Senin, 30 Maret 2015

INI NEGARA RAKYAT

Amanah TUHAN dan amanah negara, yaitu berdasarkan UUD 1945 adalah supaya seorang presiden itu memperhatikan dan menolong orang-orang miskin, bukan memperkaya orang-orang kaya. Pemerintah memungut pajak dari orang-orang kaya adalah untuk menjaga keseimbangan antara kaya dengan miskin. Nah, jika kedapatan kenyataan pemerintahan ini semakin memperkaya orang-orang kaya dan semakin menyengsarakan orang-orang miskin, maka itu adalah pelanggaran yang sangat serius yang harus dihadapkan ke sidang pengadilan.

Jika "polisi tembok" dan "pengadilan tembok", yakni lembaga-lembaga keadilan yang resmi tidak sanggup menjalankan fungsinya dengan baik, maka masyarakat berhak mengambil alih fungsi kepolisian dan pengadilan. Jika hukum resmi yang dihormati tidak berfungsi maka hukum rimbalah yang terpaksa berlaku.

Rakyat sudah puluhan tahun menunggu janji-janji pemerintah, mulai dari zaman Soekarno ke Soeharto ke Habibie, ke Gus Dur, ke Megawati, ke SBY, hingga kini sampai ke presiden yang ke-7: Jokowi. Dan ternyata semuanya itu janji-janji palsu. Pemerintahan ini tak ada bedanya dengan pemerintahan kaum penjajah, justru terlihat kejam karena penuh intrik pengkhianatan terhadap kedaulatan bangsa sendiri.

Karena itu adalah waktunya bagi kita untuk bangkit!

Jika kita berdiri pada amanah TUHAN dan amanah negara, maka TUHAN ada bersama-sama kita. Perjuangan demi kepentingan orang banyak adalah perjuangan yang mulia dan suci. Dan saya sebagai rohaniawan tak bisa tidak di sini. Jiwa saya marah sekali menyaksikan semua ini.


Tidak ada komentar: