggal Lazarus yang dibangkitkan
                                           Yesus dari antara orang mati.
                       12:2 Di situ diadakan perjamuan untuk Dia dan Marta melayani,
                                            sedang salah seorang yang turut makan dengan Yesus adalah
                                            Lazarus.
                       12:3 Maka Maria mengambil setengah kati minyak narwastu murni
                                            yang mahal harganya, lalu meminyaki kaki Yesus dan
                                            menyekanya dengan rambutnya; dan bau minyak semerbak di
                                            seluruh rumah itu.
                       12:7 Maka kata Yesus: "Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat
                                            hari penguburan-Ku.

Itu adalah hari Minggu. Enam hari kemudian adalah hari Jum’at, YESUS disalibkan.  Hari ketujuhnya, Sabtu, YESUS dikuburkan. Ini paskah seminggu pertama. Hari  Minggu YESUS bangkit dan menampakkan diri ke banyak orang sampai di hari yang ke-40.

>> 1Korintus  15:4            bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan,
                                            pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci;
                         15:5               bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian
                                            kepada kedua belas murid-Nya.
                         15:6               Sesudah itu Ia menampakkan diri kepada lebih dari lima ratus
                                            saudara sekaligus; kebanyakan dari mereka masih hidup
                                            sampai sekarang, tetapi beberapa di antaranya telah
                                            meninggal.
                         15:7               Selanjutnya Ia menampakkan diri kepada Yakobus, kemudian
                                            kepada semua rasul.

>> Kisah  1:3       Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya
                             selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup.
                             Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri
                             dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.

>> Lukas  24:51  Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan
                              terangkat ke sorga.

Itulah hari ke-40 dari sejak diminyaki Maria Magdalena. YESUS terangkat ke sorga dari bukit Zaitun disaksikan oleh semua muridNYA. Setelah itu para murid kembali ke Yerusalem yang jaraknya memakan waktu 7 hari.

>> Kisah  1:12     Maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut
                             Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem.

Para murid diperintahkan YESUS berkumpul di Yerusalem untuk menantikan janji ALLAH untuk menurunkan ROH KUDUS.

>> Kisah  1:4       Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia
                             melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka
                             tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang* -- demikian kata-Nya –
                             /"telah kamu dengar dari pada-Ku.

Selengkapnya baca ini:

http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=kisah+1&s=on
Di hari yang ke-49 mereka mengadakan pilihan rasul sebagai pengganti Yudas Iskariot;

>> Kisah  1:15     Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara
                              yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang
                              banyaknya, lalu berkata:
                 1:16       "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan
                              Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-
                               orang yang menangkap Yesus itu.
                1:17        Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam
                              pelayanan ini."
                1:18        --Yudas ini telah membeli sebidang tanah dengan upah kejahatannya,
                             lalu ia jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi
                             perutnya tertumpah ke luar.
                1:19        Hal itu diketahui oleh semua penduduk Yerusalem, sehingga tanah itu
                             mereka sebut dalam bahasa mereka sendiri "Hakal-Dama", artinya
                             Tanah Darah--.
                 1:20       "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya
                             menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan:
                              Biarlah jabatannya diambil orang lain.
                  1:21      Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang
                             senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus
                             bersama-sama dengan kami,
                  1:22      yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga
                             meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang
                             kebangkitan-Nya."

Esok harinyalah baru terjadi pencurahan ROH KUDUS yang disebut sebagai hari Pentakosta.

>> Kisah  2:1       Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu
                              tempat.
                 2:2         Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras
                              yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
                 2:3         dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang
                              bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
                 2:4         Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-
                              kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu
                              kepada mereka untuk mengatakannya.

Selengkapnya, baca:

http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=kisah+2&s=on

[Lanjut besok]

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

http://www.yabina.org/images/sbk-sabatminggu.jpg

“Dalam Perjanjian Lama diajarkan ritual Sabat, yaitu perhentian pada hari ketujuh (Sabtu) dari semua pekerjaan. Namun, adat-istiadat Yahudi lama kelamaan tidak lagi mengerti hakekat Sabat yang memberi kelegaan/pembebasan/istirahat tetapi kemudian menjadikan Sabat sebagai syariat yang memberatkan umat. Yesus datang menjadi Tuhan atas Sabat dan untuk menggenapkan hari kelegaan/perhentian yang sebenarnya.”

>> Matius  12:8          Karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat."
      YESUS adalah TUHAN atas hari ketujuh. Karena itu menghormati hari
       ketujuh sama dengan menghormati YESUS.

Pengaruh 
tradisi Yudaisme atas kekristenan pada aliran-aliran kultus abad-XIX adalah pemeliharaan hari Sabat (sabtu) dan pemulihan ritual Taurat (a.l. merayakan hari-hari raya Yahudi dan soal makanan halal-haram). 

Kitab Taurat terdiri dari 5 kitab:

1.       Kitab Kejadian:  Cerita asal-usul Israel.
2.       Kitab Keluaran: Cerita perjalanan Israel keluar dari Mesir.
3.       Kitab Imamat:  Peraturan-peraturan agama Yahudi.
4.       Kitab Bilangan:  Jumlah suku-suku Israel.
5.       Kitab Ulangan:  Nasehat-nasehat Musa.

Ke-5 kitab ini ditulis oleh nabi Musa. Namun ada 10 Hukum ALLAH yang ditulis oleh jari ALLAH sendiri. Karena itu bangsa Israel membaginya sebagai hukum Musa dengan Hukum ALLAH. Hukum Musa menunjuk pada kitab Imamat, sedangkan hukum ALLAH dituliskan di kitab Keluaran – Keluaran 20:1-17:


Semua kitab Musa selesai oleh kedatangan YESUS, sebagaimana petunjuk Musa sendiri:

>> Ulangan  18:15           Seorang nabi dari tengah-tengahmu, dari antara saudara-
                                           saudaramu, sama seperti aku, akan dibangkitkan bagimu
                                           oleh TUHAN, Allahmu; dialah yang harus kamu dengarkan.

Jadi, kitab Imamat selesai oleh kedatangan YESUS. Tapi hari Sabat masih ada dalam 10 Hukum ALLAH.

                                            
Sejak PL, Sabat sebagai hukum keempat (Kel. 20:11) terus dijalankan secara ketat oleh orang Yahudi, bukan sekedar sebagai peringatan tentang hari tertentu dimana seseorang mengalami istirahat/perhentian setelah seminggu bekerja, namun dalam ibadat kemudian hal ini membeku menjadi ritual syariat yang mengkramatkan hari sabtu yang membatasi dan membebani kehidupan manusia. Demi Sabat orang tidak boleh berjalan jauh sekalipun itu untuk tugas mulia, dan demi Sabat seseorang tidak mungkin menolong ternaknya yang terperosok di jurang kalau jaraknya melebihi syariat Taurat yang sudah digariskan. Pokoknya Sabat berbeda dari artinya semula sebagai hari yang membebaskan, sekarang berubah menjadi hari yang membelenggu umat.
Kesalahan itu sudah TUHAN YESUS luruskan tanpa mengubah peristirahatan Sabat:
>> Matius  12:12              Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada
                                            domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat."

YESUS masih menekankan kekudusan hari Sabat:

>> Matius  24:20              Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan
                                            jatuh pada musim dingin dan jangan pada hari Sabat.

Ini adalah nubuatan YESUS tentang pengepungan kota Yerusalem oleh jendral Titus tahun 70 TM, berarti sekitar 39 tahunan kemudian.


Disitu YESUS menyuruh kita berdoa supaya saat itu jangan terjadi di musim dingin atau di hari Sabat. Kenapa? Sebab kalau musim dingin mereka akan menderita kedinginan dan hari Sabat adalah hari perhentian.
[besok lagi]
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Demikian juga pada hari kebangkitan-Nya itu, Yesus mendatangi para murid yang berkumpul dan menghadirkan “damai sejahtera dan sukacita” (Yoh.20:19-23). Seminggu kemudian pada hari minggu berikutnya ketika para murid kembali berkumpul, para murid mengatakan kepadaThomas bahwa: “kami melihat Tuhan” dan ketika Thomas sendiri melihatnya keluarlah pengakuan “Ya Tuhanku dan Allahku” (Yoh.20:24-29), pengakuan jemaat awal yang menegaskan bahwa ‘Yesus adalah Tuhan’ yang identik dengan pengakuan kepada Yahweh sendiri (Mzm.35:23-24). Dari sinilah timbul istilah ‘Hari Tuhan’ (kuriake Hemera) untuk menyebut hari pertama dalam minggu dimana Yesus menyatakan diri sepenuhnya sebagai ‘Tuhan’. Rasul Yohanes melihat penglihatan pada ‘hari Tuhan’ (Why.1:10) dan ‘hari Tuhan’ juga akan menunjukkan hari kedatangan-Nya yang keduakali kelak untuk menghakimi manusia (Kis.2:20; 2 Ptr.3:10). Istilah ‘hari Tuhan’ dalam PB tidak ditujukan kepada Yahweh melainkankepada Tuhan Yesus.
Setelah ‘bangkit pada hari minggu’ Yesus menyatakan diri pada para murid pada ‘hari minggu’ berikutnya dimana mereka berkumpul mengenang kebangkitan Yesus untuk makan roti dan doa (band. Kis.20:7). Demikian juga pada hari minggu mengenang kebangkitan-Nya Ia mengaruniakan ‘Roh Kudus’ kepada murid-murid-Nya (Yoh.20:22), dan Roh Kudus dicurahkan kepada umat manusia pada ‘hari Minggu’ yaitu pada hari ‘Pentakosta’ (hari ke-50 setelah Sabat Paskah). Hari Pentakosta dianggap sebagai kelahiran gereja Kristen. Gereja Kristen lahir pada hari Minggu, hari mengenang kebangkitan Yesus yang menandakan kemenangannya atas dosa dan maut.
Semua ini menunjukkan bahwa Tuhan Yesus Kristus memang menghendaki kita menjadikan ‘hari Minggu’ sebagai ‘hari Tuhan’ dimana kita mengenang Sabat, bukan dalam pengertian Sabat Yahudi yang berupa ritual yang memberatkan umat, namun dalam pengertian ‘Tahun Rahmat Tuhan’, Sabat Akbar (Yobel) yang dikenang sebagai membebaskan umat manusia dari segala penderitaan mereka.
Perlu disadari bahwa hari Minggu bukanlah hari Sabat dalam pengertian ritual tradisi Yahudi, dan sekalipun para murid kemudian masih menghadiri perayaan hari Sabat di Bait Allah / Sinagoga, mereka melihat Sabat sebagai menunjuk Yesus yang menjadi Sabat bagi manusia.Kemudian, para murid berangsur-angsur meninggalkan pertemuan Sabat di rumah ibadat Yahudi dan berkumpul memecahkan roti di hari minggu di rumah-rumah mereka (Kis.2:42;20:7; 1Kor.16:2). Persekutuan demikianlah yang kemudian menjadi hari persekutuan rutin bagi para murid Yesus sebagai hari kenangan mingguan hari kebangkitan Yesus, kebiasaan mana dilakukan sedini hari kebangkitan Yesus (Yoh.20:1,19) dan Pentakosta (Kis.2).
Semula para murid Yesus yang berasal dari bangsa Yahudi masih melakukan pertemuan di hari Sabat sebagai bagian tradisi sosial-budaya Yahudi dan tidak memisahkan diri dari persekutuan dengan bangsa Yahudi, namun karena Sabat adalah khas terkait dengan perjanjian kepada Musa yang berkaitan dengan bangsa Israel yang keluar dari Mesir dan tidak ada dalam perjanjian kepada Nuh untuk umat manusia, maka karena Sabat ditujukan kepada umat Israel sebagai bagian ritual Taurat, umat Kristen yang berasal dari orang asing umumnya tidak ikut beribadat di hariSabat, apalagi di rumah ibadat Yahudi (sinagoge).
Karena perkembangan kekristenan yang cukup pesat dan dianggap menjadi duri dalam agama Yahudi, kemudian ada peraturan yang dikeluarkan pimpinan agama Yahudi tentang Birkat Ha-Minim (doa melawan penyesat), yang melarang semua pengikut Kristus berada di Bait Allah / Sinagoge pada hari Sabatperaturan ini menyebabkan umat Kristen yang orang Yahudi kemudian berkumpul di rumah-rumah di hari minggukarena mereka sekarang dilarang menghadiri pertemuan Sabat di hari sabtu di Sinagoge.
Perlu diingat kembali, benar bahwa dalam hidupnya Yesus sering menghadiri pertemuan di hari Sabat namun itu bukan untuk merayakan hari Sabat sesuai tradisi Yahudi (sehingga Ia disalahkan oleh orang Farisi sebagai melanggar Sabat) melainkan karena disitulah Ia bisa bertemu umat yahudi yang berkumpul dimana Ia bisa bersaksi tentang firman Tuhan terutama untuk menyatakan bahwa Ia adalah Tuhan sendiri penggenap Sabat Yobel (Luk.4:18-19), karena kalau Ia masuk ke sinagoga dihari lain tentu tidak ada yang berkumpul, tetapi setelah kebangkitan-Nya dari antara orang mati ketika para pengikut-Nya makin banyak, Ia tidak berkumpul di hari Sabat menemui umat agama Yahudi melainkan menjumpai murid-murid-Nya pada hari minggu dan menyatakan diri-Nya sebagai Tuhan yang Bangkit kepada mereka:
“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!" Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. …  Tomas menjawab Dia: "Ya Tuhanku dan Allahku!".” (Yohanes 20:19-20,28)
Kematian dan kebangkitan Yesus telah menggenapi pembebasan umat manusia dari dosa sehingga umat kristen tidak lagi perlu menambahinya dengan usaha baik manusia termasuk menjalankan ritual Sabat. Demikian juga ketika Rasul Paulus melayani di luar Israel, ia menemui orang-orang Yahudi di sinagoge pada hari Sabat tetapi bukan untuk merayakan Sabat tetapi untuk berkomunikasi sambil menyatakan kuasa Allah (Kis.16:13-18), dan ia menemui umat kristen di hari minggu dan mengingatkan jemaat di Galatia agar tidak lagi menekankan upacara hari-hari raya Yahudi melainkan mengenal Allah yang benar yang telah membebaskan umat-Nya dari perhambaan Taurat Yahudi (Gal.4:1-11, terutama ayat.10-11).
“Kamu tahu, bahwa tidak seorang pun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kami pun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorang pun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat.” (Galatia 2:16).
Dalam suratnya kepada jemaat di Kolose, Rasul Paulus juga menulis:
“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus.” (Kolose 2:16-17)
Bapa-Bapa gereja sesudah rasul Yohanes meninggal (akhir abad pertama) juga menguatkan bahwa perkumpulan di hari minggu sudah dipraktekkan secara luas di kalangan Kristen. Kita sudah melihat bahwa umat Kristen menyebut hari minggu sebagai ‘hari Tuhan’ (kuriake hemera, Why.1:10), sebagai hari ‘Tuhan Yesus’, yang bangkit pada hari pertama dalam minggu.
Ada yang menafsirkan bahwa ‘hari Tuhan’ itu bukan menunjuk pada hari minggu tetapi menunjuk pada ‘hari penghakiman Tuhan terakhir,’ namun konteks Wahyu 1:10 menunjukkan bahwa hari dimana Yohanes menerima wahyu itu disebut ‘kuriake hemera,’ padahal biasanya dalam LXX, untuk menunjuk kepada ‘hari Tuhan’ yang maksudnya sebagai hari penghakiman terakhir, LXX menggunakan istilah berbeda, yaitu ‘he hemera tou kyriou.’ Hari Tuhan, selagi mencakup nafas perhentian Sabat yang lama sekaligus mengungkapkan pembaharuan dalam Roh Kudus, dan bukannya dalam huruf-huruf yang lama (Rm.7:6). Hari Minggu dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Portugis Dominggo yang berarti ‘Tuhan,’ yang kemudian dijadikan kosa kata Indonesia menjadi hari ‘Minggu.’
Dalam Didache 14 (kitab pengajaran Ke-12 Rasul dari abad awal) dengan eksplisit disebutkan bahwa ‘kuriake hemera’ adalah hari minggu.Ignatius (115 M, Epistle to the Magnesian) mengatakan:
“Jangan kita memelihara lagi hari Sabat, melainkan merayakan Hari Yesus Kristus, pada hari mana hidup kita bangkit dari kematian oleh Dia.”
Justinus Martir (165 M) mengatakan bahwa:
“pada hari pertama itu dengan mengubah gelap menjadi terang Tuhan menjadikan dunia, dan karena Yesus Kristus, Juru-selamat kita, pada hari itupun, yaitu hari pertama dalam pekan, bangkit dari mati dan menampakkan diri kepada murid-murid-Nya.”
Melito, uskup Sardis (190 M) menulis thesisnya berjudul ‘Hari Tuhan’ yang maksudnya ‘hari Minggu.’ Sedangkan bapa gereja lainnya, yaituTertulianus (200 M) mengatakan bahwa:
“hari Tuhan, yaitu hari kebangkitannya, kita bukan hanya meninggalkan kebiasaan berlutut, tetapi juga menanggalkan segala kesusahan dan segala yang menindas kita serta bangkit bekerja.”
Demikian juga Clemens dari Alexandria (220 M) mengatakan bahwa:
“hari pertama dari tiap-tiap pekan telah menjadi hari perhentian, karena kebangkitan (Tuhan Yesus) dari kematian.” 
Dari data-data di atas kita dapat melihat bahwa kebiasaan berkumpul pada hari Minggu oleh umat Kristen di rumah-rumah menggantikan berkumpul di hari Sabat Sabtu Yahudi di rumah ibadat, disamping jemaat di Israel sejak hari kebangkitan Tuhan Yesus dan Kisah Para Rasul, ternyata sudah menjadi praktek jemaat kristen sejak abad pertama baik di Afrika Utara, Eropah maupun Asia Kecil, jauh sebelum kekaisaran Konstantin pada abad-IV meresmikan hari minggu dengan mengeluarkan edik sebagai hari istirahat negaraMendukung kenyataan yang telah berjalan tiga abad lamanya itu, pada tahun 321 M, kaisar Konstantin mengeluarkan edik yang menentukan hari minggu sebagai hari istirahat negara danmeliburkan/menutup gedung-gedung pemerintahan pada hari itu, sehingga para pegawai dapat pemerintah dapat mengalami kelegaan setelah enam hari bekerja keras. Edik ini bukan merupakan produk ketentuan yang baru lahir, melainkan meresmikan kebiasaan di kalangan umat kristen yang sudah berjalan tiga abad lamanya.
Pengertiannya yang dikandung dalam edik di sini adalah bahwa masyarakat harus berhenti/libur dari pekerjaan sehari-hari dan menghadiri pertemuan ibadat di hari minggu. Hari minggu tidak pernah dianggap sebagai hari Sabat (seperti dimengerti dalam agama Yahudi). Baik Roma Katolik maupun Orthodox tidak menganggap ibadat hari Minggu sebagai penerusan Sabat Yahudi. Para reformator seperti Martin Luther dan Yohanes Calvin juga menekankan hari Minggu sebagai hari istirahat dan hari berbakti bagi umat Kristen, dan mereka juga menolak mengkaitkan hari Minggu dengan hari Sabat Yahudi.
Hari Minggu memang menggantikan Sabat sebagai hari istirahat dan berkumpulnya jemaat, tetapi bedanya Sabat sabtu berfungsi sebagai perbuatan baik dalam ritual Taurat yang kalau dilanggar adalah dosa, sedangkan hari Minggu adalah hari berkumpul bagi umat Kristen yang dengan sukacita mengenang dan merayakan hari kebangkitan Yesus yang telah menang atas dosa dan maut dan telah memerdekakan mereka dari perhambaan kerja, karena Ia adalah Tuhan yang telah bangkit! ***


Tidak ada komentar: