Kamis, 07 November 2013

DENGAN BUNG DAVID-3




Download:


JAWABAN SAYA:

1. Terpancing emosi;

     Biasanya yang dipancing itu ‘kan ikan? Kali ini bung David mengakui kalau emosinya kayak ikan,
     setelah sebelumnya mengakui kalau bukan orang suci.

     Orang vegetarian seharusnya lebih sabar, lho.

2. Menghimbau berhenti merokok;

     Sebenarnya mengatur saya itu gampang. Saya ini orangnya menurut asalkan petunjuknya jelas.
     Buktinya ketika tahu kebenaran hari Sabat, saya langsung pindah ke Sabat, bahkan sampai mual-
     mual dengan hari Minggu. Biar dibayar berapapun saya takkan mau ke gereja Minggu.

     Tapi penjelasan anda masalah rokok itu sangat buruk sekali. Banyak dusta di dalamnya.
     Bagaimana saya hendak mengikuti ajaran yang nggak jelas? Sekalipun saya paham bahwa rokok
     itu tidak baik, tapi ya bukan begitu caranya memberikan penjelasan.

     Ilmiahnya KASAR SEKALI. Masak perokok itu kayak monster yang mengerikan? Masak perokok itu
     pembunuh? Ini ‘kan ilmiahnya preman?!

     Masak orang sekaliber anda masih juga awur-awuran berpikirnya? Apakah harus membuat
     gambar monster? Apakah sampai perlu menuduh sebagai pembunuh? Tidakkah kata-kata anda itu
     sadis sekali kayak karakternya Adolf Hitler yang juga vegetarian?

3. Anda mencuci tangan;

     Apakah anda saudaranya Pontius Pilatus yang menyalibkan YESUS?

     >> Matius  27:24         Ketika Pilatus melihat bahwa segala usaha akan sia-sia, malah sudah mulai
                                            timbul kekacauan, ia mengambil air dan membasuh tangannya di hadapan
                                            orang banyak dan berkata: "Aku tidak bersalah terhadap darah orang ini; itu
                                            urusan kamu sendiri!"

4. Ingin menang;

    Setahu saya setiap peserta diskusi, ingin pendapatnya diterima oleh lawan diskusinya, dan itu
    searti dengan ingin menang. Tapi yang saya protes dari anda adalah main paksa tanpa landasan
    logika.

    Misalnya: ini ayat yang seringkali anda pakai:

    >> Yakobus  4:17          Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak
                                            melakukannya, ia berdosa.

     Itu perbuatan, bukan soal makanan. Kalau makanan itu larinya ke diri sendiri, bukan ke orang lain.
     Tapi kalau perbuatan selalu berkaitan dengan orang lain. Kalau makanan itu masuk ke perut,
     sedangkan perbuatan itu untuk orang lain.

     Makanan itu apa yang masuk, sedangkan perbuatan adalah apa yang keluar – apa yang kita
     perbuat/tampilkan.

     >> Markus  7:15           Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat
                                           menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang
                                           menajiskannya."

      Jadi, anda main campur-aduk antara makanan dengan perbuatan.

      Apa yang 1 anda buat menjadi 2, sedangkan apa yang 2 anda buat menjadi 1. Iman dengan
      perbuatan yang seharusnya 1 – iman saja, anda pisah menjadi iman dengan perbuatan.
      Sedangkan makanan dengan perbuatan yang seharusnya 2, anda jadikan 1, makanan =
      perbuatan.

      Makanan itu tidak ada hubungannya dengan perbuatan.

      Makan sayur tidak membuat anda menjadi sayur, makan Babi tidak membuat anda menjadi Babi.
      Tapi apa yang ada dalam benak anda, itulah yang akan anda keluarkan sebagai perbuatan anda.
      Misalnya anda berzinah atau mencuri, itu asalnya adalah dari dalam pikiran anda. Bukan berasal
      dari makanan anda.

      Jadi, kita memakan makanan yang unclean – bahasa Inggris, kotor, itu tidak apa-apa.

5. Apakah perokok pasti tidak onani?

     Bukankah anda sudah menyatakan kalau perokok itu orang yang tidak benar? Orang berdosa?
     Jadi, lumrah sekali kalau perokok itu onani atau korupsi. Nggak perlu kaget itu. Tapi apakah orang
     yang merasa lebih suci karena tidak merokok itu pasti lebih baik? Inilah yang perlu saya tanyakan.

     Apakah anda yang tidak merokok itu bisa lebih baik? Bagaimana kalau tabiat seorang perokok
     seperti saya ini bisa lebih baik dari anda?

     Coba anda bertanya kepada bung Eddy. Dia juga anti rokok. Tapi tanyailah apa pendapat dia
     tentang saya? Apa artinya dia berkata bahwa saya ini lebih Sabtu daripada yang Sabtu? Apakah
     itu bisa diartikan bahwa saya lebih baik dari anda? Coba Tanya apa artinya kesaksiannya itu.

     Nah, kalau saya yang merokok bisa lebih baik dari anda yang tidak merokok, maka di mana
     keterlibatan atau kaitan antara rokok dengan perbuatan? Apakah saya baik karena rokok? Apakah
     anda tidak baik karena tidak merokok? Jadi, mengapa anda kambing hitamkan rokok yang tidak
     bersalah apa-apa?! - Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak
     melakukannya, ia berdosa.

     Tahu rokok tidak baik tapi saya masih merokok, itu anda sebut berdosa. Tapi kenyataan
       membuktikan bahwa bukan rokok penyebab seseorang itu baik atau tidak baik, ‘kan?!

6. Anda menyuruh saya membuang rokok;

     Saya justru menyuruh anda membuang tabiat anda yang tidak benar. Inilah yang harus anda
     buang supaya anda bisa lebih Sabtu dari yang Sabtu, seperti kata bung Eddy. Supaya anda tidak
     menjadi muntahan YESUS.

      Akal budi yang tidak baik anda tutup-tutupi, tapi makanan orang yang tidak baik anda urusi
      begitu penting. Anda telah salah di dalam memprioritaskan sesuatu. Anda seorang manager yang
      tidak profesional, tidak bisa memanage mana yang lebih penting.

7. Bagaimana saya tahu hati orang?

     Saya tidak pernah mengaku tahu hati orang. Saya hanya mengingatkan anda, apakah anda yang
     tidak merokok itu sudah benar-benar suci? Bukankah justru anda yang menghakimi saya sebagai
     orang berdosa hanya karena saya merokok?

     Kalau saya tidak pernah menghakimi pribadi orang. Tugas dan kewajiban saya hanya
     mempertanyakan ajaran gereja, bukan pribadi orang. Tapi sebagai balasannya bukannya
     menjawab pertanyaan saya melainkan ganti menyerang pribadi saya.

     >> Efesus   6:12            karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan
                                            pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-
                                            penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

     Bukan melawan darah dan daging – pribadi orang. Pribadi orang itu urusannya dengan TUHAN.
     Tapi kita harus melawan pemerintah, baik pemerintahan gereja maupun pemerintahan negara
     yang melakukan ketidakadilan dan ketidakbenaran, seperti ada tertulis;

     >> Yesaya  1:17            belajarlah berbuat baik; usahakanlah keadilan, kendalikanlah orang kejam;
                                            belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda!

8. Mengapa anda memaksa saya untuk memberitakan rokok?

     Kalau saya mempunyai sebuah toko, bukankah saya mempunyai hak untuk menjual barang yang
     ini atau tidak menjual barang yang itu? Siapa yang bisa memaksa saya untuk menjual seluruh
     barang sekalipun ini toko? Sebab jika ada barang yang tinggal sebuah, yang ingin saya pakai
     sendiri, mengapa harus saya jual?

     Kalau seandainya persediaan Baygon hanya tinggal satu, sementara saya memerlukannya,
     mengapa harus saya jual?

     Saya ini Penginjil, mengapa anda paksa mempromosikan rokok? Rokok ini saya pakai sendiri, tidak
     ikut saya jual. Rokok ini bukan sebuah tabiat, sehingga harus diikutkan ke dalam penginjilan saya.
     Kalau tabiat, seperti saya melanggar hari Sabat, berzinah, mencuri, berbohong, dan sejenisnya, itu
     boleh dikaitkan dengan penginjilan, sebab ada kaitan antara ajaran dengan contoh perbuatan.
     Teori dengan prakteknya.

       Beruntung, di milis ini saya mempunyai banyak saksi mata atas tabiat saya yang bisa
       direferensikan sebagai teladan yang sesuai dengan yang saya ajarkan. Dan selama ini masih
       belum ada orang yang mempermasalahkan tabiat saya, selain masalah rokok. Termasuk andapun
       tidak bisa menyerang saya sebagai pencuri atau pezinah. Tapi saya dengan mudah bisa
       menyerang moral gereja, bukan karena mencari-cari kesalahan, tapi karena kesalahan moral itu
       sudah sedemikian umumnya. Apa-apa yang dosa sudah tidak dirasakan sebagai dosa lagi.

9. Orang munafik;

     Kemunafikan itu terjadi karena orang mendua hati, antara agama dengan dunia. Tapi orang yang
     sudah meninggalkan keduniawian seperti saya, tidak mungkin dijangkiti kemunafikan lagi. Sebab
     prinsip kerjanya searah, tidak bertentangan seperti antara ALLAH dengan Mamon.

     Dulu, saya juga selalu munafik. Kalau di gereja kayak orang suci, tapi kalau diluar gereja kayak
     preman.

     Karena itu anda yang masih mendua-hati tidak mungkin bisa mengelakkan diri dari tudingan
     munafik. Sebab anda kayak orang kebingungan; ikut ALLAH susah, ikut dunia senang tapi dibenci
     ALLAH. Bingung, ‘kan?!

10. Anda bukan sok pintar;

      Siapa bilang anda bukan orang yang sok pintar, jika tidak pintar tapi merasa pintar?! “Sok” itu
      artinya adalah seolah-olah. Itu suatu kesombongan. Pelayan mengaku direktur, itu kesombongan.
      Tapi kalau saya memang direktur lalu mengaku direktur, itu kebenaran, bukan kesombongan.

      Saya harus memberitahukan keadaan saya yang sebenarnya supaya anda jangan keliru
      memperlakukan orang. Saya harus memberitahukan kalau saya dokter ahli kandungan, supaya
      kalau anda sakit jiwa tidak berobat ke saya. Itulah perlunya.

11. Jangan gunakan kebaikan saya untuk menghakimi orang;

      Justru saya harus menggunakan kebaikan saya untuk menghakimi orang. Saya harus bersih dulu
      baru saya bisa mempersalahkan orang lain. Saya harus mempunyai pertahanan yang kuat lebih
      dahulu sebelum menyerbu markas orang, supaya jangan sampai ketika dibalas serangan saya
      menjadi kelabakan. Itulah sebabnya saya selalu menang ketika menyerang maupun ketika
      diserang. Sama seperti anda yang tidak merokok lebih dahulu, baru mengajari saya untuk tidak
      merokok. Jangan meniru orang-orang Sabtu, yang dirinya sendiri masih belum vegetarian, tapi
      suara nyaringnya melebihi yang sudah vegetarian. Ketika vegetarian diserang, dia marah besar.
      Tapi ketika ditanya: apakah anda sudah vegetarian? Jawabannya: masih belum. ‘Kan konyol ini
      namanya?!

      Tapi anda jangan kaget dengan kekonyolan tersebut, sebab vegetarian di gereja tersebut
      berkaitan dengan karier daripada dengan keagamaan. Kalau mengaku vegetarian murni, jenjang
      kariernya akan berjalan mulus.

      Paman saya masuk Sabtu karena ikut istrinya. Dia tidak merokok tapi hobbynya adalah minum
        kopi. Minuman yang paling diharamkan di gereja itu. Konon kalau minum kopi itu anteknya
        setan. Nah, beliau mempunyai simpanan kopi di rumah tetangganya. Setiap hari ke rumah
        tetangganya, seolah-olah gaul, padahal untuk minum kopi.

        Jadi, kalau ada pengaku vegetarian tapi galak dan buas, pasti dia itu keponakannya Harimau.
        Sebab mana ada sayur bayem yang bergigi taring, ya nggak?! Lihatlah ke sawah, kalau sayur
        bayem itu ya lenggak-lenggok kalau kena angin, ‘kan?! Tapi ketika kena angin pak Hakekat, ada
        suara auman, itu bukan sayur bayem yang mengaum. Masak gitu saja nggak ngerti?!

        Bagaimana dengan bung David? Kayak bayem atau kayak Harimau? Kalau pak Elisa itu Harimau
        yang bertanduk bayem. Nggak bisa menanduk, wong bayem tanduknya.

12. Mendengarkan nasehat anak kecil;

       Kalau mendengarkan keluh-kesah anak kecil, saya mau, tapi untuk menuruti nasehat anak kecil
       yang belum berpengalaman, lalu pengalaman saya ini dikemanakan?! Itulah bedanya saya dari
       anda.

      >> Mazmur   1:1         Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang
                                            tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan
                                            pencemooh,

      Saya tidak sengawur anda untuk mengangkat guru secara sembarangan saja.

13. Bukan menghakimi tapi kenyataannya menghakimi;

       Konyol banget, ya?! Setelah melempar batu sembunyikan tangan namanya.

14. Balok dan selumbar;

      Balok adalah masalah yang besar, sedangkan selumbar adalah masalah yang kecil. Mengapa
      anda membahas yang bukan merupakan masalah, tapi menutupi masalah yang sesungguhnya
      masalah besar?!

      Masalah merokok adalah masalah saya pribadi, masalah saya sendirian, masalah yang esa. Tapi
      masalah ajaran gereja yang salah adalah masalah jemaat, masalah orang banyak. Inilah yang
      harus ditangani lebih dahulu. Kita harus mengedepankan kepentingan umum. Sebab jemaat
      Laodikia sedang dalam bahaya besar hendak dimuntahkan dari mulut YESUS. Bisa binasa semua
      itu kalau tidak segera diluruskan.

      Orang sehat anda masukkan ke dalam ambulans, orang sakit anda biarkan tergeletak di jalanan.
      Gimana ini mikirnya?!

15. Anda tidak akan komentari lagi;

       Bukan karena anda tidak mau mengomentari, tapi apa yang mau dikomentari dari argumentasi
       saya yang kokoh kuat?!

        Anda sama seperti anak saya ketika masih 5 tahun memukul-mukul punggung saya, bukan saya
        yang kesakitan, tapi dia yang capek sendiri. Kenapa? Sebab dia masih kecil sedangkan saya
        sudah besar. Dia harus sebesar saya kalau mau menyakiti saya.

        Anda juga begitu. Harus mempunyai argumentasi yang lebih baik supaya bisa melanjutkan
        diskusi dengan saya. Bukannya tidak mau, tapi tidak bisa. Tidak mau karena tidak bisa.

        Mintalah nasehat pada pak Elisa, bagaimana alasannya kalau kalah diskusi supaya kelihatan
        menang?!

        >> Kalau tidak salah, anda memberi judul: Mari membahas rokok sampai tuntas.
              Jadi, tuntasnya adalah “merokok bukan termasuk dosa, ‘kan?”

        >> Merokok termasuk dosa, alasannya amburadul sekali.

        >> Merokok bukan termasuk dosa, alasannya Alkitabiah sekali.

Ini dulu jawaban saya. Besok pasti akan saya lanjutkan.

                                           
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
BUNG DAVID:
Pembahasan terakhir (juga saya attachkan filenya)

Kepada semua anggota milis.

Dengan ini saya memberikan komentar terakhir, dan saya tidak tertarik lagi melanjutkan perdebatan mengenai rokok, karena hal itu tidak meningkatkan kerohanian, justru membuang waktu saja, dan menyebabkan terpancing emosi.

Dengan demikian, posisi saya dan banyak teman-teman sudah jelas, bahwa kita sudah menghimbau pak Rudy, saya sudah menghimbau pak Rudy untuk meninggalkan rokok, tetapi pak Rudy bersikukuh hal itu bukan dosa dan baik, maka pak Rudy, ijinkanlah saya mencuci tangan mengenai masalah rokok anda, dan semua sudah menghimbau, dengan demikian, hal itu menjadi tanggung jawab pribadi pak Rudy.

Berikut ini adalah jawaban dan alasan saya yang terakhir dan tidak meneruskan.
(Jawaban saya: merah dan ketrangan biru)






JAWABAN SAYA:

1. Kejujuran sejati;

Seperti apa  kejujuran sejati itu? Anda harus menang dan saya harus kalah?

Jawaban saya:. Saya minta kejujuran untuk memilih landasan diskusi, dan dengan lihainya, dikatakan saya minta menang. Saya sama sekali tidap pernah ingin menang, saya tahu justru pak Rudy yang ingin menang, sampai memutarbalikkan fakta, membuat perbandingan yang bukan apple to apple.


2. Rokok tidak baik;

Saya setuju bahwa rokok itu tidak baik.

Rokok tidak baiknya hanya sebatas untuk kesehatan dan perekonomian kita saja. Hanya sebatas masalah duniawi saja. Tidak bisa dijadikan tiket untuk masuk ke sorga. Tapi onani, zinah, korupsi, menonton pornografi, foya-foya, bermewah-mewah, kikir, tidak suka menolong orang, tidak tahu bersyukur, selalu menggerutu, tidak pernah sembahyang, penyesat, pemutarbalik Alkitab, dan lain-lainnya, ini jauh lebih penting untuk kita perhatikan. Sebab itulah yang diperhitungkan dalam keselamatan kita.

Jawaban saya:
Kebiasaan pak Rudy mengelit, yaitu kemudian  membandingkan rokok, yang bukan dengan dampak rokok, jadi bukan apple to apple. Apakah perokok, pasti tidak onani, saya kira justru lebih suka onani, karena ketagihan rokok saja, sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, dan harus berkelit menutupinya.
Apakah perokok tidak korupsi, saya kira lebih cenderung korupsi karena perlu uang untuk beli rokok, perlu uang untuk biaya ke rumah sakit dan ke dokter, serta membersihkan bau rumah, dan membetulkan rumah yang kebakaran karena rokok. Bisa cari beritanya, banyak terjadi kebakaran karena rokok, walaupun pasti pak Rudy akan menutupinya dengan sumber kebakaran yang lain, tetapi selalu tidak mau mengakui bahwa rokok juga menjafi salah satu penyebab kebakaran, walaupun memang bukan penyebab utama.
Apakah perokok tidak menonton pornographi, justru biasanya orang kumpul-kumpul sambil merokok dan menghisap ganja, dan nonton pornographi, dan hal-hal lainnya yang bejat.
Apakah kalau jadi perokok, seperti pak Rudy, pasti tidak foya-foya, tidak bermewah-mewah, tidak kikir, suka menolong, tahu bersyukur, tidak selalu menggerutu, selalu sembahyang. bukan penyesat, bukan pemutarbalikkan Alkitab. dan lain-lainnya (saya tuliskan dari tulisan pak Rudy sendiri). Kalau semua ini hasil dari rokok, maka jangan plin-plan, dan setuju kalau rokok tidak baik, justru rokok itu sangat baik hasilnya, karena menurut pak Rudy yang tidak merokok itu justru jadi jahat.
Jadi kalau menurut pak Rudy, bagi kita semua lebih baik merokok, karena akan jadi lebih baik, daripada tidak merokok akan jadi jahat,
Saudara-saydara sekalian, sungguh saya menghimbau dengan hati yang tulus, karena ajaran demikian adalah ajaran kompromi, dan hal ini sangat berbahaya.


Karena itu jika pendeta mendapati jemaatnya masih bermoral yang compang-camping, seharusnya masalah itu yang dibenahi terlebih dahulu, supaya umatnya mendapatkan jaminan keselamatan..

Jawaban saya:
Sekali lagi, pak Rudy berkelit dari masalah utama, apakah perokok moralnya pasti tidak opang-camping, apakah kalau tidak merokok, moralnya pasti compamg-camping sehingga Pendeta harus mengurus orang yang tidak merokok, dan memberikan kebebasan untuk merokok, karena menghasilkan moral yang tidak compang-camping. Kalau ini Injil pak Rudy, maka beritakan rokok dengan sura nyaring.. Orang waras pasti bisa tahu jawaban ini jika jujur dan tulus..
   
Sebab lebih baik tidak punya jantung tapi masuk ke sorga daripada punya jantung tapi masuk neraka. Itu perkataan JESHUA ha MASHIA, bukan perkataan saya:

Matius   5:29      Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka..

Jawaban saya:
Disinilah hebatnya dan bahaya besar kelicikan pak Rudyanto, dan saya ingatkan semua orang untuk sangat berhati-hati, supaya tidak secara diam-diam terpengaruh ajarannya.
Pak Rudy sangat, sangat pintar untuk memutarbalikkan ayat.. Dari ayat itu pak Rudy menyimpulkan lebih baik tidak punya jantung tapi masuk surga, daripada punya jantung tapi masuk neraka. Justru ayat itu menyatakan, kalau jantung kita (tangan kita, atau mulut kita), membuat kita berdosa, dan membuat kita masuk neraka, maka justru buanglah SEKARANG INI, supaya walaupun tanpa anggota tubuh, tetapi masuk surga, tetapi ajaran pak Rudy, adalah kita tetap masuk sorga, walaupun berdosa dengan tubuh kita, karena tubuh bukan penyebab hilang, dan nanti diselamatkan walaupun tanpa jantung, dan mungkin akan berkomentar, toh nanti tubuh kita diganti. Pak Rudy, kalau kebiasaan buruk itu tidak dibuang SEKARANG, justru akan membuat anda tidak masuk surga, itulah isi dari ayat itu. Justru Kristus yang meminta untuk anggota tubuh itu dibuang supaya tidak menjadi penyebab kehilangan jiwanya. Renungkan dalam-dalam. Kalau bapak jujur, dan tahu rokok, bukan kebiasaan yang baik, maka bapak bisa bergumul untuk berhenti, dan kalau memang merasa tidak mungkin, keratlah tangan dan mulut pak Rudy sekarang ini, karena lebih baik selamat tanpa mulut dan tangan, daripada lengkap tetapi masuk neraka. Janganlah mengajar yang tidak benar. Hal itu justru dosa.

Matius   23:23   Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan kamu bayar, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.

Jawaban saya:
Apakah pak Rudy tahu isi hati seseorang, sehingga orang yang tidak merokok, pasti menjadi ahli Taurat. Dan pada saat yang sama perokok, pasti tidak jadi orang munafik. Saya bukan sok pinter, tetapi jangan gunakan kebaikan bapak untuk menghakimi sesama, dan jangan menutupi kejelekan bapak, dengan menonjolkan kebaikan bapak, dan menghakimi sesama. Hanya Tuhan yang tahu hati seseorang, percayalah Tuhan adil. Lebih baik mengakui kesalahan bapak sebelum hati bapak jadi lebih keras.

Matius  7:3  Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?

Jawaban saya:
Inilah juga kehebatan pak Rudy, pada saat kita berdiskusi agar mendapat pencerahan, dan merasa terjepit, lalu tidak pernah gagal, akan mengeluarkan jurus ini. Karena pak Rudy merasa benar diri, sehingga kerinduan seseorang untuk membawa jiwa ke jalan yang benar di cap, sebagai melihat selumbar. Pendirian membentengi diri, tidak akan pernah membuat seseorang bertobat. Saya tidak dalam posisi mengatakan saya lebih benar tetapi saya berpendirian setiap nasihat, dari orang besar atau anak kecil, saya dengarkan, selama hal itu membawa saya lebih dekat kepada Tuhan. Disini saya bukan bermaksud menghakimi pak Rudy, tetapi tujuan utama adalah membahas tuntas masalah rokok, kenapa bapak belokkan, ke masalah menghakimi sesama. Kalau cara diskusi demikian, maka tidak akan menuntaskan masalah, tetapi menimbulkan perpecahan, oleh sebab itu, jawaban ini adalah komentar saya yang terakhir masalah rokok. Dari sini, bapak bebas dan boleh dengan sesuka hati bapak menyebarkan Injil Rokok bapak, dan tidak akan saya komentari.



3. Rokok tidak berguna;

Betul. Tapi ini juga tidak berguna;

Matius  16:26     Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

Rumah kamu, mobil kamu, deposito kamu, …… itu juga bukan sesuatu yang harus kamu dahulukan.

Matius  6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

Jawaban saya:
Sekal lagi inilah jurus membela diri pak Rudy, yaitu mengalihkan masalah rokok, dan membandingkan dengan yang lain. Bukan apple to apple, dan tidak akan selesai.

Pak Rudy, apakah gunanya, pak Rudy sudah mengorbankan semuanya, dan hanya karena rokok, bapak jadi berbohong, mengajarkan yang tidak baik, memberikan teladan yang tidak baik, yaitu sebetuknya tahu rokok, tidak baik, tetapi karena kecanduan, maka berusaha menutupi, seperti agen perusahaan rokok. Saya yakin perusahaan rokok, akan dengan senang hati mengangkat bapak menjadi duta besarnya.

4. Rokok menguras uang;

Tidak sepenuhnya betul. Sebab orang yang tidak merokok masih banyak yang lebih miskin daripada yang merokok. Kalau penghasilan saya besar, merokok bukan apa-apa, daripada yang tidak merokok tapi gajinya kecil. Jangan digeneralisasikan begitu. Tanya dulu, siapa yang dikuras  uangnya?

Apakah benar kalau tidak merokok uang bisa dihemat? Teorinya bisa. Tapi prakteknya yang nyaris mustahil. Bisa jadi jajannya lebih besar.

Jawaban saya:
Sekali lagi disini kita lihat ilmu membelit pak Rudy, untuk membantah bahwa rokok menghabiskan uang, maka membuat perbandingan orang kaya yang merokok, dengan orang miskin yang tidak merokok. Pak Rudy, diperlukan kejujuran hati pak, bukan hanya sekedar ingin menang berdebat. Bapak harus membandingkan orang yang sama. Kalau si miskin ini merokok, dan si miskin yang sama ini tidak merokok, mana yang lebih hemat. Uang untuk membeli rokok, uang untuk ke rumah sakit dll. Apakah jajannya lebih besar, tergantung masing-masing pak, saya punya teman di desa, kemudian merenovasi rumahnya, dan diantara tukangnya, ada seorang perokok berat, dan dia tidak mau dibelikan makanan untuk sarapan, tetapi minta rokok. Justru uang jajannya terserap untuk rokok.

5. Rokok penyebab kebakaran;

NGAWUR SEKALI. Sekalipun rokok mengandung api, tapi rokok tidak pernah menjadi penyebab kebakaran. Anda benar-benar tidak berhikmat sama sekali, ya?! ROH KUDUS-nya mana, nih?!

HAL-HAL YANG MENJADI PENYEBAB TERJADINYA KEBAKARAN DI RUMAH

         Download:

Jawaban saya:
Banyak berita do koran pak, rokok juga salah satu penyebab kebakaran, come on pak Rudy, saya tidak mengatakan rokok, adalah satu-satunya penyebab kebakaran. Dengan mencoba membela rokok mati-matian, maka saya mohn bapak renungkan dampaknya pada orang-orang yang ingin bapak tobatkan. Pada mulanya orang akan kagum pada kehidupan dan ajaran bapak, tetapi setelah mengetahui, taktik bapak untuk menang, dengan mencoba segala cara menutupi kebiasaam\n buruk itu, orang akan berpikir.

6. Menimbulkan aroma tidak sedap;

Bukan hanya rokok, tapi kentut, jengkol, dan petai. Saya tidak merokok kalau anda juga tidak  kentut. Setahu saya aroma rokok masih lebih enak daripada aroma kentut anda?! Bau mulut perokok masih lebih enak daripada bau mulut orang yang tidak merokok.

Jawaban saya:
Disinilah yang sebetulnya saya putuskan untuk tidak terlibat diskusi yang hanya pembearan diri, yang akan membuang waktu saja.
Saya jawab terakhir untuk ini. Saya tidak pernah bilang bau kentut saya wangi, dan saya tidak tahu bahu kentut pak Rudy, atau karena pak Rudy merokok jafinya tidak pernah kentut dan berak. Kentut dan tahi memang bau, tetapi jangan lagi ditambah dengan aroma rokok.
Bau mulut perokok itu sama dengan asbak rokok pak. Daripada mencium perokok, lebih baik ngelamuti (mengulum dan menjilat) asbak.
   
Dampak Rokok Positif Bagi Sebagian Orang

Universitas Southampton di Inggris telah mengadakan sebuah kajian tentang sebab-sebab dorongan kuat banyak orang yang merokok. Dari hasil survey menunjukkan bahwa seseorang menjadi perokok secara umum disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
·         Dampak Rokok bisa mengurangi tegang syaraf dan menghilangkan rasa lelah
·         Dampak Rokok mengendurkan persendian dan menimbulkan rasa lega setelah merokok.
·         Merokok untuk menyendiri, sebagian orang akan merasakan kenikmatan merokok seorang diri yang jauh dari pandangan orang lain.
·         Merokok karena ingin menyertai sesuatu perbuatan, seperti merokok setelah makan, atau setelah minum kopi atau teh.
·         Merokok sebagai pengganti makanan, karena merokok dapat mengurangi nafsu makan perokok sehingga konsumsi makanannya berkurang.
·         Merokok sebagai sikap sosial, yaitu jika berkumpul bersama temam-teman, terlebih jika dalam satu acara tertentu.
·         Dampak Rokok bisa menumbuhkan rasa percaya diri. Ada orang-orang yang apabila ditimpa keruwetan, kesempitan atau rasa cemas dalam satu masalah segera menyalakan rokok untuk menghindarinya.

Jawaban saya:
Jujurlah pak kalau rokok itu baik, maka melarang orang lain untuk merokok, justru anjurkan, khotbahkan, Waduh bapak ini, untuk menutupi kecanduan bapak, akhirnya menjadi orang yang plin-plan. Kalau memang rokok baik, kampanyekan terus dengan getol, Bravo rokok, begitu hebat gunanya.


7. Aroma di WC;

Aroma di WC? Kenapa anda begitu bodoh nggak ketulungan? Aroma WC itu aslinya apa enak?  Apa lagi anda makan jengkol.

Ckckckck……. Vegan, vegan, ….mikir donk.

Jawaban saya:
Sudah saya jawab di atas. Jangan menambah aroma WC yang tidak enak, menjafi lebih tidak enak.

8. Tidak memuliakan TUHAN;

Betul. Karena itu saya tidak memuliakan rokok, tapi memuliakan Injil. Justru anda yang telah mempertuhankan rokok;

Takutlah akan TUHAN, anda ganti menjadi takutlah akan rokok.

TUHAN Pencabut nyawa, anda gantikan rokok pencabut nyawa.

TUHAN harus diberitakan, yang anda beritakan jangan merokok.

TUHAN yang berwewenang memperpanjang umur, anda katakan rokok.

Jawaban saya:
Pak Rudy, saya tertawa,(ijinkan saya tertawa ha ha ha). Pak siapakah yang men-Tuhankan rokok. Saya atau pak Rudy.
Saya bilang Tuhan itu baik, dan mau umatnya sehat dan rokok itu jelek. Eh pak Rudy yang mengatakan rokok itu baik, berarti Tuhan yang jelek.
Rokok memang bisa menjadi penyebab kematian walaupun bukan penyabut nyawa, makanya Tuhan tidak mau anak-Nya merokok, pak Rudy yang membuat Tuhan bingung, pada satu sisi berdoa minta kesehatan, pada sisi lain asap terus keluar dari mulut dan hidung. Pasti Tuhan justru mengatakan  Rudy, kalau mau sehat, buang rokokmu, jangan membingungkan orang.

Berikutnya, Lho yang memberitakan rokok itu siapa pak Rudy?, Saya atau bapak, wah wah, bapak menuduh seenaknya, saya kampanye jangan merokok, dibilang memberitakan rokok, bapaklah yang menjadikan rokok itu Tuhan bapak. Bapaklah yang memberitakan rokok. Jangan dibalik-balik pak.
Yang terakhir, Tuhan yang berwewenang memperpanjang umur, dan itu benar dan Tuhan tidak senang, dengan anak-Nya yang ngotot memperpendek umurnya.

9. Membunuh diri;

Tidak ada bukti orang membunuh diri dengan rokok. Umumnya dengan tali – gantung diri atau dengan pisau.

Tono perokok berat. Anda ramalkan umurnya hanya sampai 50 tahun. Tapi tahunya di umur 30 tahun dia mati ditabrak mobil. Bukankah ramalan anda meleset, jadinya?! Dukun palsu itu namanya. Siapa yang mau percaya dengan dukun palsu?!

Jawaban saya:
Disini bahayanya Rudyanto. Selalu berkelit dan tidak membandingkan apel dengan apel. dan banyak orang kemudian menerima kehebatan logikanya yang nampak benar. Kan hidup Tono harus dibandingkan antara kualitas kehidupannya Tono sendiri yang merokok dengan tidak merokok, bukan dengan ditabrak mobil.
Apakah perokok, tidak bisa ditabrak mobil, dan umurnya pendek? Pak Rudy, mohon jujur yah, kalau merokok membuat sang perokok tidak bisa ditabrak mobil, bapak hubungi perusahaan asuransi, dan pasti mau mengajak semua pemegang polis untuk merokok, supaya tidak ada yang klaim kecelakaan. Inilah bualan pak Rudy yang sangat meracuni.

10. Mencemari tubuh;

Menurut Alkitab, yang mencemari tubuh adalah;

Matius  15:19   Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

Pikiran anda yang jahat tentang merokok ini saja sudah menjadi dosa, karena sama sekali tidak akurat kebenarannya.

Jawaban saya:
Pikiran jahat saya atau pak Rudy ya. Saya membawa orang lebih sehat, lebih hemat, lebih panjang umur karena tidak kena kanker, lebih menuliakan Tuhan dan tidak memuliakan rokok, justru pak Rudy sebaliknya. Kiranya Tuhan yang menilai ajaran kita,

11. Menyebarkan kematian;

10 Penyebab Kematian Tertinggi Di Indonesia

           Download:

Jawaban saya:
Di internet banyak sekali artikel rokok penyebab kematian. Baca sendiri saja, jangan mau digiring oleh pak Rudy, untuk menutupi bahaya rokok.

     
12. Lakukan semua kegiatan untuk kemuliaan ALLAH;

Betul. Seharusnya memang seperti itu. Tapi seburuk-buruknya kebiasaan merokok, masih lebih buruk lagi anda yang masih hidup penuh keduniawian. Sudah banyak hal yang saya tinggalkan dari keduniawian ini, jika dibandingkan dengan anda.

Jawaban saya:
Anda lihat jawaban pak Rudy demi Tuhannya yaitu rokok.
Karena demi Tuhan rokoknya, mulai membuat ajaran, lebih baik merokok, daripada keduniawian. Ini adalah ajaran kompromi yang sangat membahayakan. Mengapa pak Rudy tidak mau mengajarkan, supaya tidak keduniawian dan juga tidak kecanduan, kenapa mesti ditawar, rokok tidak seburuk, ini dan itu, kenapa sangat mengilahkan rokok. Pasti Tuhan kecanduannya yang ingin diajarkan.

Lalu mulai membandingkan kehebatannya, karena telah meninggalkan dunia, jika dibandingkan dengan anda,
Disini saya ingin mengingatkan anggota milis. Kita harus berhati-hati untuk menghakimi sesama karena kebaikan kita, hal ini adalah selamat karena kebaikan kita, dan mulai menghakimi sesamanya.
Pak Rudy, kalau bapak membandingkan kehebatan bapak dengan saya, maka saya beritahukan, dan apakah pak Rudy mau saya membuat jawaban resmi. Saya umumkan disini, memang pak Rudy jauh lebih hebat dari saya. Saya ini cuma bisa menepuk dada, Tuhan kasihanilah ini orang berdosa ini.

Manusia itu terdiri dari 2 unsur; jasmani dan rohani. Ke-2 hal ini sifatnya saling bertentangan.
   
Karena itu ke-2 hal ini tidak ada kaitannya sama sekali. Dan saya hanya berdosa pada jasmani, bukan pada rohani.

Roma  7:25  Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Lebih baik berdosa pada tubuh daripada berdosa pada akal pikiran. Lebih baik meracuni tubuh daripada meracuni akal pikiran.

Jawaban saya:
Kompromi yang sangat membahayakan.
Pak Rudy. lebih baik tidak meracuni pikiran dan tubuh. Bagaimanapun, Tuhan merindukan kita untuk Mar_12:30  Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu." Justru pak Rudy mengajarkan, tidak perlu mengasihi Tuhan dengan tubuh kita. Makanya pak Rudy meraa bebas mencaki maki, dll.

Matius  5:29  Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa,dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Tubuh tidak bisa membawa keselamatan. Yang menyelamatkan hanyalah akal budi – iman.

Jawaban saya:
Matius  5:29 (dengan keterangan David) "Maka jika mulutmu karena rokok menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.

Tubuh bisa membawa ke neraka, justru inilah firman Tuhan sendiri, dan minta dicungkil, dipenggal dsb.


13. Tubuhmu Bait ALLAH;

Tubuh yang dimaksud dalam Alkitab adalah akal pikiran. Berbeda dengan tubuh menurut ilmu kedokteran, yaitu kepala, leher, perut, tangan dan kaki.

Tubuh menurut ilmu kedokteran akan dibinasakan.

Matius  15:17    Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?

1Korintus  6:13  Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.

Tubuh – akal budi untuk TUHAN.

Jawaban saya:
Apakah kita bisa disebut manusia yang hidup, kalau hanya ada akal pikiran tanpa tubuh?. Wah pak Rudy mulai memperkenalkan dunia jin deh.
Tubuh itu, ya gabungan semuanya pak. Kalau begitu manusia bisa bersetubuh tanpa tubuh, ngeri deh, pasti ini pengaruh Halloween ya pak.

14. Bait ALLAH adalah kamu;

Siapakah kamu? Pikiranmu, bukan tubuhmu.
     
Untuk berkomunikasi dengan anda saat ini, saya tidak berkomunikasi dengan tubuh anda, tapi dengan pikiran anda. Bagi saya, siapakah David? David adalah tulisan David. Saya belum memerlukan tubuhnya, tapi seperti apa yang dipikirkannya?

Ijinkan saya mengatakan pemahaman Alkitab anda sangat dangkal sekali. Apakah anda marah  saya katakan dangkal, jika kenyataannya memang dangkal?

Jawaban saya:
Saya berkomunikasi ke bapak, melalui pikiran saya, yang saya ketikan dengan tubuh saya, melalui jari saya, mata saya. Apakah bapak tahu tulisan saya langsung dari pikiran saya, atau hasil jari-jari saya di keyboard computer, jangan pintar mengada-ada pak, yang dangkal bapak,he he he. Kalau pak Rudy tidak perlu tubuh pak Rudy, mari konsekwen, buang tubuh bapak, dan jadilah hantu-hantu yang bergentayangan, karena Tuhan sendiri mendefinisikan hantu.
Luk_24:39  Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."
Tanpa tubuh, maka saya tidak bisa berkomunikasi dengan bapak, tidak bisa menulis, tidak bisa telpon. Masakan pikiran saya bisa nelpon bapak tanpa mulut saya? Wah mengerikan sekali, Pak Rudy masuk dunia roh halus lho .


15. Kamu adalah milik ALLAH;

Akal budimu itulah milik ALLAH. Bukan perut, tapi imanmu.
Tangan tidak bisa mencuri kalau tidak diperintah oleh akal pikiran anda. Kelamin tidak bisa nyelonong ke tetangga, kalau tidak dikendalikan oleh akal pikiran anda. Jadi, maling dan zinah itu pelakunya adalah pikiran anda, bukan tangan atau kelamin anda.

Jawaban saya:
Pak Rudy ini hebat lho, memang bangsa Tuyul, bisa mencuri tanpa tubuh. Hati-hati sama pak Rudy yah, bisa menghamili orang lain lewat pikiran saja, tanpa hubungan badan, atau tanpa tubuh. Ih!! serem pak.

16. Jangan membunuh;

Rokok bukan alat pembunuh. Belum pernah ada kasusnya.

Saya merokok adalah untuk penikmatan, bukan untuk bunuh diri. Kalau saya hendak bunuh diri bukan dengan rokok.

Apakah anda tidak merasa malu membuat tuduhan yang sangat ngawur sekali ini?

Jawaban saya:
Lagi-lagi pembenaran diri, makanya diskusi tidak akan pernah bisa tuntas.
Saya sudah kumpulkan artikel rokok ditinjau dari Alkitab, rokok ditinjau dari kesehatan, dan proses bunuh diri, tetapi karena semua punya akses internet, mbok yang malu itu pak Rudy, menuduh saya membuat tuduhan ngawur. Saudara-saudaraku, sungguh kalau kita mengikuti diskusi yang seperti ini, hanya akan membuang waktu. Oleh sebab itu, saya nyatakan ini, yang terakhir.

17. Kalau tahu yang baik tapi tidak melakukannya;

Yohanes   6:27 Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan  Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Matius  19:21 Kata Yesus kepadanya: "Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku."

Kisah  10:1     Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
10:2      Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.

Lukas  19:8   Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan: "Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat."

Kisah  9:36  Di Yope ada seorang murid perempuan bernama Tabita--dalam bahasa Yunani Dorkas. Perempuan itu banyak sekali berbuat baik dan memberi  sedekah.

Kisah 2:44  Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama,
2:45   dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing.
2:46   Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,
2:47  sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Apakah anda sudah melakukan itu?

Jawaban saya:
Saya tidak perlu mengulangi prinsip saya, yang suda saya jawab di pertanyaan 12.
Biarlah pak Rudy yang hebat ini, sadar dan mulai tidak pamer dengan kehebatannya, tetapi saya doakan agar kehebatannya. dedikasinya bisa menjadi bau-bauan yag harum kepada Tuhan. Saya akan senang, jika apa yang telah dilakukan pak Rudy berguna.
Ijinkan saya memberikan cerita penutup, dan kalau berguna untuk pak Rudy saya akan berbahagia.

Tidak ada komentar: