Senin, 02 September 2013

BUKTI-BUKTI ARKEOLOGIS ALKITAB-32

Surat Amarna

Download:

Surat-surat Amarna (kadang "korespondensi Amarna" atau "tablet Amarna") adalah arsip surat-menyurat pada tablet tanah liat yang sebagian besarnya menyangkut masalah diplomatik antara pemerintah Mesir dan wakil-wakilnya di Kanaan dan Amurru selama Kerajaan Baru. Surat-surat ini ditemukan di Mesir Hulu di Amarna, nama modern untuk ibukota Mesir Akhetaten yang didirikan oleh firaun Akhenaten (1350-an – 1330-an SM) selamadinasti kedelapan belas Mesir. Surat-surat Amarna tidak biasa dalam penemuan Mesirologi karena sebagian besarnya ditulis dalam bahasa Akkadia, sistem penulisan memakai cara Mesopotamia kuno daripada cara Mesir kuno. Tablet yang dikenal saat ini berjumlah 382.[1]

Berkas:Amarna Akkadian letter.png
EA 161, surat oleh Aziru, pemimpinAmurru, (menyatakan dirinya firaun), salah satu surat Amarna dalam tulisancuneiform pada tablet tanah liat.

Daftar surat-surat Amarna


Download:

Kronologi

William L. Moran meringkas keadaan kronologi surat-surat ini sebagai berikut:
Meskipun diteliti dalam waktu lama, kronologi surat-surat Amarna, baik relatif maupun absolut, menunjukkan banyak masalah, beberapa sangat mencengangkan rumitnya, dan belum ditemukan pemecahan pastinya. Konsensus diperoleh hanya tentang apa yang nyata, beberapa fakta yang jelas terjadi, dan ini hanya berupa kerangka dari banyak rekonstruksi peristiwa yang digambarkan dalam surat-surat Amarna yang mungkin terjadi atau dapat dipertahankan. ... Arsip Amarna, sekarang umumnya diterima, berjangka sekitar 30 tahun, mungkin hanya 15 atau kurang.[2]
Dari bukti internal, tanggal yang paling tua dari surat-surat ini adalah dari dekade terakhir pemerintahan Amenhotep III, yang memerintah dari tahun 1388 sampai 1351 SM (atau 1391 sampai 1353 SM; kronologi konvensional), mungkin di awal tahun pemerintahan ke-30 raja ini; tahun terakhir adalah ketika kota Amarna ditinggalkan, umumnya diyakini terjadi pada tahun ke-2 pemerintahan Tutankhamun di abad yang sama tahun 1332 SM. Moran mencatat bahwa sejumlah pakar percaya satu tablet, EA 16, ditujukan kepada penerus Tutankhamun yang bernama Ay.[3]Namun, spekulasi ini dianggap tidak mungkin karena arsip Amarna ditutup pada tahun ke-2 raja Tutankhamun, ketika ia memindahkan ibukota dari Amarna ke Thebes.

Identifikasi dalam Kronologi Baru

Dalam Kronologi Baru yang berkaitan dengan sejarah kuno Timur TengahDavid Rohl membuat sejumlah identifikasi berdasarkan Surat-surat Amarna dengan sejumlah nama tokoh sejarah, termasuk yang dicatat dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen:
  • Akhis atau Achish, raja Gat di 1 Samuel 211 Samuel 271 Samuel 281 Samuel 29 dalam Alkitab Ibrani, dengan Ć uwardata, raja Gat dalam surat Amarna. Akhis diyakini adalah kependekan dari nama Hurria Akishimige, "diberikan oleh Dewa Matahari." Shuwardata adalah nama bahasa Indo-Eropa yang berarti "diberikan oleh Dewa Matahari".
  • Aziru dalam surat Amarna dengan Hadadezer, raja Siria dalam Kitab 2 Samuel.
  • Labaya, pemimpin dalam surat Amarna, dengan raja Saul.
  • Daud dengan Dadua dalam surat Amarna EA256.
  • Mutbaal, penulis surat, dengan Isybaal (atau Isyboset). Kedua nama ini artinya tepat sama: "Pengikut Baal". Setelah kematian ayahnya (Labaya/Saul), Mutbaal/Isybaal memindahkan ibukota kerajaannya ke bagian timur sungai Yordan.
  • "Putra-putra Labaya," dalam surat Amarna (EA 250), dengan Mutbaal/Isybaal dan Dadua/Daud, yang adalah menantu Labaya/Saul.
  • Benemina, juga disebutkan dalam EA256, dengan Baanah, kepala suku Israel dalam 2 Samuel 4, yang kemudian mengkhianati dan membunuh Isyboset.
  • Yishuya, juga disebutkan dalam EA256, dengan Isai (Ishai dalam bahasa Ibrani, ayah Daud).
  • Ayab, nama seorang bawahan dalam EA 256, dengan Yoab (Ibrani: "Yo'ab").
  • Lupakku ("orang Pakku"), panglima tentara Aram dalam surat Amarna, dengan Shobakh ("Dia dari Pakku"), panglima tentara Aram di Alkitab.





   




Posting Komentar