Selasa, 19 Agustus 2014

YESUS MENURUT ISLAM-2






Di hadapan kita ada 2 gelas, segelas air putih dan segelas tuak/bir. Saya pilih yang air putih, sedangkan anda pilih yang tuak. Karena itu kalau anda pening dan mabuk, itu bukan salah saya, lho. Maksud saya, saya pilih Alkitab sedangkan anda pilih yang Al Qur’an. Jika anda mabuk itu sih logis.

Saya hingga saat ini masih mengenakan cara berpikir anda, bahwa nabi ISA itu YESUS, sedangkan Al Qur’an adalah kitab yang ‘sempurna.’

Anda berkata bahwa nabi ISA tidak disalib dan tidak mengalami kematian sebagaimana Alkitab katakan bahwa YESUS itu disalibkan, mati dan dibangkitkan. Kata anda ada orang yang diserupakan dengan nabi ISA, yang anda duga adalah Yudas Iskariot. Dan itu ada ayatnya;

QS. 4:157      “dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih,
                       Isa putra Maryam, Rasul ALLAH, padahal mereka tidak membunuhnya dan
                       tidak [pula] menyalibnya, tetapi [yang mereka bunuh ialah] orang yang
                       diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang
                       berselisih paham tentang [pembunuhan] ISA, benar-benar dalam keraguan
                       tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa
                      yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak [pula]
                      yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah ISA.”

Kata anda nabi ISA diangkat ke sorga;

QS. 4:158      Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah
                      Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Baik, saya harus setujui itu. Tapi berikan alasan kenapa nabi ISA diangkat ke sorga hidup-hidup? Nabi ISA tidak diijinkan mengalami salib dan kematian, tetapi diangkat ke sorga, kenapa? Bandingkan dengan nabi anda: Muhammad, yang dibiarkan mati keracunan dan hingga kini masih terbaring di makamnya, di Madinah. Kenapa yang satu diloloskan dari bahaya sedangkan yang satunya dimakankan pada bahaya?

Adakah karena ALLAH sayang pada ANAKNYA? Apakah anda setuju bahwa ISA itu ANAK ALLAH? Rasanya hanya itu alasan yang paling masuk akal, bukan?!

Jadi, kalau anda berpegang pada ayat itu, maka secara tidak langsung anda menyetujui bahwa ISA itu ANAK ALLAH?

Jika dibalik ke Alkitab yang menyalibkan YESUS, apakah itu berarti ALLAH tidak sayang dan YESUS bukan ANAKNYA? Tidak! Alkitab mempunyai alasan kenapa ALLAH menyerahkan ANAKNYA untuk disalib. Bahwa itu adalah tanda pemberian ALLAH yang terbesar untuk kita. Karena ALLAH mengasihi kita sehingga ALLAH berikan yang terbaik, milikNYA, yaitu YESUS KRISTUS. Sama seperti kita memberi kekasih kita, pasti kita berikan yang terbaik padanya. Bahkan kita berkata padanya: “nyawakupun kuberikan padamu.”

>> Yohanes   3:16       Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
                                        mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang
                                        percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
                                        kekal.

Antara YESUS dengan ALLAH itu terjalin saling mengasihi. Mereka itu satu jiwa sama seperti suami-istri yang saling kompak. Apa yang BAPA pikirkan, itu juga menjadi pikiran ANAK. Ketika BAPA mengajarkan penebusan dosa kepada bangsa Israel melalui penyembelihan domba, ANAK segera mengerti bahwa itu adalah tugasNYA. Sebab ANAK paham bahwa darah binatang tak mungkin layak untuk penebusan dosa.

>> Mazmur  40:6        (40-7) Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban
                                       sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan
                                       korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.
                    40:7         (40-8) Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan
                                       kitab ada tertulis tentang aku;
                    40:8         (40-9) aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada  
                                       dalam dadaku."

>> Ibrani   10:4           Sebab tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan
                                       menghapuskan dosa.

Jadi, kalau penyaliban itu dilihat dari kacamata Alkitab sama sekali tidak mengganggu KEANAKALLAHAN YESUS. Bahkan YESUS sendiri menyatakan DIA datang adalah untuk menghadapi salib. YESUS datang untuk mengalahkan kematian;

>> Yohanes   12:27     Sekarang jiwa-Ku terharu dan apakah yang akan Kukatakan? Bapa,
                                       selamatkanlah Aku dari saat ini? Tidak, sebab untuk itulah Aku
                                       datang ke dalam saat ini.

>> Matius   26:28        Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi
                                       banyak orang untuk pengampunan dosa.

>> 1Korintus   15:55   Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah
                                       sengatmu?"


Jika demikian kenapa YESUS berteriak-teriak: "Eli, Eli, lama sabakhtani?"* Artinya: /Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?”

Jelas, sebab salib itu bukan bakso. Salib itu siksaan, bukan kenikmatan. Salib itu sebuah hal yang sangat-sangat terpaksa harus dijalaniNYA. Sama seperti kaum Muslim yang melakukan jihad bom bunuh diri. Sama seperti para pahlawan yang rela mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan Indonesia. Demikianlah YESUS ingin merebut kita dari kuasa maut.

Dear all, sayang saya tak bisa menulis panjang-panjang malam ini karena suasana di warnet ini gelap sekali, sehingga sering salah ketik. Besok akan saya lanjutkan.

Tidak ada komentar: