Sabtu, 09 November 2013

BUKAN MAKANAN



Download:



Ketika ada seekor kambing dan seekor Babi, TUHAN berpesan kepada Adam: “Kambing itu makananmu.” Ini diartikan oleh bung Eddy, bahwa Babi bukan makanan Adam/manusia. Itu betul sekali. Tapi itu menunjuk pada masalah pemilikan, bukan masalah jenis. “Ini makananmu, itu bukan makananmu.” Sama seperti ada 2 dompet; “Ini dompetku, itu dompetmu.” Yang demikian ini namanya masalah kepemilikan. Bukan tentang Babi itu Batu yang tidak bisa dimakan. Kalau Babi itu Batu yang memang tidak bisa dimakan, maka tidak akan disejajarkan dengan Kambing, sebab tidak apple to apple. Tapi ALLAH menandai sebagai: “Yang ini boleh dimakan, sedangkan yang itu tidak boleh dimakan.” Bukan antara bisa dengan tidak bisa, melainkan antara diperbolehkan dengan tidak diperbolehkan.

Sampai di sini apakah anda sudah setuju? Masih ngeyel mempertahankan kebodohannya? Apakah saya harus menerima pendapat anda bahwa Babi bukan makanan? Baiklah, saya akan ikuti kemauan anda, sekalipun itu konyol, sangat-sangat konyol.

BABI BUKAN MAKANAN.
Babi bukan makanan apakah berarti tidak boleh dimakan? Apakah bukan makanan berarti tidak boleh dimakan? Saya melihat anda plus pak Sammy Lee mesam-mesem kesenangan karena pendapatnya saya terima.

JADI, BUKAN MAKANAN BERARTI TIDAK BOLEH DIMAKAN.
Tapi siapa yang melarang? Perserikatan Bangsa Bangsa? WHO? Pemerintah Indonesia? Mana hukumnya? Apa sanksinya? Maka andapun dengan tangkas dan penuh semangat menjawab dengan penuh percaya diri: “ALLAH, TUHAN.” Pak Sammy Lee, mengangguk-angguk menyetujui jawaban itu, karena dianggapnya jawaban yang sangat kuat, sebab ALLAH, lebih tinggi dari PBB.

YANG MELARANG ADALAH ALLAH.
Bagaimana kalau saya Atheis, yang tidak percaya dengan allahmu dan tidak mau mengikuti aturanNYA? Bung Eddy semakin percaya diri untuk menjawab: “Kamu akan masuk neraka.” Lagi-lagi pak Sammy Lee mengangguk-angguk tanda setuju. Memang bisanya cuma gitu doank, mau diapakan lagi?!

SAYA AKAN MASUK NERAKA.
Kalau saya masuk neraka karena Atheis dan makan Babi, apakah kamu bisa masuk sorga karena beragama dan tidak makan Babi? Mereka kaget! Bapak dan anak itu terkejut dengan pertanyaan demikian. Mereka tidak sangka-sangka bahwa pertanyaannya akan sampai ke situ. Kini pikiran mereka mulai terbuka; “Betul sekali kata pak Hakekat. Buat apa beragama? Buat apa tidak makan Babi, kalau nasibnya sama-sama dengan yang Atheis dan pemakan Babi?”

Pernah melihat atraksi Kuda Kepang? Di pertunjukan itu mereka memamerkan memakan kaca. Di pertunjukan yang lain, ada yang memamerkan memakan silet. Siapa yang melarang orang memakan yang bukan makanan? Siapa? Hanya ALLAH.

Kalau hanya ALLAH yang melarang, anda yang beragama harus bisa meyakinkan bahwa anda pasti masuk sorga. Anda harus bisa lolos dari Firman yang menyatakan bahwa tidak semua orang Kristen itu diselamatkan dan sekalipun Laodikia akan dimuntahkan dari mulut JESHUA ha MASHIA.Dan anda tidak perlu melarang-melarang orang makan apa saja, jika yang melarang itu hanya ALLAH, bukan pemerintah.

Laporkan saja pada yang melarang. Jika yang melarang pemerintah, laporkan ke pemerintah, supaya pemerintah yang bertindak menghukum orang itu.Jika yang melarang TUHAN, laporkan ke TUHAN, supaya TUHAN yang bertindak menghukum orang itu. Biarlah yang punya hukum yang melakukan tindakan hukum, jangan anda. Kecuali anda mempunyai kuasa untuk menghakimi.

Jadi, kalau ada orang minta dibaptis, ya baptislah saja, tanpa syarat apapun. Ajarkanlah Alkitab, terserah benar atau sesatnya, asal anda tidak membuat peraturan apapun. Jika gereja anda memang mengharamkan Babi, ya sebutkan saja bahwa Babi itu haram menurut gereja itu, tapi jangan dilarang orang itu berbuat apa saja. Sebab anda yang menghakimi orang, anda juga akan dihakimi ALLAH. Karena itu anda jangan menghakimi orang lain, entah dia duduk entah dia berdiri, entah dia makan Babi atau makan Kambing, entah dia berzinah atau tidak berzinah.

Beritakan saja Injil/Alkitab tanpa peraturan apapun.

>> Roma  14:3   Siapa yang makan, janganlah menghina orang yang tidak makan, dan siapa yang
                             tidak makan, janganlah menghakimi orang yang makan, sebab Allah telah menerima
                             orang itu.
                  14:4      Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia berdiri,
                             entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan tetap berdiri,
                             karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.

Anda akan malu jika kelak orang yang anda sangka masuk neraka ternyata bisa masuk sorga, sementara anda yang menyangka masuk sorga ternyata masuk neraka. Sebab keselamatan itu kasih karunia ALLAH. ALLAH mempunyai hak penuh untuk menyelamatkan siapa saja maupun membuang siapa saja;

>> Yohanes   10:18          Tidak seorangpun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku
                                           memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya
                                           dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-
                                            Ku."

Mari kita urus diri kita masing-masing, seperti apakah kita di hadapan ALLAH? Beritakanlah Injil tanpa mengurus pribadi orang.

Apakah saya pernah mengurus apa yang anda makan? Apakah saya pernah mengurus perbuatan anda? Tidak, ‘kan?! Saya hanya memberitakan Injil dan memeriksa apa yang anda ajarkan, bukan mengurusi diri anda. Saya hanya bertanya: Masak Alkitab mengajar begitu? Dan saya harus meyakinkan kepada orang banyak bahwa Alkitab tidak seperti itu. Itulah yang saya lakukan sebagai Penginjil.

>> 1Korintus  3:10            Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku
                                            sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan
                                            orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus
                                            memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
                        3:11                Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada
                                           dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
                        3:12                Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu
                                            permata, kayu, rumput kering atau jerami,
                        3:13                sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan
                                           akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana

                                            pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
Posting Komentar