Minggu, 31 Agustus 2014

TERJEMAHAN DODOL



JAWABAN SAYA:

Saya sedih sekali dengan komentar-komentar yang tidak proporsional sama sekali, yang mencap lawan bicara sebagai kafir, Yahudi, antek Amerika, bego, tidak mikir, anjing, babi, kubunuh kau, PKI, dan lain-lainnya. Apakah di dunia ini hanya ada kamu? Apakah hanya milikmu?

Kalau kamu cuma bawa golok, itu sudah ketinggalan zaman, kawan. Polisi dan tentara kita saja sudah bawa pistol semuanya. Itupun dibeli dari teknologi yang sudah kadaluarsa puluhan tahun dari negara-negara maju. Ken Arok dan Gajahmada saja sudah nggak berani muncul di zaman ini. Anda sangat terbelakang sekali. Coba buka internet dan carilah di google search, senjata apa yang sekarang sedang ngetop.

Dan kalau anda memang jagoan, mengapa bukan anda yang menjaga negara Arab Saudi? Mengapa di sana yang menjaga orang-orang yang anda sebut: kafir – Amerika Serikat?!

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Hanafi Alwan Ah..doremi nyanyi doank..anda acuannya terjemahan....dodol amat..akupun bisa terjemahin donk...hehehee..perlu anda tau inilah salah satu alasan kenapa sholat itu harus pakai bahasa arab..dan terjemahan harus didampingi tulisan arabnya...ya untuk tdk diartikan kayak anda ini...hari gini masih bego...

JAWABAN SAYA:

Anda menyebut terjemahan Al Qur’an yang direferensikan Departemen Agama RI, sebagai terjemahan dodol – amburadul? Memangnya anda siapa dan apa kedudukan anda? Tahukah anda bahwa yang mengangkat menteri agama itu presiden, dan yang mengesahkannya DPR? Sehingga jika anda mencap terjemahan Depag itu dodol, maka dodol pulalah seluruh bangsa ini. Apakah anda mengerti hukum dan konstitusi? Ikutilah aturan mainnya.

Tahukah anda untuk menterjemahkan Al Qur’an itu sudah dilakukan secara sangat berhati-hati oleh orang-orang yang dipandang ahli di bidangnya, seperti ahli bahasa Arab, ahli tafsir, ahli bahasa Indonesia, dan ahli-ahli lainnya yang berkaitan? Dan itu semua dilakukan secara team, bukan pekerjaan seorangan saja. Setelah itu mungkin disodorkan ke tokoh-tokoh agama yang ada di negeri ini, sebelum ditanda-tangani menteri agama dan disebarkan ke masyarakat.

Jadi, bagaimana anda bisa melecehkan seenaknya sendiri seperti itu?

Jika anda merasa lebih pintar, seharusnya anda bicarakan dengan mereka. Jangan anda bicarakan dengan saya – orang lain. Sebab saya pasti berpedoman pada terjemahan yang resmi, bukan yang jalanan. Itu urusan internal anda yang tidak sepatutnya anda bocorkan ke hadapan umum.

SHOLAT PAKAI BAHASA ARAB;

Hua..ha..ha…. anda pikir kalau sudah menggunakan bahasa Arab itu sudah mutlak benarnya? Coba beritahu saya, dimana surah pertama Al Qur’an yang kini digantikan dengan surah Al Fatihah?

Tidak ada komentar: