Jumat, 24 Oktober 2014

PENYESATAN 1TIMOTIUS 4




>> 1Timotius  4:1             Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian,
                                            ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran
                                            setan-setan
                         4:2 oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap
                                             mereka.
                         4:3 Mereka itu melarang orang kawin, melarang orang makan makanan yang
                                            diciptakan Allah supaya dengan pengucapan syukur dimakan oleh orang
                                            yang percaya dan yang telah mengenal kebenaran.
                        4:4  Karena semua yang diciptakan Allah itu baik dan suatupun tidak ada yang
                                            haram, jika diterima dengan ucapan syukur,
                         4:5 sebab semuanya itu dikuduskan oleh firman Allah dan oleh doa.

Menurut pendeta Advent kalimat itu membentangkan 2 golongan; orang yang benar dengan pendusta. Si pendusta itu menghalalkan segala makanan, sedangkan orang yang benar itu yang melarang orang kawin dan yang melarang orang makan.

Pemelintiran kalimat seperti itu sudah pernah terjadi di milis ini oleh pendeta Advent juga. Untuk sementara saya akan ikuti dulu logika kacau mereka.

Kalau orang yang benar itu yang melarang orang kawin dan melarang orang makan, maka yang benar itu adalah gereja Katolik[melarang orang kawin], Islam dan Advent[melarang orang makan]. Tapi Katolik kurang benar karena belum melarang orang makan, sedangkan Islam dan Advent kurang benar karena belum melarang orang kawin.

Alkitab, Perjanjian Lama – Imamat 11 memang melarang orang makan. Tapi apakah Alkitab pernah melarang orang kawin?

Menurut orang yang benar: tidak semua ciptaan ALLAH itu baik. Pengucapan syukur dan doa itu tidak ada khasiatnya apa-apa. Tapi menurut si pendusta; semua ciptaan ALLAH itu baik, pengucapan syukur dan doa itu besar khasiatnya. Manakah dari kedua golongan ini yang memberikan kemuliaan bagi ALLAH? Tampaknya si pendusta yang memuliakan ALLAH, sementara orang yang benar itu yang meremehkan ALLAH.

Jadi, menurut Advent tidak semua ciptaan ALLAH itu baik. Pengucapan syukur dan doa itu tak ada khasiatnya apa-apa.

Sekarang mari kita melihat pada fakta kalimat tersebut. Apakah yang dibicarakan pada mulanya, pada ayat 1 dan 2? Tentang pendusta. Kata-kata apakah yang menyambungkan ayat 1, 2 dan 3? “Mereka itu.” Apakah ada pembicaraan tentang orang yang benar? Belum ada! Jadi, “mereka itu” jelas menunjuk pada para pendusta.

Apakah ciri-ciri pendusta itu? Melarang orang kawin dan melarang orang makan. Jadi, siapa yang melarang orang kawin dan melarang orang makan, maka dia itulah pendusta yang menerima ajaran dari setan-setan. Islam memang melarang orang makan. Tapi hanya babi dan alkohol saja yang dilarang dalam Islam. Siapa jagonya melarang orang makan? Tidak ada yang lain selain dari Advent.

Minum teh, kopi, coca cola, roti, camilan, babi, udang, bahkan segala macam daging dilarang oleh Advent. Orang hanya diberi pilihan untuk vegetarian – memakan sayur-sayuran saja.

Padahal menurut rasul Paulus yang menulis ayat tersebut, dengan pengucapan syukur semua itu bisa dimakan oleh orang yang benar dan yang beriman. Apa sebab? Sebab semua ciptaan ALLAH itu baik. Tak ada ciptaan ALLAH yang tidak baik. Babi itu baik. Sebagian besar obat-obatan dokter dibuat dari bahan babi. Orang-orang Islam yang berhaji ke Mekkah diwajibkan disuntik vaksin yang mengandung babi. Morfin, ganja, dan lain-lainnya yang diharamkan pemerintah dan agama, sesungguhnya adalah obat penyakit kanker dan di rumahsakit dipergunakan sebagai obat bius.

Advent, sekalipun melarang babi dan narkotika, namun di rumahsakitnya apakah bebas babi dan narkotika? – Hua..ha..ha.....

Menkes: Hampir Semua Obat Mengandung Babi

Kata rasul Paulus semua ciptaan ALLAH itu baik asal diterima dengan ucapan syukur. Sekalipun makan sate kambing kalau tidak mengucap syukur, maka makanan itu tidak dikuduskan dengan nama TUHAN. Sebab semua yang tidak kudus akan dikuduskan oleh Firman TUHAN dan oleh doa. Bahwa TUHAN yang menciptakan babi itu sanggup menguduskannya.

>> Markus  16:18             mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut,
                                            mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya
                                            atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Anak-anak ALLAH tidak akan mati oleh racun maut. Asal bukan untuk pameran kesombongan atau berunsur kesengajaan. Jika ada orang memasukkan racun secara licik ke kita, maka itu tidak akan membunuh kita. Apalagi hanya masalah makan babi. ALLAH yang berkuasa melarang, ALLAH juga berkuasa memperbolehkan;

>> Kisah  11:9    Akan tetapi untuk kedua kalinya suara dari sorga berkata kepadaku: Apa yang
                             dinyatakan halal oleh Allah, tidak boleh engkau nyatakan haram!??

Jadi, ayat tersebut dengan jelas sekali menyatakan bahwa Advent yang semula benar itu kelak akan murtad dan mengikuti ajaran setan-setan. Mereka berusaha menyelubungkan kejahatannya dengan larangan-larangan makanan sebagai seolah-olah disitulah letak kesalehan mereka;

>> Kolose    2:20                Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari
                                           roh-roh  dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa
                                            peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:
                      2:21  jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini;
                      2:22  semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan
                                            hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.
                      2:23  Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan
                                            ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada
                                            gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.

Nyatalah bahwa semua itu hanyalah kedok bagi keduniawian mereka.
Posting Komentar