Senin, 04 November 2013

BEGINI CERITANYA


Karena saya berkata: “Segala sesuatu halal bagiku” maka pak Waworuntu bermaksud menerkam saya dengan topik ganja itu halal. Maksudnya, jika saya berkata: ganja itu tidak baik dan haram, maka pak Waworuntu akan menodongkan itu kepada saya. Tapi saya tidak bisa dijebak dengan cara begitu. Prinsip saya terhadap Alkitab tetap teguh, bahwa semua ciptaan ALLAH adalah baik, tidak ada suatupun yang tidak baik. Sedangkan semua manusia itu tidak ada seorangpun yang benar. Karena itu pendapat orang tentang buruknya ganja saya abaikan, dengan keyakinan pasti ada baiknya. Dan saya ingat dengan ibu Roslina Podico yang di Perancis. Ketika sakit ibu ini menyuntikkan morphin. Padahal morphin di sini kayak setan, di sana koq begitu bebasnya? Itulah yang mendorong saya mencari khasiat ganja, dan menemukannya. Bahkan kenyataannya khasiat ganja itu justru memukul ilmu kesehatan mereka yang melawan penyakit kolesterol, jantung, kanker, dan lain-lainnya. Ternyata bukan hanya vegetarian saja obatnya, melainkan terdapat juga pada barang-barang yang mereka nyatakan haram dikonsumsi.
Pak Waworuntu terkejut dengan jawaban saya yang di luar dugaannya. Maka rontoklah semua siasat yang telah disusunnya untuk menerkam saya. Mau tidak mau harus dicari siasat yang baru lagi. Entah, apa itu?
Saya hanya berpikir sambil mesam-mesem; betapa berbahagianya bangkai tikus yang kuburannya dibangun dan diperindah dengan cat warna-warni. Sebuah ajaran amburadul sedang diusahakan ditutupi dengan keamburadulan. Kebohongan ditutupi dengan kebohongan yang lainnya. Dan saya menjadi ingat dengan konspirasi Tata Dunia Baru yang dibangun dan dikembangkan oleh Illuminati. Jelas bahwa gereja ini telah disusupi agen-agennya. Bukankah saya telah membuktikan bahwa semua ajaran mereka sangat bertentangan dengan Alkitab?
Orang menuntut saya lemah-lembut. Lemah-lembut mereka artikan sebagai menuruti perkataan mereka, yaitu menghentikan cuap-cuap di milis. Dan karena sulit menikam ulu hati saya, maka mereka berusaha mengiris-iris tangan dan kaki saya, yaitu tabiat saya. Tapi itupun ternyata tak bisa pula.

Bingung, deh. 
Posting Komentar