Minggu, 10 November 2013

KANTONG KOLEKTE


Sedekah Santo Petrus

Download:



Sedekah Santo Petrus adalah istilah bagi pembayaran secara suka-rela kepada Roma. Hal ini berkembang dalam masyarakat Saxon di Inggris dan terlihat di beberapa negara lainnya. Walaupun secara resmi ditiadakan di Inggris pada masa Reformasi Inggris, suatu pembayaran paska-Reformasi dalam bentuk yang tidak jelas terlihat di beberapa wilayah tuan tanah hingga abad ke-19.
Pada tahun 1871 Paus Pius IX meresmikan aksi orang-orang awam Gereja Katolik Roma - dan "orang-orang lain yang berniat baik" - untuk memberikan dukungan finansial kepada Tahta Suci. Sementara persepuluhan biasanya langsung masuk ke kas paroki atau keuskupan, Sedekah Santo Petrus langsung dikirim ke Roma. Paus Pius IX memberikan persetujuannya akan hal ini di dalam Surat Ensiklik Saepe Venerabilis (5 Agustus 1871).[1] Uang yang diterima saat ini digunakan oleh Sri Paus untuk tujuan-tujuan filantropi.[2] Sekarang kolekte ini dilakukan tiap tahun pada hari Minggu yang paling dekat dengan tanggal 29 Juni, di hari peringatan suci Santo Petrus dan Santo Paulus, menurut Gereja Katolik Roma. Berdasarkan laporan yang ada, pada tahun 2007 jumlah donasi yang diterima berjumlah $79,837,843. Pada tahun 2006 jumlahnya $101,900,192. Donasi asal dari Amerika Serikat yang terbesar, menyumbang sekitar 28% dari total yang diterima, diikuti oleh Italia, Jerman, Spanyol, Perancis, Irlandia, Brazil dan Korea Selatan.
Pada tahun 2008, total donasinya berjumlah $75,8 juta, dan naik menjadi $82,5 juta pada tahun 2009.

>> Matius   27:6                Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: "Tidak
                                           diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini
                                           uang darah."

>> Markus   12:41            Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan
                                            memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti
                                            itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar.

>> 2Korintus   9:12           Sebab pelayanan kasih yang berisi pemberian ini bukan hanya mencukupkan
                                            keperluan-keperluan orang-orang kudus, tetapi juga melimpahkan ucapan
                                            syukur kepada Allah.

>> Filipi  4:16     Karena di Tesalonikapun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku.
                4:17        Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin
                              memperbesar keuntunganmu.
                4:18        Kini aku telah menerima semua yang perlu dari padamumalahan lebih dari pada itu.
                             Aku berkelimpahan, karena aku telah menerima kirimanmu dari Epafroditussuatu
                            persembahan yang harum, suatu korban yang disukai dan yang berkenan kepada
                             Allah.

 PEMISAHAN DIRI LUTHER DARI ROMA     - KEMENANGAN AKHIR;

     Di sekolah, dimana ia belajar pada masa mudanya, Luther diperlakukan dengan kasar dan bahkan dengan kejam. Orangtuanya sangat miskin, sehingga pada waktu ia bersekolah di kota lain, diharuskan mencari makan sendiri dengan menyanyi dari satu rumah ke rumah yang lain, dan sering ia harus menahan lapar.


      Suatu kerinduan yang sungguh‑sungguh untuk bebas dari dosa dan untuk memperoleh kedamaian dengan Allah, akhirnya menuntun dia memasuki sebuah biara, dan menyerahkan dirinya kepada kehidupan biara. Di sini ia diharuskan melakukan pekerjaan yang paling rendah, dan meminta‑minta dari rumah ke rumah. Pada waktu itu ia berada pada tingkat umur dimana penghormatan dan penghargaan sangat didambakan. Dan pekerjaan yang cocock untuk seorang hamba ini sangat melukai perasaan alamiahnya. Tetapi dengan tabah dan sabar ia tahankan pekerjaan yang merendahkan diri ini, sebab ia percaya bahwa hal itu diperlukan oleh dosa‑dosanya.

      > “Sekarang musuh besar ini berusaha memenangkan dengan TIPU DAYA LICIK  apa
          yang  tidak dimenangkan dengan kekerasan. Penganiayaan dihentikan, dan DIGANTI
          KAN dengan daya tarik kekayaan duniawi YANG BERBAHAYA dan kehormatan duni
          awi.” – Hal. 43.

      > “SEMAKIN TINGGI profesi mereka, SEMAKIN terhormat kedudukan mereka, SEMA
          KIN MENYEDIHKAN keadaan mereka pada pemandangan ALLAH dan SEMAKIN
          PASTI kemenangan musuh besar itu.” – Hal. 654.

>> Lukas   6:24   Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah
                              memperoleh penghiburanmu.
                   6:25     Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah
                              kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis.

>> Matius  5:3   "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang
                               empunya Kerajaan Sorga.
                     5:4     Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

>> Matius   10:9                Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat
                                           pinggangmu.
                     10:10                Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu
                                           membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut
                                           mendapat upahnya.
                     10:11                Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan
                                           tinggallah padanya sampai kamu berangkat.
                     10:12                Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka.
                     10:13                Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak,
                                           salammu itu kembali kepadamu.
                     10:14                Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar
                                            perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan
                                            kebaskanlah debunya dari kakimu.

>> Lukas   16:19                "Ada seorang kaya yang selalu berpakaian jubah ungu dan kain halus, dan
                                            setiap hari ia bersukaria dalam kemewahan.
                   16:20  Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok,
                                            berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu,
                      16:21               dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang
                                            kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya.
                      16:22               Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke
                                            pangkuan Abraham.
                      16:23               Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara
                                            di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan
                                             Lazarus duduk di pangkuannya.
                      16:24               Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus,
                                            supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku,
                                            sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini.
                      16:25               Tetapi Abraham berkata: Anak, ingatlah, bahwa engkau telah menerima
                                            segala yang baik sewaktu hidupmu, sedangkan Lazarus segala yang buruk.
                                            Sekarang ia mendapat hiburan dan engkau sangat menderita.
                      16:26               Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak
                                            terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun
                                            mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.
                       16:27              Kata orang itu: Kalau demikian, aku minta kepadamu, bapa, supaya engkau
                                            menyuruh dia ke rumah ayahku,
                       16:28              sebab masih ada lima orang saudaraku, supaya ia memperingati mereka
                                            dengan sungguh-sungguh, agar mereka jangan masuk kelak ke dalam tempat
                                            penderitaan ini.
                        16:29             Tetapi kata Abraham: Ada pada mereka kesaksian Musa dan para nabi;
                                            baiklah mereka mendengarkan kesaksian itu.
                        16:30             Jawab orang itu: Tidak, bapa Abraham, tetapi jika ada seorang yang datang
                                            dari antara orang mati kepada mereka, mereka akan bertobat.
                         16:31            Kata Abraham kepadanya: Jika mereka tidak mendengarkan kesaksian Musa
                                            dan para nabi, mereka tidak juga akan mau diyakinkan, sekalipun oleh

                                            seorang yang bangkit dari antara orang mati."

Bandingkan dengan kantung para pengamen jalanan. Dimana letak bedanya, beritahu saya. 

Inilah hasil dari kantung kolekte:



Dan inilah hasil saya mengemis;


Edi Limbong:

Pak David and All,

Mohon jangan salah sangka, pekerjaan Pak Hakekat ini bukanlah mengemis, pekerjaannya adalah penginjil. Mengemis hanyalah sarana pembiayaan pekerjaan tersebut, bukan utk menyekolahkan anak, bukan utk sewa rumah, bukan untuk beli baju, hanya untuk sewa warnet dan makan sehari-hari.

Apa bedanya uang yg didapatkan Pendeta di Organisasi dan uang didapatkan oleh Pak Hakekat?

Menurut saya tidak ada bedanya, sama-sama persembahan dari umat Allah. Yesus berkata Barang siapa yg memberi segelas air untuk utusannya maka upahnya besar disorga, demikianlah yg dilakukan.

Pada saat umat memasukkan persembahan di pundi-pundi, demikianlah orang juga memberi uang kepada Pak Hakekat untuk pekerjaan penginjilan. Saya tidak melihat perbedaan yg hakiki.

Pendeta masih menggunakan persembahan utk kebutuhan dan ambisi hidup, namun Pak Hakekat benar2 menggunakan seluruh uang yg diperoleh utk pekerjaan penginjilannya.

Jadi dalam hal mengemis utk pembiayaan penginjilan ini saya tdk bisa menemukan salahnya dimana.

Saya pernah tanyakan bagaimana praktek mengemis yg dijalankan Pak Hakekat, kata beliau: "saya hanya ulurkan tangan tanpa ngomong apa-apa...jika diberi maka itulah berkat dari Tuhan, jika tidak maka dia berlalu"

Pak Hakekat ini bukannya tidak mampu mencari pekerjaan atau membuat usaha, namun menurut beliau pekerjaan dan usaha tsb dapat mengalihkan konsentrasinya dlm pekerjaan penginjilan yg dijalankan.

Saat ini beliau cuma fokus menginjil dan menginjil, urusan uang dan mara bahaya beliau serahkan kepada Tuhan dan tidak jarang bapak ini berpuasa dlm menahan lapar karena kadang2 Tuhan memiliki waktu tersendiri utk memberikan berkat.

Demikianlah sedikit yg bisa saya sampaikan dari hasil wawancara sebelumnya.


Salam
Edi Limbong


Jadi, apa yang hendak kamu sombongkan, bung Musa, dengan kekayaan dan kehidupanmu?

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

BUNG MUSA:

Dear Quantumers, 

saya ada pertanyaan, mohon pencerahan bagi yang punya referensi otentik, bukan asal berpendapat pribadi : 

Kenapa di gereja-gereja harus diedarkan kantong persembahan/Kolekte selama kebaktian beberapa kali? Apakah ini alkitabiah? Apakah Yesus mengajarkan kepada murid-muridnya untuk mengedarkan kolekte ke jemaatnya? Kapan kebiasaan kolekte muncul? Sebab saya melihat ini terjadi pada pendeta-pendeta Buddha yang memang diajarkan untuk mengemis dari rakyat dan mereka tidak boleh bekerja, selain mengemis dan hidup miskin.

Bukankah Tuhan menyuruh jemaat membawa persembahan perpuluhan ke rumah perbendaharaan Tuhan? Tidak ada perintah untuk mengumpulkan kolekte. Malahan dalam jaman Rasul-rasul murid-murid menjual harta miliknya dan diserahkan seluruh hasil penjualannya kepada Rasul-rasul.

Apakah mungkin mereformasi gereja dengan tindakan yang lebih dewasa dan lebih bertanggung jawab dengan mengundang jemaat untuk membawa persembahan dengan menyisihkan persembahan yang memang sudah dikhususkan, bukan dengan merogoh uang receh, yang menurut pemberinya juga memang tidak berarti apa-apa? Jadi kasih persembahan hanya dengan uang recehan yang tidak ada nilainya saking disebutkan pemberian yang sedikit pun diterima Tuhan. Emangnya Tuhan pengemis dan butuh uang kolekta kita?

Tuhan memberkati

Tidak ada komentar: