Sabtu, 24 Agustus 2013

BUKTI-BUKTI ARKEOLOGIS ALKITAB-23

Silinder Koresh

Download:



Silinder Koresh (bahasa Inggris: Cyrus Cylinder) adalah titah yang dikeluarkan Raja Koresh dan dituliskan pada tanah liat ketika ia berhasil menaklukkan Kerajaan Babilonia tahun 539.[3] Silinder Koresh ditemukan pada abad ke-19 oleh Hormuzd Rassam.[3] Teks dari keputusan Koresh memang tidak ditemukan dalam Alkitab namun ia meninggalkan prasasti silinder ini yang menunjukkan bagaimana sikap Koresh terhadap para tawanan dalam kerajaannya.[4]

Silinder Koresh ("Cyrus Cylinder")
Tampak depan silinder tanah liat yang diletakkan pada landasan. Silinder ini dipenuhi permukaannya dengan baris-baris tulisan kuneiformTampak belakang silinder tanah liat.
Silinder Koresh, sisi obverse (depan) dan reverse(belakang)
MaterialTanah liat yang dipanggang
Ukuran225 sentimeter (89 in) x 10 sentimeter (3.9 in) (maximum)[1]
Tulisanbahasa Akkadia aksarakuneiform
DibuatSekitar 539–530 SM
Periode/budayaKekaisaran Akhemeniyah [1]
DitemukanBabylonMesopotamia byHormuzd Rassam in March 1879[1]
Lokasi saat iniRoom 52[2] (sebelumnya 55),British MuseumLondon
IdentifikasiBM 90920 [1]
RegistrasiBritish-Museum-db 1880,0617.1941 id=327188[1]

Deskripsi

Silinder Koresh ini berbentuk tabung terbuat dari tanah liat yang dipanggang berukuran 225 sentimeter (89 in) x 10 sentimeter (3.9 in) pada diameter maksimumnya.[1] Dibuat dalam beberapa babak di sekitar inti tanah liat berbentuk kerucut yang di dalamnya terdapat batu kelabu besar menutupinya. Dilapisi dengan tanah liat tambahan sehingga menjadi bentuk tabung dengan lapisan paling luar terbuat dari tanah liat halus untuk diukir dengan tulisan. Ditemukan dalam bentuk pecahan-pecahan, nampaknya dihancurkan pada zaman dahulu.[1] Sekarang tinggal dua pecahan, dikenal dengan kode "A" dan "B", yang disatukan pada tahun 1972.[1]
Badan utama silinder ini, ditemukan oleh Rassam pada tahun 1879, adalah fragmen "A". Direstorasi pada tahun 1961, yaitu dibakar lagi dan ditambahi pengisi dari plaster.[1] Fragmen "B" yang lebih kecil berukuran 86 sentimeter (34 in) x 56 sentimeter (22 in), didapatkan oleh J.B. Nies[5]dari Yale University dari pedagang barang antik.[6] Nies menerbitkan teksnya pada tahun 1920.[7] Fragmen ini nampaknya lepas dari badan utama pada saat ekskavasi di tahun 1879 dan kemungkinan disingkirkan dan diambil dari salah satu tempat pembuangan Rassam. Baru dikonfirmasi sebagai bagian dari silinder oleh Paul-Richard Berger dari University of Münster pada tahun 1970.[8] Yale University meminjamkan fragmen kepadaBritish Museum untuk sementara waktu (tetapi, pada prakteknya, dalam waktu tidak terbatas) dengan ditukar "tablet kuneiform yang sesuai" dari koleksi British Museum.[1]
Meskipun Silinder ini jelas bertarikh setelah direbutnya kota Babilon oleh Koresh Agung pada tahun 539 SM, tarikh pembuatannya tidak jelas. Umumnya dikatakan dibuat pada bagian awal pemerintahan Koresh atas Babel, setelah tahun 539 SM. British Museum menulis tahun pembuatannya antara 539–530 SM.[9]

Isi

Silinder ini memuat pujian atas Koresh Agung termasuk silsilahnya dari keturunan para raja.
Di dalam Silinder Koresh juga dicatat mengenai kekejaman Raja Nabonidus yang merupakan raja terakhir kerajaan Babel.[4] Nabonidus menjadi terdakwa karena melakukan kesalahan dalam bidang agama sehingga menimbulkan kemarahan dewa Marduk sebagai kepala para dewa Babel.[4]Berikut catatan mengenai kesalahan Nabonidus:
Penyembahan terhadap Marduk, raja para dewa, telah diubahnya menjadi kekejian. Setiap hari digunakannya untuk berbuat jahat terhadap kotanya. Karena keluhan mereka, penguasa para dewa menjadi amat murka. Ia memandang dan meneliti di semua negeri, mencari penguasa yang benar. Kemudian dia mengumumkan nama Koresh dan menetapkannya menjadi raja seluruh dunia
Raja Nabonidus dikalahkan oleh Koresh (juga ditulis di Silinder Nabonidus), yang dipilih oleh Marduk untuk mengembalikan perdamaian dan tata tertib di Babilon. Orang-orang Babilon menyambut Koresh sebagai raja mereka yang baru dan Koresh masuk ibukota dengan damai. Ditulis juga doa kepada Marduk untuk melindungi Koresh dan putranya Cambyses. Di dalamnya didaftarkan usaha-usaha Koresh untuk kemakmuran rakyat Babilon, mengembalikan orang-orang buangan dan membangun kembali kuil-kuil dewa di seluruh tanahMesopotamia dan wilayah kekuasaannya. Ditutup dengan keterangan bahwa Koresh memperbaiki tembok kota Babilon dan menemukan prasasti yang ditulis oleh raja sebelumnya.[10]

Berkas:London 307.JPG
Silinder Koresh di British MuseumLondon.

Silinder Nabonidus

Silinder Nabonidus (bahasa Inggris: Nabonidus Cylinder) ditemukan di Sippar dan berisi tulisan panjang mengenai raja Nabonidus dari Babel(556-539 SM) memperbaiki 3 kuil, masing-masing untuk dewa bulan, Sin, di Harran, dewi perang Anunitu di Sippar dan Shamash (Šamaš) di Sippar. Silinder ini mempunyai arti penting karena menyebut nama Belsyazar, putranya,[1] yang dicatat di dalam Kitab Daniel
Tertulis:
"Untukku, Nabonidus, raja Babilon, selamatkan aku dari dosa terhadap dewa besarmu dan berikanku hadiah umur panjang, dan untuk Belsyazar, putra sulungku -keturunanku- berikan rasa hormat kepada dewa besarmu di hatinya dan biarlah ia tidak mempunyai kesalahan penyembahan, biarlah ia dikenyangkan dengan hidup berkelimpahan."[2]

Berkas:Nabonidus cylinder sippar bm1.jpg
The Nabonidus Cylinder.

Penggalian

Tahun 1877 sampai 1882 Hormuzd Rassam membuat sejumlah penemuan penting. Di Asyur, penemuan utamanya adalah kuil Ashurnaçirpal di Nimrud, silinder Ashurbanipal di Kouyunjik, dan pintu tembaga yang unik dari kuil Shalmaneser II. Ia mengidentifikasi Taman Gantung yang terkenal dengan gundukan tanah yang dikenal sebagai Babil. Istana raja Nebukadnezar II di Birs Nimrud (Borsippa) juga digalinya. Di Abu Habba, tahun 1881, Rassam menemukan kuil dewa matahari di Sippar. Di sanalah ia menemukan silinder Nabonidus, dan lempengan batu Nabu-apal-iddin dari Babilon dengan tulisan dan gambar ritual. Di samping itu ia menemukan 50.000 lempengan tanah liat berisi sejarah kuil.[3]
Silinder Nabonidus digali di Babilon, di istana, dan sekarang di Berlin. Salinan lain di British Museum, London. Teks ditulis setelah Nabonidus kembali dari Arabia pada tahun ke-13 pemerintahannya, sebelum pecah perang dengan raja Persia, Koresh, yang disebut alat dari dewa-dewa.

Tawarikh Nabonidus

Tawarikh Nabonidus (bahasa Inggris: Nabonidus Chronicle) adalah prasasti kuno bertulisan kuneiform (huruf paku) yang termasuk kumpulanTawarikh Babilonia. Berisi sejarah runtuhnya Babilon yang dipimpin oleh Nabonidus dan awal pemerintahan Kekaisaran Persia di bawah pimpinan raja Koresh, meliputi jangka waktu dari tahun 556 SM sampai setelah tahun 539 SM.[1][2]

Berkas:Nabonidus chronicle.jpg
Prasasti Tawarikh Nabonidus bagian belakang

Bentuk prasasti

Tawarikh Nabonidus berbentuk satu lempengan tanah liat yang saat ini disimpan di British Museum, London, Inggris. Berukuran lebar 14 cm dan panjang 14 cm, tetapi rusak berat di bagian bawah dan hampir seluruh sebelah kirinya. Tulisannya di bagian depan dan belakang terdiri dari 2 kolom yang masing-masing memuat 300-400 baris, tetapi hanya 75 baris tulisan yang dapat dibaca.[1] Bagian yang hilang adalah seluruh kolom 1 dan 4, serta bagian bawah kolom 2 dan bagian atas kolom 3. Nampaknya ada catatan pembuatan (kolofon atau colophon) di bagian bawah lempengan, tapi inipun sebagian besar hilang.[3]
Prasasti ini diduga adalah salinan yang dibuat pada zaman Seleucid (abad ke-4 SM sampai abad ke-1 SM) tetapi aslinya diperkirakan dari akhir abad ke-6 SM atau awal abad ke-5 SM.[4]Kemiripan dengan Tawarikh Nabonassar sampai Shamash-shum-ukin, sebuah tawarikh Babilon yang lain, menunjukkan kemungkinan penulisnya orang yang sama, sehingga dapat diberi penanggalan sekitar pemerintahan raja Darius I dari Persia (~ 549 SM–486 SM).[2] Meskipun tulisannya berstandar bagus, tapi salinannya tidak sempurna dan penulis membuat sejumlah kesalahan yang mudah terlihat dalam teks.[5]
Prasasti ini diperoleh British Museum tahun 1879 dari pedagang barang antik Spartali & Co. Tempat penemuan asalnya tidak diketahui, meskipun diduga dari reruntuhan Babilon. Rupanya adalah sebagian koleksi surat-surat resmi dari seorang gubernur pada zaman Achaemenid di Babilon.[6] Teks ini yang tadinya dikenal sebagai "Almanak Nabonidus" (Annals of Nabonidus), pertama kali dibicarakan oleh Sir Henry Rawlinson dalam majalah Athenaeum 14 Februari 1880, dengan terjemahan bahasa Inggris diterbitkan 2 tahun kemudian.[5] Sejak itu diterjemahkan oleh sejumlah pakar lain, misalnya Sidney Smith,[5] A. Leo Oppenheim,[7] Albert Kirk Grayson,[3] Jean-Jacques Glassner,[8] dan Amélie Kuhrt.[9]

Isi

Sebagaimana Tawarikh Babilon lain, prasasti ini mendaftar tahun demi tahun kegiatan penting dalam tahun tertentu, misalnya naik tahta dan kematian raja-raja, perang dan upacara keagamaan, tapi hanya melaporkan peristiwa yang langsung berhubungan dengan Babilon, sehingga tidak bisa menjadi sumber sejarah untuk daerah itu secara luas.[2]
·         Isinya kemungkinan dimulai dengan Nabonidus naik tahta pada tahun 556 SM, meskipun bagian awal tulisan ini tidak terbaca jelas. Kemudian memuat penyerangan Nabonidus atas tempat yang bernama Hume dan tempat lain di "sebelah barat" (diduga tanah Arab).
·         Pada tahun ke-6 pemerintahan Nabonidus (550 SM), Koresh menghancurkan Ekbatana (Hamedan), ibukota raja Astyages.
·         Selanjutnya, raja Nabonidus mengasingkan diri di kota oasis Arab Tayma atau Tema dan kekacauan yang diakibatkannya dalam perayaan tahun baru Asyur, Akitu, selama 10 tahun. Raja Nabonidus tinggal di Arabia dan pemerintahan Babilon diserahkan kepada putranya, Bel-shar-usur (raja Belsyazar yang dicatat di Kitab Daniel dalam Alkitab).
·         Tahun ke-8 dikosongi, karena rupanya tidak ada kejadian penting.
·         Tahun ke-9 memuat penyerangan Koresh, kemungkinan atas Lydia dan direbutnya Sardis.
·         Kebanyakan tulisan berikutnya tidak terbaca sampai tahun ke-16.
·         Tahun ke-17 atau tahun terakhir raja Nabonidus (539 SM) memuat penyerangan dan kemenangan Koresh atas Babilon. Perayaan Akitu (tahun baru) dicatat, menunjukkan Nabonidus sudah kembali ke Babilon. Dicatat bahwa saat Koresh menguasai Babilon, dewa-dewa dari berbagai kota lain memasuki Babilon, rupanya bermaksud menunjukkan Nabonidus mengumpulkan patung-patung berbagai dewa agar tidak direbut oleh tentara Persia. Dicatat jelas tentang Perang di Opis, dimana tentara Persia menghancurkan tentara Nabonidus, membantai tentara Babel yang melarikan diri dan merampas banyak jarahan. Tentara Persia kemudian merebut kota Sippar[10] dan ibukota Babilon tanpa banyak kesulitan.[11][12]
·         Ditulis bahwa Koresh disambut dengan gembira oleh penduduk kota dan ia menetapkan para gubernur. Dewa-dewa yang dibawa ke kota Babilon dikembalikan lagi ke kota-kota asalnya atas perintah Koresh.[13]
·         Bagian akhir tulisan mencatat masa berkabung yang panjang untuk istri raja (mungkin Koresh, karena Nabonidus bukan raja lagi saat itu)[14]) dan ada catatan mengenai Cambyses, putraKoresh, tapi sisanya hanya kata-kata yang tercecer dan tidak jelas.[15]
Posting Komentar