Senin, 31 Maret 2014

MAZMUR – 25




Download:



PASAL  28;

28:1     Dari Daud. Kepada-Mu, ya TUHAN, gunung batuku, aku berseru, janganlah berdiam diri
              terhadap aku, sebab, jika Engkau tetap membisu terhadap aku, aku menjadi seperti orang
              yang turun ke dalam liang kubur.
28:2     Dengarkanlah suara permohonanku, apabila aku berteriak kepada-Mu minta tolong, dan
              mengangkat tanganku ke arah tempat-Mu yang maha kudus.
28:3     Janganlah menyeret aku bersama-sama dengan orang fasik ataupun dengan orang yang
             melakukan kejahatan, yang ramah dengan teman-temannya, tetapi yang hatinya penuh
              kejahatan.

              Pergaulan, istilah sekarangnya: “gaul” yang artinya pertemanan. Peribahasanya “seribu
              teman masih kurang, satu musuh kebanyakan.” Maksudnya, lebih baik berteman dengan
              semua orang atau siapa saja.

              Sepintas lalu konsep demikian itu baik, sehingga sekarang ini semua orang sedang semangat-
              semangatnya menggalang pertemanan atau gaul. Tapi tahukah anda bahwa justru itulah
              yang sering menjerumuskan orang ke dalam berbagai kesalahan, dosa dan kejahatan.

28:4     Ganjarilah mereka menurut perbuatan mereka dan menurut kelakuan mereka yang jahat;
              ganjarilah mereka setimpal dengan perbuatan tangan mereka, balaslah kepada mereka apa
              yang mereka lakukan.
28:5     Karena mereka tidak mengindahkan pekerjaan TUHAN dan perbuatan tangan-Nya; Ia akan
             menjatuhkan mereka dan tidak membangunkan mereka lagi.

              Daud memohon kepada TUHAN agar mereka itu dihukum, tapi bukan karena mereka itu
               jahat terhadap dirinya, melainkan karena mereka itu tidak mengindahkan TUHAN. Itulah
               yang dipikirkan oleh semua orang kudus. Semua orang kudus pikirannya sama, sebab
               mereka diterangi dan diajar oleh satu ROH.

              Semua orang kudus hatinya adalah kudus – bersih. Dia tak mau mengotori pikirannya
              dengan permusuhan. Sekalipun orang mencubitnya, dia tak masalahkan itu. Sebab dirinya
              sudah terlatih menerima penderitaan. Karena itu bukan sakit dirinya yang dia keluhkan, tapi
              pikirannya dihantui pertanyaan: “kenapa orang itu mencubitnya?” Tak tahukah orang itu
              kalau perbuatannya akan menimbulkan hukuman bagi dirinya sendiri? Kenapa dia harus
              merancang hukuman bagi dirinya sendiri? Betapa bodohnya orang itu? Kalau dia tahu jahat
              kenapa dilakukannya? Jadi, bukan lagi masalah sakit dirinya yang dipikirkannya. Justru dia
              masih sempat memikirkan orang yang memusuhinya itu.

              Dia kasihan sekali dengan musuhnya itu. Sebab seandainya musuhnya itu mempunyai
              pengetahuan seperti dirinya tak mungkin dia akan berbuat seperti itu.

              >> Lukas  23:34        Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu
                                                    apa yang mereka perbuat." Dan mereka membuang undi untuk
                                                    membagi pakaian-Nya.

              JESHUA malah mendoakan orang-orang yang menyalibkanNYA: "Ya Bapa, ampunilah
               mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."

               Sama seperti orang yang terjatuh ke dalam lobang, pasti karena mereka tak mengetahui
               adanya lobang di situ. Jadi, mereka jatuh karena tak tahu, bukan sengaja menjatuhkan
               dirinya ke situ. Tapi sayang, aturan permainannya mengatakan: “setiap orang yang jatuh ke
               dalam lobang akan terluka, tak peduli dia sengaja atau tak sengaja.” Sama seperti kalau
               orang kecelakaan, sengaja atau tidak, akibatnya sama. Sama seperti orang yang ditabrak
               kereta api, entah sengaja bunuh diri atau tidak sengaja, akibatnya sama, yaitu mati. Kereta
               api itu tak mungkin bertanya dulu sebelum menabraknya: “Engkau ini sengaja atau tidak?”

               Demikian pula konsep YAHWEH:

               >> Keluaran  32:31  Lalu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa
                                                    ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas
                                                    bagi mereka.
                                      32:32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan
                                                     jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah
                                                    Kautulis."
                                      32:33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "Siapa yang berdosa kepada-
                                                    Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.

              Siapa yang berdosa, orang itulah yang harus mati. Jadi, YAHWEH tidak peduli dengan
              pengetahuan orang. Tahu atau tidak, mengerti atau tidak, melakukan dosa ya dihukum.
                                                   

28:6     Terpujilah TUHAN, karena Ia telah mendengar suara permohonanku.
28:7     TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab
              itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.
28:8     TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!
28:9     Selamatkanlah kiranya umat-Mu dan berkatilah milik-Mu sendiri, gembalakanlah mereka
              dan dukunglah mereka untuk selama-lamanya.






>> MAZMUR  1 – 20

     Download:

>> MAZMUR – 21

    Download:

>> MAZMUR – 22

      Download:

>> MAZMUR – 23

     Download:

>> MAZMUR – 24

     Download:



CELANA DALAM DI KUAH SOTO

Pernah makan soto Lamongan/Surabaya/Madura? 
Jangan kaget kalau di dalam kuahnya terdapat celana dalam wanita yang tak pernah dicuci. Sebab itulah cara-cara mereka mencari pesugihan/kekayaan dengan cara perdukunan. Sekalipun tidak semuanya, namun saya kuatir justru semuanya begitu. Banyak sekali kasus penjualnya dihajar massa atau usahanya buru-buru ditutup atau bangkrut karena ketahuan menjalankan cara seperti itu. 

Tapi saya sih nggak peduli soal itu. Asal sotonya enak, makan saja. 'Kan sudah didoakan dalam nama JESHUA ha MASHIA?!

Dan kalau anda di kota Malang dan sekitarnya, untuk sate ayam, biasanya mereka menggunakan daging kelinci, sekalipun ada yang terang-terangan menuliskan: "sate kelinci."

Sekarang saya ajari tentang bahasa copet, yaitu bahasa yang sering digunakan oleh para pencopet. Sebenarnya bahasa rahasia ini aslinya dari kota Malang, dan sering digunakan sebagai percakapan rahasia antara suami-istri. Tapi pada akhirnya copet-copet juga menggunakannya. 

Rahasia bahasa ini adalah dengan menyisipkan tambahan: va/ve/vi/vo/vu pada setiap suku katanya. 

Misalnya: 
mau > mava uvu
pergi > pevergivi
kemana > keve mava nava
bersama > bever sava mava
siapa > sivi ava pava
jam > javam
berapa > beve rava pava
jangan > javang avan
perkutut > pever kuvu tuvut

Model yang lainnya lagi, juga masih asalnya kota Malang adalah dengan membaca terbalik

Misalnya:
polisi > silop
arek > kera
malang > ngalam

Demikian ilmu warisan Mr. Hakekat, semoga berguna. 

YUK KITA BUNUHI ORANG ARAB SEMUANYA

Saudara-saudara, mari kita bunuhi semua orang Arab, nanti negara kita yang akan membayar uang diyatnya. Enak, 'kan?! Kita punya 240 juta orang yang siap menyumbang diyat. Dan anggota DPR kita: Rieke Diyah Pitaloka akan bergerak mencari sumbangan ke sana ke mari sekalian kampanye. 

>> Program presiden mendatang adalah "menuju Indonesia makin bodoh."

Dari: pak Unto Tjahyono;

Sampai Kapan Kita Akan Membayar Uang Diyat?

http://hukum.kompasiana.com/2014/03/27/sampai-kapan-kita-akan-membayar-uang-diyat-644742.html

13959149221420963553
Darsem ketika baru tiba di tanah air dan diundang TV One di acara Karni Ilyas untuk mendapatkan sumbangan pemirsan sebesar 1,2 miliar (foto : www.lensaindonesia.com)
 
Hidup merantau di negeri orang memang tidak mudah. Banyak hal yang berbeda sama sekali, mulai dari bahasa, adat istiadat, kebiasaan hidup sehari-hari sampai aturan hukumnya. Yang sederhana saja: di Indonesia, buang puntung rokok sembarangan tak ada yang melarang, sebab yang melarang hanya tulisan. Kalau dilanggar, siapa yang tahu? Kalaupun ada yang tahu, siapa yang akan memperkarakan di jalur hukum? Alhasil, di Indonesia kebiasaan buang sampah, buang puntung rokok yang masih menyala, buang ingus (maaf) sembarangan seperti sudah jadi kebiasaan. Juga menerobos lampu lalin yang sedang merah atau menyerobot antrian. Di negeri orang kita mau tak mau harus tunduk dan patuh pada hukum yang berlaku di sana.
Itu baru soal “kecil”. Soal yang lebih besar adalah hukum yang berlaku bagi tindak kriminal. Kita tentu tak bisa memaksa negara lain mengikuti sistem hukum yang berlaku di Indonesia. Di Arab Saudi misalnya, berlaku hukum potong tangan untuk pelaku pencurian. Untuk kasus pembunuhan, berlaku hukum “qishash” (nyawa dibalas nyawa). Artinya jika seseorang membunuh, maka ia harus menjalani hukuman pancung. KECUALI jika ahli waris korban memaafkan. Tentu kita tak bisa memprotes kenapa negara Arab memberlakukan hukum qishash, apalagi memaksa Arab menggunakan KUHP seperti di negara kita.
Karena menyangkut nyawa, maka proses penjatuhan hukuman qishosh pun tidak gegabah. Melalui serangkaian sidang pengadilan dan pemaparan bukti-bukti serta pengakuan saksi maupun pelaku di bawah sumpah. Bisa memakan waktu bertahun-tahun hanya untuk sidang saja. Apalagi kalau ada anak korban yang masih kecil, harus menunggu si anak akil balik, agar bisa mengambil keputusan apakah memaafkan pembunuh orang tuanya atau tidak. Keluarga bisa memaafkan dan berhak atas uang tebusan (diyat) yang sepenuhnya jadi hak keluarga untuk menentukan berapa nilainya. Sebaliknya jika keluarga tidak memaafkan dan tetap menuntut pelaku dihukum setimpal, maka hukuman pancung mau tak mau harus dilaksanakan dijalani.
Sayangnya, tak semua TKI yang merantau di negeri orang paham aturan dan sistem hukum yang berlaku di negara tempatnya bekerja. Ketika Darsem dibebaskan setelah ditebus diyatnya oleh Pemerintah Indonesia pada 2011 lalu, ia diundang ke TV One dan bercerita bahwa di penjara tempat dia menjalani hukuman, masih puluhan lagi rekan yang senasib dengannya. Sama-sama menanti kepastian hukum karena kasus pembunuhan. Artinya, masih banyak kasus TKW seperti Darsem. Dulu diyat Darsem “hanya” Rp. 4 miliar, Pemerintah mampu membayarkan. Kini, Satinah diminta membayar diyat Rp. 21 M, itupun sudah hasil negosiasi panjang, dari semula permintaan keluarga korban sebesar 15 juta reyal (+/- Rp. 45 M) lalu turun menjadi 10 juta reyal (Rp. 30 M) dan akhirnya turun lagi menjadi 7 juta reyal (Rp. 21M).
1395915103222260668
Selebaran untuk mendapatkan keadilan bagi Siti Zaenab. Keadilan dati sisi siapa? Dari sisi keluarga korban atau pelaku? Keadilan menurut sistem hukum mana? Sistem hukum di negara TKP atau di Indonesia? (foto : m.okezone.com)
Semalam, saya menonton berita di salah satu TV swasta, ada lagi TKW bernama Siti Zaenab asal Madura yang sedang menunggu vonis pancung jika gagal memenuhi pembayaran diyat. Pada masa mendiang Presiden Gus Dur, upaya memperjuangkan Siti Zaenab sudah dilakukan. Saat itu banyak yang beranggapan Siti Zaenab dibebaskan dari hukuman. Padahal yang terjadi sebenarnya: ditunda penjatuhan hukumannya karena masih menunggu anak korban (saat itu masih anak-anak) mencapai usia akil balik. Anak itu baru berusia 17 tahun pada pertengahan 2013 lalu.
Akhirnya, kini Siti Zaenab mendapatkan putusan untuk membayar diyat sebesar Rp. 90 M! Satinah dan Siti Zaenab bukan TKI terakhir yang sedang menunggu vonis atas perbuatannya membunuh. Masih ada Tuti Tursilawati. Apalagi jika benar kata Darsem, di penjara Saudi masih banyak rekannya senasib. Lalu, bagaimana kalau ke depan ada lagi TKI-TKI yang terancam hukuman pancung jika gagal membayar diyat? Sementara nilai diyat makin membesar. Dari “hanya” Rp. 4 M untuk kasus Darsem, kini sudah mencapai Rp. 90 M untuk kasus Siti Zaenab. Akankah kita terkaget-kaget lagi dan mengumpulkan dana dari masyarakat? Atau dana APBN akan terus digelontorkan untuk membebaskan para terpidana kasus pembunuhan yang telah melalui serangkaian sidang, telah cukup fakta hukum bahwa mereka memang pelaku pembunuhan, telah ada pengakuan dari pelaku dan sejumlah bukti lain yang menguatkan? Sampai kapan kita – baik negara melalui APBN atau masyarakat melalui aksi penggalangan dana – sanggup menutup uang-uang diyat yang kita tak pernah tahu sampai seberapa nilainya?
Satu hal harus dipahami dulu: bagaimana sistem hukum yang berlaku di negara tersebut dan bagaimana proses peradilannya. Jika dalam persidangan terdakwa mengakui perbuatannya atau kalaupun berkilah namun ada cukup bukti dan saksi yang menguatkan bahwa benar dia pelaku pembunuhan yang dituduhkan, maka betapa pun Pemerintah RI menyediakan pengacara dan pendampingan, hukumqishash akan tetap dijalankan. Upaya maksimal yang bisa dilakukan adalah memohon pemaafan keluarga. Namun jika keluarga korban menuntut diyat sebagai ganti hukuman pancung, maka diyat itu harus dibayar. Lalu siapa yang seharusnya membayar? Semestinya pelaku pembunuhan dan keluarganya.
Mari kita ambil contoh pembunuhan Ade Sara. Kedua pelaku mengakui perbuatannya, barang bukti ada. Kedua orang tua Ade Sara sudah memaafkan pelaku. Tapi sesuai hukum di Indonesia, kedua pelaku tetap akan diadili. Andaikan kelak keduanya divonis hukuman mati, lalu meminta grasi kepada Presiden dan dikabulkan, maka keduanya hanya terlepas dari hukuman mati tapi tidak berarti bebas dari penjara, bukan? Hukuman matinya diganti dengan hukuman penjara seumur hidup. Siapa yang harus menjalani hukuman kurungan? Pelaku, bukan? Seandainya dalam sistem hukum Indonesia seorang terpidana bisa bebas dari hukuman kurungan asalkan menebus dengan sejumlah uang, maka siapa yang harus membayar tebusannya? Terpidana atau keluarga terpidana bukan? Fakta bahwa terpidana mengakui perbuatannya, menyatakan menyesal, keluarga korban menerima permintaan maafnya, tidak berarti sama sekali menghapus tanggung jawab hukum.
13959152351861872591
Darsem menggelar pesta besar khitanan putranya, Syafei. Sebuah pesta yang digelar 2 hari 2 malam dengan mengundang pertunjukan sandiwara segala (foto : www.inilah.com)
Dalam hal “saudara” kita sebangsa mengalami kasus seperti itu dan menjadi terdakwa/ terpidana di manca negara, wajar jika kemudian muncul rasa solidaritas atas nama nasionalisme sedarah. Namun, hendaknya kita tetap bisa menempatkan pada porsinya secara proporsional. Saya ingat jaman Orba dulu, pernah juga masyarakat kita “berjuang” membebaskan seorang WNI dari hukuman gantung Malaysia, karena kedapatan membawa ganja/narkoba (kejadiannya sekitar dekade ’90-an, seingat saya Mbak Tutut ikut “memperjuangkan”). Padahal, hukum di Malaysia memang menghukum gantung siapapun yang kedapatan membawa narkoba dalam jumlah tertentu. Tapi begitulah nasionalisme yang emosional : dengan berapi-api kita berteriak meminta “sodara” kita dibebaskan. Padahal, seandainya saat itu dia tidak tertangkap, lolos dan meneruskan bisnisnya berjualan narkoba, siapa yang menikmati keuntungan?
Dalam kasus TKI yang melakukan pembunuhan, kita memang tak bisa menyamaratakan semua kasus. Ada yang membunuh karena terdesak untuk membela diri, saat itu kondisi psikis pelaku juga sedang tidak stabil, misalnya akibat tekanan yang terus menerus selama sekian lama. Namun ada pula yang melakukan pembunuhan karena sebab lain, bahkan diikuti tindak pidana lainnya, semisal pencurian harta benda milik korban. Karena itu, sangat penting bagi KBRI Jeddah, Kemenakertrans atau pihak manapun yang berkompeten, untuk menjelaskan secara gamblang apa kasus yang dituduhkan kepada Satinah dan bagaimana proses peradilannya. Sebab, dalam kasus Darsem, saya baca dari beberapa berita, ternyata pembunuhan yang dilakukannya cukup keji juga. Bahkan selama di penjara pun dia sempat berjoget-joget, artinya tak ada penyesalan dann perasaan tertekan.
Satu hal lagi, jika Darsem mentalitasnya baik, tentu dia tak menggunakan uang sumbangan pemirsa TV One sebesar Rp. 1,2 miliar rupiah untuk berfoya-foya. Bahkan pengacaranya pun – Elyasa Budianto – menyebutnya “toko emas berjalan”. Bahkan, uang yang diamanatkan untuk dibagi dengan ahli waris keluarga almarhum Ruyati (TKW yang dihukum pancung), akhirnya hanya diberikan Rp. 20 juta saja, itupun setelah didesak oleh Migrant Care dan putri almarhum Ruyati pergi ke rumah Darsem di Subang di dampingi staf Migrant CarePadahal, Darsem bisa bebas dengan ditebus diyatnya oleh Pemerintah RI berkat tekanan pasca dipancungnya ibu Ruyati. Dengan kata lain, Darsem “diuntungkan” kasus Ruyati.
13959153781170286420
Darsem yang mendadak kaya karena sumbangan pemirsa TV untuk menebus diyatnya (foto : www.tribunnews.com)
Tidak semua warga negara kita sudah pasti tidak bersalah. Jika ada bukti kuat bahwa dia melakukan tindak pidana, apalagi ada pengakuan dari pelaku, maka memang sudah selayaknya dia menjalani hukumannya. Contoh lain misalnya, saya pernah menonton acara 3_60 di Metro TV tentang Rumah Penampungan Anak TKW yang letaknya tak jauh dari Bandara Soetta. RPA TKI itu didirikan untuk menampung bayi-bayi yang ditinggalkan begitu saja oleh ibunya di toilet bandara ketika seorang TKW tiba di Indonesia, sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halamannya. Dengan keberadaan RPA TKI, bayi-bayi itu ditampung sementara, sedangkan ibunya diberi kesempatan hingga 6 bulan untuk mengambil kembali anaknya. Jika lebih dari itu, maka bayi itu akan diasuh RPA TKI.
Ternyata, tak semua bayi itu hasil perkosaan, ada pula yang hasil hubungan gelap. Jangan salah, meski seorang TKW berangkat dengan status sudah bersuami, di sana tak dijamin akan tetap setia dan mampu menjaga diri dari hubungan dengan sesama TKI atau bahkan dengan warga negara lain (Bangladesh, India, dll.) yang juga mencari peruntungan di Arab. Tak jarang, dalam hubungan pacaran itu mereka melakukan hubungan badan yang berakibat kehamilan. Ketika majikan tahu, si TKW diusir, lalu menuntut pertanggungjawaban pacarnya. Akhirnya, meski biaya persalinan ditanggung dan dipulangkan ke tanah air, bayi itu terpaksa dibawa. Tapi untuk dibawa sampai ke kampung halaman, oh…, nanti dulu! Disana sudah ada suami dan sudah punya anak, belum lagi pandangan sinis tetangga. Karena itu, akhirnya bayi tak berdosa itu ditinggalkan di toilet bandara, sampai akhirnya ada RPA TKI. Artinya : terkadang TKW/TKI kita di manca negara ada yang berbuat kesalahan fatal bahkan melakukan tindak kriminal. Inilah yang seharusnya kita pahami dan coba kita ketahui lebih jauh, sampai sejauh mana kesalahan TKI/TKW kita.
Kalau seandainya kita terus menerus begini, tak kunjung belajar dari kasus Darsem, maka sampai kapan kita akan menebus diyat-diyat yang makin lama makin membengkak nilainya? Sementara TKI kita di sana tidak juga berhati-hati dalam bertindak, tidak paham sistem hukum yang berlaku, bahwa jika dia melakukan pembunuhan maka resikonya akan dihukum pancung. Kalau tak ingin dipancung, sediakan diyat yang nilainya milyaran. Kalau sekarang Siti Zaenab nilai diyatnya Rp. 90 miliar, bisa jadi 2-3 tahun ke depan kita akan disuguhi fakta TKI kita dihukum membayar diyat lebih dari Rp. 100 miliar. Akankah kita sanggup urunan sejumlah itu? Padahal, dompet kemanusiaan yang dibuka stasiun TV swasta untuk menggalang dana bantuan bencana alam saja sampai berbulan-bulan baru terkumpul jauh di bawah Rp. 10 M. Bagaimana jika misalnya ada TKI yang harus membayar diyat puluhan miliar sementara di tanah air ada saudara kita yang tertimpa musibah bencana alam? Apakah kita akan mengumpulkan dana untuk menolong ribuan saudara kita yang kena bencana atau menolong satu orang yang terpidana akibat perbuatannya? Apakah kita kemudian akan meminta Pemerintah untuk menganggarkan pos “Pembayaran Diyat” di APBN? Sampai sejumlah berapa dan untuk berapa orang?
1395915449918706901
Bahkan mantan pengacaranya pun menyebut Darsem bak toko emas berjalan yang sombong (foto : www.kaskus.co.id)
Tidakkah lebih baik kita meletakkan solidaritas dan nasionalisme dalam ruang yang lebih luas, tidak sempit kasus per kasus? Sebaiknya, lakukan moratorium total pengiriman TKI sektor informal ke negara Arab (minimal) dan tarik pulang semua TKI yang saat ini over stay dan menggelandang di kolong-kolong jembatan. Mereka yang masuk secara illegal atau menggunakan visa umroh, berkedok beribadah namun ternyata bekerja, semuanya dipulangkan saja.Lebih baik negara keluar uang untuk ongkos mencarter kapal/pesawat untuk memulangkan mereka. Lalu setiba di tanah air, mereka tetap harus menjalani hukuman akibat perbuatan/pelanggarannya. Ini akan memberikan pembelajaran sekaligus efek jera agar warga negara kita tak hanya tergiur gaji besar jadi PRT di manca negara, tanpa paham resikonya. Tanpa ada penghentian pengiriman TKI unskilled yang bekerja di sektor informal, masalah demi masalah akan terus ada dan eskalasinya makin besar.

cara mengatasi mouse gerak sendiri

http://t-netkomputer.blogspot.com/2010/03/cara-mengatasi-mouse-gerak-sendiri.html

coba anda lakukan sebagai berikut pada computer anda

1. Tekan tombol ALT(sebelah kiri)+Shift(sebelah kiri)+NumLock secara bersamaan. Cara ini akan memunculkan windows MouseKeys.
2. Selanjutnya klik tombol Settings, hilangkan tanda centang pada pilihan Use MouseKeys.

Nah sampai disini fungsi mousekeys sudah tidak aktif/ alias cursor anda tidak bergerak...

muda - mudahan berhasil bro..................


Tips Menggerakan Kursor Tanpa Mouse

Berikut saya memberikan tips untuk menggerakkan kursor dengan keyboard apabila mouse anda rusak.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Tekan tombol ALT(sebelah kiri)+Shift(sebelah kiri)+NumLock secara bersamaan. Cara ini akan memunculkan windows MouseKeys.
2. Selanjutnya klik tombol Settings, beri tanda centang pada pilihan Use MouseKeys.

Nah sampai disini fungsi mousekeys sudah aktif.
Silahkan coba menggerakkan kursor menggunakan tombol-tombol angka di keypad numerik.
Angka 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, dan 9 digunakan untuk menggerakkan kursor ke atas, bawah, samping kanan/kiri, dan ke arah diagonal.
Sedangkan angka 5 berfungsi seperti tombol “klik” pada mouse.
Untuk “drag & drop” gunakan kombinasi angka dengan tombol “insert”.

Minggu, 30 Maret 2014

YEHEZKIEL – 19



Download:


PASAL  25;


25:1     Datanglah firman TUHAN kepadaku:
25:2     "Hai anak manusia, tujukanlah mukamu kepada bani Amon dan bernubuatlah melawan
              mereka!

              Amon adalah Yordania, tetangga dekat Israel, melambangkan agama Islam yang mirip
              dengan agama Advent, setidaknya sama-sama mengharamkan babi.

25:3     Katakanlah kepada bani Amon: Dengarlah firman Tuhan ALLAH: Beginilah firman Tuhan
              ALLAH: Oleh karena engkau menyerukan: Syukur! mengenai tempat kudus-Ku, waktu
              kekudusannya dilanggar, dan mengenai tanah Israel, waktu itu dijadikan sunyi sepi, dan
              mengenai kaum Yehuda, waktu mereka harus pergi ke dalam pembuangan,

             Rupanya Islam senang menyaksikan orang-orang Kristen dan Advent dihukum YAHWEH.
             Mereka berpikir bahwa itulah hukuman bagi orang-orang kafir, sedangkan Islamlah agama
              yang diridhoi allah ta’allah.

25:4     oleh sebab itu, sungguh, Aku menyerahkan engkau kepada orang dari sebelah timur menjadi
              miliknya; mereka akan mendirikan perkemahannya padamu dan membangun tempat
              kediamannya; mereka akan memakan buah-buahanmu dan meminum susu ternakmu.

              Yang bisa kita ketahui setidaknya negara Arab Saudi dikuasai dan dikendalikan oleh Amerika
              Serikat;

              Ada 5 pangkalan militer Amerika Serikat di Arab Saudi;


1. Eskan Village Air BaseRiyadh, Saudi Arabia

2. King Abdul Aziz Air BaseEastern Province, Saudi Arabia

3. King Fahd Air Base, Saudi Arabia

4. King Khalid Air BaseKhamis Mushayt, Saudi Arabia

5. Riyadh Air BaseRiyadh, Saudi Arabia

http://militarybases.com/overseas/saudi-arabia/

Apakah Suriah memiliki pangkalan militer USA di negaranya? Tidak.

Jika musuh Islam adalah Amerika, seharusnya kemanakah Mujahidin memburu USA? Ke Suriah atau ke Arab Saudi?

Kecuali yaaaa, Amerika adalah tuan kalian, ceritanya lain lagi.


25:5     Aku akan membuat Raba menjadi padang rumput untuk unta dan kota-kota bani Amon
             menjadi tempat kambing domba. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.
25:6     Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena engkau bertepuk tangan dan
             mengentakkan kakimu ke tanah, dan bergembira dalam hatimu atas kecelakaan tanah Israel,
25:7     oleh sebab itu, sungguh, Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan engkau dan
             menyerahkan engkau menjadi jarahan bagi suku-suku bangsa dan melenyapkan engkau dari
             tengah bangsa-bangsa dan membinasakan engkau dari negeri-negeri; Aku akan
             memusnahkan engkau. Dengan demikian engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN."

           
              Tidakkah Islam ini terpecah-pecah antara sunni, syiah, teroris dan lain-lainnya? Tidakkah
              posisinya saling perang di antara mereka sendiri selain diperangi oleh orang-orang lain,
              seperti Amerika Serikat yang memburu teroris?

25:8     Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Oleh karena Moab berkata: Sungguh, kaum Yehuda
              adalah sama dengan semua bangsa lain,

              Moab adalah saudaranya Amon, termasuk Yordania juga, sekedar istilah lain untuk Islam.
              Mereka ini menyepelekan bangsa Yahudi, sebagai bangsa yang sama dengan bangsa-bangsa
              lainnya. Setidaknya, mereka ini berusaha menyetarakan diri dengan Yahudi. Diri mereka
              mereka tinggikan, Yahudi mereka rendahkan. JESHUA ha MASHIA yang TUHAN mereka
              hargai sebagai nabi biasa, sedangkan Muhammad mereka unggulkan.

              >> HSB 1501         “Saya yang lebih dekat dengan ISA anak Maryam di dunia dan di
                                            akhirat. Semua nabi-nabi itu bersaudara karena seketurunan. Ibunya
                                            berlainan sedangkan agamanya satu.”

              Padahal ISA di sorga sedangkan Muhammad masih di dunia, bagaimana bisa disamakan
              emas dengan perak?! Bangsa Yahudi dalam segala hal lebih unggul dari kaum Muslim,
              bagaimana itu sama?!

25:9     oleh sebab itu, sungguh, Aku akan membiarkan dataran tinggi Moab terbuka dengan
              runtuhnya kota-kotanya, ya, kota-kotanya tanpa terkecuali, yaitu kepermaian negeri itu: Bet-
              Yesimot, Baal-Meon dan Kiryataim.

               >> Dataran Tinggi Golan

                     Download:


25:10   Aku akan menyerahkan dia bersama bani Amon kepada orang dari sebelah Timur menjadi
              miliknya, supaya bani Amon jangan diingat-ingat lagi di antara bangsa-bangsa.

              Orang dari sebelah timur tidak lain adalah Vatikan.

              Islam dikuasai Amerika, sedangkan Amerika adalah kaki tangannya Vatikan.


25:11   Aku akan menjatuhkan hukuman kepada Moab dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah
             TUHAN."

             Semestinya kaum Muslim sadar bahwa agama mereka tak membawa manfaat sama sekali bagi
             mereka, jika kenyataannya mereka tak memiliki kekuasaan sama sekali di dunia ini. Islam
             hanya besar bagi dirinya sendiri.

25:12   Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Oleh karena Edom membalaskan dendam kesumat
              terhadap kaum Yehuda dan membuat kesalahan besar dengan melakukan pembalasan
              terhadap mereka,

              Edom adalah Esau, kakaknya Yakub. Ini juga berbicara tentang Islam, bagaimana mereka ini
              begitu membenci Yahudi.

              Amon menerangkan tentang Islam, Moab menerangkan Islam yang tidak berkekuatan,
              sedangkan Edom menerangkan kebencian Islam terhadap Yahudi.

25:13   oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH, Aku akan mengacungkan tangan-Ku
             melawan Edom dan melenyapkan dari padanya manusia dan binatang dan Aku membuatnya
              menjadi reruntuhan; dari Teman sampai Dedan mereka akan mati rebah oleh pedang.

              Islam di berbagai negara selalu disibukkan dengan peperangan.

25:14   Aku akan melakukan pembalasan-Ku terhadap Edom dengan tangan umat-Ku Israel. Dan
              mereka akan memperlakukan Edom selaras dengan murka-Ku dan amarah-Ku, dan mereka
              akan mengetahui, bahwa Akulah yang membalas, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

             Berkali-kali bangsa Arab dikalahkan dan dipermalukan oleh Israel;

             >> Perang Israel di Timur Tengah Sejak Tahun 1948

                  Download:


25:15   Beginilah firman Tuhan ALLAH: "Oleh karena orang Filistin membalaskan dendam kesumat
             dan di dalam kegembiraannya atas kecelakaan Israel melakukan pembalasan dengan
             melakukan pembinasaan karena rasa permusuhan yang turun-temurun,

             Filistin berbicara tentang bangsa Palestina saat ini.

25:16   oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH: Sungguh, Aku akan mengacungkan tangan-
             Ku melawan orang Filistin dan melenyapkan orang Kreta dan membinasakan yang lain-lain
              di tepi pantai laut.
25:17   Aku akan melakukan pembalasan yang kejam terhadap mereka disertai penghajaran-
             penghajaran kemarahan. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada waktu
             Aku melakukan pembalasan-Ku terhadap mereka."

              >> PALESTINA





>> YEHEZKIEL  1 – 10

      Download:


>> YEHEZKIEL – 11

      Download:

>> YEHEZKIEL – 12

     Download:

>> YEHEZKIEL – 13

    Download:

>> YEHEZKIEL – 14

     Download:

>> YEHEZKIEL – 15

     Download:

>> YEHEZKIEL – 16

       Download:
>> YEHEZKIEL – 17

     Download:

>> YEHEZKIEL – 18

      Download:



Perang Israel di Timur Tengah Sejak Tahun 1948



Download:





Pagi ini, diberbagai situs/portal berita nasional ataupun internasional, mengabarkan bahwa akhirnya Israel dan Palestina memilih untuk gencatan senjata. Republika Onlinemengabarkan bahwa dengan diberlakukannya gencatan senjata ini, maka Israel harus menghentikan semua agresi terhadap Gaza dari darat, laut dan udara. Termasuk membuka lalu lintas perbatasan secara bebas untuk memberikan keleluasaan keluar masuknya bantuan dan warga yang diblokade Israel sejak tahun 2007.

Berita yang cukup melegakan semangat kemanusiaan itu, sebenarnya salahsatu tahap positif dari rentetan konflik yang telah mengikutsertakan Israel selama bertahun-tahun, baik itu dengan Palestina atau negara lain di sekitarnya dalam kawasan Timur Tengah. Sejak berdiri tahun 1948, Israel seringkali terlibat konflik bersenjata dengan beberapa negara tetangganya, pendek kata, negara Yahudi ini “lumrah” jika berperang.
Dengan demikian, sepertinya mengikuti sang sekutu setia sehidup sematinya yakni Amerika Serikat, Israel juga tergolong negara yang gemar perang. Kapan perang itu dan melawan siapa akan disasjikan di bawah ini:
  1. Tahun 1948, Perang Arab-Israel (Israel perang dengan Gabungan Negara Arab. Sehari setelah proklamasi kemerdekaan, Israel langsung diserbu oleh tentara dari Libanon, Suriah, Yordania, Mesir, Irak dan negara Arab lainnya. Tetapi Israel bisa memenangkan peperangan ini dan malah merebut kurang lebih 70% dari luas total wilayah daerah mandat PBB Britania Raya, Palestina, yakni wilayah Palestina terpecah belah dan dikuasai oleh beberapa negara. Yordania menguasai Tepi Barat, yang seharusnya menjadi jantung negara Arab palestina, Mesir menguasai Jalur Gaza, serta Israel mencaplok wilayah Galilea. Perang ini menyebabkan banyak kaum Palestina mengungsi dari daerah Israel. Tetapi di sisi lain tidak kurang pula kaum Yahudi yang diusir dari negara-negara Arab lainnya.
  2. Tahun 1956, Perang Suez  (Israel perang dengan Mesir setelah Mesir menutup Selat Tiran bagi kapal Israel, menasionalisasikan Terusan Suez, serta menolak lalu lintas Israel melalui terusan itu. Israel bereaksi cepat dengan menyerang Mesir dengan persetujuan Inggris dan Perancis, dan berhasil menduduki Jalur Gaza dan Jazirah Sinai. Namun, karena mendapat tekanan dari Amerika Serikat, maka Israel menarik diri dari daerah yang diduduki tersebut. Sebuah pasukan pengawas perdamaian PBB ditempatkan di Sinai dan Selat Tiran pun di buka kembali.)
  3. Tahun 1967, Perang Enam Hari (Israel perang dengan Gabungan Negara Arab. Koalisi Arab ini terdiri dari Mesir, Yordania, dan Suriah plus bantuan dari Saudi Arabia, Kuwait, Irak, Sudan dan Algeria, mampu mencaplok semenanjung Sinai dan Gaza dari Mesir, Tepi Barat dari Yordania, dan Dataran Tinggi Golan dari Suriah. Wilayah Israel meluas berlipat-lipat dari sebelumnya).
  4. Tahun 1973, Perang Yon Kippur (Israel perang dengan Mesir, Suriah, dan Libya. Perang yang terjadi pada tanggal 6 – 26 Oktober ini selesai dengan kekalahan dan kehancuran total militer negara-negara arab.)
  5. Tahun 1982, Perang (Invasi) Libanon  (Israel perang dengan Libanon, 6 Juni 1982, Israel menyerang Lebanon Selatan. Pemerintahan Israel melancarkan invasi sebagai respon dari usaha pembunuhan duta besar Israel kepada Inggris, Shlomo Argov oleh Organisasi Abu Nidal)
  6. Tahun 1987, Intifadah Pertama (Israel perang dengan Palestina. Intifada Palestina adalah pemberontakan rakyat Palestina melawan pendudukan Israel dari wilayah Palestina, yang berlangsung dari Desember 1987 hingga 1993. Pemberontakan dimulai di kamp pengungsi Jabalia dan dengan cepat menyebar ke seluruh Gaza, Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Aksi rakyat Palestina tersebut termasuk pemberontakan sipil tanpa kekerasan dan perlawanan, itu adalah pertama kalinya bahwa rakyat Palestina bertindak secara bersama-sama dan sebagai bangsa. Mereka menggelar pemogokan besar-besaran, boikot pada produk Israel, penolakan untuk membayar pajak, grafiti, barikade dan melempari tank-tank Israel dengan batu. Total korban selama hampir 6 tahun konflik berkecamuk adalah 160 korban tewas di pihak Israel dan lebih dari 2100 orang Palestina gugur baik dari pihak militer maupun warga sipil.)
  7. Tahun 2000-2008, Intifadah Kedua (Israel perang dengan Palestina. Semenjak bulan September 2000 hingga Desember 2001, sebanyak 936 orang Palestina tewas. Sepanjang pertikaian, satuan-satuan tentara Israel menjadikan banyak warga sipil, termasuk anak-anak yang pulang sekolah sasaran pengeboman dengan helikopter).
  8. Tahun 2000, Perang Libanon Pertama (Israel perang dengan Libanon. Israel babak belur “dihajar” Hizbullah dan harus kehilangan 1.500 prajurit terbaiknya di samping ribuan warga Lebanon dan Palestina. Pasukan negeri Zionis itu yang dilengkapi dengan persenjataan super canggih gagal “mengubur” Hizbullah sejak agresi tahun 1982 yang meluluhlantahkan Lebanon. Bahkan negara biadab Israel akhirnya terpaksa hengkang dari Lebanon Selatan pada Mei 2000).
  9. Tahun 2006, Perang Libanon Kedua (Israel perang dengan Libanon selama 33 hari – Israel pertama kali kalah besar di Timur Tengah.  Israel menyerang Libanon dengan menggunakan alasan penawanan 2 tentara Israel oleh Hizbullah dalam suatu serangan lintas perbatasan. Hizbullah berencana untuk menggunakan penawanan ini untuk melakukan pertukaran tawanan untuk membebaskan warga Libanon dan Palestina yang ditahan Israel. Roket-roket yang diluncurkan oleh Hizbullah mampu menembus wilayah Israel).
  10. Tahun 2008 dan 2009Perang Gaza Pertama (Israel perang dengan Palestina. Militer Israel mengalami kekalahan besar saat melakukan serangan darat pada perang 22 hari pada akhir 2008-2009 ini, di mana banyak tank tempur Israel dihancurkan oleh para pejuangan Palestina yang memang menguasai medan. Meski telah melakukan serbuan gencar selama tiga pekan, Israel ternyata tidak mampu menguasai Kota Gaza.
  11. Tahun 2012, Perang Gaza Kedua (Israel perang dengan Palestina. Perang 8 hari ini (14-22 November) juga bisa dinilai sebagai kekalahan pihak Israel dari Hamas. Israel, pada kali ini, bisa dinilai gagal untuk meruntuhkan hegemoni Hamas di Jalur Gaza. Alih-alih meruntuhkan hegemoni Hamas, pihak Israel justru banyak menuai kecaman dari dunia internasional. Di pihak lain, Hamas justru mendapat angin segar berupa simpati yang luas dari penduduk Palestina. Selain gagal meruntuhkan hegemoni Hamas, Israel juga dipermalukan pada perang kali ini. Kemajuan alustita Hamas luput dari perhitungan Israel. Akibatnya, roket Al-Fajr 5 buatan Iran mampu menembus sistem pertahanan anti roket, Iron Done, yang dibangun oleh Israel. Dan tentu ini akan berdampak psikologis bagi Israel).
Damai di Timur Tengah masih awan kelabu….