Rabu, 20 November 2013

DENGAN BUNG TAPSON – BABI-2



Download:


JAWABAN SAYA:
1. “Celaka atas orang Farisi”


Hukum yang lain telah diputarbalikkan oleh rabi‑rabi dalam keadaan seperti itu. Dalam petunjuk yang diberikan kepada Musa dilarang makan suatu makanan yang haram. Penggunaan daging babi, serta daging binatang‑binatang lainnya, dilarang karena mungkin memenuhi darah dengan sampah dan memendekkan hidup. Tetapi orang Farisi tidak membiarkan larangan ini sebagaimana yang diberikan Allah kepada mereka. Mereka mengadakan sikap keterlaluan yang tak dapat dibenarkan. Antara lain orang‑orang dituntut menyaring semua air yang digunakan, agar jangan air itu mengandung serangga yang paling kecil sekali pun, yang dapat digolongkan dengan binatang haram. Yesus, yang menunjukkan perbedaan yang menyolok antara ketelitian dalam perkara‑perkara kecil dengan besarnya dosa‑dosa mereka yang sebenarnya, berkata kepada orang Farisi, "Hai pemimpin yang buta, yang menapis nyamuk, tetapi menelan onta."
       
        Bravo. Anda menang!  Kalimat yang anda sodorkan sudah memenuhi apa yang saya tuntut. Jadi,
       jawaban anda sempurna.

       Tapi jika saya takluk di sini, nggak rame, ‘kan?! Karena itu ijinkan saya mengingkari janji, supaya
       saya bisa tunjukkan cacatnya kalimat tersebut.

       a. Apakah ada bukti bahwa orang Farisi itu menghalalkan Babi?

           Rasul Paulus adalah orang Farisi, muridnya Gamaliel. Rasul Paulus memang menghalalkan
           Babi, tapi bukan sebagai orang Farisi, melainkan sebagai orang Kristen. Dan rasul Paulus
           menyatakan agama masa lalunya sebagai sampah. Itu artinya ada perbandingan terbalik
           antara agama baru dengan agama lamanya. Karena itu jika sekarang Paulus menghalalkan
           Babi, itu artinya kemarin dia mengharamkannya. Dengan demikian tidak benar tuduhan Ny.
           Ellen G. White bahwa orang Farisi itu telah menghalalkan Babi.

           >> Filipi  3:5            disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang
                                            Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,
                           3:6               tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati
                                            hukum Taurat aku tidak bercacat.
                           3:7               Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap
                                             rugi karena Kristus.
                           3:8               Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus
                                            Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku
                                            telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku
                                            memperoleh Kristus,
                           3:9               dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati
                                            hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada
                                            Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.

             Orang Farisi itu mentaati hukum Taurat tanpa cacat. Karena itu tidak mungkin menghalalkan
              Babi. Ny. Ellen G. White telah membuat tulisan yang ngawur. Karena itu halal bagi saya untuk
              mengingkari janji saya untuk takluk pada anda.

              Supaya anda tidak bertele-tele di kalimat-kalimat saya yang kontradiksi antara kalimat awal
              dengan kalimat akhirnya, di mana kalimat pertama saya menyatakan jawaban anda
              sempurna, tapi di kalimat akhirnya saya membatalkannya.

              Kenapa saya menyatakan sempurna? Sebab permintaan saya tentang tulisan Ny. White yang
              membahas masalah Babi sudah bisa anda penuhi. Tapi kenapa kemudian saya
              membatalkannya? Sebab tulisan tersebut cacat.

        b. “Karena mungkin”

             Ny. White menggunakan kata-kata: “karena mungkin” untuk penyebab diharamkannya Babi;
             “karena mungkin memenuhi darah dengan sampah dan memendekkan hidup.”

            “Karena mungkin” bukanlah suatu kepastian, melainkan sebuah dugaan yang tidak pasti.

            Bisakah suatu kemungkinan dijadikan sebagai ajaran?

        c. Memenuhi darah dengan sampah;

            Apakah hanya Babi saja penyebab kolesterol? Bagaimana dengan udang, kepiting, lele, bebek
            dan lain-lainnya jika dibandingkan dengan kambing, sapi dan ayam?

            Manakah yang lebih jahat antara udang dengan sapi/kambing/ayam? Manakah yang lebih jahat
            antara kepiting dengan sapi/kambing/ayam?

        d. Memendekkan hidup?

             Ini juga statementnya orang ngawur dan orang Atheis. Sebab Alkitab menyatakan bahwa
             ALLAH-lah yang menetapkan umur orang, bukan Babi. Alkitab tidak pernah mendaulat Babi
             sebagai TUHAN.

            >>   Amsal   10:27      Takut akan TUHAN memperpanjang umur, tetapi tahun-tahun orang
                                                       fasik diperpendek.

            Takut pada TUHAN, bukan takut pada makanan yang membuat orang berumur panjang.
            Takutlah pada TUHAN, jangan takut pada Babi.

        e. Mengenal YESUS itu keuntungan;

            Kata rasul Paulus, pengenalannya pada JESHUA ha MASHIA itulah keuntungan, sedangkan
            penurutan pada hukum Taurat itu adalah sampah. Sampah artinya sudah tidak terpakai. Sudah
           usang.

            >> Ibrani   8:13          Oleh karena Ia berkata-kata tentang perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang
                                         pertama sebagai perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi
                                         tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.

           >> Efesus  2:15            sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat
                                         dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya
                                         menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan
                                         damai sejahtera,

          Ny. White tidak mempunyai kewenangan untuk menegakkan hukum Taurat kembali. Karena itu
          semua tulisan Ny. White, termasuk yang Alpha dan Omega adalah tulisan yang cacat, yang perlu
          diadakan pemeriksaan kembali. Saya telah salah mengagung-agungkan tulisan tersebut.

2. Kitab Imamat dan Ulangan?

     Saya majukan kuda. Sebab kuda ‘kan bisa menyepak – menyingkirkan, ‘kan?! Kitab Imamat dan
     kitab Ulangan? Mana ada kitab-kitab itu? Di mana letaknya, ya?!

     Saya ini Kornelius, seorang perwira tentara Romawi, seorang penyembah berhala dan pemakan Babi.
     Suatu kali seorang malaikat menjumpai saya lalu menyuruh saya menjemput rasul Petrus. Maka
     rasul Petrus-pun datang ke rumah saya untuk mengajar saya tentang Kekristenan sambil memberi
     saya 4 kitab tulisan Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Hanya 4 kitab itu saja yang diberikan
     kepada saya. Mana ada kitab Imamat dan Ulangan?

     Ketika saya baca di kitab Markus, tertulisnya begini:  “Dengan demikian Ia menyatakan semua
     makanan halal. – Markus 7:19. Semua makanan halal. Kalau semuanya halal berarti tidak ada
     suatupun yang haram, ‘kan?!

     >> 1Timotius   4:4  Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang
                                         haram, jika diterima dengan ucapan syukur,

     Jadi, apa pula yang hendak anda sisipkan di semua yang halal itu? Bisa menjadi “tidak semua”
     kalau masih ada yang diharamkan.

     Saya bingung mendengar ajaran anda, bung Tapson. Kelihatan sekali kalau anda itu nabi palsu.
     Anda terang-terangan mengubah-ubah bunyi Alkitab yang sudah dikanonkan.

     Kitab Imamat dengan jelas mempunyai kalimat:

     >> Imamat  11:4          Tetapi inilah yang tidak boleh kamu makan dari yang memamah biak atau
                                            dari yang berkuku belah: unta, karena memang memamah biak, tetapi tidak
                                            berkuku belah; haram itu bagimu.
                           11:5             Juga pelanduk, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah;
                                            haram itu bagimu.
                           11:6             Juga kelinci, karena memang memamah biak, tetapi tidak berkuku belah,
                                            haram itu bagimu.

     “Tidak boleh kamu makan” ……………………”haram itu bagimu.” Suatu kalimat yang jelas yang tidak
     memerlukan intervensi akal pikiran anda. Tidak perlu diduga-duga, tidak perlu ditebak-tebak dan
     tidak perlu banyak dipikirkan. Demikian pula dengan kalimat yang sebaliknya:  “Semua makanan
     halal” …………..”Tidak ada suatupun yang haram.”

     Jika yang pertama tidak boleh ditambahkan apa-apa, seharusnya yang kedua  tidak boleh
     ditambahkan apa-apa juga.

       Dan inilah yang rasul Petrus ajarkan kepada saya;

       >> Kisah  10:36           Itulah firman yang Ia suruh sampaikan kepada orang-orang Israel, yaitu
                                           firman yang memberitakan damai sejahtera oleh Yesus Kristus, yang adalah
                                           Tuhan dari semua orang.
                        10:37             Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai
                                           dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes,
                        10:38             yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan
                                            Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik
                                            dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai
                                            Dia.
                        10:39             Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea
                                            maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung
                                            Dia pada kayu salib.
                        10:40             Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan,
                                            bahwa Ia menampakkan diri,
                         10:41            bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya
                                            telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum
                                            bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati.
                        10:42             Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan
                                            bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-
                                             orang hidup dan orang-orang mati.
                        10:43             Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-
                                            Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."

       Hanya itu saja yang rasul Petrus sampaikan ke saya. Sama sekali tidak menyebut-nyebut tentang
       makanan. Rasul Petrus juga tidak menyebut-nyebut adanya ajaran-ajaran lain seperti 28 Doktrin.
       Tidak ada itu. Haruskah Alkitab ditambahi dengan 28 Doktrin? Haruskah kerasulan ditambahkan
       dengan rasul Tapson, rasul Heru dan rasul Pandiangan?

       Setelah rasul Petrus menyampaikan ajaran itu, bagaimana komentar ALLAH?

       >> Kisah  10:44           Ketika Petrus sedang berkata demikian, turunlah Roh Kudus ke atas semua
                                            orang yang mendengarkan pemberitaan itu.
                        10:45             Dan semua orang percaya dari golongan bersunat yang menyertai Petrus,
                                            tercengang-cengang, karena melihat, bahwa karunia Roh Kudus dicurahkan
                                            ke atas bangsa-bangsa lain juga,
                        10:46             sebab mereka mendengar orang-orang itu berkata-kata dalam bahasa roh
                                           dan memuliakan Allah. Lalu kata Petrus:
                        10:47             "Bolehkah orang mencegah untuk membaptis orang-orang ini dengan air,
                                            sedangkan mereka telah menerima Roh Kudus sama seperti kita?"

       Ternyata ALLAH bisa memberkati orang-orang pemakan Babi seperti saya, sama seperti orang-
       orang yang tidak memakan Babi. ALLAH telah membuat saya menjadi sama dan sejajar dengan
       bung Tapson, bung Heru dan bung Pandiangan. Jadi, mengapa masih harus dibuat benang ruwet
       aturan-aturan harus begini harus begitu, tambah ini tambah itu? Jika tanpa harus begitu dan
       tanpa harus ditambah itu sudah bisa diselamatkan?

        Mengapa anda bisa dan begitu beraninya melebihi ALLAH? Jika ALLAH bisa menerima saya,
        bagaimana anda menolak? Siapa yang harus saya dengar, ALLAH atau anda?

        >> Roma  14:4           Siapakah kamu, sehingga kamu menghakimi hamba orang lain? Entahkah ia
                                            berdiri, entahkah ia jatuh, itu adalah urusan tuannya sendiri. Tetapi ia akan
                                            tetap berdiri, karena Tuhan berkuasa menjaga dia terus berdiri.

        Yah. Kalau ALLAH menjaga saya yang memakan Babi, apa lagi urusannya dengan anda?!

        Akhirnya rasul Petrus-pun membaptiskan saya;

        >> Kisah  10:48          Lalu ia menyuruh mereka dibaptis dalam nama Yesus Kristus. Kemudian
                                            mereka meminta Petrus, supaya ia tinggal beberapa hari lagi bersama-sama
                                            dengan mereka.

        Sekalipun saya pemakan Babi, saya telah menerima baptisan dari rasul Petrus. Saya adalah
        murid sah JESHUA ha MASHIA. Dan ketika ada golongan rasul-rasul palsu, seperti bung Tapson,
        bung Heru dan bung Pandiangan, yang berusaha memaksakan ajaran Yahudinya, saya diajari
        oleh para rasul supaya menentang mereka;

        >> Kisah  15:1            Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada
                                            saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat
                                            yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan."
                         15:2               Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah
                                            pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta
                                            beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-
                                            penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.

         Jadi, saya dibenarkan untuk melawan ajaran-ajaran yang menyesatkan dari mereka itu.

       
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
BUNG TAPSON:

Bung Hakekat,

Wakakakakakkkkkk... sudah di kasih Pur agar jangan menggunakan tulisan Ellen G. White malah ngeyel.
Sok Pede lagi, ngomong kalau gak ada tulisan Ellen G. White dalam Alfa & dan Omega nyinggung babi.
Coba saya copy paste sebagian kamu punya email ya, yang mengatakan sebagai berikut:
"Tulisan Ny . White yang saya percayai hanya yang Alpha dan Omega saja. Selebihnya saya anggap tulisan yang menyesatkan. Nah, dalam Alpha dan Omega kalau ada pembahasan  masalah Babi, silahkan anda tunjukkan ke saya, maka saya takluk pada anda".

Jawaban saya (Tapson) tentang itu:
Coba baca di KerinduanSegala Zaman bab 67 (Alfa dan Omega Jilid 5 dan 6), dengan judul "Celaka Atas Orang Farisi", kamu pasti akan temukan tulisan ini. Ini nich saya kasih versi Inggrisnya, kalau gak faham kamu bisa gunakan google translation, dengan terjemahan yg lumayan ngaco. Kalau mau terjemahan yang benar, kamu bisa minta tolong Pastor Kuntaraf atau Pastor Sammy Lee, toch menurut pengakuanmu, baru-baru ini kan ada acara bersama di puncak. Kalau gak bisa juga (takutnya kedua Pastor tersebut sudah kembali dan lagi pada sibuk di Amerika dan Australia), saya bisa kasih koq versi bahasa Indonesianya.
Ini nich kutipan dari Ellen White:
"Other laws had been perverted by the rabbis in like manner. In the directions given through Moses it
was forbidden to eat any unclean thing. The use of swine's flesh, and the flesh of certain other animals,
was prohibited, as likely to fill the blood with impurities, and to shorten life. But the Pharisees did not
leave these restrictions as God had given them. They went to unwarranted extremes. Among other
things the people were required to strain all the water used, lest it should contain the smallest insect,
which might be classed with the unclean animals. Jesus, contrasting these trivial exactions with the
magnitude of their actual sins, said to the Pharisees, "Ye blind guides, which strain at a gnat, and
swallow a camel."

ah sudahlah daripada kamu pusing, saya kasih versi Indonesianya aja:

Hukum yang lain telah diputarbalikkan oleh rabi rabi dalam keadaan seperti itu. Dalam petunjuk yang diberikan kepada Musa dilarang makan suatu makanan yang haram. Penggunaan daging babi, serta daging binatang binatang lainnya, dilarang karena mungkin memenuhi darah dengan sampah dan memendekkan hidup. Tetapi orang Farisi tidak membiarkan larangan ini sebagaimana yang diberikan Allah kepada mereka. Mereka mengadakan sikap keterlaluan yang tak dapat dibenarkan. Antara lain orang orang dituntut menyaring semua air yang digunakan, agar jangan air itu mengandung serangga yang paling kecil sekali pun, yang dapat digolongkan dengan binatang haram. Yesus, yang menunjukkan perbedaan yang menyolok antara ketelitian dalam perkara perkara kecil dengan besarnya dosa dosa mereka yang sebenarnya, berkata kepada orang Farisi, "Hai pemimpin yang buta, yang menapis nyamuk, tetapi menelan onta."

Wah kalau pak Edi Limbong ikutan nonton dari awal, pasti dia bilang "Hakekat sudah takluk, sesuai dengan pernyataan Hakekat sendiri". Tapi mudah-mudahan pak Edi Limbong nggak nonton. Tapi kalau ternyata beliau ikut nonton, ya apa boleh buat.

Saya kembali ke papan catur saya dulu deh.
Wah... pertanyaan saya tentang sejak kapan Babi Halal, tidak dijawab, malah nanya kapan babi haram? Gak pernah dengar pula si Hakekat ini kalau babi haram.

Sebetulnya saya sengaja menjalankan pion pertama saya langsung dua langkah (tocj itu sah dalam percaturan), karena itu juga mengandung jebakan, dan anda sudah terjebak. Kalau saja saya menjalankan pion satu langkah, pertanyaan nya bukan gitu bung. Saya akan tanya begini "Menurut Bung Hakekat, apakah Babi Haram atau Halal?", lalu Hekekat akan buka katakan Halal, sambil memajukan Markus 7, Matius 15, Kisah 10, dan yang Kolose lah... hahahah ketebak.

Itulah makanya saya langsung jalankan pion 2 langkah, dan anda terjebak. Karena dengan pertanyaan itu, anda mengatakan tidak pernah dengar Babi haram. Dengan demikian saya langsung punya kesempatan untuk memperbodoh si Hakekat, yaitu Saya bisa pastikan kalau bung Hakekat, tidak pernah baca Imamat 11 dan Ulangan 14. Saya maklum, karena anda hanyalah guru TK, karena kalau Guru Kelas Baptisan, pasti pernah baca dan dengar Imamat 11. Betul nggak pak Musa? atau Pak Iman Silalahi? Pak Musa dan Pak Iman ikut nonton toch.


Regards,
Tapson Manik

Tidak ada komentar: