Senin, 18 November 2013

Apakah Anda & Saya Masih Ateis?


Tidak semua orang yang tidak menuruti perintah TUHAN itu disebut Atheis. Sebab ada beberapa alasan orang yang percaya TUHAN tapi tidak menuruti ajaranNYA;

>> Tidak ada manusia yang sempurna.

>> Kurang kuat imannya. Ada iman tapi lemah.

>> Pembantah. Seperti Petrus dan Yunus.

>> Jiwa khianat, seperti Lusifer dan Yudas Iskariot.

 Berikutnya yang menggelitik hati saya adalah, mengapa anda mengajak kami berjalan bareng/bersama-sama ke tempat yang sama-sama belum pernah kita lewati? Mengapa anda tidak ke sana duluan, setelah paham liku-likunya, barulah mempromosikan ke kami. "Hai, kawan, saya barusan dari Singapura. Di sana kotanya bagus sekali. Mari kita ke sana?"

Jadi, alangkah baiknya jika anda praktekkan dulu seperti apa yang anda maui kami mengikutinya. Buatlah photonya ketika anda berbagi kasih dengan sesama, lalu postingkan ke milis ini sekalian dengan himbauan: "Mari kita melakukan seperti yang telah saya lakukan."



http://semsolata.blogspot.com/2012/08/anak-cacat-ini-memberikan-sumbangan.html?m=0

Di dunia ini tidak ada batasan siapa yang boleh menyumbang, tapi kenyataan yang ada yang besar selalu melupakan yang kecil, inilah cerita nyata di mana si kecil datang untuk menol

Orang sesama yang kecil. Orang Bijak Mengatakan: ”Sesungguhnya jika kita berbuat kebaikan, Kita BUKAN hanya sedang membantu orang lain, Namun sesungguhnya kita sedang membantu diri kita sendiri agar menjadi lebih bahagia. Temukan kebahagiaan dengan memberi “
 
Jika anak ini bisa membantu, mengapa “kita yang lebih baik” tidak? 
 
Para petugas mengulurkan tangan ingin membantu, tapi dia ingin melakukannya dengan tangannya sendiri.
“Saya masih punya uang.”
Ia berkata dengan antusias sambil merogoh saku celananya.
 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Elisa:

Secara sederhana ateis diartikan "orang yang tak percaya akan adanya TUHAN". Sekedar percaya, Setan SANGAT percaya atas keberadaan TUHAN. Bahkan dia pernah bersama dengan TUHAN di Sorga sebelum pemberontakannya.

Mengacu pada sikap Setan, percaya pada TUHAN yang dimaksud pastinya bukan sebatas hurufiah. Tetapi maknanya yaitu mengikuti atau melakukan perintah TUHAN. Perintah TUHAN adalah KASIH. Bila kita hidup tanpa kasih, maka kita adalah ateis.

Karena kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Kasih itu tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Kasih tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih itu tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Kasih itu tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Kasih itu menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Sekalipun nama kita sudah terdaftar dalam buku catatan keanggotaan suatu kelompok agama, rajin datang ke gedung pertemuan ibadah bahkan sudah hadir sebelum acara dimulai, banyak mendaftarkan orang masuk menjadi anggota kumpulan tersebut, kita adalah ateis bila hidup kita masih ada kecurangan, iri hati dan kebencian bahkan dendam. Kita adalah ateis jika kehidupan kita masih tanpa keadilan dan belas kasih.

Jadi...percaya pada TUHAN itu adalah perilaku, karakter, atau percaya pada TUHAN itu dinyatakan lewat "tabiat". Bukan sebatas penampakan lahiriah, acara, ritual dan liturgi, bukan sebatas menjadi anggota suatu kelompok agama.

Apakah Anda dan saya masih ateis?
Mari kita selidiki dengan teliti sesuai petunjuk yang TUHAN berikan pada masing-masing kita, apapun merek agama kita.

Selamat hari Senin.

Wassalam,

Elisa Sagala
Posting Komentar