Minggu, 31 Agustus 2014

Lanjutan-3: TUHAN DENGAN ALLAH




JAWABAN SAYA:

Baik, saya ulangkan kalimatnya: “Maka AKU bersumpah dengan TUHAN……… KAMI…….”

Sekarang kalimat itu saya ambil inti-intinya saja, yaitu: AKU, dengan, TUHAN dan KAMI. Yang ingin saya tanyakan secara praktisnya saja, tanpa teori mengelilingi stadion, jika anda menolak terjemahan Departemen Agama RI, coba anda terjemahkan menurut selera suka-suka anda sajalah: AKU, dengan, TUHAN dan KAMI itu hendak anda rubah menjadi apa? Nggak usah kata-kata lainnya anda terjemahkan.

“AKU dengan TUHAN…… KAMI…….”

>> AKU menjadi apa?

>> TUHAN menjadi apa?

>> KAMI menjadi apa?

Masalahnya begini, pak; di Alkitab juga menyebutkan adanya TUHAN dan ALLAH. Ada ALLAH dan ada juga TUHAN. ALLAH menunjuk pada Pencipta semesta alam, sedangkan TUHAN menunjuk pada YESUS.

Lihat di sini dulu:

Ini ayat-ayat selengkapnya:

>> Kejadian  1:26              Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
                                           rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
                                           udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata
                                           yang merayap di bumi."
>> Kejadian  3:22              Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti
                                           salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat; maka sekarang
                                           jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon
                                           kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya."

>> Yohanes  17:3              Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya
                                           Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

>> Yohanes  17:22            Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan
                                            kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

>> Wahyu  14:12               Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah
                                           Allah dan iman kepada Yesus.

Dan masih banyak lagi.

YESUS MENURUT ISLAM

YESUS MENURUT ISLAM-2


YESUS MENURUT ISLAM-3


YESUS MENURUT ISLAM-4




xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Batara Ridwan sorry ini menjawab pertanyaan siapa ya? sepertinya tak ada nama yg dimaksud... tapi karna ini menyangkut bahasa arab maka saya akan ikut diskusinya dan kaji satu-persatu kata demi kata dari Ayat tersebut karna pemahaman bahasa Arab tidaklah hanya melalui terjemahan saja.
**falaa uqsimu birabbi lmasyaariqi walmaghaaribi innaa laqaadiruun**
- fa= maka
- la=merupakan penghubung yg berarti meyakinkan suatu kalimat (benar-benar) kata ini menjadi laa (dibaca panjang karna ada huruf alif setelahnya) namun tidak sama artinya dengan laa yg berarti tidak
- uqsimu: asal kata qosamu menjadi uqsimu setelah mendapatkan subjek (saya) dan ini adalah kata kerja yg sedang terjadi, karna jika itu sudah terjadi maka bukan uqsimu melainkan Qosamtu/Qosimtu
- bi-robbi=kata penyambung bi membuat kata robbun menjadi robbi yg berarti dengan Tuhan
- almasyriqi wal magribi=almasyriku wal magribu berarti timur dan barat namun ketika akhirannya berubah jadi almasyriki wal maghribi itu berarti mengikuti kata (bi) sebelumnya sehingga menjadi yang mempunyai/menguasai timur dan barat
innaa= berasal dari kata inni yg berarti susungguhnya, mengapa diartikan sesungguhnya kami atau inni nahnu (inna) karna ini mengacu kepada Tuhan sendiri, namun kenapa bukan (Aku) melainkan jamak (Kami), kata "Kami" merupakan suatu pengagungan kepada yang satu yang berarti (sungguh benar-benar itu Aku) dalam bahasa Arab biasa disebut ta'kid atau penegasan keagungan... sama halnya dalam bahasa sunda banten ketika berbicara dengan yg lebih tua maka tidak menggunakan kata "aku"melainkan "kami" atau dibeberapa tempat yg lebih terlihat sopan menggunakan kata "kita"dibanding kata "beta".
- laqodiruun = la disini sama dengan la pada kata falaa yg artinya penegasan terhadap kata setelahnya, namun tidak menjadi panjang, dan kata Qodirun sendiri mempinyai arti Berkuasa...
*jadi kalau menurut TS : ALLAH pasti TUHAN. Tapi TUHAN bukanlah ALLAH itu sah-sah saja jika mengacu pada agama lain...
sedangkan ayat yg diatas bukan bermaksud begitu karna Allah merupakan salah satu Nama dari Tuhan yg bisa diartikan Zat yg memiliki semua nama didalamnya (ada 99 Nama)
untuk lebih jelasnya bisa Inbox...
***Salam damai....

Tidak ada komentar: