Selasa, 26 November 2013

DENGAN BUNG TAPSON – BABI-6b

Dear bung Tapson, saya bukan kabur, tapi termangu-mangu kebingungan. Sudah tadi malam saya terima jawaban anda tersebut, dan saya bingung hendak menanggapinya. Kalau saya tanggapi saya kuatir dibilang menindas orang yang sudah menyerah kalah. Jika tidak saya tanggapi saya kuatir dibilang tidak bisa menjawab. Bingung saya. Bagaimana tidak bingung jika memelas sekali melihat kalimat jawaban anda yang begitu sederhananya, yang hanya terdiri dari 3 pasal;

1. Pada tahun 40 an jelas babi haram, 
2.ada usaha menghalalkannya 
3.tapi tidak berhasil. 
 
Saya jadi ingat dengan 3 pasal sumpah pemuda;

1. Bertanah air satu: Indonesia.
2. Berbangsa satu: Indonesia.
3. Berbahasa satu: Indonesia. 

Kalau saya menjawab anda selalu saya lampiri ayat-ayat Alkitab, tapi anda menjawab saya hanya dengan kekuatan angin. Dasarannya apa anda berkata begitu itu? Memangnya ini ban sehingga diisi angin doank? Masak statement pribadi anda bisa dijadikan kekuatan? Ilmu dan pengalaman saya bisa bocor kalau jawaban model demikian masih saya ladeni.

Bukankah pertanyaan anda:   Sejak kapan Babi Halal menurut versi Alkitab? - Anda menuntut dijawab secara Alkitab, 'kan?!
Lalu saya balik bertanya: "Apakah Babi haram menurut Alkitab?" - saya juga menuntut secara Alkitab, bung. 

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

BUNG TAPSON:

Pada tahun 40 an jelas babi haram, ada usaha menghalalkannya tapi tidak berhasil.

Tidak ada komentar: