Jumat, 09 Agustus 2013

BUKTI-BUKTI ARKEOLOGIS ALKITAB-8

Tulisan Berusia 3000 Tahun Ungkap Sejarah Alkitab?

Download:



detail berita
Tulisan pada kepingan Prasasti Ofel (Foto: Discovery)
JERUSALEM – Para arkeolog menemukan kendi berusia 3000 tahun pada zaman Raja Daud di Israel. Akan tetapi, hingga kini mereka masih kesulitan menerjemahkan makna tulisan yang tertera pada kepingan prasasti. Namun demikian, mereka menduga tulisan itu berpengaruh besar terhadap pemahaman tentang Alkitab.

Tulisan itu diduga menggunakan bahasa orang Kanaan, orang-orang alkitabiah yang tinggal di Israel saat ini. Para ilmuwan mengatakan, bahasa itu tertua dari bahasa Ibrani yang menunjukkan kehadiran bangsa Israel kuno di Jerusalem, lebih awal daripada yang diyakini sebelumnya.

“Para Ibrani menguasai Jerusalem pada abad ke-10, di mana dalam Alkitab mengisahkan zaman Daud dan Solomon. Siapapun yang menulis dengan bahasa Ibrani, mereka pasti memiliki sebuah tempat,” ungkap ahli sejarah Timur dan Alkitab, Douglas Petrovich.

Dilansir Discovery, Jumat (2/8/2013), kepingan prasasti ini pertama kali ditemukan di dekat Temple Mount di Jerusalem tahun lalu. Kemudian, para arkeolog memberinya nama sebagai Prasasti Ofel. Diduga prasasti kendi ini dibuat pada abad ke-10 SM.

Jika analisis Petrovich itu terbukti benar, maka ini akan menjadi bukti keakuratan cerita Perjanjian Lama. Selain itu apabila Ibrani merupakan bahasa yang sudah ada sejak abad ke-10, maka bangsa Israel kuno telah merekam sejarah mereka dengan baik. Hal itu akan membuktikan bahwa Perjanjian Lama itu benar-benar terjadi secara nyata.

Menurut Petrovich, selama ini para arkeolog tidak mau menyebutnya Ibrani untuk menghindari konflik. Tak hanya itu, mereka juga mengkhawatirkan adanya pihak-pihak yang mau mengaduk kontroversi antara penemuan arkeolog dengan cerita dari Alkitab.

Sementara itu arkeolog asal Tel Aviv University, Finkelstein mengatakan bahwa Prasasti Ofel sangat penting bagi sejarah awal Israel. Oleh karena itu, ia berharap tidak seharusnya kisah dalam Alkitab mengaburkan metode ilmiah seperti penemuan-penemuan prasasti di berbagai situs istana Raja Daud.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh Profesor Aren Maeir dari Bar Ilan University yang setuju bahwa beberapa arkeolog terlalu banyak mengandalkan Alkitab itu sendiri sebagai sumber bukti. Padahal, dari beberapa penggalian yang dilakukan sepanjang tahun ini saja sudah bisa memberikan bukti lebih dari berbagai cerita di Alkitab.

Di tengah pro dan kontra yang beredar saat ini, seorang arkeolog bernama Yossi Garfinkel memiliki penjelasan lain mengenai makna di balik Prasasti Ofel. Ia berpendapat, tulisan di kepingan kendi itu merupakan tulisan singkat yang digunakan pada abad ke-10 SM dan bukan merupakan cara komunikasi resmi seperti yang diketahui. (amr)

Tidak ada komentar: