Selasa, 05 November 2013

SI SABTU SINGAPURA TIDAK SELAMAT

Kata si Sabtu: kalau kita tahu yang baik tapi tidak kita lakukan, maka kita berdosa dan tidak selamat. Konsep inilah yang menyebabkan seluruh orang si Sabtu yang tinggal di Singapura tidak bisa selamat. Sebab Singapura adalah negara penyumbang polusi terbesar dunia. 

Singapura Penyumbang Polusi Terbesar se-Asia Pasifik
https://www.facebook.com/ForumHijauIndonesia/posts/254075124683592?comment_id=1313433&offset=0&total_comments=1

SEBAGIAN besar pelancong membayangkan Singapura dengan gemerlap kasino baru, makanan lezat, hotel mewah, jalanan bersih, dan bandara terkenal di dunia. Nah, di saat yang sama, masukkan pula bayangan soal kota penuh polusi.

Menurut laporan media yang mengutip rilis World Wildlife Fund (WWF), Singapura menjadi penyumbang polusi terbesar untuk kawasan Asia-Pasifik sepanjang 2010. Sektor industri dengan konstruksi bangunan yang memenuhinya, termasuk gedung dengan konsep ramah lingkungan, resor, dan hotel, ditunjuk sebagai biang keladinya. Juga, pola hidup konsumtif warga Singapura.

"Singapura adalah lingkup masyarakat yang mungkin contoh terbaik dari apa yang seharusnya tidak kita lakukan. Setiap warga negaranya mengonsumsi banyak makanan juga boros energi," kata Yolanda Kakabadse, Presiden WWF, seperti dikutip CNNGo.

Lalu, bagaimana dengan China? Temuan WWF tetap menempatkan China dan India sebagai negara pencemar polusi terbesar di Asia. Ini tentu tidak mengejutkan, dibandingkan apa yang ditemukan pada Singapura.

Jejak karbon Singapura sangat kontras dengan pandangan lama yang menyatakan kota ini salah satu yang terbersih di dunia. Singapura bahkan menjadi negara di mana National Environment Agency-nya mengirimkan petugas berpakaian preman ke jalan-jalan untuk membersihkan lingkungan guna mengusir jentik-jentik nyamuk.

Sementara itu, perusahaan jasa lingkungan di Singapura terkenal dengan keahlian teknis mereka dalam bidang, seperti air, limbah dan teknologi pengolahan air limbah, udara bersih, konsultasi, dan rekayasa. Dewan Lingkungan Kota bahkan telah meluncurkan pencarian wartawan lingkungan hidup terbaik di Asia. Namun kini, prestasi tersebut sepertinya mulai pudar dengan rilis dari WWF yang akan diluncurkan Juni mendatang.
[FHI/CNNGo]
Posting Komentar