Kamis, 31 Juli 2014

NOVEMBER 2013

JAWABAN HAI HAI BENGCU

TULIS SAYA:

Kelihatannya saya berhasil membuat haihai bengcu menjadi haihai bengung, ya?!

JAWABAN HAI HAI:
anggap saja demikian
oh ya. perlu anda ketahui, saya tidak degann SLOGAN. itu alasan saya menolak menjdi teman FB anda.

BUKA TOKO AJA AKH

Foto: Prabowo kembali Unggah di You Tube 

Setelah mengunduh pidato di you tube malah menuai unlike lebih banyak dari yang nge-like, maka Prabowo mengulangi pidatonya, bukan dengan background perpustakaannya tapi dengan latar belakang yang lebih KEREN, khas rakyat kita berwiraswasta, siapa tahu dapat LIKE lebih banyak dari pengunjungnya.

Lanjutan-2: MENGGUGAT TRINITAS HAI HAI BENGCU

>> Mohon maaf kalau tulisan saya akhir-akhir ini morat-marit, sebab di warnet tidak ada microsoftword. 
      Yang ada openoffice yang saya tidak terbiasa. Nanti kalau ketemu microsoftword akan saya perbaiki. 

>> PEMAKAIAN HURUF "Y" DAN "J."
      Kelihatannya saya kurang konsisten dalam pemakaian huruf-huruf tersebut untuk kata "YAHWEH" 
      dengan "JESHUA." Untuk YAHWEH saya suka menggunakan ejaan baru: "Y", sedangkan untuk 
      JESHUA saya terbiasa menggunakan ejaan lama: "J."

      Jadi, antara YAHWEH[ejaan baru] dengan JAHWEH[ejaan lama] adalah sama. Juga antara 
      YESHUA[ejaan baru] dengan JESHUA[ejaan lama] adalah sama.

       Adapun "W" dari "YAHWEH" itu asalnya adalah huruf "V." Dalam bahasa Inggris "v" 'kan dibaca "w."
       Aslinya: JHVH, yang melahirkan aliran Saksi Jehovah. Dari JHVH menjadi JHWH, dibaca: YAHWEH. 

>> Tulisan Hai hai Bengcu yang tidak saya gugat berarti saya setujui. Sebab saya juga menentang ajaran Trinitas. 

>> Gugatan saya yang kemarin sudah saya kirimkan ke emailnya Hai hai Bengcu, tapi masih belum ada 
      respon. Mungkin masih mudik atau bisa jadi mumet dia.


Lanjutan;

5. MENJADI SATU DAGING.

Kata anda:   Apa maksud menjadi SATU DAGING?

Menjadi satu daging ya perkawinan. ROH KUDUS itu roh. ROH KUDUS itu mengajak manusia[daging] masuk ke alam rohaniah, supaya manusia menanggalkan kedagingannya dan beralih ke hal-hal rohaniah. Jadi, tidak mungkin ROH KUDUS yang melebur menjadi daging. Kemerosotan itu namanya. 

>> 1Korintus 2:14-15         Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, 
                                           karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat 
                                           memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. Tetapi manusia 
                                           rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.


6. MANUSIA DALAM KEJADIAN 2:18

Kata anda:    Siapakah manusia dalam Kejadian 2:18? Seluruh umat manusia mulai dari Adam bahkan termasuk di dalamnya Yesus.

Pasal itu berbicara tentang Adam dan Hawa. Karena itu tidak termasuk JESHUA. Sebutan "manusia" pada mulanya adalah untuk Adam saja, yaitu sebelum ada Hawa. Setelah ada Hawa barulah "manusia" itu diberi nama Adam. 

>> Kejadian 2:18       TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan 
                                  menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." 

Setelah "manusia" itu diberi nama Adam, yaitu setelah adanya Hawa, barulah istilah "manusia" itu untuk orang, yaitu kita semua.

>> PEREMPUAN ITU BUKAN MANUSIA
      http://bloghakekatku.blogspot.com/2014/07/perempuan-itu-bukan-manusia.html


7. BUKAN DENGAN KEKUATAN KITA.

Hai hai Bengcu merasa mempelajari Alkitab dengan akal pikirannya. Tapi saya yang sudah membaca Alkitab 
14 kali, itu tak pernah membuat saya mengerti. Membaca sebanyak itu sama dengan nol besar. Tapi dengan ROH KUDUS saya dibuat mengerti.


8. "KITA" DALAM KEJADIAN 11:5-8

"KITA" dalam Kejadian 11:5-8 adalah YAHWEH dengan JESHUA, sebagaimana diterangkan oleh ayat-ayat ini:

>> Yohanes 1:1-2         Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah 
                                       Allah.  Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.

>> Yohanes 17:22        Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, 
                                        supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

>> Yohanes 10:30        Aku dan Bapa adalah satu."


Satu kesatuan, bukan satu pribadi. Bahwa BAPA bekerja di dalam ANAKNYA;

>> Yohanes 14:6          Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang 
                                        datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.  

>> Yohanes 14:9          Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau 
                                       tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat BAPA; bagaimana  
                                       engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami. 


9. IBLIS BUKAN MUSUH TAPI LAWAN;

Kata anda:    Alkitab mengajarkan bahwa Iblis bukan MUSUH namun LAWAN alias SATAN dari TUHAN. 

 Iblis bukan musuh tapi lawan? Maksud anda seperti lawan bermain badminton? Hua..ha..ha...... anda kurang komplit membaca Alkitabnya, ya?!

>> Wahyu 20:10           dan Iblis, yang menyesatkan mereka, dilemparkan ke dalam lautan api dan belerang, yaitu 
                                          tempat binatang dan nabi palsu itu, dan mereka disiksa siang malam sampai selama-lamanya.



10. TANTANGAN DISKUSI.

Kata anda:  Hai hai menantang Esra Alfred Soru dan siapa saja untuk BERAPOLOGETIKA menghadapi 7 blog hai hai di bawah ini di depan banyak saksi dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran. 

 Okey, saya siap menantang anda, kapan saja dan di mana saja[asal di pulau Jawa].





 

Rabu, 30 Juli 2014

MENGGUGAT TRINITAS HAI HAI BENGCU




Tulisan Bengcu yang saya gugat:

Email Bengcu: bengcumenggugat@gmail.com,



    1. YESUS BUKAN YAHWEH;

Kata anda: Yesus = Kurios (Adonai =Tuhan) = YHWH = El Shadday = Yang Mahakuasa =  Anak Anak Allah

YAHWEH itu nama BAPA. Nama YESUS adalah YAHWEH yang menyelamatkan = YESHUA/JESHUA. Jadi, JESHUA bukanlah YAHWEH tetapi mempunyai arti: YAHWEH yang menyelamatkan.

Nama JESHUA itu searti dengan nama Yosua, nabi pengganti Musa, dan nabi Yosua bukanlah YAHWEH. Tapi arti dari namanya adalah YAHWEH menyelamatkan.

Demikian pula dengan EL SHADDAY yang artinya YAHWEH yang perkasa. Itu utamanya adalah untuk YAHWEH, sekalipun JESHUA juga boleh disebut begitu sebagaimana Yesaya 9:6;

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Memang hampir semua sebutan atau gelar YAHWEH dikenakan kepada JESHUA sebagai penguatan bahwa JESHUA itu utusan YAHWEH dengan kekuasaan penuh. Tapi jangan sebutan atau gelar itu dikhususkan untuk JESHUA saja.

>> Yesaya 9:7 Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas
takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan
mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai
selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal
ini.

>> Filipi 2:6-7 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah
itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan
diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama
dengan manusia.

>> Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu
-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau
utus.


  1. PENOLONG ITU TIDAK HARUS ROH KUDUS

Kata anda: PENOLONG dalam Kejadian 2:18 mustahil binatang-binatang yang dibentuk di Kejadian 2:19 sebab di antara mereka manusia tidak menemukan PENOLONG yang sepadan. Penolong itu juga mustahil PEREMPUAN yang dibangun di Kejadian 2:20 karena perempuan juga manusia. Bila demikian, siapakah penolong yang sepadan bagi manusia itu?

Penolong” dalam Kejadian 2:18 itu berbeda dengan “Penolong – ROH KUDUS – PARAKLETOS” dalam Yohanes 14:16. Anda harus menyimak konteksnya. Dalam Kejadian 2:18 menggunakan “p” huruf kecil, sedangkan dalam Yohanes 14:16 menggunakan “P” huruf besar.

>> Kejadian 2:18 TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.
Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."

>> Yohanes 14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang
Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,

Kejadian 2:18 menunjuk pada kehadiran Hawa – perempuan;

>> Kejadian 2:21-24 Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur,
TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup
tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah
dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya
kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang
dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan,
sebab ia diambil dari laki-laki." Sebab itu seorang laki-laki akan
meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya,
sehingga keduanya menjadi satu daging.

Waktu itu masih belum ada dosa sehingga masih belum diperlukan ROH KUDUS.

>> Yohanes 14:26 tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama
-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan
mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

Kata anda: Jika penolonng itu adalah semua perempuan di dunia maka itu berarti perempuan bukan MANUSIA sebab mereka tidak perlu PENOLONG.

Menurut anda seorang penolong itu tidak membutuhkan pertolongan. Benar. Sebab setelah laki-laki diperlengkapi dengan perempuan dia menjadi sempurna. Mereka sudah sanggup “membuat” anak, tanpa bantuan jenis kelamin yang lainnya lagi. Jadi, arti penolong adalah pelengkap/penyempurna.

Untuk tingkat jasmaniah, perempuan adalah penolong laki-laki. Tapi untuk tingkat rohaniah, ROH KUDUS adalah Penolong laki-laki dan perempuan.


  1. ROH KUDUS BUKAN HASIL PERKAWINAN YAHWEH DENGAN JESHUA

Kata anda: Dia adalah MEMPELAI yang meninggalkan ayah (Allah) dan Ibunya (Yesus) di SORGA untuk menikah dan menjadi SATU DAGING dengan manusia di DUNIA.

Tidak ada cerita bahwa YAHWEH kawin dengan JESHUA lalu melahirkan ROH KUDUS. Alkitab tak pernah menyebut YAHWEH sebagai Mempelai. Yang disebut Mempelai adalah JESHUA, dan itu adalah Mempelai laki-laki. Sedangkan mempelai perempuannya adalah umat JESHUA, untuk memberikan gambaran hubungan TUHAN dengan umatNYA itu seperti hubungan suami dengan istrinya.

Sejak di Perjanjian Lama YAHWEH menyebut DiriNYA sebagai “Suami” sedangkan Israel “istri”-NYA. Tidak pernah JESHUA digambarkan sebagai istri YAHWEH. Di Perjanjian Baru, peran Mempelai laki-laki itu digantikan oleh JESHUA, sedangkan YAHWEH adalah yang menyelenggarakan pesta perkawinan ANAK DOMBA.

>> Hosea 2:19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan
menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia
dan kasih sayang.

Dalam Perjanjian Baru:

>> Matius 9:15 Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki
berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan
datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan
berpuasa.

>> Wahyu 19:7 Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena
hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

>> Wahyu 21:9 Maka datanglah seorang dari ketujuh malaikat yang memegang ketujuh cawan,
yang penuh dengan ketujuh malapetaka terakhir itu, lalu ia berkata kepadaku,
katanya: "Marilah ke sini, aku akan menunjukkan kepadamu pengantin
perempuan, mempelai Anak Domba."

SIAPA YANG KAWIN DAN SIAPA YANG DIUNDANG?

>> Wahyu 19:9 Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang
diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku:
"Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Perkawinan itu adalah antara JESHUA dengan umat Israel, sedangkan yang diundang adalah kita yang berasal dari bangsa-bangsa lain.


  1. KENAPA KESALAHAN TAK DIKETAHUI SELAMA 2000 TAHUN INI?

Kata anda: Anda bertanya, kenapa kebenaran tersebut tidak dipahami selama 2000 tahun ini? Mungkin hal itu terjadi karena sistem pendidikan Kristen yang dipraktekkan oleh gereja dari generasi ke generasi. Mahasiswa teologi umumnya percaya bahwa yang diajarkan oleh generasi sebelumnya adalah KEBENARAN yang tidak perlu diuji lagi.

Anda benar. Saya hanya mau menambahkan saja bahwa Kekristenan telah dijadikan agama resmi berdasarkan kesepakatan antara satu denominasi dengan denominasi lainnya, sehingga jika muncul gereja atau denominasi yang baru, gereja-gereja yang lama akan bersama-sama memusuhinya dan mencapnya sebagai aliran sesat. Contohnya ketika gereja Bethany baru muncul, semua gereja heboh dan panik. Untung pendeta Alex, sang pendiri memiliki power dalam banyak hal, sehingga akhirnya bisa lolos menjadi satu kekuatan baru.

Dengan benteng pertahanan gereja-gereja resmi yang seperti itu, maka sangat sulit untuk mengadakan reformasi gereja. Begitu muncul ajaran baru langsung dikeroyok dan dibunuh, sehingga tidak mungkin melakukan regenerasi berupa lembaga pendidikan Theologia yang resmi. Akibatnya, orang-orang yang ingin menjadi pendeta harus kuliah di lembaga-lembaga resmi yang sudah ada. Di sana mereka membayar biaya kuliah yang mahal dan tidak ingin kariernya terjegal, sehingga mereka harus mau menelan ajaran-ajarannya sebagaimana adanya. Menentang? Bisa menjadi masalah besar itu.

Dari telinga, yang orang dengar adalah yang itu-itu. Dari kelahiran, tahu-tahu sudah menjadi anggota gereja yang itu-itu. Ketika ingin kuliah menjadi pendeta, pasti kuliahnya pada lembaga yang itu-itu juga. Karena itu yang itu-itu sudah mendarah-daging dalam diri mereka sebagai suatu kebenaran yang tanpa pemeriksaan lagi. Dari kucing melahirkan kucing sampai TUHAN turun tangan dengan mengutus orang-orang pilihanNYA supaya mendobrak system yang sudah dibakukan itu, maka barulah kucing-kucing itu akan berubah menjadi harimau.

[Saya lanjutkan besok]

Daftar nama Allah dalam bahasa Ibrani


Dalam bahasa Ibrani, kata Allah disebut dengan berbagai kata:
  • Adonai, Tuan atau Tuanku atau Allah yang Perkasa
  • El, Allah yang Kuat
  • Elohim, Sang Pencipta yang Maha Kuasa
  • Elyon, Allah yang Maha Tinggi
  • Elohe Yisrael, Allah Israel
  • El Olam, Allah yang Kekal
  • El Roi, Allah yang Melihat
  • El Shaddai, Allah yang Maha Perkasa
  • Immanuel, Allah bersama kita
Nama pribadi Allah dalam Bahasa Ibrani terdiri dari 4 huruf: YHWH, seperti yang diberikan kepada Musa sewaktu Musa menanyakan siapa nama-Nya di dalam Kitab Keluaran. Nama ini yang sangat takut diucapkan oleh orang Ibrani (Israel) sehingga mereka hanya menggunakan kata Adonai (=tuan, tuanku) saat membaca tulisan YHWH (Yahweh) di kitab suci. Dalam Alkitab bahasa Indonesia, kata YHWH ditulis Tuhan (semua huruf besar atau small cap), sedangkan kata "Allah" dipakai untuk kata Ibrani "El" atau "Elohim". Untuk kata sebutan "Allah" banyak istilah dalam bahasa Ibrani. Kata Adonai atau El dan sebagainya untuk diucapkan tidaklah ditakuti oleh orang Ibrani.

Nama Pribadi Allah dalam Alkitab

  • YHWH ditulis lebih dari 6800 kali diulang dalam kitab-kitab Perjanjian Lama dan diterjemahkan dengan tulisan TUHAN.
  • Ayeh Asher Ayeh, AKU adalah AKU
  • Yahweh Jireh, TUHAN akan mencukupi
  • Yahweh Mekaddishkem, TUHAN yang menyucikan
  • Yahweh Nissi, TUHAN adalah Panjiku
  • Yahweh Rapha, TUHAN yang menyembuhkan
  • Yahweh Sebaoth, TUHAN Bala Tentara
  • Yahweh Shalom, TUHAN sumber damai
  • Yahweh Shammah, TUHAN hadir
  • Yahweh Tsidkenu, TUHAN keselamatan kita
  • Yah/YHWH, AKU, TUHAN yang tidak pernah berubah, TUHAN yang swa-ada

Kata sebutan/gelar Allah

Di antara sebutan Allah dalam bahasa Ibrani, tujuh nama digunakan secara sangat hati-hati, terutama oleh para penulis:
  1. Eloah
  2. Elohim
  3. Adonai
  4. Ehyeh-Asher-Ehyeh
  5. YHWH
  6. El Shaddai
  7. Tzevaot

Adonai

Adonai dapat berarti Allah yang Perkasa dalam bahasa Indonesia
Kata "Adonai" adalah bentuk jamak dari kata "adon" yang berarti tuan, pemilik, penguasa dan junjungan.[1] Dalam hubungannya dengan nama Allah, kata ini digunakan dalam bentuk jamak dengan diberi akhiran pemilik orang pertama tunggal dan secara harfiah berarti tuanku-tuanku. Selain itu, dalam teks kata Yahwe tertulis YHWH, tetapi orang harus mengucapkannya adonai yang berarti TUHAN. Komunitas Yahudi menggunakan kata YHWH sebagai nama Sang Ilahi untuk menyatakan rasa hormat dan takzim yang mendalam secara sungguh-sungguh kepada Sang Ilahi.

YHWH (Yahweh)

Nama YHWH dalam bahasa Fenisia (1100 SM - 300 M), bahasa Aram (abad ke-10 SM sampai 1M) dan huruf bahasa Ibrani modern. Ditulis dari kanan ke kiri.

 

Nama Allah yang paling penting dan paling sering dipakai dalam Alkitab Ibrani adalah Yahweh atau dikenal dengan sebutan Tetragrammaton, empat huruf nama Allah, bahasa Ibrani: יהוה, atau YHWH. Dalam teks kata Yahwe tertulis YHWH, tetapi orang harus mengucapkannya Adonai yang berarti "tuan" atau "TUHAN". Komunitas Yahudi menggunakan kata YHWH sebagai nama Sang Ilahi untuk menyatakan rasa hormat dan takzim yang mendalam secara sungguh-sungguh kepada Sang Ilahi.
Kata YHWH selalu terkait dengan peristiwa ketika Musa menanyakan nama Allah (=Elohim) (Keluaran 3:13). Sang Ilahi merespon pertanyaan Musa dengan berkata “Aku adalah Aku” (Keluaran 3:14). YHWH merupakan sebutan dalam bentuk orang ketiga tunggal, jadi seperti "Dialah yang ada, Dialah Dia". Perkataan Sang Ilahi selanjutnya, “... TUHAN (YHWH), Allah (elohei) nenek moyangmu, Allah (elohei) Abraham, Allah (elohei) Ishak dan Allah (elohei) Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun (Keluaran 3:15)." Dalam konteks Keluaran 3 nama YHWH muncul bukan memberitakan pribadi ilah yang baru, melainkan rumusan itu memberikan kesadaran bahwa Allah yang disembah Abraham, Ishak, dan Yakub sebenarnya sama dan satu saja. Sang Ilahi tidak menyebutkan sebuah kata nama benda, melainkan sebuah rumusan yang menunjuk kepada keberadaan-Nya yang dinamis. Melalui rumusan ini, Sang Ilahi hendak menyatakan dua hal. Pertama, Sang Ilahi menghendaki agar manusia mau mengindahkan dan menaati apa pun yang diperintahkan-Nya sebaik-baiknya, tanpa manusia mengetahui lebih dalam siapa Sang Ilahi. Manusia hanya boleh mengimani apa pun yang dikehendaki-Nya dengan sikap takzim. Kedua, Sang Ilahi menghendaki agar manusia tidak memperlakukan nama-Nya seperti para penyembah berhala yang memperlakukan dan mengeksploitasi nama Allah yang sudah mereka ketahui untuk kepentingan-kepentingan mereka. Mengetahui nama Allah berarti menguasai si empunya nama, dan hal ini tidak dikehendaki oleh TUHAN. Akibatnya, manusia akan mudah menggunakan nama Allah yang mereka ketahui untuk kepentingan-kepentingan tertentu.[2]

Ehyeh-Asher-Ehyeh

Di dalam bahasa Indonesia, frasa yang terdapat pada Keluaran 3:14 ini diterjemahkan menjadi AKU ADALAH AKU atau AKULAH AKU.

El

El dapat berarti Allah yang kuat dalam bahasa Indonesia

Elohim

Elohim dapat berarti Sang Pencipta yang Mahakuasa dalam bahasa Indonesia.
‘El’ tidak selalu harus dikaitkan dengan para kelompok penyembah tertentu. ‘El’ mengandung makna yang sifatnya netral. ‘El’ bukanlah sebuah nama, tetapi ‘el’ menunjuk pada kuasa supranatural yang impersonal yakni suatu kekuasaan yang ilahi. Oleh karena itu, kata ‘el’ dalam bahasa Ibrani tidak menggunakan kata sandang (seperti, ‘ha’ dalam bahasa Ibrani atau ‘the’ dalam bahasa Inggris) yang konkrit. Namun, ada kata sifat atau kata benda yang diimbuhkan ke dalam kata ‘el’. Hal itu diperuntukkan dalam rangka memperlihatkan hubungan antara kuasa tertentu yang disembah dan penyebut nama itu sendiri. Misalnya, ‘el-elyion’ (Allah Maha Tinggi) dalam Kejadian 14:22 dan ‘el-elohei-yisrael’ (Allah, Allahnya Israel) dalam Kejadian 33: 20.
Bentuk jamak dari ‘el’ adalah kata ‘elohim’. Pada teks-teks kuno Perjanjian Lama, Yahwe, Allahnya Israel diakui sebagai Allah tertinggi meskipun dalam nats tertentu memakai kata ‘elohim’ (jamak), seperti dalam Keluaran 18:11,12:12,20:3, dst. Kata ‘elohim’ dipergunakan oleh bangsa Israel bukan dalam pengertian matematis. ‘Elohim’ digunakan oleh bangsa Israel untuk menyatakan seluruh keagungan dan seluruh kepenuhan keilahian ada pada pribadi-Nya. Dengan demikian, meskipun kata ‘elohim’ berbentuk jamak, tetapi pengertiannya tunggal.[3]

Shaddai

El Shaddai dapat berarti Allah yang Maha Perkasa dalam bahasa Indonesia

Yah

YahAKU, Allah yang tidak pernah berubah, Allah yang swa-ada. Nama Yah tersusun dari dua huruf pertama pada tetragrammaton YHWH. Nama ini sering muncul dalam nama orang, seperti nama Elia. Istilah haleluya juga mengandung unsur ini.

YHWH Tzevaot/Sebaoth

Yahweh Sebaoth dapat berarti Allah Bala Tentara dalam bahasa Indonesia

Shalom

Yahweh Shalom dapat berarti Allah sumber damai dalam bahasa Indonesia

Nama-nama lainnya

  • Adir — "Yang Kuat".
  • Adon Olam — "Penguasa Semesta".
  • Boreh — "Pencipta" atau "Khalik".
  • Ehiyeh sh'Ehiyeh — "Aku Adalah Aku": versi Ibrani modern untuk "Ehyeh asher Ehyeh".
  • Elohei Avraham, Elohei Yitzchak we Elohei Ya`aqov — "Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub".
  • El ha-Gibbor — "Allah sang pahlawan" atau "Allah yang kuat".
  • Emet — "Kebenaran".
  • E'in Sof — "tak berakhir, tak terhingga", nama "Kabbalistik" untuk Allah.
  • Ro'eh Yisra'el — "Gembala Israel".
  • Ha-Kaddosh, Baruch Hu — "Yang Kudus, Diberkatilah Dia".
  • Kaddosh Israel — "Yang Kudus dari Israel".
  • Melekh ha-Melakhim — "Raja segala raja" atau Melech Malchei ha-Melachim "Raja segala raja diraja", untuk menyatakan keutamaan terharap semua gelar penguasa di dunia.
  • Makom atau Hamakom — harafiah: "tempat itu", artinya "Maha-ada" ("Omnipresent"); lihat Tzimtzum.
  • Magen Avraham — "Perisai dari Abraham".
  • Ribbono shel `Olam — "Penguasa Semesta".
  • YHWH-Yireh (Jehovah-jireh) — "TUHAN akan menyediakan" (Kejadian 22:13-14).
  • YHWH-Rafa — "TUHAN menyembuhkan" (Keluaran 15:26).
  • YHWH-Niss"i (Yahweh-Nissi) — "TUHAN panji-panji kita" (Keluaran 17:8-15).
  • YHWH-Syalom — "TUHAN kedamaian kita" (Hakim-hakim 6:24).
  • YHWH-Ra-ah — "TUHAN gembalaku" (Mazmur 23:1).
  • YHWH-Tsidkenu — "TUHAN kebajikan kita" (Yeremia 23:6).
  • YHWH-Syamah (Jehovah-shammah) — "TUHAN hadir" (Yehezkiel 48:35).
  • Tzur Israel — "Batu karang dari Israel".

 

Nama dan gelar Yesus

 

 Nama dan gelar Yesus adalah nama, gelar, istilah atau lambang yang dipakai di dalam Alkitab untuk menggambarkan Yesus Kristus. Beberapa gelar umum yang dipakai untuk menggambarkan Yesus adalah Kristus/Mesias, Juru Selamat, Anak Allah, Anak Domba Allah.

 

Yesus

Nama "Yesus" adalah alihaksara dari bahasa Latin Iesus, yang berasal dari bahasa Yunani Ἰησοῦς (Iēsoûs), yang pada gilirannya juga merupakan Helenisasi dari bahasa Ibrani יְהוֹשֻׁעַ (Yĕhōšuă‘, Yosua) atau bahasa Aram יֵשׁוּעַ (Yēšûă‘), yang berarti "Yahweh menyelamatkan".

 

Kristus

"Kristus" adalah gelar yang berasal dari bahasa Yunani Χριστός (Christós), yang berasal dari bahasa Ibrani מָשִׁיחַ ("Mesias", berarti "yang diurapi" atau "yang terpilih").

 

Nama dan Gelar lainnya dalam Alkitab

 

  • Anak Manusia, ungkapan dalam Perjanjian Lama yang artinya manusia. Tetapi sejak Daniel 7:13 ungkapan ini menunjuk pada satu tokoh penyelamat di zaman yang akan datang. Yesus sering menyebut diri-Nya "Anak Manusia", baik untuk menyatakan kerendahan-Nya Matius 8:20 dan penderitaan-Nya Markus 8:31, maupun kebangkitan-Nya Matius 17:9 dan kedatangan-Nya sebagai "Hakim" Matius 25:31. Dialah yang datang untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang Matius 20:18.
  • Anak Domba Allah,Wahyu artinya "sebagai yang berhak untuk membuka ke tujuh materai" Wahyu 4,5, 19:9.
  • Kristus, terjemahan Yunani dari kata Ibrani Masyiakh atau Mesias (Kristos dari bahasa Yunani), artinya: " yang diurapi oleh Tuhan". Yesus disebut Kristus karena Dialah yang dipilih Allah menjadi Penyelamat dan Tuhan. Akhirnya Kristus juga menjadi nama diri untuk Yesus.
  • Yang Setia dan Yang Benar atau sering disebut 'Mampelai Kebenaran', Wahyu 19:11.
  • Nabi panggilan beberapa pengikut Yesus kepada-Nya ketika masih berada di dunia (Injil).
  • Guru/Rabi panggilan beberapa pengikut Yesus kepada-Nya ketika masih berada di dunia (Injil).
  • Imam Agung atau Imam Besar Harun dan keturunannya, dan kemudian Zadok 1Raja-raja 2 memegang jabatan utamadalam kebaktian korban di Israel. Dalam Perjanjian Baru Imam Agung adalah imam Yahudi yang paling tinggi kedudukannya. Ia mengetuai Mahkamah Agama untuk masa jabatan satu tahun. Sekali setahun ia memasuki tempat "maha kudus" dari Bait Allah untuk mempersembahkan korban pendamaian untuk dosa seluruh umat. Kristus adalah Imam Besar/Imam Agung yang "satu kali untuk selama-lamanya mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban untuk umat-Nya". Ibrani 7:27.
Sehingga di definisikan sebagai perumpamaan anak domba yang hilang dalam Perjanjian Baru adalah pengikut/jemaat Kristus yang murtad, yang ditemukan dan diselamatkan kembali (bertobat dan kembali ke jalan Kristus).