Minggu, 30 November 2014

DAMPAKNYA TUH DISINI

Sekalipun pada dasarnya manusia ini jahat, namun masalah ekonomi memiliki kaitan yang erat dengan tindak kejahatan. Jika orang kaya saja masih bisa melakukan kejahatan korupsi, lebih-lebih orang miskin yang terdesak perekonomiannya. Himpitan ekonomi akan dijadikan alasan untuk menghalalkan perbuatan jahatnya.

Orang kaya korupsi adalah karena dia memiliki jabatan. Tapi hatinya adalah maling, sehingga seandainya dia tidak mempunyai pekerjaan, maka diapun akan melakukan hal yang sama, yaitu maling ayam.

Dari jenis-jenis maling, yang paling praktis dan menjanjikan penghasilan yang besar adalah merampok - menodong orang dengan senjata tajam. Dan kejahatan ini sudah merajalela sebelum adanya kenaikan harga BBM. Maka betapa lebih menyeramkannya angka kejahatan ini setelah kenaikan harga BBM.

Pemerintah lepas tangan dengan kejahatan yang terjadi, seakan-akan tidak mempunyai andil di dalam meningkatkan angka kejahatan. Padahal sebagian besar kejahatan dipicu oleh masalah perekonomian yang pengemudinya adalah pemerintah.

Di zaman ini banyak uang atau sedikit uang, kaya atau miskin, penampilan anda keren-keren, mengesankan sebagai orang yang banyak duitnya. Penampilan anda yang keren, mau tak mau adalah sasaran pertama para penjahat. Untuk memelihara penampilan anda yang keren, anda membutuhkan keamanan. Keamanan bukanlah soal polisi atau hukum. Sebab para penjahat itu tak pernah takut dengan polisi dan hukum. Mereka hanya takut miskin dan kelaparan.

Keamanan harus memiliki dimensi yang luas, selain dari polisi dan hukum, yaitu martabat hidup manusia. Jika manusia bisa hidup secara bermartabat - cukup sandang pangan, maka niat jahat bisa dikendalikan. Tapi jika hidup tak bisa bermartabat, maka orang berimanpun bisa goyang imannya dan berubah menjadi jahat. Karena itu kenaikan harga BBM ini mau tak mau akan memberikan reaksi yang keras terhadap anda, sekalipun anda tak masalah dengan melambungnya harga-harga. Sekalipun harga-harga barang tak mengancam anda, namun fisik dan nyawa anda semakin tidak aman, baik di rumah maupun di jalan.

Jadi, anda akan terkena akibat tidak langsungnya yaitu kejahatan. Karena itu jangan mesam-mesem dengan tindakan bodoh Jokowi menaikkan harga BBM. Salah-salah sebelum 1400 waduk dan jalan toll itu jadi, nyawa anda sudah melayang karena dirampok. Coba anda renungkan baik-baik; bisa terjadi atau tidak hal itu?

Masihkah anda mendukung kenaikan harga BBM? Sama artinya dengan anda memberikan golok kepada penjahat supaya merampok anda, bukan?! Karena itu mari kita menuntut pemerintah supaya memberikan keamanan, yaitu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakatnya.

Mari kita melihat bukan sebatas pada permukaannya saja, tapi berusaha menggali kedalamannya. Dalamnya tuh seperti apa oleh kenaikan harga BBM ini?

Pemerintah memang hanya menaikkan harga BBM. Tapi dampaknya semua harga barang-barang berjoget yang menggelisahkan pikiran orang-orang miskin. Kegelisahan pikiran orang-orang miskin yang tidak memiliki kerohanian yang kuat akan mendorong mereka berbuat jahat. Mereka nekat keluar rumah menyandang golok dan mengintai anda.

Posting Komentar