Rabu, 22 Mei 2013

Lanjutan: Muhammad Ali Makrus dibunuh




Download:

KESIMPULAN SAYA:
Kelihatannya masalah ini gelap kelanjutannya, sehingga saya harus memberikan pembenaran pada versi Ki Gondrong sebagai informasi terakhir yang saya dapatkan. Tapi yang jelas dia mantan Muslim dan juga mantan Kristen. Sebab dia paham kedua-duanya. Jikapun dia masuk Kristen karena faktor ekonomi ataupun kembali ke Islam karena tekanan, bagi pemikiran saya bukanlah masalah. Sebab pintu masuk ke TUHAN itu ada berbagai macam cara dan akan melewati proses pemurnian yang panjang untuk menjadi sempurna.

Satu hal tentang Mohammad Ali Makrus adalah jiwanya sudah jiwa Kristen. Sebab dia sudah bisa membentangkan perbedaan yang mencolok antara YESUS dengan Muhammad; antara nabi yang bersyafaat dengan nabi yang bersholawat. Antara anak Raja dengan anak hamba, antara gelar YESUS dengan gelar Muhammad, dan antara agama yang benar dengan agama yang dipaksa benar.

>> Yohanes  17:9              Aku berdoa untuk mereka. Bukan untuk dunia Aku berdoa, tetapi untuk
                                            mereka, yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab mereka adalah milik-
                                            Mu

       YESUS adalah nabi yang bersyafaat untuk umatNYA. – mendoakan umatNYA.

>> QS. 33:56                                  Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk
                                                         Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk
                                                         Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya

       Muhammad adalah nabi yang bikin repot allah, malaikat dan umatnya. Semua orang diminta
       melayaninya, baik anak perempuan hingga janda-jandapun. Dan Ali Makrus-pun bisa berpikir
       bagaimana hendak mendoakan sang nabi kalau dirinya sendiri saja masih bingung dengan dosa-
       dosanya?

Ali Makrus juga paham dengan Galatia 4:22-31:

>> 4:22 Bukankah ada tertulis, bahwa Abraham mempunyai dua anak, seorang dari perempuan yang
               menjadi hambanya dan seorang dari perempuan yang merdeka?

               Ismael dengan Ishak.

     4:23   Tetapi anak dari perempuan yang menjadi hambanya itu diperanakkan menurut daging dan
               anak dari perempuan yang merdeka itu oleh karena janji.

               Ismael lahir secara biologis dari Hagar, sedangkan Ishak lahir dari ALLAH melalui Sara.

     4:24   Ini adalah suatu kiasan. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu
               berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar--
     4:25   Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab--dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang,
               karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya.

               Perempuan artinya adalah umat. Yang dari Sara menjadi agama Kristen, sedangkan yang
               dari Hagar menjadi agama Islam.

     4:26   Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita.
     4:27   Karena ada tertulis: "Bersukacitalah, hai si mandul yang tidak pernah melahirkan!
               Bergembira dan bersorak-sorailah, hai engkau yang tidak pernah menderita sakit bersalin!
               Sebab yang ditinggalkan suaminya akan mempunyai lebih banyak anak dari pada yang
               bersuami."

               Sara yang melahirkan Ishak bukan dari Abraham digambarkan sebagai seolah-olah tidak
               bersuami, sedangkan Hagar digambarkan sebagai bersuami.

     4:28   Dan kamu, saudara-saudara, kamu sama seperti Ishak adalah anak-anak janji.
     4:29   Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang
               diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini.

               Tentang Hagar yang menyombongkan diri terhadap Sara.

     4:30   Tetapi apa kata nas Kitab Suci? "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak
               hamba perempuan itu tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anak perempuan
               merdeka itu."
     4:31   Karena itu, saudara-saudara, kita bukanlah anak-anak hamba perempuan, melainkan anak-
               anak perempuan merdeka.

     >> Muhammad = hamba ALLAH, YESUS = ANAK ALLAH.

     >> Umat Islam marah kalau disebut anak-anak ALLAH, sebab mereka paham bahwa dirinya
           hanyalah hamba ALLAH. Tapi umat Kristen senantiasa mengaku sebagai anak-anak ALLAH.

     Ayat diatas dituliskan oleh rasul Paulus tahun 50 – 60-an, atau 500 tahun sebelum agama Islam
     lahir. Betapa tepatnya, bukan?! Inilah yang membuat kaum Muslim membenci rasul Paulus mati-
     matian, sebab kalimatnya begitu vulgar menonjok Keislaman.

Nah, dengan pengetahuan yang seperti ini Mohammad Ali Makrus sesungguhnya tidak mungkin lari kemana-mana. Bahkan jika dia jatuhpun takkan sampai tergeletak. Daud dan Salomo juga pernah mengalami kejatuhan, tapi takkan sampai tergeletak.

>> Mazmur  37:24            apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang
                                             tangannya.

Orang Lamongan bisa membuka warung nasi uduk Lamongan di kota mana saja, tanpa perlu membawa kota Lamongan, tanpa perlu membawa gerobak dari Lamongan, juga tanpa perlu membawa bumbu apapun dari Lamongan. Dia datang ke Jakarta hanya membawa duit saja. Sedangkan ilmu warungnya ada di benaknya. Dia memesan gerobak di Jakarta demikian juga dengan bumbu-bumbunya dia beli di Jakarta. Namun demikian di spanduknya tertulis: “Nasi Uduk Lamongan.” Maka orang bodohpun dibuat bingung, bukan?!

Soekarno boleh mati. Namun ajaran Marhaenisnya tak pernah mati. Pikiran Soekarno telah ter-copypaste-kan ke banyak orang. Sama seperti Muhammad. Muhammad sudah mati. Tapi ajarannya tak pernah mati. Sebab otak dengan tubuh itu sesuatu yang berbeda. Tubuh bisa hilang, tapi pikiran bisa abadi. Pemikiran yang demikian ini tak semua orang bisa menjangkaunya, sehingga banyak orang yang terkecoh dengan ekor cecak. Kaum Muslim lega Mohammad Ali Makrus telah kembali memakai peci dan sarung dan telah bersholat 5 waktu lagi. Tapi TUHAN YESUS masih bisa tertawa ngakak, sebab TUHAN YESUS melihat hati bukan melihat sarung.

TUHAN YESUS hanya berpikir sederhana: “Orang lapar pasti larinya ke warung. Tidak mungkin akan ke bengkel, kecuali orang teler.” Orang butuh selamat ya pasti ke YESUS, kecuali untuk menegakkan kelembagaan.

Ketika saya masih TSPM – Tenaga Sukarela Pengembangan Masyarakat di Ponorogo – Jawa Timur, suatu malam didatangi seorang laki-laki seumuran saya yang masuk ke gereja dengan memakai sarung. Saya pikir orang yang hendak memprotes penginjilan saya, maka saya waspada menghadapinya. Mengetahui kecurigaan saya, orang itu buru-buru mengaku kalau dirinya sesungguhnya Advent. Ini yang membuat saya tertarik.

Dia bercerita barusan kematian kakaknya di Kalimantan, dikuburkan secara Advent. Tiba-tiba dia menjadi ingat dengan semua ajaran Advent, karena memang dari keluarga Advent. Dia masuk Islam karena menikahi anaknya seorang haji. Ingatan itu membuatnya ketakutan. Selama beberapa hari dia tidak bisa tidur – gelisah, jika sewaktu-waktu dirinya mati, apakah selamat? Dia ingin mempelajari dan kembali ke Advent, tapi kini terikat dengan berbagai jabatan di mesjid. Kebetulan waktu itu[10 tahun yang lalu] tulisan saya: Pesan Al Qur’an, Ayat-ayat Inti Al Qur’an, Siratal Mustaqim dan Daniel-Wahyu sudah selesai, sehingga photocopynya bisa saya berikan ke dia untuk dipelajarinya.

Semenjak itu secara sembunyi-sembunyi dia datang beribadah Sabat dan setiap Rabu saya berikan pelajaran khusus. Anaknya 2; perempuan dan laki-laki. Yang perempuan diberi nama: Krestin – nama Kristen. Beberapa kali dipertemukan dengan saya, tapi kelihatannya masih berat diajak Kristen. Yang adiknya yang mau masuk Kristen.

Jadi, kalau seseorang sudah mempunyai konsep yang jelas, maka sesungguhnya dia takkan lari kemana-mana, sekalipun tubuhnya bisa berada dimana-mana. Inilah alam rohani namanya. Sesuatu yang tak pernah bisa dimengerti oleh kaum Muslim yang badaniah. Karena itu kaum Muslim seringkali kebobolan – kecolongan. Raja Arab bisa jatuh di tangan bangsa Yahudi. Aneh tapi ini nyata.

>> 1Korintus  2:14            Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah,
                                            karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat
                                            memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA:


Suatu penceritaan yang sangat masuk akal dan bisa saya percayai. Saya belum menyatakan kebenarannya karena saya baru mempelajarinya kemarin malam. Insyaallah jika saya sudah mendapatkan kebenarannya, jika cerita anda yang benar, saya akan berikan pernyataan yang jelas bahwa anda benar. Saya tidak akan menutup-nutupi kebrengsekan dari Kristen jika dia memang brengsek. Sebab saya tahu dan paham bahwa orang-orang Kristen bukan orang yang lebih baik dari orang-orang Islam. Jadi, sementara ini pernyataan saya adalah mempercayai cerita anda tersebut.
Setidaknya saya telah ikut andil dalam ketidakbenaran ini. Saya minta maaf dan siap menanggung konsekwensinya.
Bravo Ki Gondrong!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Jawaban Ki Gondrong:

 

http://rosnaedi.blogspot.com/2012/07/riwayat-pendeta-markus-margianto-ali.html

 

RIWAYAT PENDETA MARKUS MARGIANTO (ALI MAHRUS) MENJADI MUALLAF

    Pendeta Markus Margianto kini menjadi pembicaraan kalangan Kristen dan Islam tidak hanya di Indonesia, juga di Perancis. Gara-gara dia mengaku sebagai habib (keturunan Nabi Muhammad saw.) dengan nama Habib Muhammad Ali Mahrus at-Tamimi, mantan pendiri Lasykar Jihad bersama Ust. Jakfar Umar Thalib, dan mantan ketua FPI (Front Pembela Islam) Jawa Timur.
Akibat dari pengakuan seperti itu, sang pendeta mengalami gejolak jiwa sehingga dia bertemu dengan Masyhud, pembina Forum Anti Gerakan Pemurtadan  (FAKTA) Jakarta dan Jawa Timur, untuk membongkar kebohongan yang pernah dilakukannya dan pendeta-pendeta lainnya.
Bapak pendeta Markus Margianto yang bernama Muhammad Yusuf adalah seorang pendeta yang lahir dari seorang isteri ke sekian kali bagi laki-laki keturunan Arab marga at-Tamimi yang tinggal di Bangil Pasuruan. Mungkin karena kurang mendapatkan perhatian dari bapaknya, Yusuf menikah dengan wanita Kristen bernama Ribka. Wanita ini kakak seorang pendeta bernama Trivena, isteri pendeta Darmo Wage di Gereja Sidang Jemaat Allah, Jl. Pogot 22-B Surabaya.
Pada tahun 1987 Markus Margianto lulus dari sekolah kependetaan di Gereja Tuhan Di Indonesia (GTDI) Medan. Kemudian pada tahun 1988 dia mendapatkan tugas dari Gereja Eukumene Indonesia (Gekoin) yang berkantor di Tanjung Karang Bandar Lampung Sumatera yang dipimpin oleh dr. Ida untuk menjalankan misi penginjilan di Batu Malang Jawa Timur.
Dalam rangka misi ini dia mendalami kehidupan umat dan agama Islam, yang menimbulkan perasaan simpatinya pada Islam, hingga dia bersedia mengucapkan kalimat syahadat di Kantor Urusan Agama  (KUA) Batu pada bulan Maret 1989. Bulan Oktober 1989 Markus Margianto pindah ke Singosari Malang dibawah bimbingan Ibnu Sulaiman, dan pada 25 Desember 1989 dia dikhitan.
Berita pendeta Markus Margianto memeluk Islam, sama sekali tidak membuat pihak Kristen gusar, karena dianggap sebagai strategi penginjilan untuk mendapatkan lebih banyak domba-domba dari Islam. Justru yang menimbulkan kegusaran kalangan gereja adalah pendeta ini rela disunat. Sebab dalam kitab suci Kristen, Paulus – pendiri agama Kristen telah menyatakan bahwa orang yang menyunatkan diri tidak akan mendapat jaminan dari Kristus:
"Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu." (Galatia 5:2)
Dua hari setelah dikhitan, Markus Margianto menikahi seorang janda muslimah beranak dua, dan meninggalkan pacar Kristennya yang kini menjadi dokter di RSU dr. Sutomo Karang Menjangan Surabaya. Janda ini adalah puteri alm. H. Abdul Manaf yang tinggal di desa Biro Singosari.
Keluarga baru ini hidup dengan berjualan barang-barang elektronik, tetapi bangkrut karena ditipu orang. Disamping itu dia belajar Islam ke Pesantren Ilmu Al-Qur'an (PIQ) di Singosari yang diasuh oleh KH. Bashori Alwi. Karena sebagai muallaf, Markus Margianto yang kemudian nama Islamnya Ali Mahrus, sering diundang memberikan ceramah kesaksian proses masuk Islamnya di berbagai tempat di Malang, tanpa kordinasi dengan pengasuh pesantren tersebut, sehingga terjadi kesalah pahaman.
Mahrus tidak lagi di PIQ dan hidup di desa tanpa pembinaan agama Islam dari siapa pun, padahal dia membutuhkan siraman ruhani. Hal inilah yang membiarkannya untuk mempelajari ilmu-ilmu mistik, yang justru menggiring dia jauh dari ajaran Islam sebenarnya.
Disaat sedang maraknya deposito Gold Coin dan Pohon Emas (Pomas) di Malang, harta warisan dari orang tua isterinya, sekitar 170 juta, ditanam pada Pomas tersebut. Tindakan inilah yang mengakibatkan kebangkrutan kedua kali, sehingga dia beserta keluarganya mau diboyong bapaknya (pendeta M. Yusuf) ke Surabaya, dan menempati rumah mendiang pendeta Petrus Salindeho di Tanah Merah Surabaya utara.
Pendeta Petrus ini adalah anggota Kristen radikal Nehemia Christian Center yang mendapatkan kucuran dana besar dari Israel. Sebelum meninggal, Petrus dipenjara 2,5 tahun karena menulis buku menghujat Islam berjudul "Alkitab Menjawab" pada tahun 1991. Dan buku tersebut telah dijawab oleh Masyhud dengan buku "Dialog Santri – Pendeta" yang diterbitkan tahun 1992.
Markus Margianto (Ali Makrus) dan keluarganya dipaksa bapaknya, pendeta M. Yusuf, untuk masuk Kristen lagi. Karena merasa mendapat tekanan, Ali Makrus keluar dari rumah pendeta Petrus dan tinggal di rumah kecil milik Masrukin. Karena kerinduannya kepada Islam, dia mengajak masyarakat Islam mengadakan pengajian umum dengan mendatangkan penceramah KH. Bashori Alwi. Pengasuh PIQ ini bersedia menjadi penceramah dengan catatan Ali Mahrus tidak ikut menjemputnya. Hal ini menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat Islam di Surabaya utara terhadap Mahrus Ali.
Guncangan ekonomi mendera dia yang harus menafkahi lima anaknya dan sikap umat Islam yang menjauhinya merupakan faktor utama yang membuat Ali Mahrus menerima tawaran bapaknya untuk masuk Kristen lagi. Akhirnya seluruh keluarganya mengikuti kebaktian di Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) di jl. Pogot no. 22-B. Tetapi hatinya dari tahun ke tahun bergolak terus dihantui rasa bersalah, sehingga pada 12 Oktober 2005, dia memberanikan diri menemui pakar Kristologi, KH. Abdullah Wasi'an, untuk diislamkan lagi.
Ketepatan dua hari berikutnya, Masyhud dan rekannya dari FAKTA mengunjungi Kiai tersebut, dan disuruh melacak kebenaran maksud mantan pendeta itu. Tim FAKTA melacaknya dan menemui paman dan bibi Mahrus, pdt. Darmo Wage dan pdt. Trivena. Berita niat masuk Islam terkuak hingga ke telinga bapaknya, pdt. M. Yusuf. Sang bapak marah-marah dan berupaya menjauhkan anak dan keluarganya dari lingkungan Islam.
Agar tidak lagi kembali ke Islam, Ali Mahrus (Markus Margianto) at-Tamimi yang dulunya pendeta, disuruh menjadi pendeta lagi untuk berkhutbah di berbagai gereja dengan mengaku sebagai Habib (keturunan Nabi Muhammad saw.), mantan pendiri Lasykar Jihad, dan mantan ketua Front Pembela Islam Jawa Timur.
Agar penampilannya meyakinkan mengapa dia masuk Kristen, Ali Mahrus meniru gaya pendeta Edi Sapto (Sekolah Tinggi Teologi Dian Kaki Emas Bekasi – Selatan) yang sering mengatakan bahwa Air Zamzam adalah air PDAM Saudi Arabia, diatas Ka'bah terdapat lambang salib, dan Hajar aswad adalah tempat berkumpulnya para jin. Juga meniru gaya Bambang Norsena, Tokoh Kristen Ortodoks Syria (KOS) yang tinggal di Blimbing Malang. Pemuka KOS ini sering mengatakan bahwa dalam Islam, Nabi Isa diberi julukan "alaihis salam" yang artinya "penjamin keselamatan." Sedangkan Nabi Muhammad diberi "sallallahu alaihi wasallam" yang artinya "dimohonkan keselamatan". Berarti satu-satunya jalan keselamatan adalah Yesus, dan Muhammad belum selamat sehingga meminta bantuan doa dari umatnya agar diselamatkan oleh Yesus.
Enam tahun silam, pendeta Edi Sapto dan Bambang Norsena menipu pemuda-pemuda muslim Gorontalo dalam Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) dengan menyelenggarakan acara Qasidah berbahasa Arab. Setelah itu sekitar 70 pemuda tersebut dibawa ke Bekasi dan disekap agar mau masuk Kristen. Pukul 12 malam Edi Sapto digrebeg oleh tim FAKTA dan Polres Bekasi. Dua tahun silam tim FAKTA menemui Edi Sapto di Tempel Sukorejo Surabaya untuk mengajaknya berdialog dengan Masyhud, guna mempertanggungjawabkan majalahnya "Midras Talmidim" yang memutarbalik penafsiran ayat-ayat al-Qur'an. Hingga kini Edi Sapto tidak berani diajak dialog.
Bulan November 2006, seorang Mahasiswi ITS melaporkan ke Masyhud bahwa ayahnya masuk Kristen dan mengikuti kuliah Islamologi yang diajari Habib Ali Mahrus at-Tamimi di gedung STII Panjang Jiwo Permai Surabaya, samping kantor BPS Jawa Timur. Karena di awal 2007 terbongkar kasus pelecehan Al-Qur'an yang dilakukan oleh 40 pendeta pembina LPMI (Lembaga Pelayanan Mahasiswa Indonesia) di hotel Asida Batu Malang, kasus Ali Mahrus diendapkan dulu.
Di bulan Agustus 2007, tim FAKTA Malang menemukan peredaran VCD kesaksian dusta Ali Mahrus di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Kebon Agung Batu Malang. Ternyata VCD itu sudah beredar dan dijual ke seluruh Indonesia dengan harga Rp. 30.000,- per keping. Masyhud mendatangi lembaga tempat Mahrus bernaung, Paguyuban Amin, yang berkantor di sebelah selatan masjid Ash-Shabirin Rungkut Permai Surabaya. Eko, sekretaris lembaga itu menghubungi Mahrus dan ternyata pengaku habib ini ingin bertemu langsung dengan Masyhud untuk mengungkapkan perasaannya, bahwa semua itu hanyalah rekayasa gereja untuk menjebak dia agar umat Islam membencinya dan dia tidak bisa kembali lagi ke Islam.
Semua gereja mengetahui bahwa dia awalnya adalah seorang pendeta dan putera seorang pendeta pula. Kalau BAMAG Malang, Surabaya dan Jawa Timur mengatakan tidak tahu menahu asal usul pendeta Markus Margianto (Ali Mahrus at-Tamimi), itu adalah perilaku mereka yang sudah terbiasa melumuri diri dengan kebohongan.
Kini Ali mahrus at-Tamimi sudah berjanji, meskipun umat Islam tidak mempercayainya dan apa pun yang terjadi, dia tetap berjuang untuk mengembalikan orang-orang yang dimurtadkan untuk kembali ke Islam, berdakwah Islam sesuai kemampuannya dan ingin mati dalam keadaan muslim.

 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Muhammad Ali Makrus dibunuh


Dalam acara HUT salah satu gereja GPDI di Manado tahun 2005 lalu, mengadakan KKR dan Seminar mengundang Pak Makrus beserta team yang terdiri dari 4 orang, semua dari jawa timur. Dari 4 orang pembicara tersebut 3 orang eks muslim. Dari 4 orang pembicara yang saya tahu namanya cuma 2 orang yaitu Pak Makrus sendiri dan Pdt. Muhammad Hasan Sanusi (Gembala GPDI Banyuwangi dan eks ketua GP Ansor Surabaya). Menurut jadwal yang ditentukan panitia penyelenggara, Pak Makrus 1 kali sebagai pembicara seminar dan sebagai Pengkotbah pada KKR hari terakhir. Pada saat Pak Makrus menjadi pembicara pada Seminar, beliau diteror terus melalui hpnya oleh orang-orang FPI di jawa. Selesai menjadi pembicara seminar beliau langsung pulang sendiri (tidak bersama tim) ke jawa demi keselamatan keluarganya. Beliau yang sedianya malam harinya menjadi pengkotbah pada KKR terakhir di gantikan oleh Bp. Pdt. M. Hasan Sanusi. Memang pada KKR hari terakhir di lapangan yang datang banyak sekali (1 lapangan penuh dengan orang). Tidak seperti hari-hari sebelumnya yang datang di KKR hanya separuh lapangan saja. Saya dapat info juga KKR pada hari terakhir banyak orang-orang muslim yang datang dan sepertinya mereka akan memboikot jika yang kotbah Pak Makrus.
Berikutnya beliau diundang untuk menjadi pembicara pada KKR (KKR dilaksanakan tidak di lapangan tetapi dlm gereja) yang diselenggarakan oleh gereja GBI City Worship Manado, setelah selesai dari acara di GBI City Woship, beliau diundang menjadi Pembicara di salah satu gereja di kota Kotamobagu (Sulawesi Utara). jarak Manado – Kotamobagu kurang lebih 175 KM. ( 3 jam perjalanan darat). Waktu di Kotamobagu inilah katanya anak dan istri Pak Makrus di sandra oleh orang-orang FPI dan mengancam akan membunuh keluarganya jika Pak Makrus tidak menyerahkan diri.
Informasi tentang meninggalnya Pak Makrus saya dapatkan dari tetangga saya yang adalah pendeta dari gereja GPDI (tetapi bukan GPDI yg menyelenggarakan KKR pada No. 1 diatas). Tetangga saya tersebut dapat informasi dari pendeta penyelenggara KKR dan Seminar di GPDI. Sedangkan pendeta GPDI penyelenggara KKR tersebut dapat informasi dari Pdt. Muhammad Hasan Sanusi dimana beliau diundang sebagai pembicara seminar dan KKR. Pdt. M. Hasan Sanusi tersebut ikut melayat penguburan jasad Pak Makrus. Salah satu keluarga dari Pdt. M Hasan Sanusi juga dibunuh oleh orang muslim, dan sekarang Pdt. M Hasan Sanusi belum berani pulang ke jawa timur karena juga diancam akan dibunuh.
Sumber: http://forumkristen.com/index.php?topic=28199.msg254262#msg254262
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Dari:
"ki gondrong" <ki_gondrong@yahoo.com>


Minta Tanggapan Soal Video di YouTube: "Pemuka FPI Surabaya bertobat, menerima Yesus"
Assalamualaikum Wr.Wb
Mohon penjelasannya soal video "Pemuka FPI Surabaya bertobat, menerima Yesus" ada beberapa poin yanga akan saya tanyakan:
  1. Di bagian video ada yg menyebutkan bahwa Nabi Isa itu bergelar "Al Masih Issa asSalam" yg menurut pembicara diartikan sebagai "satu-satunya pembawa/pemberi syafaat/pertolongan"dan Nabi Muhammad diartikan sebagai "pembawa Shalawat".Benarkah demikian
  2. Di antara 25 Nabi dan Rasul yang wajib kita ketahui apakah gelar As(Alaihi Salam) hanya dipakai oleh Nabi Isa atau semua Nabi dari Adam kecuali Nabi Muhammad SAW.?
Mohon penjelasannya. Syukron.
Waalaikumsalam Wr.Wb
Wa’alaykumussalam warahmatullahi wabarakatuh,
Jazakallah atas pertanyaannya saudaraku Husain. Semoga antum selalu diberikan kekuatan oleh Allah dalam melihat kepalsuan-kepalsuan yang dibuat musuh-musuh Allah untuk memalingkan akidah kita.
Pertama saya ingin mengomentari video tersebut. Video ini diupload pada bulan Oktober tahun 2007. Tampaknya pemakaian judul dengan membawa nama FPI adalah hal yang disengaja. Tujuan dari hal itu tidak lain ingin mendeskriditkan FPI sebagai organisasi yang gencar melawan Kristenisasi.
Jabatan Mohamad Ali Makrus Attamimi sebagai mantan Panglima FPI Surabaya juga palsu. Tidak ditemukan data bahwa dia mantan pemuka FPI. Kepalsuan lain juga bisa kita sandarkan dengan pengakuan bahwa ia sebagai seorang ‘habib’ keturunan Ali bin Abi Thalib RA.
Hal ini tentu saja aneh, sebab nama at-Tamimi adalah nisbat kepada Bani Tamim, bukan kepada keturunan Ali bin Abi Thalib ra yang disebut dengan Alawiyin atau Baalawi.
Bahkan menurut Tim Fakta, pihak Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Malang sendiri sedang ketipu oleh Markus. Sebenarnya fihak gereja ingin belajar tentang harmonisasi dengan Islam namun salah pilih orang, kebetulan ada salah seorang majlis yang akrab dengan Markus maka disarankanlah Markus untuk berbicara.
Masih menurut laporan Tim Fakta dikatakan bahwa pihak Gereja mengaku kecolongan akan kasus ini. Mereka tidak tahu siapa Markus sebenarnya, baik asal usulnya maupun jatidir sebenarnya.
Hanya saja saat itu ada warga gereja yang mengatakan bahwa ada warga baru yang masuk Kristen dan memiliki pemahaman tentang Islam yang cukup banyak, kebetulan tema saat itu mengenai harmonisasi hubungan antar umat beragama.
Nabi Isa ‘alaihissalam satu-satunya Pemberi Syafaat?
Saudaraku, cara-cara kaum kafir seperti Markus adalah pelecehan bagi umat Islam, termasuk kepada Nabi Isa sendiri. Nabi Isa ‘alaihissalam adalah nabi yang amat mulia. Ia berdakwah dengan ikhlas kepada kaum Nashrani untuk menyembah Allah semata (tauhid) dan mengeyampingkan tuhan-tuhan lain.
Namun jika dikatakan bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam satu-satunya yang memberikan pertolongan ataupun syafaat tentu hal ini keliru. Pertama yang mesti kita ketahui adalah Nabi hanyalah perantara dari pemberi syafa’at yang sesungguhnya yakni Allahuta’ala.
“Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya.” (Al- Baqarah:255)
"…Tidak seorangpun yang memberikan syafa’at, kecuali sesudah ada izinNya…"[Yunus : 3].
"Pada hari itu tidak berguna syafa’at, kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya". [Thaha : 109].
Biasanya kaum Nashrani yang membenci Islam, memakai modus-modus serupa untuk mengangkat derajat Nabi Isa ‘alaihissalam sebagai Tuhan dan mengungguli nabi-nabi lainnya. Mereka menjelaskan karomah Nabi Isa ‘alaihissalam seakan-akan Nabi Isa adalah pembawa keselamatan itu sendiri tanpa campur tangan Allahuta’ala. Karena Nabi Isa sendiri, dalam pandangan orang seperti Markus dan Nasharani pada umumnya adalah Tuhan yang sebernarnya. Padahal Allah SWT sudah banyak menjelaskan bahwa Nabi Isa bukanlah Tuhan.
"Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (At Taubah ayat 31)
“Berkata Isa: ‘Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup, serta berbakti kepada ibuku. Dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.’
"Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah,’ maka jadilah ia. Sesungguhnya Allah adalah Rabbku dan Rabbmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar.” (Maryam: 30-37)
Yang kedua, selain para Nabi dan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, orang-orang soleh dan mati syahid pun juga diizinkan Allah memberikan syafa’at.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ibnu Mas’ud bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”… Tidaklah seseorang memberikan syafa’at lebih banyak dari pemberian syafa’at Nabimu, kemudian para malaikat lalu orang-orang yang mati syahid.’
Di dalam riwayat Tirmidzi, Hakim yang dishahihkan oleh Baihaqi,”Akan masuk surga dengan syafaat seorang dari umatku lebih banyak dari Bani Tamim.” Mereka bertanya,”Bukan engkau wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,”Bukan aku” Diriwayatkan oleh Baihaqi juga hadits,”Dikatakan kepada seseorang,’Wahai fulan bangun dan berikanlah syafa’at, maka orang itu pun memberikan syafa’at kepada kabilahnya, anggota keluarga, satu orang atau dua orang tergantung kadar amalnya.”
Penyebutan Lafaz ‘Alaihissalam
Selanjutnya pertanyaan saudara tentang apakah penyebutan lafaz ‘alaihissalam hanya berlaku pada Nabi Isa saja atau seluruh Nabi? Penyebutan ‘alaihissalam memang berlaku untuk menyebut kepada para nabi sebelum Rasulullah SAW, baik dari Nabi Adam ‘alaihissalam sampai dengan Nabi Isa ‘alaihissalam. Allah berfirman, "Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul."(QS. Ash-Shaffaat : 181)
Sedangkan mengapa Nabi Muhammad berbeda dengan lainnya dengan diikuti lafaz Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam. Hal itu memang disunnahkan kepada kita saat menyebut nama Nabi Muhammad. Perintah untuk bershalawat kepada Rasulullah SAW merupakan perintah Allahuta’ala yang tertera pada surat Al Ahzab ayat 56.
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah
salam penghormatan kepadanya."
Kata “kepadanya” itulah yang memang spesifik berlaku kepada Nabi Muhammad SAW, tidak pada Nabi-nabi pada umumnya.
Rasulullah SAW juga menyatakan makna shalawat kepadanya dalam hadisnya. Dari Abu Hurairah r.a berkata Rasulullah SAW bersabda,”Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali, maka Allah SWT akan membalasnya sepuluh kali” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi)
Namun sejatinya ungkapan shallallahu ‘alaihi wasallam yang berlaku bagi Nabi Muhammad, maupun ‘alaihis sholatu wassalam atau ‘alaihis salam pada Nabi-nabi sebelumnya pada dasarnya memiliki arti yang sama, yakni sama-sama doa shalawat. Wallahua’lam bishshawab
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

PEMUKA FPI SURABAYA BERTOBAT

Ini ada kesaksian yang menarik sekali dari tokoh FPI Surabaya yang masuk Kristen dan mengungkapkan kebohongan air zam-zam. Sayang warnet disini tidak bisa install Internet Download Manager sehingga tidak bisa saya download. Sedangkan untuk volume 9-nya masih belum saya ketemukan:














Semoga Ki Gondrong terbuka hatinya. 

Tidak ada komentar: