Rabu, 30 Juli 2014

Bengcu Menggugat Karena Allah Mustahil Tritunggal


Kerabatku sekalian, dengan berbagai kalimat saya telah menyatakan bahwa dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran, doktrin Allah tritunggal adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Dengan akal budi sebagai standard kebenaran maka doktrin Allah tritunggal benar-benar menentang akal SEHAT alias IRASIONAL banget. Mustahil menyalahkan Pdt. Esra Alfred Soru STh karena dia KEOK berapologetika membela doktrin Allah Tritunggal sebab ajaran SESAT mustahil bertahan menghadapi PENGUJIAN yang benar.  Siapa pun dia, tak peduli gelarnya lebih panjang dari namanya, dia pasti KEOK, karena doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran SESAT. Apabila yang diajarkan BENAR maka semua ayat Alkitab yang digunakan untuk menentangnya akan mendukung ajarannya. Karena doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran SESAT maka semua ayat Alkitab yang digunakan untuk MENDUKUNG-nya akan MENYANGKAL-nya. Itulah kebenarannya.
Memberanikan diri bertanya, di dalam komentarnya terhadap blog: Bengcu Menggugat karena Allah Mustahil Kembar Siam, Esra Alfred Soru Menulis:
Inti tulisan Hai2 di atas adalah ia menolak konsep Allah Tritunggal yang mengatakan bahwa Allah itu esa di dalam hakikatNya dan 3 di dalam pribadinya. Bagi Hai2, Alkitab sama sekali tidak mengajarkan konsep hakikat dan pribadi ini. Benarkah demikian?
Memang istilah hakikat dan pribadi yang dipakai untuk menjelaskan keberadaan Allah tidak ada di dalam Alkitab. Tetapi istilah ini dipakai tidak lain dan tidak bukan untuk memberikan penjelasan logis terhadap konsep2 Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab sendiri. Calvin berkata :
“And yet the ancient writers of the Church were excusable, when, finding that they could not in any other way maintain sound and pure doctrine in opposition to the perplexed and ambiguous phraseology of the heretics, they were compelled to invent some words, which after all had no other meaning than what is taught in the Scriptures. They said that there are three Hypostases, or Subsistences, or Persons, in the one and simple essence of God” (Dan penulis-penulis kuno dari gereja bisa dimaafkan/dibenarkan, karena pada waktu mereka melihat bahwa tidak ada jalan lain untuk mempertahankan doktrin yang sehat dan murni untuk menentang penyusunan kata yang membingungkan dan berarti dua dari orang-orang sesat, maka mereka terpaksa menciptakan bebera­pa kata-kata, yang sebetulnya tidak mempunyai arti lain dari pada apa yang diajarkan dalam Kitab Suci. Mereka berkata bahwa ada tiga pribadi dalam hakekat Allah yang satu dan sederhana).
Jika Alkitab dibaca secara keseluruhan, maka akan nampak adanya 2 kelompok ayat:
1.   Adanya ayat2 yang menyatakan bahwa Allah itu esa. Misalnya:
Ul 6:4: Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
1 Kor 8:4: Tentang hal makan daging persembahan berhala kita tahu: “tidak ada berhala di dunia dan tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa.”
1 Tim 2:5: Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus,
Yak 2:19: Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar.
2. Adanya ayat2 yang menyatakan adanya semacam kejamakan tertentu di dalam diri Allah.  Misalnya:
Kej 1:26: Berfirmanlah Allah: “Baiklah KITA menjadikan manusia menurut gambar dan rupa KITA, …”
Kej 11:7 – Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.”
Bahkan ada juga ayat dalam Kitab Suci membedakan Allah yang satu dengan Allah yang lain (seakan-akan ada lebih dari satu Allah) seperti:
Hos 1:7 (NASB): “But I will have compassion on the house of Judah and deliver them by the LORD their God, and will not deliv­er them by bow, sword, battle, horses, or horseman” (= Tetapi Aku akan berbelaskasihan kepada kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka dengan/oleh TUHAN Allah mereka, dan tidak akan menyelamatkan mereka oleh/dengan busur, pedang, pertempuran, kuda-kuda, atau penunggang-penunggang kuda).
Kej 19:24 – “Kemudian TUHAN menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari TUHAN, dari langit”.
Nah, jika kita harus menafsirkan semua ayat ini secara bersama2, lalu bagaimana kita membahasakan keesaan-Nya, dan bagaimana membahasakan “kejamakanNya”? Tentu Allah tidak mungkin esa sekaligus jamak dalam 1 aspek bukan? Itu kontradiksi namanya. Makanya lalu digunakan istilah “hakikat” untuk menunjuk pada keesaan-Nya dan “pribadi” untuk menunjuk pada kejamakanNya sehingga lalu disimpulkan bahwa Allah itu esa di dalam hakikat-Nya tapi jamak (3) di dalam pribadi-Nya. Itulah doktrin Tritunggal.
Jadi terlihat bahwa sekalipun istilah itu tidak ada di dalam Alkitab, tetapi konsep yang dibangun jelas bersumber dari Alkitab. Sekarang jika anda menolak konsep ini, lalu anda mau sebut apa untuk keesaanNya dan mau sebut apa untuk kejamakanNya itu?
Saya berikan contoh di mana Yesus sendiri berkata dalam Yoh 10:30: “Aku dan Bapa adalah satu.” Terjemahan literal dari ayat ini adalah “I and the Father, We are one”.
Kata2 “We are” jelas adalah jamak. Coba anda jawab, jamak dalam hal apa? Lalu “One” nya dalam hal apa?
Contoh lainnya adalah Yes 6:8 dalam versi NASB berbnyi: “Whom shall I send and who will go for Us?” (Siapa yang akan Kuutus dan siapa yang mau pergi untuk Kami?). Di sini nampak bahwa kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menyatakan Allah, keluar sekaligus. Coba anda jawab, apanya yang tunggal dan apanya yang jamak?
Bengcu Menggugat hai hai Mengungkap:
Esra Alfred soru boleh saja menyatakan, “Doktrin Allah Tritunggal adalah penjelasan logis terhadap konsep-konsep Allah yang dinyatakan di dalam Alkitab”. Sementara itu, almarhum John Calvin pun bebas bilang, “doktrin Allah Tritunggal tidak mempunyai arti lain dari pada apa yang diajarkan dalam Kitab Suci”. Namun, FAKTANYA doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab. Di samping itu, walaupun diagul-agulkan masuk AKAL (RASIONAL) namun kenyataannya, dDoktrin Allah Tritunggal benar-benar bertentangan dengan akal sehat (IRASIONAL).
Esra Alred Soru benar-benar RASIONAL ketika menyatakan: “Allah tidak mungkin esa sekaligus jamak dalam 1 aspek” Apa yang terjadi ketika para teolog Kristen ketika membagi Allah menjadi DUA aspek yaitu: HEKEKAT dan PRIBADI? Tetap saja Allah tidak mungkin ESA sekaligus JAMAK dalam 1 aspek. Dalam ASPEK HAKEKAT, Allah mustahil SATU dan JAMAK. Dalam ASPEK PRIBADI Allah juga mustahil SATU dan JAMAK. Itu sebabnya doktrin Allah Tritunggal yang mengajarkan Allah Tiga pribadi satu hakekat benar-benar IRASIONAL.
Allah BISA saja punya HAKEKAT yang MIRIP dengan yang lainnya, namun MUSTAHIL satu hakekat dengan yang lainnya. Anda berkata, “Semua MANUSIA memiliki HAKEKAT yang SAMA.” Yang anda maksudkan adalah semua manusia memiliki hakekat yang MIRIP. Mustahil semua manusia SATU hakekat.
HAKEKAT hai hai sama dengan HAKEKAT Esra Alfred Soru. Yang dimaksudkan adalah: Hakekat hai hai MIRIP dengan hakekat Esra. Mustahil hai hai SATU hekakat dengan Esra. Kenapa demikian? Karena walaupun hakekatnya MIRIP namun HAKEKAT hai hai MUSTAHIL hakekat Esra Alfred Soru. Hakekat hai hai dan hakekat Esra alfred Soru BERBEDA. Apabila nggak MAMPU membedakannya berdasarkan  UNSURNYA, maka anda masih bisa membedakannya berdasarkan TEMPAT-nya. Apabila tidak bisa membedakannya berdasarkan tempat-Nya dan yang lainnya, MINIMAL anda masih bisa membedakan berdasarkan NAMA-Nya.
Anda BISA membagi Allah menjadi dua ASPEK yaitu: HAKEKAT dan PRIBADI bahkan anda bisa membagi-Nya menjadi sepuluh, seratus, seribu, sejuta bahkan TAK TERHINGGA aspek namun KEBENARANNYA tetap sama yaitu:
Allah tidak mungkin ESA sekaligus JAMAK dalam 1 aspek.
Apabila Bapa dan Yesus serta Roh Kudus memiliki SATU hakekat TIGA pribadi, maka:
Yesus = HAKEKAT + Pribadi (Yesus + Bapa + Roh Kudus)
Bapa = HAKEKAT + Pribadi (Yesus + Bapa + Roh Kudus)
Roh Kudus = HAKEKAT + Pribadi (Yesus + Bapa + Roh Kudus)
Yesus = Bapa = Roh kudus = HAKEKAT + Pribadi (Yesus + Bapa + Roh Kudus)
Anda mustahil mengatakan:
Bapa bukan Yesus
Bapa bukan Roh Kudus
Yesus bukan Roh Kudus
Kenapa demikian? Karena A mustahil Non A – pada waktu yang sama.
Hanya Ada Satu Allah
Kerabatku sekalian, Alkitab mengajarkan dengan TEGAS dan GAMBLANG bahwa:
Allah = Theos = Allah di sorga = Bapa = Bapa di Sorga = Elohim = El elyown = Yang Mahatinggi
Yesus = Kurios (Adonai =Tuhan) = YHWH = El Shadday = Yang Mahakuasa =  Anak Anak Allah
Roh Kudus = Parakletos = Roh Penolong = Roh Kebenaran  = Penghibur
Apa yang dapat kita SIMPULKAN dari ajaran Alkitab tersebut di atas? Ada TIGA MAKLUK yaitu:
1.    Allah
2.    Yesus
3.    Roh Kudus
Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus, 1 Timotius 2:5
Allah = Esa = HANYA ada SATU Allah
Yesus = Esa = HANYA ada SATU Yesus
Allah MUSTAHIL Yesus
Allah BUKAN Yesus
Allah BUKAN Roh Kudus
Yesus BUKAN Roh Kudus
Tidak ada satu ayat Alkitab pun yang mengajarkan bahwa Roh Kudus itu Esa. Namun banyak ayat Alkitab yang mengajarkan bahwa Roh Kudus BUKAN Yesus juga bukan Allah. Alkitab mencatat tentang 1 Roh Kudus yang rupanya seperti burung Merpati turun ke atas Yesus dan 7 Roh Kudus yang rupanya seperti nyala obor nampak oleh Yohanes di sorga serta minimal 3000 Roh Kudus yang rupanya seperti LIDAH nyala Api menghinggapi orang-orang pada hari Pentakosta. Dengan menambahkan jumlah-jumlah tersebut maka kita bisa menyimpulkan bahwa Roh Kudus JUMLAHNYA minimal ada 3008. Di samping itu, Alkitab juga mencatat bahwa Roh Kudus adalah ANUGERAH bagi manusia, itu berarti SETIAP manusia memiliki SATU Roh Kudus. Itu berarti jumlah Roh Kudus SAMA banyaknya dengan jumlah Manusia.
Tiga Elohim Pencipta Sorga Dunia
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita  menjadikan (ASAH) manusia  menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan (BARA) manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Kejadian 1:26-29
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya.  Ketika Allah pada hari ketujuh  telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah (shabbath) Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan  yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:1-2
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7
Berfirmanlah TUHAN Allah: “Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya.”  Kejadian 3:22
Allah Yang Berfirman mengajak MENJADIKAN (asah) manusia menurut GAMBAR dan RUPA KITA. Allah Yang Menanggapi Firman MENANGGAPI ajakan tersebut dengan MENCIPTAKAN (BARA) manusia menurut GAMBAR-Nya (TIDAK menurut RUPA-Nya). Kata Ibrani BARA artinya MEMBUAT Blue print (peta). Itu sebabnya manusia yang di-BARA (blue print) di Kejadian 1:26-29 baru DIBENTUK (yatsar) di Kejadian 2:7 oleh TUHAN Allah, setelah Allah Yang Berfirman SHABBATH (berhenti mencipta).
Kejadian 3:22 menjelaskan kepada kita bahwa TUHAN Allah terdiri dari: TUHAN (YHWH) dan Allah (Elohim). Kepada Musa TUHAN bilang, “Kepada Abraham, Ishak dan Yakub Aku menyaaatakan diri dengan nama El Shadday (Yang Mahakuasa).” Makanya, kita tahu bahwa YHWH adalah El Shadday. El Shadday menetapkan hukum Taurat namun El Elyown menggunakan hukum Melkisedek. Rtinya El shadday bukan El Elyown. El shadday adalah TUHAN sedangkan El Elyown adalah Allah. TUHAN adalah Yang Mahakuasa sedangkan Allah adalah Yang Mahatinggi. Mungkinkah El Shadday atau El Elyown adalah Allah Yang Berfirman? Tidak Mungkin! Kenapa begitu? Karena Allah Yang Berfirman SUDAH Shabbath (berhenti mencipta) pada hari ke 7 dan tidak terlibat lagi dalam urusan DUNIA dan SORGA. Itu sebabnya saya memberi Dia nama El Shabbath.
Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Kejadian 1:6-7
Kisanak, siapakah KITA dalam Kejadian 1:26-29? Berdasarkan Kejadian 1:6-7 dan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Kitab Kejadian mengajarkan bahwa KITA dalam Kejadian 1:26-29 adalah:
  1. Allah Yang Berfirman – Jadilah Cakrawala ….
  2. Allah Yang Menanggapi firman – Maka Allah menjadikan …  – TUHAN
  3. Allah Yang Menggenapi firman dari Allah Yang Berfirman dan Allah Yang Menanggapi firman – Dan jadilah demikian – Elohim
Rahasia Roh Kudus Yang Tidak Dipahami Generasi Sebelumnya
ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7
TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan (Asah) penolong (ezer) baginya,  yang sepadan dengan dia.” Kejadian 2:18
Lalu TUHAN Allah membentuk (yatsar) dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:19
Manusia itu memberi nama kepada segala ternak, kepada burung-burung di udara dan kepada segala binatang hutan, tetapi baginya sendiri ia tidak menjumpai penolong yang sepadan dengan dia. Kejadian 2:20
Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Kejadian 2:21
Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah (Banah) seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Kejadian 2:22
Lalu berkatalah manusia itu: “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.” Kejadian 2:23
Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya menjadi satu daging. Kejadian 2:24
Mereka keduanya telanjang, manusia dan isterinya itu, tetapi mereka tidak merasa malu. Kejadian 2:25
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari  Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Yohanes 15:26
Siapakah PENOLONG di dalam Kejadian 2:18? Siapakah MANUSIA di dalam Kejadian 2:18? Sebagian teolog mengajarkan: MANUSIA itu adalah Adam dan penolongnya adalah Hawa. Yang lainnya mengajarkan: Manusia itu adalah LELAKI sedangkan penolongnya adalah PEREMPUAN. Apabila MANUSIA itu adalah Adam maka dia mustahil semua lelaki di dunia. Apabila penolong itu adalah Hawa maka dia mustahil seluruh wanita di dunia ini. Namun, bila MANUSIA itu adalah seluruh lelaki di dunia, maka semua PEREMPUAN adalah PENOLONG. Jika penolonng itu adalah semua perempuan di dunia maka itu berarti perempuan bukan MANUSIA sebab mereka tidak perlu PENOLONG. Tidak perlu penolong karena mereka tidak sendirian. Kerabatku sekalian, MANUSIA di dalam Kejadian 2:18 bukan hanya Adam, juga bukan hanya seluruh lelaki namun SELURUH umat manusia mulai dari Adam bahkan termasuk di dalamnya Yesus. PENOLONG di Kejadian 2:18 bukan hanya penolong Adam juga mustahil hanya penolong seluruh lelaki namun PENOLONG setiap MANUSIA. Itu sebabnya dikatakan, “Tidak baik manusia itu seorang diri.
PENOLONG dalam Kejadian 2:18 mustahil binatang-binatang yang dibentuk di Kejadian 2:19 sebab di antara mereka manusia tidak menemukan PENOLONG yang sepadan. Penolong itu juga mustahil PEREMPUAN yang dibangun di Kejadian 2:20 karena perempuan juga manusia. Bila demikian, siapakah penolong yang sepadan bagi manusia itu?
Siapakah lelaki yang akan meninggalkan ayah ibunya dan menjadi SATU DAGING dengan istrinya dalam Kejadian 2:24? Sebagian teolog mengajarkan bahwa dia adalah Adam. Yang lainnya mengajarkan bahwa dia adalah setiap suami di dunia. Adam tidak punya ayah ibu itu sebabnya dia mustahil lelaki itu. Ketika menikah tidak semua lelaki meninggalkan ayah ibunya. Yang meninggalkan ayah ibunya juga tidak benar-benar meninggalkan ayah ibunya. Lelaki itu mustahil seluruh suami di dunia.
Apa maksud menjadi SATU DAGING? Para teolog Kristen mengajarkan bahwa menjadi satu daging artinya BERSETUBUH alias BERHUBUNGAN sex. Bahkan orang yang belum pernah bersetubuh pun tahu bahwa ketika bersetubuh, suami istri sama sekali tidak menjadi satu daging.
Siapakah manusia dalam Kejadian 2:18? Seluruh umat manusia mulai dari Adam bahkan termasuk di dalamnya Yesus. Siapakah PENOLONG di Kejadian 2:18 yang akan menolong setiap manusia? Siapakah lelaki yang akan meninggalkan ayah ibunya dan menjadi SATU DAGING dengan istrinya?  PENOLONG (Parakletos) juga disebut Roh Penghibur bahkan dinamakan roh kebenaran. Dia adalah MEMPELAI yang meninggalkan ayah (Allah) dan Ibunya (Yesus) di SORGA untuk menikah dan menjadi SATU DAGING dengan manusia di DUNIA.
Satu LELAKI satu Istri. Satu PENOLONG satu MANUSIA. Itu sebabnya Anak Domba harus MENIKAH lalu melahirkan Roh Kudus SATU demi satu lalu mengutusnya ke DUNIA untuk menikahi manusia dan menjadi SATU daging dengan istrinya. Anak manusia menikah dan menjadi SATU DAGING dengan Anak Allah. Itu sebabnya orang-orang demikian disebut MANUSIA ALLAH alias Antrophos Theos.
Kisanak, jangan memvonis SESAT hanya karena KEBENARAN tentang Roh Kudus yang diajarkan di atas belum pernah diajarkan karena tidak dipahami oleh generasi-generasi sebelumnya. Hanya mereka yang berjiwa PICIK yang melakukan hal demikian. Jangan memvonis hai hai mustahil memahami kebenaran demikian hanya karena para teolog GENIUS dari generasi ke generasi yang gelarnya lebih panjang dari namanya tidak memahami ajaran tersebut. Itu namanya DENGKI.
Nubuatan tentang Roh Kudus alias Penolong tercatat dengan tegas dan gamblang di dalam Kejadian 2:18 dan Kejadian 2:24. Yesus memberi konfirmasi atas nubuatan tersebut dan apa yang terjadi pada hari Pentakosta adalah penggenapannya. Anda bisa mempelajari ayat-ayat Alkitab sendiri dan menarik kesimpulan sendiri.
Anda bertanya, kenapa kebenaran tersebut tidak dipahami selama 2000 tahun ini? Mungkin hal itu terjadi karena sistem pendidikan Kristen yang dipraktekkan oleh gereja dari generasi ke generasi. Mahasiswa teologi umumnya percaya bahwa yang diajarkan oleh generasi sebelumnya adalah KEBENARAN yang tidak perlu diuji lagi. Ketika ajaran gereja dipertanyakan, para teolog alih-alih menggali Alkitab lebih dalam lagi, justru mencari dan menghalalkan segala cara untuk membela doktrin yang diserang  dan mengutuk lawannya SESAT. Apa yang terjadi bila hai hai hidup 500 tahun yang lalu, pada zaman John Calvin? Mungkin, selain dibakar abunya pun diblender lalu diuleg kemudian di injek-injek dan dipites pake jempol untuk melampiaskan kemarahan. Apa yang terjadi bila hai hai bukan jemaat GKI (Gereja Kristen Indonesia) namun jemaat gereja lainnya? Mungkin hai hai sudah duusir dari gereja dengan tuduhan SESAT dan dikutuk agar masuk neraka.
Ketika orang pinter membaca Alkitab dan tidak memahaminya, dia langsung menyimpulkan bahwa masalahnya bukan pada akal budinya namun pada penulis Alkitab. Itu sebabnya mereka langsung mengerahkan kepinterannya untuk membantu penulis Alkitab menulis dengan benar. Tindakan demikian dinamakan MENAFSIRKAN. Hai hai bukan orang pinter itu sebabnya ketika membaca Alkitab dan tidak memahaminya, dia langsung menyimpulkan bahwa masalahnya bukan pada Alkitab namun pada akal budinya. Itu sebabnya dalam usaha untuk mengerti, dia pun membaca lagi dengan teliti dan hati-hati. Bila belum mengerti juga dia akan terus membacanya lagi dan lagi dan lagi dan lagi dengan harapan suatu saat dia akan mengerti. Orang pinter cepat sekali menarik kesimpulan dan yakin sekali bahwa kesimpulannya pasti benar. Itu sebabnya sekali kesimpulan ditarik mereka tidak mengujinya lagi. Hai hai bukan orang pinter itu sebabnya dia lambat sekali menarik kesimpulan. Karena takut salah makah dia pun menguji lagi dan lagi dan lagi dan lagi sebelum menarik kesimpulan. Karena bukan orang pinter maka ketika kesimpulan ditarik, hai hai ragu akan kebenaran kesimpulannya. Itu sebabnya dia kembali menguji lagi dan lagi dan lagi dan lagi untuk memastikan bahwa kesimpulannya memang benar. Apa yang dilakukan oleh hai hai tersebut saya namakan jurus: Orang bodoh bertindak pinter. Mungkin karena kebodohannya itulah maka hai hai banyak MELIHAT apa yang tidak dilihat oleh para teolog dari generasi ke generasi.
Menara Babel
Lalu turunlah TUHAN untuk melihat kota dan menara yang didirikan oleh anak-anak manusia itu, dan Ia berfirman: “Mereka ini satu bangsa dengan satu bahasa untuk semuanya. Ini barulah permulaan usaha mereka; mulai dari sekarang apapun juga yang mereka rencanakan, tidak ada yang tidak akan dapat terlaksana. Baiklah Kita turun dan mengacaubalaukan di sana bahasa mereka, sehingga mereka tidak mengerti lagi bahasa masing-masing.” Demikianlah mereka diserakkan TUHAN dari situ ke seluruh bumi, dan mereka berhenti mendirikan kota itu. Kejadian 11:5-8
Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Ayub 1:6-7
Dan TUHAN berfirman: Siapakah yang akan membujuk Ahab untuk maju berperang, supaya ia tewas di Ramot-Gilead? Maka yang seorang berkata begini, yang lain berkata begitu. Kemudian tampillah suatu roh, lalu berdiri di hadapan TUHAN. Ia berkata: Aku ini akan membujuknya. TUHAN bertanya kepadanya: Dengan apa? Jawabnya: Aku akan keluar dan menjadi roh dusta dalam mulut semua nabinya. Ia berfirman: Biarlah engkau membujuknya, dan engkau akan berhasil pula. Keluarlah dan perbuatlah demikian! Karena itu, sesungguhnya TUHAN telah menaruh roh dusta ke dalam mulut semua nabimu ini, sebab TUHAN telah menetapkan untuk menimpakan malapetaka kepadamu.” 1 Raja-raja 22:20-23
Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: “Pencobaan ini datang dari Allah!” Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai  siapapun. Yakobus 1:13
Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Matius 4:17
Apa yang dapat disimpulkan dari Kejadian 11:5-8? Sampai saat ini, teolog Kristen mengajarkannya sebagai kisah Allah Tritunggal musyawarah lalu MUFAKAT untuk mengacaukan DUNIA. Meskipun nampak LOGIS namun ajaran demikian sama sekali nggak benar. Setelah membaca ayat-ayat lain yang saya kutip di atas maka anda pun TAHU bahwa pada zaman menara Babel, Kerajaan Allah belum DEKAT apalagi DATANG. Di samping itu, Yang Mahatinggi sama sekali tidak TURUN ke dunia. Itu sebabnya mustahil TUHAN mengajak Allah untuk turun ke dunia untuk mengacaukan bahasa manusia. Siapakah yang diajak turun untuk MENGACAUKAN dunia?
Berbeda dengan yang selama ini diajarkan oleh para teolog dan diyakini oleh umat Kristen dari generasi ke generasi, Alkitab mengajarkan bahwa Iblis bukan MUSUH namun LAWAN alias SATAN dari TUHAN. Di dalam kisah Ayub dan raja Ahab bahkan di dalam kisah-kisah lainnya, nampak tegas dan gamblang sekali bahwa YHWH dan SATAN meskipun tidak sepaham namun tidak saling MEMBENCI. Keduanya bekerja sama, bahu membahu mengelola dunia. Siapakah yang diajak turun oleh TUHAN untuk MENGACAUKAN dunia? Benar! IBLIS alias SATAN.
Karena para teolog menjadikan kisah TUHAN mengacaukan bahasa di Babel sebagai dasar doktrin Allah Tritunggal, bukankah seharusnya Iblis alias SATAN menjadi salah satu anggotanya? Ha ha ha ha ha ….. Dengan apa anda menyebutnya? Doktrin Iblis Tritunggal? Ha ha ha ha ha ….. Namun anggaplah para teolog Kristen itu BENAR. Kejadian 11:5-8 mencatat kisah TUHAN mengajak Allah turun untuk mengacaukan bahasa dunia. Lalu, atas dasar apa mereka mengharuskan Allah dan TUHAN satu hakekat? Saya tidak perlu satu hakekat dengan istri saya untuk mengajaknya ke mall Babel.
Satu Kepemilikan
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa  sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” Yohanes 10:27-30
Apakah  Yohanes 10:27-30 mengajarkan bahwa Allah dan Yesus adalah SATU? Benar! Apakah ayat-ayat tersebut mengajarkan bahwa Allah dan Yesus adalah SATU HAKEKAT? Tidak! Bila demikian, dari mana para teolog Kristen tahu bahwa Allah dan Yesus satu hakekat? Dari hongkong kali, yao …? Bila SATU dalam Yohanes 10:27-30 bukan satu hakekat, lalu SATU apa? Apa yang dimaksudkan dengan SATU dalam ayat-ayat tersebut? SATU KEPEMILIKAN. SATU KEPEMILIKAN atas domba-domba. Perhatikan frasa-frasa di bawah ini.
Domba-domba-Ku
Seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku
Bapa-Ku memberikan mereka kepada-Ku
Seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa-Ku
Milik-Ku adalah Milik Bapa-Ku
Milik Bapa-Ku adalah Milik-Ku
Aku dan Bapa adalah satu
Yesus dan Bapa SATU kepemilikan
Allah Banyak Serafim Satu Hakekat
Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!” Kemudian firman-Nya: “Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini: Dengarlah sungguh-sungguh, tetapi mengerti: jangan! Lihatlah sungguh-sungguh, tetapi menanggap: jangan! Yesaya 6:1-9
Yesaya diundang ke tempat Tinggal TUHAN (YHWH). Di sana dia melihat YHWH bersama dengan para SERAFIM. TUHAN berkata:
“Siapa yang akan Kuutus? Siapa yang mau pergi untuk KAMI?”
Siapa sajakah yang dimaksudkan dengan KAMI oleh TUHAN? Karena Tuhan berkata kepada Yesaya, itu berarti Yesaya adalah KAMU dan KAMI adalah TUHAN dan para SERAFIM. Karena Esra Alfred Soru mengajarakan kata KAMI artinya SATU HAKEKAT, bukankah itu berarti TUHAN satu hekekat dengan para Serafim? Kita tidak tahu berapa JUMLAH para serafim dalam kisah tersebut namun kita tahu jumlahnya banyak sekali. Karena Esra Alfred Soru mendirikan doktrin di atas kisah tersebut, bukankah seharusnya doktrin itu berbunyi:
TUHAN Banyak Serafim Tunggal? Bukan Allah Tritunggal? Ha ha ha ha ha …
Kesimpulan:
Kerabatku sekalian, beberapa ayat Alkitab yang dikutip oleh Esra Alfred Soru tidak dikuliti bukan karena tidak mampu namun karena tanpa mengulitinya pun sudah nampak gamblang dukungannya dalam menyangkal doktrin Allah Tritunggal.
Apabila doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran Alkitab kenapa ayat-ayat Alkitab yang digunakan untuk mendukungnya justru menyangkalnya? Apa bila yang diajarkan oleh hai hai SESAT kenapa ayat-ayat Alkitab yang digunakan untuk menyangkalnya justru mendukungnya? Karena ayat-ayat Alkitab yang digunakan untuk mendukungnya justru menyangkalnya, maka itulah BUKTI bahwa doktrin Allah Tritunggal adalah ajaran SESAT karena bertentangan dengan ajaran Alkitab.
NB.
Hai hai menantang Esra Alfred Soru dan siapa saja untuk BERAPOLOGETIKA menghadapi 7 blog hai hai di bawah ini di depan banyak saksi dengan Alkitab sebagai sumber pustaka dan standard kebenaran. Apabila yang diajarkan oleh hai hai benar maka semua ayat Alkitab yang digunakan untuk menentangnya akan berbalik mendukung yang diajarkannya. Atas tantangan tersebut, Esra Alfred Soru menyatakan, “Benar sekali pak Albert, saya memang tak tertarik debat dengan orang seperti si Bugil ini, tapi kadang kita perlu melempar seekor anjing walaupun kadang kita abaikan gonggongannya.” Ini adalah kelanjutan dari 7 blog tantangan hai hai. Semoga Esra Alfred Soru bisa melempar anjing dengan tepat dan membungkam gonggongan hai hai atau dia cukup JANTAN untuk mengakui KEBENARAN? Ha ha ha ha …..

Posting Komentar