Minggu, 31 Agustus 2014

HUA..HA..HA.....

Akun FB saya: doremi_miredo@rocketmail.com diblokir lagi. Sial, deh. 

KATOLIK DENGAN ISLAM



Hua..ha..ha….. hari ini sial banget gue, dikeroyok ratusan orang. Sekarang giliran Katolik yang morang-moring. Baik, coba lihatlah persamaan-persamaan ini:

>> Katolik dan Islam sama-sama pembantai orang-orang Kristen.

>> Romawi dan Islam Turki sama-sama pernah menduduki Yerusalem.

>> Sama-sama menggunakan tasbih.

>> Suster Katolik dan kaum Muslimah sama-sama mengenakan kerudung.

>> Sama-sama mempunyai doa-doa tertentu.

>> Sama-sama suka ziarah.

>> Kalau Katolik mengkultuskan orang-orang yang dianggap kudus, Islam mengkultuskan Walisongo.

>> Pemimpin Katolik paus, Islam khalifah.


Khalifah berperan sebagai pemimpin ummat baik urusan negara maupun urusan agama.

Paus juga pemimpin gereja dan negara.

Sementara ini dulu, akan saya lengkapi besok.

Lanjutan-3: TUHAN DENGAN ALLAH




JAWABAN SAYA:

Baik, saya ulangkan kalimatnya: “Maka AKU bersumpah dengan TUHAN……… KAMI…….”

Sekarang kalimat itu saya ambil inti-intinya saja, yaitu: AKU, dengan, TUHAN dan KAMI. Yang ingin saya tanyakan secara praktisnya saja, tanpa teori mengelilingi stadion, jika anda menolak terjemahan Departemen Agama RI, coba anda terjemahkan menurut selera suka-suka anda sajalah: AKU, dengan, TUHAN dan KAMI itu hendak anda rubah menjadi apa? Nggak usah kata-kata lainnya anda terjemahkan.

“AKU dengan TUHAN…… KAMI…….”

>> AKU menjadi apa?

>> TUHAN menjadi apa?

>> KAMI menjadi apa?

Masalahnya begini, pak; di Alkitab juga menyebutkan adanya TUHAN dan ALLAH. Ada ALLAH dan ada juga TUHAN. ALLAH menunjuk pada Pencipta semesta alam, sedangkan TUHAN menunjuk pada YESUS.

Lihat di sini dulu:

Ini ayat-ayat selengkapnya:

>> Kejadian  1:26              Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
                                           rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
                                           udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata
                                           yang merayap di bumi."
>> Kejadian  3:22              Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti
                                           salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang
                                           jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon
                                           kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

>> Yohanes  17:3              Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya
                                           Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

>> Yohanes  17:22            Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan
                                            kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

>> Wahyu  14:12               Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah
                                           Allah dan iman kepada Yesus.

Dan masih banyak lagi.

YESUS MENURUT ISLAM

YESUS MENURUT ISLAM-2


YESUS MENURUT ISLAM-3


YESUS MENURUT ISLAM-4




xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Batara Ridwan sorry ini menjawab pertanyaan siapa ya? sepertinya tak ada nama yg dimaksud... tapi karna ini menyangkut bahasa arab maka saya akan ikut diskusinya dan kaji satu-persatu kata demi kata dari Ayat tersebut karna pemahaman bahasa Arab tidaklah hanya melalui terjemahan saja.
**falaa uqsimu birabbi lmasyaariqi walmaghaaribi innaa laqaadiruun**
- fa= maka
- la=merupakan penghubung yg berarti meyakinkan suatu kalimat (benar-benar) kata ini menjadi laa (dibaca panjang karna ada huruf alif setelahnya) namun tidak sama artinya dengan laa yg berarti tidak
- uqsimu: asal kata qosamu menjadi uqsimu setelah mendapatkan subjek (saya) dan ini adalah kata kerja yg sedang terjadi, karna jika itu sudah terjadi maka bukan uqsimu melainkan Qosamtu/Qosimtu
- bi-robbi=kata penyambung bi membuat kata robbun menjadi robbi yg berarti dengan Tuhan
- almasyriqi wal magribi=almasyriku wal magribu berarti timur dan barat namun ketika akhirannya berubah jadi almasyriki wal maghribi itu berarti mengikuti kata (bi) sebelumnya sehingga menjadi yang mempunyai/menguasai timur dan barat
innaa= berasal dari kata inni yg berarti susungguhnya, mengapa diartikan sesungguhnya kami atau inni nahnu (inna) karna ini mengacu kepada Tuhan sendiri, namun kenapa bukan (Aku) melainkan jamak (Kami), kata "Kami" merupakan suatu pengagungan kepada yang satu yang berarti (sungguh benar-benar itu Aku) dalam bahasa Arab biasa disebut ta'kid atau penegasan keagungan... sama halnya dalam bahasa sunda banten ketika berbicara dengan yg lebih tua maka tidak menggunakan kata "aku"melainkan "kami" atau dibeberapa tempat yg lebih terlihat sopan menggunakan kata "kita"dibanding kata "beta".
- laqodiruun = la disini sama dengan la pada kata falaa yg artinya penegasan terhadap kata setelahnya, namun tidak menjadi panjang, dan kata Qodirun sendiri mempinyai arti Berkuasa...
*jadi kalau menurut TS : ALLAH pasti TUHAN. Tapi TUHAN bukanlah ALLAH itu sah-sah saja jika mengacu pada agama lain...
sedangkan ayat yg diatas bukan bermaksud begitu karna Allah merupakan salah satu Nama dari Tuhan yg bisa diartikan Zat yg memiliki semua nama didalamnya (ada 99 Nama)
untuk lebih jelasnya bisa Inbox...
***Salam damai....

Orang ada batas kesabarannya



Orang ada batas kesabarannya. Betul sekali itu. Tapi seperti apakah tipis dan tebalnya? Jangan disamakan antara kertas tipis dengan kertas yang tebal. Saya berbicara tentang Islam di hadapan ribuan orang Islam. Dalam kalimat yang sama, masih ada yang bisa terbahak-bahak, dari antara yang memaki-maki. Dan saya jelas suka berteman dengan orang yang besar jiwanya, daripada dengan orang yang bermental tipis. Sedikit kata sudah tersinggung. Sedikit masalah sudah bawa golok. Dan saya pikir sesama Islamnyapun belum tentu suka dengan temperamen yang secompang-camping itu. Di lingkungan terdekat andapun tak mungkin ada yang mau bergaul dengan pendekar macam anda. Istri dan anak-anak pasti ketakutan dengan bapak yang kayak setan. Apalagi kalau sudah kesetanan.

Manusia saja tidak suka dengan orang yang kasar-kasar. Apa lagi TUHAN. Saya pikir sekalipun anda Islam, kalau nggak bener juga dibuang ke neraka, koq.

>> QS. 24:11    Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu
                            juga.” 

>> QS. 29:2       Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan [saja] mengatakan: kami telah
                           beriman! sedang mereka tidak diuji lagi ?”   

>> QS. 2:62       Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-
                           orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari
                           kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak
                           ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.                   

TERJEMAHAN DODOL



JAWABAN SAYA:

Saya sedih sekali dengan komentar-komentar yang tidak proporsional sama sekali, yang mencap lawan bicara sebagai kafir, Yahudi, antek Amerika, bego, tidak mikir, anjing, babi, kubunuh kau, PKI, dan lain-lainnya. Apakah di dunia ini hanya ada kamu? Apakah hanya milikmu?

Kalau kamu cuma bawa golok, itu sudah ketinggalan zaman, kawan. Polisi dan tentara kita saja sudah bawa pistol semuanya. Itupun dibeli dari teknologi yang sudah kadaluarsa puluhan tahun dari negara-negara maju. Ken Arok dan Gajahmada saja sudah nggak berani muncul di zaman ini. Anda sangat terbelakang sekali. Coba buka internet dan carilah di google search, senjata apa yang sekarang sedang ngetop.

Dan kalau anda memang jagoan, mengapa bukan anda yang menjaga negara Arab Saudi? Mengapa di sana yang menjaga orang-orang yang anda sebut: kafir – Amerika Serikat?!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hanafi Alwan Ah..doremi nyanyi doank..anda acuannya terjemahan....dodol amat..akupun bisa terjemahin donk...hehehee..perlu anda tau inilah salah satu alasan kenapa sholat itu harus pakai bahasa arab..dan terjemahan harus didampingi tulisan arabnya...ya untuk tdk diartikan kayak anda ini...hari gini masih bego...

JAWABAN SAYA:

Anda menyebut terjemahan Al Qur’an yang direferensikan Departemen Agama RI, sebagai terjemahan dodol – amburadul? Memangnya anda siapa dan apa kedudukan anda? Tahukah anda bahwa yang mengangkat menteri agama itu presiden, dan yang mengesahkannya DPR? Sehingga jika anda mencap terjemahan Depag itu dodol, maka dodol pulalah seluruh bangsa ini. Apakah anda mengerti hukum dan konstitusi? Ikutilah aturan mainnya.

Tahukah anda untuk menterjemahkan Al Qur’an itu sudah dilakukan secara sangat berhati-hati oleh orang-orang yang dipandang ahli di bidangnya, seperti ahli bahasa Arab, ahli tafsir, ahli bahasa Indonesia, dan ahli-ahli lainnya yang berkaitan? Dan itu semua dilakukan secara team, bukan pekerjaan seorangan saja. Setelah itu mungkin disodorkan ke tokoh-tokoh agama yang ada di negeri ini, sebelum ditanda-tangani menteri agama dan disebarkan ke masyarakat.

Jadi, bagaimana anda bisa melecehkan seenaknya sendiri seperti itu?

Jika anda merasa lebih pintar, seharusnya anda bicarakan dengan mereka. Jangan anda bicarakan dengan saya – orang lain. Sebab saya pasti berpedoman pada terjemahan yang resmi, bukan yang jalanan. Itu urusan internal anda yang tidak sepatutnya anda bocorkan ke hadapan umum.

SHOLAT PAKAI BAHASA ARAB;

Hua..ha..ha…. anda pikir kalau sudah menggunakan bahasa Arab itu sudah mutlak benarnya? Coba beritahu saya, dimana surah pertama Al Qur’an yang kini digantikan dengan surah Al Fatihah?

28 SEPTEMBER 2014 DI BANDUNG

Perjamuan suci yang semula hendak saya adakan di Jakarta pada tanggal 27 September 2014, saya ubah menjadi di Bandung pada tanggal 28 September 2014. Silahkan daftar di:  hakekathidupku@yahoo.co.id,

Sabtu, 30 Agustus 2014

Lanjutan-2: TUHAN DAN ALLAH

Febiana Zhang Tuhan=Illah=yg berhak disembah dan diibadahi... Laa illaha Ilallaah= tidak ada Tuhan yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allah (bagi umat Islam seperti itu)... Itu maksud tdk ada Tuhan selain Allah
JAWABAN SAYA:

Baik. Maksud anda: setiap kali kita mendengar kata-kata: TUHAN, maka kita harus menyembahNYA. Sebab istilah TUHAN itu adalah zat yang harus disembah. Tapi kenapa kemudian dikatakan: Tidak ada TUHAN selain ALLAH. Anda harus mengaitkan dengan pembahasan saya: QS. 70:40 yang mengatakan adanya TUHAN selain ALLAH. AKU + TUHAN = KAMI.

Kalau dikatakan “kami” itu bisa tunggal bisa jamak, bukankah konteks ayat tersebut menunjuk pada bentuk jamak oleh adanya “AKU” dengan “TUHAN?” Dalam satu kalimat ada 2 kata ganti orang; aku dan kami.

Kalimat dalam ayat itu, biar anda otak-atik dengan kaidah bahasa Arab maupun berbagai bahasa yang ada di planet bumi ini tetap akan memberikan pengertian adanya 2 Pribadi. Bahwa yang jelas “AKU” bukan “TUHAN”, dan “TUHAN” bukan “AKU.” Dan itu dikuatkan dengan: “KAMI.” Kecuali anda menggunakan ilmu sihir, barulah itu bentuk tunggal. Maksud saya, marilah kita objektif. Ini bahasa kita sendiri[bahasa Indonesia] dan tata kalimat yang sangat-sangat sederhana. Jadi, tak perlu dimasukkan ke permainan sirkus – jungkir-balik.

Anda: Febiana, saya: Doremi. Apakah kita ini satu? Kita bersatu bisa, tapi bukan satu. Nah, untuk menggambarkan keberadaan kita berdua, kata-kata apakah yang hendak anda pergunakan? Aku atau kami?

Untuk bung Batara, akan saya tanggapi ntar malam, ya?! Sedangkan untuk bung yang mengancam hendak membunuh saya, silahkan menghubungi pasukan pengawal saya:



PENGAWAL