Senin, 25 November 2013

DENGAN BUNG TAPSON – BABI-6a

Lho siapa bilang saya akan tinggalkan dikau, kanda? Mobil BMW masih belum saya dapatkan, mana mungkin saya meninggalkan dikau? Saya 'kan harus mematuhi peribahasa: Ada uang abang disayang, tak ada uang abang saya tendang. Nanti saya masuk neraka kalau tidak mentaatinya. 

Tentang bung Eddy, dia itu sabar koq. Dia akan tunggu jandanya saya, koq. Maksud saya biar dia ngumpulin uang dulu buat beli Mercy. 

Padahal rencana saya kalau dapat BMW itu akan saya berikan ke Ilva, buat berobat sakit ginjalnya. Tapi tabiat kamu kelihatannya kayak Gehazi, yang lebih sayang harta duniawi daripada harta sorgawi, sehingga penyakitnya Naaman dipindahkan ke dirinya. Siapa tahu kamu juga akan seperti Gehazi. Bukankah artinya Ilva akan sembuh kalau kamu itu Gehazi? 

JESHUA ha MASHIA berkata: "Jika kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi, kamu dapat memindahkan gunung." Entah, apa juga bisa untuk memindahkan penyakit ginjal? Mudah-mudahan saja bisa begitu, ya nggak?! 



Dear bung Tapson, sebaiknya kita bercinta di apakah Alkitab mengharamkan Babi? Di sana suasananya romantis sekali, sebab sudah tersedia borgol, tali gantungan dan kuburannya. 

Okey? - Hua..ha..ha....... 
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Bung Hakekat,

Sedih sekali rasanya kalau engkau harus tinggalkan aku. Apakah karena terlalu sering saya mengolok-olok dirimu, sehingga kamu ingin selingkuh dengan bung Edi? Bung Edi itu sahabatku, apakah engkau tega menghianatiku? Saya sih percaya kamu tega, tetapi saya tidak percaya kalau bung Edi tega seperti dirimu. Kalau aku tanya langsung ke dia, pasti dia jawab "Jiahhhh, najis banget bercinta dengan hakekat.".

Begini aja dek, apakah kita teruskan yang ini, tapi dengan catatan, saya nggak bisa janji, apakah saya bisa berhenti mengolok-olok kamu, mengatakan kamu guoblok, kerena memang demikian adanya.
Tapi kalau kamu mau kita mulai baru, saya mungkin bisa janji tidak akan mengatakan kamu guoblok, takut kalau kamu pengen lari lagi.

Tambahannya, saya gak akan ngatain kamu lagi sebagai guru TK (Itu sih sesuai dengan pengakuanmu), saya akan naikkan kualifikasi kamu dua tingkat jadi guru SMP. Nah...lho... saya bilang naikkan dua tingkat langsung bingung tuch. Ya iyalah, kalau naikkan satu tingkat, itu namanya guru SD.
Saya akan lupakan semua ketidak jujuranmu dimasa lalu, karena itu semua membuat kamu serba salah. Contohnya kamu bilang tidak pernah dengar kitab Imamat. "Mana ada buku Imamat?", demikian katamu. Tapi justru kata-katamu itu telah membuat kamu jadi kacau. Kemarinnya kamu bilang tidak ada buku imamat, tapi saat kamu terpojok, besoknya kamu katakan buku imatat 11 kamu masukkan kedalam Kisah 10. Terpaksa saya katain lagi kamu guoblok. Kamu pasti sedih. 

Sekarang gimana? kita mulai dari awal atau yg ini kita teruskan? Yang penting kamu jangan pergi dulu deh.
Saya tunggu kepastiannya.

Regards,
Tapson Manik

Tidak ada komentar: