Jumat, 12 Juli 2013

MAZMUR 37

37:1Dari Daud. Jangan marah karena orang yang berbuat jahat, jangan iri hati kepada orang yang berbuat curang;
37:2sebab mereka segera lisut seperti rumput dan layu seperti tumbuh-tumbuhan hijau.
37:3Percayalah kepada TUHAN dan lakukanlah yang baik, diamlah di negeri dan berlakulah setia,
37:4dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.
37:5Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak;
37:6Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang.
37:7Berdiam dirilah di hadapan TUHAN dan nantikanlah Dia; jangan marah karena orang yang berhasil dalam hidupnya, karena orang yang melakukan tipu daya.
37:8Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
37:9Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.
37:10Karena sedikit waktu lagi, maka lenyaplah orang fasik; jika engkau memperhatikan tempatnya, maka ia sudah tidak ada lagi.
37:11Tetapi orang-orang yang rendah hati akan mewarisi negeri dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah-limpah.
37:12Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar dan menggertakkan giginya terhadap dia;
37:13Tuhan menertawakan orang fasik itu, sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat.
37:14Orang-orang fasik menghunus pedang dan melentur busur mereka untuk merobohkan orang-orang sengsara dan orang-orang miskin, untuk membunuh orang-orang yang hidup jujur;
37:15tetapi pedang mereka akan menikam dada mereka sendiri, dan busur mereka akan dipatahkan.
37:16Lebih baik yang sedikit pada orang benar dari pada yang berlimpah-limpah pada orang fasik;
37:17sebab lengan orang-orang fasik dipatahkan, tetapi TUHAN menopang orang-orang benar.
37:18TUHAN mengetahui hari-hari orang yang saleh, dan milik pusaka mereka akan tetap selama-lamanya;
37:19mereka tidak akan mendapat malu pada waktu kecelakaan, dan mereka akan menjadi kenyang pada hari-hari kelaparan.
37:20Sesungguhnya, orang-orang fasik akan binasa; musuh TUHAN seperti keindahan padang rumput: mereka habis lenyap, habis lenyap bagaikan asap.
37:21Orang fasik meminjam dan tidak membayar kembali, tetapi orang benar adalah pengasih dan pemurah.
37:22Sesungguhnya, orang-orang yang diberkati-Nya akan mewarisi negeri, tetapi orang-orang yang dikutuki-Nya akan dilenyapkan.
37:23TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
37:24apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
37:25Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
37:26tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.
37:27Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, maka engkau akan tetap tinggal untuk selama-lamanya;
37:28sebab TUHAN mencintai hukum, dan Ia tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihi-Nya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara, tetapi anak cucu orang-orang fasik akan dilenyapkan.
37:29Orang-orang benar akan mewarisi negeri dan tinggal di sana senantiasa.
37:30Mulut orang benar mengucapkan hikmat, dan lidahnya mengatakan hukum;
37:31Taurat Allahnya ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidak goyah.
37:32Orang fasik mengintai orang benar dan berikhtiar membunuhnya;
37:33TUHAN tidak menyerahkan orang benar itu ke dalam tangannya, Ia tidak membiarkannya dinyatakan fasik pada waktu diadili.
37:34Nantikanlah TUHAN dan tetap ikutilah jalan-Nya, maka Ia akan mengangkat engkau untuk mewarisi negeri, dan engkau akan melihat orang-orang fasik dilenyapkan.
37:35Aku melihat seorang fasik yang gagah sombong, yang tumbuh mekar seperti pohon aras Libanon;
37:36ketika aku lewat, lenyaplah ia, aku mencarinya, tetapi tidak ditemui.
37:37Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan;
37:38tetapi pendurhaka-pendurhaka akan dibinasakan bersama-sama, dan masa depan orang-orang fasik akan dilenyapkan.
37:39Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan;
37:40TUHAN menolong mereka dan meluputkan mereka, Ia meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik dan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.


28

Hari Kerja Keras dan Percobaan

Lebih dari tiga tahun Efesus menjadi pusat dari pekerjaan Paulus. Suatu sidang yang bertumbuh didirikan di sini, dan dari kota ini Injil itu disebarkan ke seluruh provinsi Asia, baik di antara orang‑orang Yahudi maupun orang‑orang kafir.
Rasul itu sekarang dalam suatu jangka waktu telah merenung‑renungkan perjalanan misionaris yang berikutnya. Ia "bermaksud pergi ke Yerusalem melalui Makedonia dan Akhaya. Katanya: Sesudah berkunjung ke situ aku harus melihat Roma juga." Sesuai dengan rencana ini "ia menyuruh dua orang pembantunya, yaitu Timotius dan Erastus, mendahuluinya ke Makedonia;" tetapi merasa bahwa pekerjaan di Efesus masih memerlukan kehadirannya, ia menentukan untuk tinggal sampai sesudah Pentakosta. Tetapi suatu peristiwa segera terjadi, yang mempercepat keberangkatannya.
Sekali setahun, upacara‑upacara yang istimewa diadakan di Efesus untuk menghormati dewi Artemis. Ini menarik banyak sekali orang dari segala bagian provinsi itu. Sepanjang masa ini, pesta‑pesta diadakan dengan kemegahan dan keindahan yang amat besar.
Pesta yang meriah ini adalah waktu yang berat bagi mereka yang baru saja masuk ke dalam percaya. Orang‑orang percaya yang bertemu di sekolah Tiranus adalah nada yang sumbang dalam biduan yang meriah, dan tertawaan, celaan, dan hinaan yang ditimpakan ke atas mereka. Pekerjaan Paulus telah memberikan kepada perbaktian kafir

(Bab ini berdasarkan Kisah Rasul‑rasul 19:2141; 20:1.)

suatu tindakan yang jitu, sebagai akibat mana kelihatan menurunnya dalam kehadiran pada pesta kebangsaan dan dalam semangat orang‑orang yang berbakti. Pengaruh ajaran‑ajarannya jauh lebih panjang daripada orang‑orang yang bertobat. Banyak orang yang tidak menerima secara terang‑terangan pengajaran‑pengajaran yang baru, mendapat terang sedemikian jauh, menjadikan mereka kehilangan semua kepercayaan pada ilah kafir mereka.
Ada juga sebab ketidakpuasan yang lain. Perusahaan yang luas dan menguntungkan telah bertumbuh di Efesus dari pembuatan dan penjualan kuil‑kuil dan patung‑patung yang kecil, yang dibuat menurut kuil dan patung Artemis. Mereka yang menaruh perhatian pada kerajinan ini mendapati keuntungan mereka berkurang, dan semuanya dipersatukan sebagai penyebab perubahan yang tidak disukai kepada pekerjaan‑pekerjaan Paulus.

Demetrius, seorang pengusaha dari kuil‑kuil perak, memanggil bersama‑sama orang‑orang bekerja pada keahlian ini, dan berkata: "Saudara‑saudara, kamu tahu, bahwa kemakmuran kita adalah hasil perusahaan kita ini! Sekarang kamu sendiri melihat dan mendengar, bagaimana Paulus, bukan saja di Efesus, tetapi juga hampir di seluruh Asia telah membujuk dan menyesatkan banyak orang dengan mengatakan, bahwa apa yang dibuat oleh tangan manusia bukanlah dewa. Dengan jalan demikian bukan saja perusahaan kita berada dalam bahaya untuk dihina orang, tetapi juga kuil Artemis, dewi besar itu, berada dalam bahaya akan kehilangan artinya. Dan Artemis sendiri, Artemis yang disembah oleh seluruh Asia dan seluruh dunia yang beradab, akan kehilangan kebesarannya. " Perkataan‑perkataan ini membangkitkan semangat dari orang banyak. "Mendengar itu meluap‑luaplah amarah mereka, lalu mereka berteriak‑teriak, katanya: Besarlah Artemis dewi orang Efesus."
Suatu laporan tentang pembicaraan ini sangat disebarluaskan. "Seluruh kota menjadi kacau." Penyelidikan telah diadakan bagi Paulus, tetapi rasul itu tidak dapat diketemukan. Saudara‑saudaranya, menerima suatu isyarat akan bahaya itu, telah melekaskan dia dari tempat itu. Malaikat‑malaikat Allah telah dikirim untuk mengawal rasul itu; waktunya untuk mati sebagai seorang yang mati syahid belum tiba.
Gagal untuk mendapatkan sasaran kemarahan mereka, orang banyak menangkap "Gayus dan Aristarkhus, kedua‑duanya orang Makedonia dan teman seperjalanan Paulus."
Tempat persembunyian Paulus tidaklah jauh, dan ia segera mempelajari bahaya dari saudara‑saudaranya yang kekasih. Melupakan akan keamanannya sendiri, ia rindu untuk pergi dengan segera ke gedung kesenian untuk berhubungan dengan orang‑orang yang memberontak. Tetapi "murid‑muridnya tidak mengizinkannya." Gayus dan Aristarkhus bukanlah mangsa yang dicari orang banyak; tidak ada bahaya yang serius yang ditakuti mereka. Tetapi sekiranya muka rasul yang pucat dan lelah itu kelihatan, hal itu dengan segera akan membangkitkan nafsu yang terburuk dari orang banyak dan tidak akan ada kemungkinan terkecil sekalipun dari segi manusia dapat menyelamatkan hidupnya.
Paulus masih ingin mempertahankan kebenaran di hadapan orang banyak, tetapi akhirnya ia diragukan oleh suatu pekabaran amaran dari gedung kesenian. "Beberapa pembesar yang berasal dari Asia yang bersahabat dengan Paulus mengirim peringatan kepadanya, supaya ia jangan masuk ke gedung kesenian itu."
Keributan dalam gedung kesenian itu terus bertambah. "sementara itu orang yang berkumpul yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu, sebab kumpulan itu kacau‑balau dan kebanyakan dari mereka tidak tahu untuk apa mereka berkumpul." Fakta bahwa Paulus dan beberapa sahabatnya adalah keturunan Ibrani menjadikan orang Yahudi tidak ingin menunjukkan dengan sebenarnya bahwa mereka adalah orang yang bekerja sama dengan dia dan pekerjaannya. Sebab itu mereka membawa nomor mereka sendiri untuk mengemukakan persoalan itu di hadapan orang banyak. Pembicara yang dipilih adalah Aleksander, salah satu dari tukang‑tukang, seorang tukang tembaga, kepada siapa kemudian Paulus menunjuk sebagai yang telah banyak berbuat kejahatan kepadanya. 2 Timotius 4:14. Aleksander adalah seorang yang mempunyai kesanggupan yang beraneka ragam, dan ia memberikan segala tenaganya untuk memimpin kemarahan orang banyak terutama terhadap Paulus dan kawan‑kawannya. Tetapi orang banyak itu; melihat bahwa Aleksander adalah seorang Yahudi, mendesak dia ke samping, dan "berteriaklah mereka bersama‑sama kira‑kira dua jam lamanya: Besarlah Artemis dewi orang Efesus!"

Akhirnya, dengan kehabisan tenaga, mereka berhenti, dan ada suatu ketenangan saat itu. Kemudian jurutulis dari kota itu menarik perhatian orang banyak, dan berdasarkan jabatannya memperoleh suatu pendengaran. Ia bertemu dengan orang banyak di tempat mereka sendiri dan menunjukkan bahwa tak ada sebab untuk keributan mereka yang sekarang. Ia memohon pertimbangan mereka. "Hai orang Efesus" katanya, "Siapakah di dunia ini yang tidak tahu, bahwa kota Efesuslah yang memelihara baik kuil dewi Artemis, yang mahabesar, maupun patungnya yang turun dari langit? Hal itu tidak dapat dibantah, karena itu hendaklah kamu tenang dan janganlah terburu‑buru bertindak. Sebab kamu telah membawa orang‑orang ini ke sini, walaupun mereka tidak merampok kuil dewi kita dan tidak menghujat namanya. Jadi jika Demetrius dan tukang‑tukangnya ada pengaduannya terhadap seseorang, bukankah ada sidang‑sidang pengadilan dan ada gubernur, jadi hendaklah kedua belah pihak mengajukan dakwaannya ke situ. Dan jika ada sesuatu yang lain yang kamu kehendaki, baiklah kehendakmu itu diselesaikan dalam sidang rakyat yang sah. Sebab kita berada dalam bahaya akan dituduh, bahwa kita menimbulkan huru‑hara pada hari ini, karena tidak ada alasan yang dapat kita kemukakan untuk membenarkan kumpulan yang kacau‑balau ini. Dan dengan kata‑kata itu ia membubarkan kumpulan rakyat itu."
Dalam pembicaraannya Demetrius telah mengatakan, "Keahlian kita ini adalah dalam bahaya." Perkataan ini menyebutkan penyebab yang sebenarnya dari keributan di Efesus, dan juga karena dari banyak penganiayaan yang mengikuti rasul‑rasul dalam pekerjaan mereka. Demetrius dan tukang‑tukangnya melihat bahwa oleh pengajaran dan tersebarnya Injil perusahaan membuat patung mendapat bahaya. Pendapatan dari imam‑imam kafir dan pekerja tangan yang ahli terlalu banyak risikonya, dan untuk alasan ini mereka bangkit menentang Paulus dengan sangat pahit.
Keputusan dari jurutulis dan orang‑orang lain yang memegang kedudukan yang tinggi di dalam kota telah menaruh Paulus di hadapan orang banyak sebagai seorang yang tidak bersalah dari suatu tindakan yang tak menurut undang‑undang. Inilah kemenangan yang lain dari Kekristenan terhadap kesalahan dan takhyul. Allah telah membangkitkan suatu hakim yang besar untuk mempertahankan rasul‑Nya dan menahan orang banyak yang ribut‑ribut dalam pengendalian. Hati Paulus dipenuhi dengan terima kasih kepada Allah sebab hidupnya telah dipelihara dan bahwa Kekristenan tidak dihinakan oleh keributan di Efesus.
"Setelah keributan itu reda, Paulus memanggil murid‑murid dan menguatkan hati mereka. Dan sesudah minta diri, ia berangkat ke Makedonia." Dalam perjalanannya ia ditemani oleh dua saudara Efesus yang setia, Tikhikus dan Trofimus.
Pekerjaan Paulus di Efesus sudah berakhir. Pekerjaannya di sana menjadi suatu suasana kerja yang tak putus‑putusnya, tentang banyak ujian, dan penderitaan yang mendalam. Ia telah mengajar orang‑orang secara umum dan dari rumah ke rumah, dan banyak air mata memberi nasihat dan mengamarkan mereka. Dengan terus‑menerus ia telah dilawan oleh orang Yahudi, yang tidak mau kehilangan kesempatan untuk menimbulkan perasaan yang populer terhadap dia.
Dan dengan demikian sementara berperang melawan penggodaan, mendorong dengan semangat yang tidak mengenal jerih lelah mengerjakan Injil, dan menjaga minat suatu sidang yang masih muda di dalam iman, Paulus membawa ke atas jiwanya suatu beban yang berat untuk segala sidang.

Kabar tentang kemurtadan dari antara beberapa sidang yang didirikannya sendiri menyebabkan dia sangat bersusah hati. Ia khawatir bahwa usahanya untuk kepentingan mereka dapat terbukti sia‑sia belaka. Hampir setiap malam waktunya tidur digunakan untuk berdoa dengan pikiran yang sungguh‑sungguh sebagaimana ia mempelajari metode‑metode yang digunakan untuk meniadakan pekerjaannya. Sementara ia mempunyai kesempatan dan sementara keadaan mereka menuntut, ia memulai kepada sidang‑sidang, memberikan teguran, nasihat dan peringatan dan kekuatan. Dalam surat‑surat ini rasul itu tidak membicarakan pencobaannya sendiri, tetapi sekali‑sekali ada pandangan tentang pekerjaan dan penderitaannya dalam pekerjaan Kristus. Bilur‑bilur dan pemenjaraan, kedinginan dan kelaparan dan rasa haus, bahaya melalui daratan dan melalui lautan, di dalam kota atau di padang belantara, dari teman‑teman senegerinya sendiri, dari orang-orang kafir, dari saudara‑saudara yang palsu, semua perkara ini dialami untuk kepentingan Injil. Ia "difitnah" "dimaki" dijadikan "sama dengan kotoran dari segala sesuatu," "habis akal", "dianiaya," "dalam segala hal kami ditindas" "dalam bahaya setiap saat", "selamanya diserahkan kepada kematian untuk nama Yesus."
Di tengah topan pertentangan yang terus‑menerus, teriakan dari musuh‑musuh, dan dari yang ditinggalkan oleh teman‑teman, rasul yang berani itu hampir patah hati. Tetapi ia memandang kembali ke Kalvari dan dengan semangat yang baru ia maju untuk mengabarkan pengetahuan tentang yang sudah tersalib. Ia hanya menempuh jalan yang berlumuran darah yang telah ditempuh oleh Kristus di hadapannya. Ia tidak mencari kelepasan dari pertempuran sampai ia harus meletakkan senjata perlengkapannya di kaki Penebusnya itu.

Tidak ada komentar: