Selasa, 30 April 2013

Napolitano Kembali Terpilih Sebagai Presiden - Tengahi Kebuntuan Politik Italia


ROMA – Setelah mengalami kebuntuan politik selama dua bulan pascapemilihan umum (pemilu), Giorgio Napolitano, 87, akhirnya kembali terpilih sebagai presiden Italia.

Terpilihnya Napolitano diharapkan bisa membenahi karut-marut politik Negeri Pizza. Situasi politik di Italia memang semakin memanas seiring perebutan kekuasaan antara partai kiri dan kanan. Ditambah lagi aksi protes yang terus terjadi di depan gedung parlemen yang menyerukan kudeta terhadap pemerintahan.

Meski Napolitano menyapu suara mayoritas di parlemen, suara aksi demonstran terus terdengar keras dari luar gedung. ”Memalukan!” teriak mereka. Masuk dalam barisan para pendemo yakni kelompok antikemapanan, Gerakan Lima Bintang yang diusung salah satu calon presiden (capres) sekaligus mantan komedian, Beppe Grillo.

Dikutip Reuters, Grillo yang memenangkan seperempat suara dukungan dan cukup mengguncang dunia politik di sana menyerukan mobilisasi serentak melawan kondisi yang digambarkannya sebagai transaksi antarpolitisi tradisional yang haus akan kekuasaan. “Kita harus bersama-sama. Apakah kita akan memiliki demokrasi atau kita akan mati sebagai negara,” tegas Grillo.

Pemilu ini memang untuk menghentikan kondisi politik Italia yang semakin tidak jelas. Napolitano mengalahkan dua kandidat presiden yang ada yakni Presiden Komisi Eropa Romado Prodi dan mantan pemimpin uni perdagangan Franco Marini. Keduanya diketahui telah menarik diri dari ajang pemilu tersebut. Prodi kalah setelah 101 anggota parlemen dari partai tengah-kiri menentang kepemimpinan dirinya dan tidak memberikan suara dukungan sama sekali.

Dilansir AFP, tawaran ini sebetulnya sempat ditolak Napolitano pekan lalu. Dia menegaskan dirinya telah melakukan semampunya untuk mengakhiri kebuntuan politik Italia dan segera pensiun setelah menjalani perannya sebagai presiden selama tujuh tahun. Namun, Sabtu (20/4), dia mengubah pikirannya setelah menerima permohonan dari Perdana Menteri (PM) Mario Monti yang baru saja mengundurkan diri pada Desember tahun lalu, pemimpin kanan Silvio Berlusconi dan partai kiri Pier Luigi Bersani.

Mantan pemimpin Partai Komunis ini setuju untuk menjabat selama dua kali pemerintahan. Ini yang pertama kalinya dalam sejarah Italia ada presiden yang menjabat dua kali. Dengan alasan pengalaman, Napolitano dipertimbangkan menjadi presiden kembali di tengah kondisi politik yang semakin tak jelas.

Selain itu, Napolitano juga disegani sejumlah partai yang bertikai sejak pemilu Februari lalu. ”Saya harus mengambil tanggung jawab ini untuk bangsa saya,” ucap Napolitano melalui pernyataan menjelang pemilu dadakan ini. Dia juga meminta semua partai menunjukkan rasa tanggung jawab bersama untuk Italia. Kendati menjabat sebagai presiden, Napolitano tidak diperkirakan akan menjabat selama masa jabatan penuh.

Dia hanya akan tinggal di kantor kepresidenan untuk mengakhiri kebuntuan dan kemudian mengundurkan diri pada akhir karier politiknya yang dimulai pada Perang Dunia Kedua ketika dirinya tercatat sebagai aktivis antifasis.

Terpilihnya kembali Napolitano memang diharapkan bisa memunculkan harapan baru untuk mengakhiri kebuntuan selama dua bulan dalam membentuk pemerintah baru. Namun, para pakar politik menyebutkan, ini menunjukkan kegagalan untuk menuju perubahan. ”Dalam konteks kegagalan politik, mereka melihat dia sebagai satu-satunya sumber daya yang dapat mengatasi krisis sistemik ini,” kata Marzio Breda, pakar politik dari koran Corriere della Sera.

Sementara itu, Presiden AS Barack Obama memberikan ucapan selamat dan memuji Napolitano yang dinilai memiliki kepemimpinan yang luar biasa. “Saya mengucapkan selamat atas terpilihnya kembali Presiden Giorgio Napolitano sebagai Presiden Italia. Selama tujuh tahun, Presiden Napolitano telah menunjukkan kepemimpinan yang luar biasa bagi Italia,” ucap Obama. susi Susanti 
Rabu 01 Mei 2013
Posting Komentar