Sabtu, 23 November 2013

DENGAN BUNG TAPSON – BABI-5


Download:


JAWABAN SAYA:

1. Jenggot;

     Saya bukan kambing ya nggak punya jenggot.

2. Mobil BMW;

     Kenapa koq minta di close? Mobil itu harus anda berikan ke saya, sesuai dengan yang anda
     janjikan. Koq di close?! Serahkan dulu itu sebab saya sudah bisa memenuhi tuntutanmu untuk
     membuktikan Babi dalam Kisah 10.

     Lihat postingan tersendiri.

3. Pernyataan Petrus;

     Hua..ha..ha….. kelihatan sekali kalau anda sudah kalang kabut, sehingga tanduk kerbaunya
     dimunculkan.

     Saya memakai perkataan Petrus untuk mendeteksi binatang-binatang apa yang sedang dilihatnya,
     bukan untuk membenarkan pernyataannya. Kalau otoritas menyatakan sesuatu itu halal atau
     haram, itu ada pada YAHWEH, bukan haknya Petrus.

     Ketika Petrus membantah perintah YAHWEH untuk menyembelih dan memakannya, bukankah
     perkataan Petrus itu sudah dipatahkan oleh otoritas YAHWEH? Jadi, begini kronologisnya;

     1. Petrus mendapatkan penglihatan.
     2. YAHWEH menyuruh Petrus untuk memakannya.
     3. Petrus menolak karena itu binatang yang diharamkan Taurat.
     4. YAHWEH mematahkan perkataan Petrus, bahwa Petrus tidak berhak untuk menyatakan halal
          atau haram. Hanya YAHWEH yang berhak.

4. Kalau tidak ada bendanya, apanya yang dimakan?

     Kalau itu hanya penglihatan, bukan Babi yang sesungguhnya, bagaimana YAHWEH menyuruh
     Petrus menyembelih dan memakannya. Apakah yang akan Petrus sembelih dan makan?

     Hua..ha..ha……  mantap begonya.

     Ketika ada sebuah poster bergambar Kucing, lalu saya berkata kepada anak saya: “Nak, itu
     Kucing.” Seingat saya anak saya tak pernah menuntut untuk bisa menggendongnya. Sebab dia
     mengerti kalau itu hanya gambar, bukan Kucing betulan. Tapi ketika dia bertemu dengan Kucing
     betulan, dia memberitahu saya: “Pa, itu Kucing, ya pa?!”

      Jadi, betapa begonya kalau sampai anda tidak bisa membedakan antara penglihatan dengan
      kenyataan. Coba anda ikuti fragmen ini;

      YAHWEH:  “Hai Petrus, sembelihlah dan makanlah itu.”  - YAHWEH menunjukkan gambar Babi.

      Petrus: “Baik, TUHAN. Tapi bukankah itu hanya gambarnya saja?”

      YAHWEH: “Kalau kamu hendak makan betulan, ya belilah dagingnya di pasar. Sebab AKU hanya
                           mengumumkan kalau Babi sudah boleh engkau makan sekarang.”


      Fragmen lain:

      Ada iklan di televisi: “Ingin sehat? Minumlah Coca Cola.”

      Tapson Manik: “Saya ingin sehat. Mana Coca Cola-nya?”

      Iklan di televisi: “Ya, belilah di warung-warung, bung Tapson, sebab ini hanya iklan doank.”

5. Kembali ke topik;

     Bung Tapson, topik yang anda buat adalah: Sejak kapan Babi halal menurut Alkitab? Pertanyaan
     anda ini membuat saya bingung; Kapan Alkitab mengharamkan Babi? Kapan, bung Tapson? Di
     mana ayatnya, sehingga anda bisa berkata Babi itu haram?

     Anda jangan mengada-ada, donk. Kalau halal mengapa anda nyatakan haram? Kalau haram di
     mana ayatnya? Ini adalah langkah yang ke-5, dan anda masih belum bisa menyelesaikannya.
     Sampai kapan anda mengitari lapangan setan?!

     Jadi, yang saya tuntut adalah apakah Alkitab mengharamkan Babi? Tolong di jawab itu. Jangan

     muter-muter kayak gasing.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Bung Hakekat, 
  
Saya ngakak dulu nich.. Wakakakakakaakakakakkkkkkkkkkk 

Ada yang kebakaran jenggot nich….. eh Bung Edi, ada jenggotnya si bung Hakekat nggak sih… jangan-jangan saya  salah nich bilang kebakaran jenggot, padahal gak punya. 
  
Bung Hakekat, panjang sekali email mu, tapi tidak relevan dan rada ngawur. Terlihat tanda-tanda frustasi. Seperti sudah kehilangan arah. Saya akan respond dengan simple saja. Itupun tidak berurutan ya. 

Yang pertama soal BMW. (sebetulnya di email yg lain tadi saya sudah jawab ini sehubungan dengan tembakan si Andy), tapi saya singgung lagi disini supaya kelihatan hubungannya. Jadi saya anggap email jawaban ke si Andy itu tidak ada, karena itu sebagai selingan) 

Saya kan tidak punya Mercy, yang ada BMW. Masa saya bilang kamu boleh  ambil Mercy saya? Gak valid kan.  Mungkin para penonton yang lain punya jauh lebih banyak, tapi kan saya gak punya hak atas sesuatu yang menjadi milik penonton.  jadi saya gak mungkin bilang “Hakekat boleh ambil mobilnya si ini atau si itu, atau hakekat boleh ambil kos-kosan nya si Ndy” Gak mungkin itu. Kecuali ada dari penonton yang mau nyumbangkan juga sesuatu miliknya kalau bung hakekat bisa penuhi syarat itu. Tapi itupun harus datang dari penonton sendiri. Jadi apa masalahnya?  (Dengan demikian case BMW saya anggap closed). 


Bung hakekat, tantangan yang saya  bilang ke anda tentang kisah 10, bukan mana fisik babinya.  Kan saya sebutkan, apakah ada kata babi? Baca yang benar dong, kemudian difahami. Gitu lho…. Entar kalau saya bilang, dasar guru TK susah ngertinya, kamu merasa dilecehkan. Semestinya kamu jawabnya begini “Bung Tapson, memang ‘kata Babi’ tidak ada dalam kisah 10, tetapi secara implicit ada lah disana, karena Petrus menjawab Tuhan bahwa dia tidak pernah makan yang haram, dengan demikian Petrus menyatakan bahwa yang disuguhkan itu haram”. Gitu aja mesti diajari. Tapi benar lho bung, seringkali kalau saya main catur dengan seseorang (tapi bukan di internet), sering saya bilang "waduhhhh, pion ku gratis tuch....", lalu dengan polosnya dia makan tuch pion, karena emang dia sendiri udah bingung mau jalanin apa. tapi sebagai konsekuensinya saya makan lah itu kudanya yang tak terkawal. Persis kayak bung Hakekat, dua hari lalu jalanin kuda demi mengawal pion. 
 Sementara peluncur sudah mau dimakan pion. Sebetulnya dalam hati saya ketawa, koq guoblok banget gitu main caturnya. Masa kuda mengawal pion, mestinya pion harus menjaga kuda. Kayak lebih penting aja tuch pion daripada kuda. Kuonyolll kan. (padahal ngakunya di email terpisah, jago catur.... ternyata jago catur tingkat TK). 

Nah kembali ke intinya nich. 

Tapi eittchhh…. Tunggu dulu, bukannya Hakekat sebelumnya bilang, bahwa pernyataan Petrus tidak akan valid, karena hanya Allah yang berhak menyatakan halal atau haram? Koq secara tidak langsung, mengakui pernyataan Petrus ya, secara ketahuannya kalau binatang2 nya ternyata haram dari pernyataan Petrus.  Wah serba salahkan dikau. 
Emang kelihatan sekali ketidak konsistenan kamu bung. Beberapa kali dulu-dulu itu saya lihat, anda seperti merajalela dalam dunia percaturan ini, ketika saya masih sebagai penonton, dimana ketika lawan-lawan main caturmu mengatakan bahwa kisah 10, hanya sebagai penglihatan saja, bukan real, begitu ngotot engkau menentangnya. Sekarang ketika saya menjadi lawan mainmu, head to head gitu lho, koq kamu malah tidak bisa menunjukkan benda babi nya. Kau bilang itu bukan masalah bendanya tapi masalah pernyataannya. Sudah jelas-jelas Allah menyuruh menyembelih, kalau gak ada bendanya, lalu apa yang mau disembelih? Nah bingung kau kan? Hanya pertanyaan saya simple, apakah yg disuruh utk disembelih itu babi? Itu saja koq. 

Denjgan demikian saya jalankan pion yg paling kiri. 

Regards, 
Tapson Manik 

Tidak ada komentar: