Minggu, 31 Agustus 2014

Orang ada batas kesabarannya



Orang ada batas kesabarannya. Betul sekali itu. Tapi seperti apakah tipis dan tebalnya? Jangan disamakan antara kertas tipis dengan kertas yang tebal. Saya berbicara tentang Islam di hadapan ribuan orang Islam. Dalam kalimat yang sama, masih ada yang bisa terbahak-bahak, dari antara yang memaki-maki. Dan saya jelas suka berteman dengan orang yang besar jiwanya, daripada dengan orang yang bermental tipis. Sedikit kata sudah tersinggung. Sedikit masalah sudah bawa golok. Dan saya pikir sesama Islamnyapun belum tentu suka dengan temperamen yang secompang-camping itu. Di lingkungan terdekat andapun tak mungkin ada yang mau bergaul dengan pendekar macam anda. Istri dan anak-anak pasti ketakutan dengan bapak yang kayak setan. Apalagi kalau sudah kesetanan.

Manusia saja tidak suka dengan orang yang kasar-kasar. Apa lagi TUHAN. Saya pikir sekalipun anda Islam, kalau nggak bener juga dibuang ke neraka, koq.

>> QS. 24:11    Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu
                            juga.” 

>> QS. 29:2       Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan [saja] mengatakan: kami telah
                           beriman! sedang mereka tidak diuji lagi ?”   

>> QS. 2:62       Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-
                           orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari
                           kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak
                           ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.                   

Tidak ada komentar: