Jumat, 22 November 2013

DEAR BUNG TAPSON

Bung Tapson, paman saya, adiknya ayah saya adalah pemilik pabrik catur merk: Chess, yang terkenal[zaman dulu]. Saudara ayah saya yang laki-laki semuanya 7 orang dan semuanya jago main catur. Catur adalah mainan saya sejak kecil. Dan kalau di Sibolga, Tebing Tinggi dan Medan, latihan saya di kedai-kedai kopi yang menyediakan mainan catur, sekalipun saya tak mau ikut berjudi. Juga ketika menjadi salesman, di mobil selalu saya membawa papan catur untuk mainan di hotel hingga pagi hingga pagi. Jadi, saya sudah bermain catur dengan segala macam orang, bung. 

Dan sebelum saya mengenal internet, kalau mengetik tulisan saya ke rental komputer. Biasanya ada program grand masternya di komputer itu. Ketika pertama-tama main, saya memang selalu kalah. Sebab suasananya berbeda. Tapi setelah terbiasa, justru saya tak pernah kalah lagi.

Hanya saja, semenjak sepeda pancal saya hilang[tahun 2007], selera saya main catur juga mendadak hilang sama sekali. Melihatpun sekarang ini malas. Buat apa buang-buang waktu mikirin kayu atau plastik?
 

Apakah informasi ini bermanfaat bagi anda?

Tidak ada komentar: