Minggu, 17 November 2013

ARTI DAN ASAL MULA TRINITAS


Download:


Catatan: Tidak saya kutip semuanya


Tanya
Apa arti kata Trinitas? Apa yang dimaksud dangan Trinitas dalam ajaran Kristen?
Dari mana pemimpin gereja memetik ajaran tentang tiga Tuhan?

Jawab
Trinitas berarti kesatuan dari tiga. Trinitas dalam Kristen adalah Tiga Tuhan
yakni Tuhan Allah, Tuhan Yesus dan Tuhan Roh Kudus dan ketiganya adalah
satu.

Dogma ini berasal dari paham Platonis yang diajarkan oleh Plato (?-347 SM),
dan dianut para pemimpin Gereja sejak abad II (Tony lane 1984). Edward
Gibbon dalam bukunya The Decline and fall of the Roman Empire, hal 388,
mengatakan:

"Plato consider the divine nature under the thee fold modification: of the
first cause, the reason, or Logos; and the soul or spirit of the universe.the
Platonic system as three Gods, united with each other by a mysterious and
ineffable generation; and the Logos was particularly considered under the
more accessible character of the Son of an eternal Father and the Creator and
Governor of the world".

(Plato menganggap keilahian alami terdiri dari atas tiga bagian: Penyebab
awal, Firman (Logos), dan Roh alam semesta..Sistem Platonis sebagai tiga
Tuhan, bersatu antara satu dengan lainnya melalui kehidupan yang baka dan
misterius; dan Firman (Logos) secara khusus dianggap yang paling tepat
sebagai Anak Bapak yang baka dan sebagai pencipta dan penguasa alam
semesta).

Ajaran tiga Tuhan dalam satu ini bukan hanya dianut masyarakat Yunani dan
Romawi, tetapi juga mereka yang mendiami wilayah Asia Barat, Tengah, Afrika
Utara dan pengaruhnya menjalar ke beberapa kawasan lainnya di dunia.

Watch Tower and Bible Tract Society of Pennsylvania, 1984, menjelaskan:
"Throughout the ancient word, as far back as Babylonia the worship of pagan
gods grouped in triplets were common. This practice was also prevalent,
before, during, and after Christ in Egypt, Greece and Rome. After the death of
the Apostles, such pagan beliefs began to invade Christianity".

(Dunia di zaman purbakala, sejak masa kerajaan Babilonia, sudah terbiasa
menyembah behala, tiga Tuhan dalam satu. Kebiasaan ini juga banyak
ditemukan di Mesir, Yunani dan Romawi, baik sebelum, selama maupun
sesudah Yesus. Setelah kematian murid-murid Yesus, kepercayaan penyembah
berhala ini kemudian merasuk ke dalam agama Kristen).

Tanya
Apa definisi Trinitas?

Jawab
1. Athanasian Creed (abad VI) mendefinisikan Trinita sebagai:
"The Father is God, the Son is God, and the Holy Ghost is God. And yet
there Gods but one God".
(Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan.
Namun bukan tiga Tuhan melainkan satu Tuhan.)

2. The Orthodox Christianity kemudian mendefinisikan lagi Trinitas
sebagai:

"The Father is God, the Son is God, and the Holy Spirit is God, and
together, not exclusively, the form one God".

(Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan, dan Roh Kudus adalah Tuhan,
dan bersama-sama, bukan sendiri-sendiri, membentuk satu Tuhan.)

Sebelumnya sudah banyak para pemimpin Gereja yang mencoba memasukkan
ajaran Platonis dan agama Mesir tentang tiga Tuhan dalam satu. Namun upaya
tesebut baru pada tahap adanya tiga unsur atau oknum yang memiliki ikatan
satu dengan lainnya. Ketetapan ketiga oknum: Tuhan, Anak dan Roh Kudus
masing-masing dianggap Tuhan setara dan abadi, tidak pernah ada sebelum
ditetapkananya Athanasian Creed di abad ke IV.

Tanya
Sebutkan beberapa diantaranya :
Jawab

1. Irenaeus (125-203) menjelaskan bahwa Tuhan tidak sendirian. Selalu ada
Firman dan Hikmah bersamanya, Anak dan Roh, yang melaluinya Tuhan
menciptakan segala sesuatu secara bebas dan spontan.

"The Church, though scattered though out the whole world to the
earth, has received from the apostles and their disciples this faith: in
one God, the Father almighty, maker of heaven and earth and sea and
all thing in them; and in one Christ Jesus, the Son of God, who was
made flesh for our salvation, and in the Holy Spirit,."

(Gereja, yang walaupun tersebar di seluruh dunia, sampai ke ujung
bumi, telah menerima dari para Rasul dan murid-murid mereka
keyakinan ini: (Percaya) kepada Tuhan Yang Maha Besar, pencipta Sorga
dan bumi dan laut dan segala yang ada di dalamnya; dan dalam satu
Kristus, Yesus, Anak Tunggal Allah, yang telah menjadi daging demi
keselamatan kita, dan didalam Roh Kudus).

Dalam definisi ini jelas sekali bahwa sampai akhir abad II, para pemimpin
Gereja dan umat Kristiani masih beranggapan bahwa Allah (Bapa) adalah
satu-satunya Tuhan yang Maha Besar. Yesus hanya dikenal sebagai Anak
Allah sebagaimana yang dikampanyekan Paulus.

2. Tertullian (160-230) merupakan yang pertama menggunakan istilah
Trinitas. Dia mendefinisikan Trinitas sebagai: "una substantia
trepersonae" (satu zat dalam tiga oknum). Dia mengatakan :

Let us preserve the mystery of the divine economy which dispose the
unity into trinity, the Father, the Son, and the Holy Spirit, three not in
essence but in grade, not in substance but in form".

(Marilah kita menjaga misteri ikatan keilahian yang menjelaskan
kesatuan dari yang tiga, Bapa, Anak dan Roh Kudus, tiga bukan dalam
sari, tetapi dalam tingkatan, bukan dalam zat tetapi dalam bentuk.)
Menurut Tertullian ketiga oknum, Bapa, Anak, dan Roh Kudus memiliki
tingkatan yang berbeda-beda.

3. Origen (185-250) mengajarkan tiga Tuhan dalam Trinitas bertingkat:
Bapa lebih besar dari Anak, yang lebih besar dari Roh Kudus. Hanya Bapa
satu-satunya Tuhan yang sesungguhnya.

"First, that there is one God..Secondly, that Jesus Christ himself..was
born of the Father before all creatures..Thirdly, that the Holy Spirit was
associated in honor and dignity with the Father and Son.."

(Pertama bahwa ada satu Tuhan..Kedua bahwa Yesus Kristus
sendiri..lahir dari Bapa sebelum segala sesuatu dicipta..Ketiga, bahwa
Roh Kudus berkaitan dalam kemuliaan dan kehormatan dengan Bapak
dan Anak.)

Dalam definisinya, Origen menegaskan bahwa Tuhan Allah itu Esa.
Kedudukan Yesus adalah dibawah Tuhan Allah (Bapa), dan kedudukan
Roh Kudus dibawah Yesus.

BAB II
BENARKAH YESUS MENGAJARKAN TRINITAS?

Tanya
Apakah Allah mewahyukan dan mendefinisikan Trinitas kepada Yesus?
Jawab

Berdasarkan Alkitab, Allah tidak pernah mewahyukan dan mendefinisikan
Trinitas kepada Yesus. Yesus tidak pernah mengatakan bahwa Allah
mewahyukan Trinitas Kepadanya. Yesus sendiri tidak pernah menyebut-nyebut
Trinitas, apalagi akan mengatakan bahwa dirinya adalah anggota Trinitas.
A.N.Wilson dalam bukunya Jesus A Life, 1992, hal XVI mengatakan:

"I had to admit that I found it impossible to believe that a first-century
Galilean holy man (Jesus) had at any time of this life believed himself to be
the Second Person of the Trinity)

(Saya harus mengakui bahwa memang tidak mungkin untuk mempercayai bahwa
orang suci dari Galelia abad I (Yesus) pernah sekali saja dalam hidupnya merasa
dirinya sebagai oknum kedua dari Trinitas.)

Tanya
Apakah Allah pernah mewahyukan Trinitas kepada Para Nabi sebelum Yesus?
Jawab

Allah tidak pernah mewahyukan maupun mendefinisikan Trinitas kepada Nabinabi
sebelum Yesus. Mereka semua menerima wahyu tentang Tauhid. Tidak
secuil pun ajaran tentang Trinitas dalam Perjanjian Lama.

Buku encyclopedia of Religion mengakui:
"Theologians today are in agreement that the Hebrew Bible does not contain a
doctrine of the Trinity".

(Para ilmuwan Kristen saat ini sepakat bahwa ajaran Trinitas tidak ada dalam
Alkitab bahasa Ibrani /Perjanjian Lama.)

Selanjutnya buku New Catholic Encyclopedia juga mengatakan:
"The doctrine of the Holy Trinity is not taught in thr Old Testament".
(Ajaran Trinitas tidak pernah diajarkan dalam Perjanjian Lama)

Perhatikanlah apa yang disampaikan oleh para nabi yang diutus Allah dalam
Perjanjian Lama:

"Dengarlah hai orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa" (ulangan 6:4)
"Akulah Allah dan tidak ada yang lain. Akulah Allah dan tidak ada yang seperti
Aku" (Yesaya 46:9)

Andaikata Allah mewahyukan Trinitas kepada nabi-nabi Yahudi sebelum Yesus,
sudah lama orang Yahudi menyembah Trinitas. Namun bagaimana mungkin
Allah mewahyukan Trinitas kepada umat Yahudi, sementara Yesus, salah
seorang anggotanya, baru lahir, lama setelah para nabi-nabi ternama seperti
Nuh, Ibrahim, Musa, Daud dan lain-lain tiada.


Tanya
Apakah Yesus mengajarkan dan mendefinisikan Trinitas kepada Muridmuridnya?

Jawab
Yesus tidak pernah mengajarkan atau mendefinisikan Trinitas kepada muridmuridnya.
Sebaliknya beliau mengajarkan keesaan Allah.

"Dengarlah hai orang Israel: Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa" (Markus 12:29)

Sejarawan Arthur Weigall dalam bukunya paganism in Our Chrisrianity
mengatakan :

"Jesus Christ never mentioned such a phenomenon, and nowhere in the New
Testament does the word Trinity appear. The idea was only adopted by the
Church three hundred years after the death of our Lord".

(Yesus Kristus tidak pernah menyinggung tentang fenomena seperti itu
(Trinitas), dan kata Trinitas tidak di temukan dimana pun dalam kitab
Perjanjian Baru. Ide ini baru dianut Gereja tiga ratus tahun setelah Yesus
tiada)
Posting Komentar