Minggu, 17 November 2013

DEAR BUNG HANS

Ketika Muhammad bersama pengikutnya mengungsi ke kota Madinah, mengapa disebut hijrah, bukan penjajahan? Apakah karena keagamaan sehingga yang semestinya disebut penjajahan dihaluskan menjadi hijrah - pindah? Kenapa harus pindah dari Mekkah? Terdesak oleh kekuatan Quraish? 

Maksudnya, tidakkah hijrah Muhammad itu membikin repot, panik, ketakutan, dan menyakiti hati penduduk kota Madinah yang semula aman tenteram? Mohon penjelasannya.

Hijrah

http://id.wikipedia.org/wiki/Hijrah

Hijrah (bahasa Arab: هِجْرَة) adalah perpindahan/migrasi dari Nabi Muhammad dan pengikutnya dari Mekkah ke Madinah pada tahun 611.


Hijrah Nabi Muhammad



Pada September 622, terdapat skenario pembunuhan kepada Nabi Muhammad, maka secara diam-diam Nabi Muhammad bersama Abu Bakar pergi meninggalkan kota Mekkah.[3] Sedikit demi sedikit, Nabi Muhammad dan pengikutnya berhijrah ke Yastrib 320 kilometer (200 mil) utara Mekkah. Yastrib kemudian berubah nama menjadi Madinat un-Nabi, yang berarti "kota Nabi", tapi kata un-Nabi menghilang, dan hanya disebut Madinah, yang berarti "kota".[4] Penanggalan Isalm yang disebut Hijriah dicetuskan oleh Umar bin Khattab pada tahun 638 atau 17 tahun setelah peristiwa hijrah.[4] In the following chronology[4] Kota tempat tinggal Nabi Muhammad disebut Madinah dan wilayah sekitarnya disebut Yastrib.
HariTanggalCatatan
Hari 1
Kamis
26 Safar SH 1
(9 September 622)
Meninggalkan rumah di Mekkah. Tinggal tiga hari di Gua Thur di dekat Mekkah.
Hari 5
Senin
1 Rabiul awal SH 1
(13 September 622)
Meninggalkan Mekkah. Perjalanan ke Madinah.
Hari 12
Senin
8 Rabiul awal SH 1
(20 September 622)
Tiba di Masjid Quba dekat Madinah.
Hari 16
Jumat
12 Rabiul awal SH 1
(24 September 622)
Tiba di Madinah untuk salat Jumat.
Hari 26
Senin
22 Rabiul awal SH 1
(4 October 622)
Pindah dari Masjid Quba ke Madinah.

Hijrah pertama

Sebelumnya, pada tahun 615 telah ada peristiwa hijrah pertama dari kaum Muslim yang disarankan Nabi Muhammad untuk menghindari penindasan dari kaum Quraish di Mekkah untuk hijrah ke Kekaisaran Aksum yang diperintah oleh Raja Kristen (lihat Islam di Ethiopia). Nabi Muhammad sendiri tidak ikut hijrah. Pada tahun itu pengikut Nabi Muhammad dikejar suku Quraish dengan mengirim utusan ke Kekaisaran Aksum untuk membawa kembali para pengikut Nabi Muhammad yang hijrah kembali ke Mekkah.
Posting Komentar