Sabtu, 16 November 2013

YESUS BUKAN ALLAH



Download:


JAWABAN SAYA:
Menurut Ny. Ellen G. White:

ROH KUDUS adalah Wakil ALLAH. Berarti ROH KUDUS bukan ALLAH.

Tetapi manusia tidak dibiarkan begitu saja tanpa adanya seorang guru Ilahi yang telah disediakan Allah sebagai wakil‑Nya, yaitu Roh Kudus.  – Pendahuluan Para Nabi dan Bapa.
ROH KUDUS akan ditarik. Siapa yang menarik dan ditarik ke mana?

Roh Allah yang tetap di tolak, akhirnya akan di tarik dari orang berdosa itu, dan kemudian tidak ada lagi kuasa untuk mengendalikan nafsu jahat jiwa,  dan tidak ada lagi perlindungan dari kebencian dan rasa permusuhan Setan. Kebinasaan Yerusalem adalah amaran yang sungguh menakutkan bagi semua orang yang meremehkan pemberian karunia ilahi, dan yang menolak ajakan kemurahan ilahi itu. Tidak akan diberikan lagi kesaksian yang lebih menentukan mengenai kebencian Allah pada dosa, dan mengenai hukuman tertentu yang akan dijatuhkan kepada orang yang bersalah. – Keruntuhan Kota Yerusalem, Kemenangan Akhir.
"setiap sepatu tentera yang berderap dan setiap jubah yang berlumuran darah," (Yes. 9:4) -- semuanya tidak berarti bila dibandingkan dengan kengerian pada hari itu bilamana Roh Allah yang menahan di tarik dari orang jahat, dan tidak lagi menahan meledaknya nafsu manusia dan murka Setan!  Kemudian,  dunia ini  akan melihat akibat dari pemerintahan Setan yang belum pernah dilihatnya sebelumnya. – Keruntuhan Kota Yerusalem, Kemenangan Akhir.

YESUS adalah Pembantu ALLAH. Berarti bukan ALLAH.

Penguasa alam semesta tidaklah sendirian dalam mengerjakan kebajikan-Nya. Ia mempunyai seorang pembantu—seorang yang bekerja sama yang dapat menghargai akan maksud-maksud-Nya, dan dapat ikut menikmati kesukaan-Nya dalam memberikan kebahagiaan kepada makhluk ciptaan,
- Mengapa Dosa Dibiarkan, Para Nabi dan Bapa.

YESUS satu dengan BAPA dalam sifat, tabiat dan tujuan. Bukan kesatuan pribadi.
Kristus, Kalam itu, Anak Allah yang tunggal, adalah satu dengan Bapa yang kekal—satu dalam sifat, dalam tabiat, dalam tujuan —satu-satunya oknum yang dapat turut serta dalam musyawarah serta maksud-maksud Allah. - Mengapa Dosa Dibiarkan, Para Nabi dan Bapa.

YESUS adalah Ciptaan ALLAH. Berarti bukan ALLAH.

Dan Anak Allah itu menyatakan tentang diri-Nya: "Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya." Amsal 8:22, 23, 29, 30. - Mengapa Dosa Dibiarkan, Para Nabi dan Bapa.

ALLAH bekerja melalui YESUS. Berarti ALLAH bukan YESUS.

Allah Bapa bekerja melalui Anak-Nya di dalam menciptakan Segenap makhluk surga. "Karena di dalam Dialah sudah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia." Kolose 1:16- Mengapa Dosa Dibiarkan, Para Nabi dan Bapa.
Pada mula pertama, Allah dinyatakan dalam segala ciptaan‑Nya, Kristuslah yang membentangkan langit, dan yang meletakkan alasan bumi ini. Tangan‑Nyalah yang menggantungkan segala dunia di angkasa, dan yang membentuk segala bunga di padang. Kodrat‑Nya "menetapkan segala gunung." "la yang empunya laut, karena telah dijadikan‑Nya." Mzm. 65:7; 95:5. Ialah yang mengisi bumi ini dengan keindahan, dan udara dengan nyanyian. Dan pada segala benda yang ada di bumi, di udara, dan di langit, Ia menuliskan kabar kasih Bapa. -  Allah beserta kita, Kerinduan Segala Zaman.

Kesempurnaan ALLAH ada pada YESUS.

Kesempurnaan itu terdapat dalam Yesus Kristus Putra Allah yang Kekal. "Karena adalah kehendak Bapa agar segala kesempurnaan Allah ada di dalam-Nya;" "karena dalam Dia juga berdiam segala kesempurnaan Allah." – Pendahuluan Kerinduan Segala Zaman.

kita memandang Allah dalam diri Yesus.” -  Allah beserta kita, Kerinduan Segala Zaman.

“Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan,”  Bahwa BAPA mempunyai kehendak memberikan/mewariskan segala kesempurnaanNYA kepada YESUS - yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada[Ibrani 1:2], supaya YESUS bisa menjadi “gambar wujud Allah”[Ibrani 1:3], sehingga setiap orang yang melihat YESUS sama dengan telah melihat BAPA[Yohanes 12:45].


YESUS adalah buah pikiran ALLAH yang kelihatan.

Oleh datang tinggal bersama kita, Yesus harus menyatakan Allah baik kepada umat manusia maupun kepada segala malaikat. Ialah Kalam Allah,‑ buah pikiran Allah yang dijadikan dapat didengar. -  Allah beserta kita, Kerinduan Segala Zaman.


YESUS tidak dapat berbuat apa-apa.

"Aku tidak berbuat apa‑apa dari diri‑Ku sendiri," kata Yesus; "Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa." "Aku ini tidak menuntut kemuliaan bagi diri‑Ku sendiri," melainkan kemuliaan bagi Dia yang menyuruh Aku. Yoh. 8:28; 6:57; 8:50, 7:18. -  Allah beserta kita, Kerinduan Segala Zaman.

“Segala sesuatu diterima Kristus dari Allah tetapi Ia menerima untuk kemudian memberi.” -  Allah beserta kita, Kerinduan Segala Zaman.


Apa kata James White, suami Ny. Ellen G. White?

James White menulis dalam Review & Herald 7 February 1846, p. 149 (terjemahan bebas):
Kesalahan terbesar dari reformasi pada abad pertengahan adalah mereka terlalu cepat menghentikan  reformasinya. Apabila mereka melanjutkan reformasinya hingga jejak-jejak terakhir dari kepausan, misalnya "Ajaran tidak bisa mati", "Trinitas", "Baptisan Percik" dan "Ajaran Hari Minggu", kemungkinan gereja-gereja akan bebas dari ajaran katolikisme yang bukan berasal dari Alkitab.


Pionir-Pionir kita sejak zaman Mrs. White bukanlah penganut ajaran Trinitas. Masuknya ajaran Trinitas kira-kira 50 tahun setelah meninggalnya Mrs. White, setelah utusan-utusan General Conference kembali dari kunjungannya dari Vatican. Anda tidak akan pernah menemukan kata Trinitas di dalam buku-buku Mrs. White.


xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
imanagun...@yahoo.com 
Dear Saudara dan Sahabat, 

Shalom! God is good ... All the time ...! Selamat Sabat! 

Mumpung pelajaran Sekolah Sabat berjudul 'Kristus, korban kita', ijinkan saya mengajukan pertanyaan yang menjadi renungan saya sepanjang minggu lalu: "Apakah Yesus Kristus sebagai 'Allah' juga mati ketika Dia mati di kayu salib?" 

Lalu ketika Dia bangkit dari kubur, siapa yang membangkitkan Dia? Dia sendiri karena Dia adalah Tuhan atau Sang Allah Bapa yang membangkitkan Dia? 

Sekian dulu pertanyaan saya. Selamat menikmati indahnya Sabat bersama Tuhan dan umatNya. 

Tuhan memberkati. 

Salam, 
Si-Iman 
Bekasi 
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Alkitab Asli 
Ef 2:15 TB
sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,
Kisah Para Rasul 2:23-24 TB
Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.  Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.
Regards,
T. Pandiangan
Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Amos 
No one can take my life from me. I sacrifice it voluntarily. For I have the authority to lay it down when I want to and also to take it up again. For this is what my Father has commanded. John 10:18

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Nikita 
Jawabannya tergantung pada bagaimana kita mendefiniskan kata " mati." Mati bisa berarti akhir dari keberadaan (end of existence). Bisa juga berarti perpisahan (separation).
Dalam konteks kematian manusia pada umumnya, kematian terjadi ketika roh terpisah dari tubuh. Ketika roh dan tubuh terpisah, manusia kehilangan eksistensinya. Berbeda dengan Tuhan yang tidak membutuhkan materi untuk eksis. Tuhan tetap ada meskipun tanpa tubuh.
Jadi , dalam pengertian seperti di atas: Benar kemanusiaan Tuhan mati di salib, karena Yesus Tuhan dalam bentuk manusia, jiwa dan tubuh-Nya terpisah. Namun kematian itu tidak membuat dia kehilangan eksistensi keilahiannya, maka Tuhan tidak mati. Bila Tuhan mati berarti bahwa Dia pernah tidak ada, bila dia pernah tidak ada atau lenyap berarti dia tidak baka.

R. Hutasoit

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Gilbert Elvryan 
Bro Richard,

Apakah keterangan bro itu mengatakan bahwa YESUS manusia 100% dan ALLAH juga 100%? 

Kesan dari tulisan itu sepertinya begitu yang saya tangkap.

Mohon petromaksnya.

Xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
heru_gp...@yahoo.com 

Pertanyaan yg sama ditanyai ke charles wesley, dan dijawab dalam syair2 lagu beliau yg selalu dinyanyikan hingga saat ini.
Berikut petikannya.

And can it be that I should gain
An interest in the Savior’s blood?
Died He for me, who caused His pain?
For me, who Him to death pursued?
Amazing love! How can it be
That Thou, my God, shouldst die for me?
Amazing love! How can it be
That Thou, my God, shouldst die for me?

’Tis mystery all: th’ Immortal dies!
Who can explore His strange design?
In vain the firstborn seraph tries
To sound the depths of love divine.
’Tis mercy all! Let earth adore,
Let angel minds inquire no more.
’Tis mercy all! Let earth adore;
Let angel minds inquire no more.

He left His Father’s throne above,
So free, so infinite His grace!
Emptied Himself of all but love,
And bled for Adam’s helpless race.
’Tis mercy all, immense and free,
For O my God, it found out me!
’Tis mercy all, immense and free,
For O my God, it found out me!
Posting Komentar