Kamis, 30 April 2015

TAK ADA YANG GRATIS

Di dunia ini tak ada yang gratis. Yang gratis ya cuma nyawa dari TUHAN dan udara. Tapi kalau sampai jatuh sakit, ya seperti sudah jatuh tertimpa tangga; merasakan sakit dan bayar dokter. Kalau sakit sesak nafas, ada udara bikinan manusia yang dijual mahal.

Demikian halnya dengan toll laut, waduk maupun pelabuhan yang konon dibiayai oleh Tiongkok. Jokowi dengan entengnya berkata: "Lihatlah 2 hingga 5 tahun ke depan, semua proyek infrastruktur itu akan selesai." Jokowi saking bodohnya sehingga tidak mengerti kalau setelah itu semua jadi, Tiongkok akan memungut biaya. Masuk toll bayar, masuk waduk bayar, masuk pelabuhan bayar, bahkan masuk anginpun bayar. Setelah masyarakat rajin membayar, maka akan ada kenaikan, lalu akan ada penyesuaian tarip, lalu akan ada alasan sudah beberapa tahun belum naik sekaranglah waktunya menaikkan. Itu semua 'kan gagasan Soeharto, bapak pembangunan?! Orang yang paling jago menghisap darah rakyat?!

Memangnya Tiongkok itu malaikatkah sehingga baik sekali, yang TUHAN sendiri belum pernah investasi bidang apapun sejak Adam dan Hawa lahir, malahan suka memintai umatNYA persembahan persepuluhan?! TUHAN saja komersiil, apalagi Tiongkok!

Kita beli bus dengan harga mahal saja oleh Tiongkok dikasih bus yang sudah karatan. Betapa berbahayanya menerima sesuatu dari Tiongkok yang gratisan, ya nggak?! Jokowi ketika masih walikota Solo saja sudah suka bohong, apalagi setelah menjadi presiden. Bisa jadi malah berlipat-lipat bohongnya. Karena itu dengar Jokowi ngomong, boleh, tapi untuk percaya, jangan dulu! Jika anda bercita-cita ingin menjadi penipu ulung, belajarlah pada Jokowi. Bayar mahalpun tidak masalah, tapi anda pasti akan jadi ahli tipu-menipu.

SIAPA SIH JUSUF KALLA ITU?

Masyarakat anti-korupsi marah pada Jokowi kalau duet dengan JK yang diduga kuat KKN di era SBY

http://www.luwuraya.net/2014/05/masyarakat-anti-korupsi-marah-dan-kecewa-pada-jokowi-kalau-berdampingan-dengan-jusuf-kalla-yang-diduga-kuat-kkn-di-era-sby-gus-dur/

luwurayanet- PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan Jokowi diingatkan agar tidak memakai Jusuf Kalla sebagai cawapres Jokowi sebab ada dugaan KKN Kalla grup,Bukaka grup dan Bosowa grup selama jadi wapres 2004-2009 era Presiden SBY, bisa dilaporkan ke KPK. Ini masalah serius yang pasti menggerus dan merusak kredibilitas Jokowi jika berduet dengan JK, bahkan reputasi Jokowi bakal habis dan PDIP amblas pula.
Demikian pandangan peneliti independen Ir Abdulrachim lulusan ITB dan aktivis Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi serta peneliti Yayasan Indonesia Baru Fathor Rasi MA. Mereka menyatakan berbagai kelompok masyarakat pro-Jokowi akan melaporkan Ke KPK soal dugaan KKN grup JK itu, kalau Jokowi berduet dengan JK.
”Masyarakat anti-korupsi sangat marah dan kecewa pada Jokowi kalau berdampingan dengan Jusuf Kalla yang diduga kuat KKN di era SBY dan Gus Dur dulu,” kata Abdulrachim.
Dalam catatan kajian Abdulrachim dan Adhie Massardi, ada dugaan kuat bahwa Kalla grup,Bukaka grup dan Bosowa grup Intim grup yang semuanya merupakan bisnis keluarga Jusuf Kalla, mendapatkan banyak sekali proyek besar pada waktu JK menjabat sebagai Wakil Presiden 2004-2009. Proyek2 itu antara lain adalah pembangunan PLTA di Sulawesi Selatan ,Bukaka mendapat order pembangunan PLTA di Ussu di Kabupaten Luwu’ Timur, berkapasitas 620 MW; sebuah PLTA senilai Rp 1,44 trilyun di Pinrang; Bukaka juga membangun PLTA dengan tiga turbin di Sungai Poso, Sulawesi Tengah, yang akan berkapasitas total 780 MW.
”Selain ditengarai memainkan pengaruh kekuasaan untuk mendapatkan bisnis ini, pelaksanaannya pun kerap melanggar aturan. PLTA Poso, misalnya, mulai dibangun sebelum ada AMDAL yang memenuhi syarat. (Juga jaringan SUTET-nya ke Sulawesi Selatan & Tenggara dibangun tanpa AMDAL).di Sumatera Utara, kelompok yang dipimpin Achmad Kalla, adik kandung Wakil Presiden mendapat order pembangunan PLTA di Pintu Pohan, atau PLTA Asahan III berkapasitas 200 MW .Selain itu, Bukaka juga terlibat dalam pembangunan pipa gas alam oleh PT Bukaka Barelang Energy senilai US$ 750 juta – setara dengan Rp 7,5 trilyun – yang akan terentang dari Pagar Dea, Sumatera Selatan, ke Batam; pembangunan pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) senilai US$ 92 juta – atau Rp 920 milyar – di Pulau Sembilang, dekat Batam; pembangunan pembangkit listrik tenaga gas di Sarulla, Tarutung, Sumatera Utara, yang akan menghasilkan 300 MW. Yang paling baru adalah rencana pembangunan 19 PLTA berkekuatan 10.000 MW,” ungkap Abdulrachim.
Rencana ini , ungkapnya, dinilai berbahaya secara ekonomi karena Kalla mendorong BPD-BPD se Indonesia yang membiayainya dengan mengandalkan dana murah di bank-bank milik pemda tersebut. Masalahnya, dana murah itu adalah dana jangka pendek, sedangkan pembangunan PLTA adalah proyek berjangka waktu panjang. Rata-rata baru setelah 7 tahun, ada duit yang masuk. Jika terjadi sedikit saja goncangan, BPD-BPD bakal semaput karena dana jangka pendek mereka dipakai untuk membiayai proyek jangka panjang. Kengototan Kalla bisa dimaklumi karena kelompok-kelompok Bukaka, Bosowa , dan Intim (Halim Kalla) termasuk paket kontraktor pembangunan 19 PLTU itu.
Menurutnya, Kelompok Bosowa mendapat order pembangunan PLTU Jeneponto di Sulsel, tanpa tender (Rakyat Merdeka, 7 Juni 2006), sedangkan kelompok Intim milik Halim Kalla yang juga salah seorang Komisaris Lion Air akan membangun PLTU berkapasitas 3 x 300 MW di Cilacap, Jateng, dengan bahan baku batubara yang dipasok dari konsesi pertambangan batubara seluas 5.000 ha milik kelompok Intim di Kaltim (GlobeAsia, Sept. 2008, hal. 38). Masih banyak lagi proyek2 lainnya seperti Monorail di DKI (akhirnya batal ),beberapa bandara, jalan tol dsb.
”Demikianlah sepak terjang Jusuf Kalla dan kelompok bisnis keluarganya ketika JK menjabat sebagai Wapres 2004-2009. Karena itu sangat berbahaya bila JK menjadi cawapres Jokowi dan akhirnya menjadi Wapres bilamana pasangan Jokowi-JK menang . Pemerintahan Jokowi-JK akan menjadi pemerintah KKN yang meluas ke-daerah2, sulit untuk memberantas korupsi dan akan mengulangi pola 2004-2009,yaitu mengambil alih Golkar dan akan mendominasi pemerintahan Jokowi dg Golkarnya. Kita menjadi mundur kembali kemasa lalu berputar-putar lagi dengan masalah KKN, sementara negara-negara lain makin maju dan rakyatnya makin sejahtera. Usia JK sudah 72,mungkin sekarang terlihat sehat,namun sudah tidak sekuat 5 tahun yang lalu dan menurut rata2 orang Indonesia sudah terlalu berat untuk melaksanakan tugas tugas negara yang berat, dari hari ke hari. Di sosial media JK banyak disindir, pak tua…diluar banyak angin, ….siap-siap Kerokan ….dsb,” tutur Abdulrahim dan Adhie Masardi atas dugaan KKN tersebut di atas.
Menurut Abdulrahim dan Fathor Rasi JK adalah tokoh bangsa yang dihormati saat ini karena telah menduduki berbagai jabatan tinggi dan telah sangat senior , sangat rugi kalau terus menerus dijadikan bulan-bulanan ,sindiran yang bernada melecehkan dan diungkit-ungkit masalah KKN nya. Kalau JK tetap ngotot untuk menjadi Cawapres Jokowi, maka serangan-serangan itu akan terus berlanjut dan meningkat,karena masalah-masalah KKN,umur yang telah lanjut itu tetap melekat didalam diri JK.
”Sehingga apabila jadi maju sebagai Cawapres Jokowi bukannya menambah nilai Jokowi,namun akan mengurangi nilai Jokowi,bahkan akan menjadi fokus serangan dari lawan2 politik karena memang menjadi titik lemah Jokowi-JK. Bukannya tidak mungkin akan ada kelompok masyarakat yang menuntut KPK agar menyelidiki kasus-kasus KKN JK sewaktu menjadi Wapres Jendr ( purn ) SBY 2004-2009 . Sedangkan pembelaan dari pengurus dan konstituen Golkar tidak mungkin diharapkan, karena mereka hanya bisa bergerak apabila disediakan logistik yang cukup. Oleh karena itu kemungkinannya sangat besar pasangan Jokowi-JK akan kalah secara telak,” kata Abdulrachim, peneliti independen yang menjadi pendukung Jokowi dari Alumni ITB itu. (lrn/rim).





PRESIDEN TUKANG BUNUH - 2

Preman atau begal saja masih belum ada yang membunuh orang sebanyak Jokowi, ya?!

PRESIDEN TUKANG BUNUH

Ada 64 nyawa disiapkan untuk dieksekusi oleh presiden Jokowi;

Eksekusi Mati Gelombang Ketiga Disiapkan

http://palembang.tribunnews.com/2015/04/30/eksekusi-mati-gelombang-ketiga-disiapkan

SRIPOKU.COM, JAKARTA — Pelaksanaan eksekusi mati gelombang kedua terhadap 8 terpidana mati sudah dilakukan, Rabu (29/4/2015) dini hari, di Nusakambangan, Jawa Tengah.
Kapuspenkum Kejaksaan Agung Tony Spontana mengatakan, ‎setelah pelaksanaan eksekusi mati gelombang kedua ini, maka pihaknya pada minggu depan akan melakukan evaluasi.
"Rencananya, pekan depan, kami akan rapat evaluasi atas eksekusi gelombang kedua," ucap Tony, Kamis (30/4/2015) di Kejaksaan Agung, Jakarta.
Setelah evaluasi, Tony mengatakan, pihak Kejaksaan Agung akan menentukan rencana eksekusi gelombang ketiga. Penentuan termasuk soal waktu eksekusi gelombang ketiga dan jumlah terpidana yang akan dieksekusi.
"Nanti dipikirkan, apakah ada jeda waktu hingga sebulan ke depan atau bagaimana. Nanti disampaikan," ujarnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data Kejaksaan Agung, hingga awal 2015, secara total terdapat 64 napi narkotika yang divonis dengan hukuman mati.
Enam di antaranya sudah dieksekusi pada gelombang pertama, 18 Januari 2015. Pada gelombang kedua, Rabu (29/4/2015), delapan terpidana mati juga dieksekusi.
Kini sedikitnya ada 50 napi yang menunggu giliran eksekusi mati dari anggota Brimob Polri.
Hampir dari semua napi itu sudah mengajukan upaya hukum. Langkah tersebut termasuk upaya hukum luar biasa dengan mengajukan pengampunan dari Presiden Jokowi.

TAK ADA YANG HARUS DIANGGAP ANEH

Pak Sonny merasa senang Mahkamah Konstitusi memasukkan penetapan tersangka sebagai objek praperadilan, sekalipun banyak pihak, seperti KPK merasa keberatan karena akan merepotkan dan berbelit-belit. Tapi apa  pendapat saya?

Di negeri kocar-kacir ini, apa sih yang tidak bisa dibuat? Seorang presiden saja secara terang-terangan berani mengajukan seorang tersangka korupsi sebagai Kapolri. Anggota DPR saja berani secara terang-terangan membentuk kelompok-kelompokan, seperti:  Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat. Mereka tidak peduli dengan kebenarannya, yang penting menang-menangannya. Siapa yang terbanyak suaranya dialah yang menang. Seorang hakim Sarpin saja berani membuat pernyataan gila bahwa polisi itu bukan termasuk penegak hukum. Seorang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masih juga dilantik oleh Jokowi sebagai Sekda Sumut. Jadi, apa anehnya dengan keputusan MK memasukkan penetapan tersangka sebagai objek praperadilan, menguatkan pendapat hakim Sarpin yang sanggup membebaskan tersangka narkoba dan koruptor?! Sementara kita tahu bahwa dibalik hakim Sarpin itu ada Jusuf Kalla, wakil presiden, orang ke-2 di negeri ini yang bisa berbuat apa saja, yang tidak aneh jika beliaulah yang menghabisi Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, serta yang memilih Ruki untuk mengerem gerakan KPK?!

Bahkan dikepolisian, polisi yang berjasa menghabisi KPK dinaikkan jabatannya. Tidak aneh kalau ada orang duduk di kursi yang terbalik di negeri ini. Saya hanya berprinsip; jika baik ya syukurlah, jika tidak baik, ya tidak aneh. Sebab semua orang sudah setuju bahwa politik itu kotor.

Lebih-lebih hakim konstitusinya Anwar Usman, seorang hakim konstitusi yang diduga terlibat kasus suap Akil Mochtar. Si Sarpin gendeng, si Anwar sinting, malah klop, 'kan?! Tapi saya ijinkan bertanya pada pak Sonny, supaya saya mengetahui peta pikiran pak Sonny: Jika misalnya Budi Gunawan itu terbukti koruptor, apakah pak Sonny masih setuju dia menjabat Kapolri/Wakapolri? Jika pak Sonny menjawab setuju, itu tandanya kita angkot beda trayek yang nggak bakalan ketemu. Yang jelas semua orang yang membayang-bayangi pak Sonny adalah orang-orang yang bermasalah, seperti: Megawati, Jokowi, Jusuf Kalla, Sarpin, Anwar Usman, Budi Gunawan, dan lain-lainnya. Sekalipun orang-orang yang membayang-bayangi saya juga bukanlah orang yang bersih, seperti: Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Tapi catatan terakhir mereka jauh lebih baik dari kelompoknya pak Sonny. Masa lalu sama-sama buruk, tapi masa kininya berbeda. Dan saya tidak malu bahwa saya mempunyai perjalanan hidup yang serupa mereka.




MK Putuskan Penetapan Tersangka Termasuk Obyek Praperadilan

http://nasional.kompas.com/read/2015/04/28/14064101/MK.Putuskan.Penetapan.Tersangka.Termasuk.Objek.Praperadilan

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahkamah Konstitusi mengabulkan sebagian permohonan yang diajukan terpidana kasus bio remediasi Chevron Bachtiar Abdul Fatah terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHAP).
Mahkamah menyatakan, Pasal yang dimohonkan Bachiar, yakni Pasal 1 angka 14, Pasal 17, dan Pasal 21 ayat (1) dan Pasal 77 KUHAP inkonstitusional terhadap Pasal 1 ayat (3), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 28I ayat (5) UUD 1945 karena mengabaikan prinsip hak atas kepastian hukum yang adil.
Mahkamah mengubah ketentuan Pasal 77 KUHAP tentang obyek praperadilan. Mahkamah menambah penetapan tersangka, penggeledahan, dan penyitaan termasuk sebagai obyek praperadilan.
"Alasannya bahwa pada saat KUHAP diberlakukan pada tahun 1981, penetapan tersangka belum menjadi isu krusial dan problematik dalam kehidupan masyarakat Indonesia," kata Hakim Konsitusi Anwar Usman membacakan putusan dalam persidangan.
"Upaya paksa pada masa itu secara konvensional dimaknai sebatas pada penangkapan, penahanan, penyidikan, dan penuntutan. Namun, pada masa sekarang, bentuk upaya paksa telah mengalami berbagai perkembangan atau modifikasi yang salah satu bentuknya adalah 'penetapan tersangka oleh penyidik' yang dilakukan oleh negara dalam bentuk pemberian label atau status tersangka pada seseorang tanpa adanya batas waktu yang jelas," tambah Anwar.
Selain itu, Mahkamah juga mengubah Pasal 1 angka 14, Pasal 17, dan Pasal 21 ayat (1) dengan menabahkan frasa 'minimal dua alat bukti' dalam proses penetapan dan penyidikan seseorang sampai menjadi tersangka. Sebelumnya dalam pasal-pasal itu tidak dijelaskan jumlah bukti permulaan.
Pasal 1 angka 14 KUHAP, misalnya, lanjut Anwar, menyebutkan penetapan tersangka hanya didasarkan pada bukti permulaan tanpa disebutkan jumlah alat bukti.
Berbeda dengan Pasal 44 ayat (2) UU Komisi Pemberantasan Korupsi yang menyebutkan bahwa bukti permulaan yang cukup telah ada apabila ditemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti.
"Bahwa asas due process of  law sebagai perwujudan pengakuan hak-hak asasi manusia dalam proses peradilan pidana menjadi asas yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak, terutama bagi lembaga-lembaga penegak hukum," ujar Anwar.
Dalam putusan ini, tiga hakim dissenting opinion. Mereka adalah I Dewa Gede Palguna, Muhammad Alim, dan Aswanto. Mereka menganggap dalam Pasal 77, penetapan tersangka tetap bukan menjadi bagian dari obyek praperadilan.
Bachtiar Abdul Fatah divonis 2 tahun penjara dan denda Rp 200 juta pada Oktober 2013. Bachtiar dinyatakan bersalah dalam proyek normalisasi lahan tercemar minyak atau bioremediasi di Riau pada kurun 2006-2011.
Bachtiar sebelumnya sudah dibebaskan berdasarkan putusan praperadilan. Namun, dia ditahan kembali sejak 17 Mei 2013.


Hakim Konstitusi Maria dan Anwar Usman Belum Tentu Terlibat Suap

http://www.tribunnews.com/nasional/2013/10/16/hakim-konstitusi-maria-dan-anwar-usman-belum-tentu-terlibat-suap

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memeriksa dua hakim konstitusi terkait dugaan suap terhadap ketua Mahkamah Konstitusi (MK) nonaktif Akil Mochtar.
Akil sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Kepala Daerah Kabupaten Gunungmas dan Kabupaten Lebak.
Dua hakim yang diperiksa KPK adalah panel hakim Akil yakni Maria Farida Indrati dan Anwar Usman.
Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun, mengatakan dalam kasus dugaan suap tersebut, kedua hakim tersebut bisa saja tidak terlibat karena Akil Mochtar bisa memanfaatkan jabatannya sebagai ketua Makamah Konstitusi (MK) dan Ketua panel untuk memaksakan keputusan.
"Bisa jadi dalam konteks Pak Akil yang didampingi dua hakim konstitusi lainnya Bu Maria dan Pak Anwar Usman, bisa jadi mereka membiarkan saja apa yang dipaksakan oleh Akil. Kita tahu kan AM ini kan selain itu dia ketua panel, dia juga ketua MK. Dia bisa 'memaksakan' sebuah keputusan. Hakim lain bisa jadi cuma sekedar membiarkan saja, tak mau ribut dalam kasus Lebak misalnya," ujar Refli di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta, Rabu (16/10/2013).
Refli mengatakan harus tetap menghargai asas praduga tak bersalah hingga terbukti di pengadilan. Refli yang pernah mengadukan Akil memeras Bupati Simalungun JR Saragih tahun 2010 mengatakakan keputusan MK ada yang normal dan tidak normal.
"Nah keputusan yang normal itu bisa saja tidak ada suapnya, bisa saja diperas pemenangnya. Apalagi yang tidak normal. Saya katakan normal dan tidak, tak menentukan normal dan tidak semua punya potensi suap. Kita tidak bisa berspekulasi keputusan normal tidak ada suapnya. Karena suap itu sendiri sebenarnya terjadi pada semua putusan, normal atau tidak normal," kata dia.

Rusak Kredibilitas MK
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2013/10/04/54603/rusak-kredibilitas-mk/#.VUJ2ovDQO60

MedanBisnis - Jakarta. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD merasa terpukul atas peristiwa tertangkapnya Ketua MK Akil Mochtar yang diduga terlibat kasus suap. "Sulit memulihkan nama MK karena sudah dirusak dan dihancurkan oleh Pak Akil," katanya, di Yogyakarta, Kamis (3/10). Menurut dia, MK tidak akan pulih dalam waktu satu tahun ke depan setelah dirusak oleh penerusnya. "Bekerja apa pun diejek oleh orang," ujar Mahfud.

Kasus suap pemilihan kepala daerah Kabupaten Gunung Mas, ini kalau bupati incumbent (Hambit Bintih) kalah, kata Mahfud, dikira dia dikorbankan. Kalau dimenangkan diduga karena uang suapnya itu.

"Itu akan begitu terus. Karena sudah dirusak oleh cara Pak Akil, kalau dia benar terlibat dalam kasus ini," kata Mahfud, yang ditunjuk menjadi salah satu dari 5 anggota Majelis Kehormatan Konstitusi untuk kasus Akil.

Empat orang lainnya adalah Prof Bagir Manan (Ketua Dewan Pers dan mantan Ketua Mahkamah Agung), Prof Hikmahanto Juwana (guru besar FH Universitas Indonesia), Dr Abbas Said (Wakil Ketua Komisi Yudisial) dan Dr Hardjono (hakim MK).

Mahfud mengaku belum tahu cara memulihkan nama baik MK. Butuh waktu lama untuk memulihkan nama MK yang sudah tercoreng itu.

Sementara itu, 8 hakim konstitusi berkomitmen mengembalikan integritas dan kredibilitas MK. Mereka adalah Hamdan Zoelva, Patrialis Akbar, Haryono, Maria Farida, Muhammad Salim, Ahmad Fadlil Sumadi, Anwar Usman, dan Arief Hidayat.

"Kami 8 orang hakim konstitusi bersepakat tadi malam, kami akan tetap berupaya menjaga integritas kami untuk berkomitmen bagaimana agar reputasi MK kembali tetap pada posisi yang terbaik sebagaimana sebelumnya," ujar hakim konstitusi Patrialis Akbar. (tnr)

JOKOWI TAK MASUK?

Sejumlah Tokoh Hadiri Malam Penganugerahan Tokoh Perubahan Republika

http://news.detik.com/read/2015/04/30/215054/2903048/10/sejumlah-tokoh-hadiri-malam-penganugerahan-tokoh-perubahan-republika?nd772204btr

Jakarta - Sejumlah tokoh baik kepala daerah, pimpinan lembaga maupun tokoh agama malam ini berkumpul di Ballroom Djakarta Theater. Mereka hadir untuk 'Malam Penganugerahan Tokoh Perubahan Republika'.

Pantauan di Ballroom Djakarta Theater‎, Jalan MH Thamrin, Jakpus, Kamis (30/4/2015) malam, tampak sejumlah tokoh duduk di barisan depan tamu undangan.

Di antaranya adalah Kapolri Badrodin Haiti, ketua KPK Taufiqurrahman Ruki, ketua MPR Zulkifli Hasan, ketua DPD Irman Gusman, Menteri Komunikasi Rudiantara, Menteri Bappenas Andrinof Chaniago, Menakertrans Hanif Dahiri, mantan menteri Djoko Suyanto.

Sementara,‎ penerima anugerah 'Tokoh Republika' tahun ini adalah Abdullah Azwar Anas (bupati banyuwangi), Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya)‎, Nurdin Abdullah (Bupati Bantaeng), Bhayu Subrata dan Pratama Widodo (inisiator one day one juz), Din Syamsuddin (ketua umum PP Muhammad).

‎Selain itu, hadir 6 orang tamu dari komunitas Muslim Amerika yang merupakan cendekiawan, pengusaha dan pejabat yaitu Alejandro J Beatul, Farooq Kathwari, Jihad Turk, Mustafa Tameez, Shaarik H Zafar, dan Imam Shamsi Ali yang merupakan imam masjid New York.

Direktur Utama PT Republika Media Mandiri Erick Tohir mengatakan tokoh perubahan Republika adalah event tahunan yang rutin digelar oleh Republika sebagai media muslim terbesar.‎ "Ini bagian dari ekspresi mengaplikasikan ajaran Islam dalam konteks sehari-hari," ucap Erick.


JUMLAH ORANG STRES MENINGKAT

HIDUP SEMAKIN BERAT, IMAN LEMAH;

Kalau orang bunuh diri karena tekanan ekonomi, pasti beritanya masuk di koran atau televisi. Tapi bagaimana dengan yang tidak bunuh diri, yang pikirannya jebol sehingga stres atau depresi? Apakah masuk koran? Apakah tercatat datanya?

Selama sebulan lebih saya di Medan, di warung-warung kopi, saya selalu menjumpai orang-orang stres. Mereka duduk menyendiri, melamun, lalu ngomong sendiri. Kebanyakan usia sudah ubanan antara 40-60 tahunan. Di Medan yang mencolok sekali jumlahnya. Sedangkan kalau di kota-kota lain yang mencolok orang gilanya. Selalu saja saya jumpai orang-orang gila baru. Itu terlihat dari pakaian yang dikenakannya masih bagus. Kebanyakan perempuan dan berusia muda; 30 tahunan.

Saat ini sudah 10 harian saya di kota Pekan Baru - Riau. Di sini juga banyak sekali orang gila baru yang berkeliaran di jalan-jalan. Di sini yang kebanyakan laki-laki usia: 30-60 tahunan.

Saya teringat ketika masih di Jakarta, 7 bulanan yang lalu, di daerah Senen, sekitar jam 24 malam ada perempuan 40 tahunan yang berdandan menor barusan keluar dari sebuah kampung, melongak-longok ke dalam kampung seperti ada yang dikuatirkannya. Saya tidak tahu apa masalahnya. Hanya saja terlintas dalam pikiran saya jangan-jangan perempuan itu baru mulai mencoba-coba menjual diri [melacur]. Iiih, bergidik bulu roma saya.

Adakah tekanan ekonomi sudah sedemikian dahsyatnya melebihi tsunami Aceh? Lihat, berita-berita ini!

Waduh... Makin Banyak Orang Stres, Pasien RSJ Melonjak

http://www.jpnn.com/read/2015/03/22/293723/Waduh...-Makin-Banyak-Orang-Stres,-Pasien-RSJ-Melonjak

Minggu, 22 Maret 2015 , 03:22:00

MALANG - Persoalan ekonomi yang kian sulit membuat banyak warga stres. Tidak jarang, mereka harus masuk Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang.

Di rumah sakit yang didirikan pada zaman Belanda itu, setiap hari tercatat ada sekitar 20 orang yang masuk untuk rawat inap karena gangguan jiwa. Yang rawat jalan setiap hari tidak kurang dari 100 pasien.

Herie Juwanto, Kasubbag Humas RSJ Lawang, menyatakan bahwa pada 2015 jumlah pasien yang dirawat di RSJ Lawang meningkat daripada 2014. Pada 2014, pasien yang masuk ke RSJ Lawang sekitar 8-9 orang per hari. Begitu juga yang ra­wat jalan, jumlahnya tidak mencapai 90 pasien.

Hingga kini, jumlah pasien RSJ Lawang mencapai 560 atau 80 persen dari 700 kapasitas kamar yang disediakan. Para pasien terdiri atas remaja, dewasa, dan lanjut usia. Dari jumlah itu, pasien didominasi laki-laki.

Peningkatan sangat drastis tersebut, menurut dia, selain karena semakin banyaknya warga yang mengalami gangguan jiwa, disebabkan adanya kerja sama RSJ Lawang dengan RSJ Menur Surabaya. Jadi, masyarakat yang yang dirawat di RSJ Menur dari daerah Banyuwangi, Situbondo, Lumajang, Jember, Tulungagung, Blitar, Kediri, Jombang, Madiun, Trenggalek, dan Malang dipindah ke Lawang. ''Sebab, mereka semua ditangani melalui jamkesda,'' jelas Herie.

Saat disinggung penyebab gangguan jiwa yang dialami para pasien, dia menuturkan, kebanyakan karena masalah ekonomi. Misalnya, banyak utang dan tidak mampu membayar karena usahanya lagi seret. Selain itu, ada yang bingung dengan pekerjaannya lantaran dinilai tidak mampu mencukupi kebutuhan hidup. ''Untuk yang masalah ekonomi, kebanyakan dialami pasien laki-laki,'' katanya.

Sementara itu, pasien perempuan mengalami masalah cinta dan hubungan rumah tangga. Juga, masalah keluarga. Antara lain, perceraian hingga putus asa menjalani hidup.

Selain itu, ada pasien yang mengalami penurunan daya pikir progresif. Namun, kebanyakan yang diderita pasien berjenis skizofrenia, yaitu penyakit kepribadian terpecah belah.(ori/c1/lid/bh/mas/jpnn)

Stres Tak Cukup Biayai Hidup, Sekeluarga Diduga Bunuh Diri

http://www.jawapos.com/baca/artikel/15285/stres-tak-cukup-biayai-hidup-sekeluarga-diduga-bunuh-diri-

5/04/15, 05:50 WIB

KEDIRI – Pemerintah dan masyarakat seharusnya tidak meremehkan ekonomi yang semakin sulit. Sebab, tidak semua orang bisa bertahan dan berpikir positif untuk mencari jalan keluar atas beban ekonomi yang melilit.
Tindakan konyol Yudi Santoso, 41, yang memilih bunuh diri bersama keluarganya di Kediri, Jawa Timur, Jumat malam (3/4), karena tekanan ekonomi keluarga menjadi peringatan agar pemerintah, masyarakat, serta keluarga saling peduli atas kesulitan hidup orang-orang di sekitar.
Jawa Pos Radar Kediri melaporkan, status penganggur karena mengundurkan diri sebagai sales perusahaan farmasi dua bulan lalu membuat Yudi resah. Keuangan keluarga yang menjadi tanggung jawabnya pun langsung morat-marit. Apalagi satu-satunya sumber keuangan dari penghasilan istrinya, Fajar Retno, 38, yang bekerja sebagai supervisor di sebuah perusahaan farmasi, terhenti. Sebab, Retno ikut mengundurkan diri tanpa alasan yang jelas.
Yudi sudah berupaya bertahan dengan bekerja serabutan. Dia pun pindah rumah dari kontrakan di Kelurahan Semampir, Kecamatan Papar, Kabupaten Kediri, ke rumah orang tua di Desa Minggiran di kecamatan yang sama. Namun, semua usaha itu dirasa belum cukup. Sebab, mereka juga harus menanggung kebutuhan Ola, 7, anak semata wayang Yudi dan Retno yang baru kelas 1 SD. Di luar dugaan, kesusahan hidup tersebut membuat Yudi patah harapan.
Jumat (3/4) sekitar pukul 20.00, jasad Yudi ditemukan terbujur kaku bersama jasad Retno dan Ola. Di samping tiga jasad tersebut, polisi menemukan sebotol racun dan gelas. Meski mereka diduga bunuh diri, polisi masih menyelidiki untuk memastikan penyebab kematian.
Yang menemukan jasad satu keluarga tersebut adalah adik kandung Yudi, Aminur Hadi, 37. Aminur yang pulang dari Surabaya pada Jumat malam (3/4) mendapati rumah kakaknya dalam keadaan lengang. Dia mulai tidak tenang saat mencium bau busuk yang menyengat dari kaca nako kamar depan. Di kamar itulah biasanya sang kakak sekeluarga tidur. ’’Saya kira bau bangkai ayam,’’ kata pria yang disapa Amin itu sambil menunjuk kandang ayam yang tidak jauh dari kamar tersebut kemarin.
Saat itu, dia belum curiga kakaknya bersama istri dan anaknya sudah tewas. Sebab, dari luar rumah, terlihat televisi masih menyala. Namun, ketika dia mengetuk pintu, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Beberapa saat di luar, Hadi kemudian mendobrak pintu samping rumah hingga rusak.
Saat masuk kamar sang kakak itulah, darah Amin langsung tersirap. ’’Saat saya buka kamar paling depan, tubuh kakak saya sudah terkapar bersama istri dan anaknya,’’ ungkapnya. Amin pun berlari meminta bantuan warga. Beberapa warga lain langsung melapor ke perangkat desa dan polisi.
Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan di halaman tengah buku. Buku tersebut, tampaknya, sengaja dibiarkan terbuka agar bisa dibaca siapa pun yang masuk ke kamar itu. Tulisan tangan dengan tinta hitam tersebut berbunyi permintaan maaf Yudi dan istrinya atas keputusan mereka mengakhiri hidup.
Pesan tersebut juga mengungkapkan rasa lelah serta putus harapan atas situasi yang menekan mereka. Akhirnya, mereka sepakat mengakhiri hidup bersama-sama.
Amin mengungkapkan, motif bunuh diri memang cukup kuat. Sebab, dia mengetahui kondisi rumah tangga kakaknya yang tengah tidak harmonis. ’’Mereka hendak cerai,’’ jelasnya. Perceraian itu lebih dilatarbelakangi kondisi ekonomi.
Nurul Talqis, kakak Yudi, membenarkan bahwa ekonomi adiknya tengah terpuruk. Karena Yudi dan istri tidak lagi memiliki pekerjaan tetap, keluarga meminta mereka pulang ke rumah orang tua Yudi di Desa Minggiran. ’’Hitung-hitung hemat dan tidak keluar biaya kontrak rumah,’’ katanya.
Nurul yang tinggal di Surabaya menyatakan tidak tahu bahwa adiknya sangat terpukul setelah tidak bekerja. Meski tahu adiknya sedang dilanda kesulitan ekonomi, Nurul tidak menyangka Yudi akan mengakhiri hidup bersama istri dan anaknya.
Di TKP, tim identifikasi Polres Kediri terlihat mengambil sejumlah barang untuk dijadikan bukti. Berdasar waktu kematian, polisi memperkirakan ketiganya tewas sekitar tiga hari lalu.
Menurut Kapolsek Papar Ajun Komisaris Kamsudi, belum diketahui jenis racun yang ditemukan di kamar keluarga Yudi. Dia mengungkapkan, dari TKP, polisi menemukan minuman seperti air putih dan sedotan, bungkusan kopi hitam, serta minuman perasa berwarna kuning bening. Selain itu, ada satu botol semprot racun nyamuk dan serangga.
Karena Yudi dan Retno pernah bekerja di farmasi, polisi khawatir yang mereka konsumsi adalah jenis obat-obatan, bukan racun serangga. ’’Keduanya juga tahu tentang obat-obatan karena sudah lama bekerja di bidang farmasi,’’ tambah Kamsudi. Karena itulah, polisi curiga mereka sengaja menenggak racun jenis obat-obatan. ’’Kita tunggu saja hasilnya,’’ lanjutnya.
Hal lain yang baru terungkap adalah wasiat yang ditulis Yudi. Dalam pesan terakhirnya, Yudi memang meminta mereka bertiga dimakamkan dalam satu liang lahad. Namun, permintaan tersebut tidak dituruti keluarga.
Jenazah Yudi dimakamkan di pemakaman umum Desa Minggiran, Kabupaten Kediri. Sementara itu, jenazah istrinya, Fajar Retno, serta anak perempuannya, Ola, dibawa pulang keluarga ke Semarang untuk dimakamkan di sana.
’’Keluarga dari pihak perempuan meminta dimakamkan di Semarang. Kami memahami dan menghormati permintaan itu,’’ kata Hari, kakak ipar Yudi, di rumah duka di Dusun Morangan, Desa Minggiran, Kediri, kemarin.
Di dalam surat wasiat itu, Yudi juga meminta semua barang miliknya dijual untuk mengurus pemakaman. Jika kurang, dia pun meminta keluarga mengambil uang di ATM BCA yang disertai nomor PIN. Yudi juga memaparkan dua nomor ponsel keluarga Retno di dalam surat wasiat. Sayangnya, saat dihubungi koran ini siang kemarin, tidak satu pun nomor tersebut aktif.
Sebenarnya petugas tidak hanya menemukan surat wasiat. Ada pula catatan curahan hati (curhat) Yudi yang ditulis 18 lembar. Dari situ diketahui bahwa bunuh diri tersebut sebenarnya sudah menjadi kesepakatan antara Yudi dan Retno. ’’Mereka sepakat mengakhiri hidup dengan cara singkat,’’ terang Kamsudi.
Selain itu, keinginan Yudi dan Retno mengakhiri hidup dengan cara menenggak racun diketahui lewat SMS. ’’Mereka memang sempat saling SMS-an,’’ lanjutnya. Pesan singkat itu kali terakhir dikirim Selasa siang (31/3).
Mengenai persoalan ekonomi sebagai pemicu mereka mengakhiri hidup, Kamsudi menduga salah satu penyebabnya adalah Yudi yang belum juga mendapat pekerjaan dan ekonomi mereka hanya ditopang Retno. Karena kondisi itulah, Yudi dan Retno merasa sering tertekan sehingga memutuskan untuk bercerai. ’’Semua curhat itu ada di ponselnya,’’ ujar Kamsudi. (rq/JPNN/c23/kim)

Beban Hidup Makin Berat, Bunuh Diri Marak

http://news.okezone.com/read/2014/03/03/337/949447/beban-hidup-makin-berat-bunuh-diri-marak

Selasa, 4 Maret 2014

JAKARTA- Fenomena bunuh diri di kalangan masyarakat Indonesia semakin marak. Tercatat, ada sejumlah aksi bunuh diri yang menggemparkan.

Akhir Februari lalu, satu keluarga besar yang tinggal di dua kota berbeda Cirebon, Jawa Barat dan Pekalongan, Jawa Tengah tewas bunuh diri dengan meminum racun serangga. Aksi bunuh diri massal satu keluarga ini diduga karena keluarga terlilit hutang.

Memasuki awal Maret, seorang lelaki berusia 47 tahun tewas karena loncat dari lantai 4 parkiran sebuah mall di kawasan Grogol, Jakarta. Aksi nekat ini dilakukan diduga karena depresi tidak memiliki pekerjaan. Selain itu, Senin (3/3) seorang mahasiswa Unas nekat melompat dari lantai lima ITC Depok. Di Kramatjati, Sartono nekat bunuh diri di warungnya. Belum diketahui motif bunuh diri tersebut, namun diduga aksi nekat itu terkait erat dengan persoalan ekonomi.

"Orang mengambil keputusan bunuh diri biasanya karena ada masalah. Orang yang seperti ini umumnya merasa bahwa masalah yang mereka hadapi itu tidak ada jalan keluar dan tekanannya besar. Sehingga akhirnya mereka berpikiran pendek, pikirannya buntu dan kemudian mengambil keputusan untuk mengakhiri persoalan, penderitaannya adalah dengan bunuh diri," ungkap Psikolog Diennaryati Tjokrosuprihatono.

Dien Tjokro menambahkan, fenomena bunuh diri satu keluarga memang jarang terjadi. Kalau sampai terjadi bunuh diri massal dalam keluarga umumnya kepala keluarga tidak ingin keluarga yang ditinggalkan terbebani masalah. Oleh karena itu daripada hal seperti itu terjadi makanya satu keluarga diajak bunuh diri.

Sementara itu, Tokoh Nahdatul Ulama (NU) dari Jawa Tengah Eva Yuliana menambahkan, dalam ajaran agama manapun, baik Islam atau bukan bunuh diri adalah perbuatan yang tidak diperbolehkan. "Aksi bunuh diri adalah perbuatan yang naif, dan agama manapun melarang umatnya untuk melakukan bunuh diri," ucapnya.

Eva melanjutkan, orang yang melakukan bunuh diri artinya memiliki jiwa yang tidak sehat. Persoalan seberat apapun pasti ada jalan keluarnya. “Bunuh diri bukan jalan keluar terbaik untuk menyelesaikan persoalan seberat apapun,” katanya.
(ugo)


Karena Himpitan Ekonomi, Pemuda Gantung Diri di Semarang

http://www.indosiar.com/patroli/karena-himpitan-ekonomi-pemuda-gantung-diri-di-semarang_57278.html

indosiar.com, Semarang - Karena himpitan ekonomi keluarga, seorang pemuda pengangguran di Semarang, Jawa Tengah Rabu hari (13/12) nekat mengambil jalan pintas yaitu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.
Peristiwa gantung diri yang dialami pemuda bernama Tugio, warga Geong Songo, Kelurahan Manyaran, Semarang Barat itu pertama kali diketahui oleh Tuyem ibunya yang baru saja masuk ke dalam rumah usai memecah batu kali di samping rumah.
Wanita tua tersebut terhenyak karena saat masuk ke kamar, anaknya sudah tewas tergantung dengan seutas tali plastik. Warga sekitar yang datang ke rumah Tugio mengaku kaget mendengar kematian tetangganya yang tragis tersebut.
Belum diketahui secara pasti penyebab gantung diri, namun diperkirakan korban menempuh mati dengan cara tak wajar itu gara-gara stres karena himpitan ekonomi.(Agus Hermanto/Sup)

Tukang Sate Mencoba Bakar Diri di Jalan

indosiar.com, Batam - (Jumat : 27/03/2015) Lantaran kecewa ikut digusur dan dagangannya disita satpol pp, seorang tukang sate di Batam Kepulauan Riau mencoba membakar diri di jalan ramai dengan membawa bensin dan tabung gas. Ia mengaku kesal karena telah menyetor sejumlah uang kepada satpol pp, namun tetap saja ikut digusur.

Pedagang sate yang biasa disapa Pa Kumis ini  benar-benar marah dengan ulah satpol pp kota Batam. Ia mencoba mengakhiri hidupnya membakar dan meledakkan dirinya di tengah jalanan ramai. Aksinya tidak main-main. Ia menyirami tubuhnya dengan bensin, membawa tabung gas 3 kg dan sebilah pisau sambil duduk di tengah jalan.

Pa Kumis merasa satpol pp berlaku tidak adil terhadap diirnya lantaran menggusur dan menyita barang dagangannya padahal ia telah menyetor uang 200 ribu rupiah tiap bulan kepada oknum satpol pp. Berkali-bali petugas Polresta Barelang membujuknya karena aksinya membuat lalu lintas macet. Sempat mengikuti rayuan polisi namun Pa Kumis kembali ke tengah jalan sehingga membuat polisi pontang-panting.

Namun, Pa Kumis tidak begitu saja percaya pada polisi. Ia hanya mau menghentikan aksinya jika barang dagangnya dikembalikan satpol pp. Pa Kumis akhirnya luluh begitu istri dan anak datang.

Kepala satpol pp kota Batam berjanji menyelidiki oknum anak buahnya yang disebut-sebut Pa Kumis. Jika tidak direalisasikan Pa Kumis mengancam akan benar-benar mewududkan rencananya. (Saugi Sahab/Sup)

Wanita Bakar Diri

http://www.indosiar.com/patroli/wanita-bakar-diri_123376.html

indosiar.com, Sulawesi Barat - (Rabu : 25/02/2015) Mardaniah, warga Saleppa, Majene Sulawesi Barat nekat membakar dirinya sendiri dengan cara menyiram bensin dan menyulutnya dengan korek api. Diduga korban stres berat lantaran terbelit utang yang tak sanggup ia bayar hingga memilih jalan pintas.

Mardaniah yang mengalami luka bakar hingga 80 persen, langsung menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Majene Sulawesi Barat. Aksi nekad bakar diri yang dilakukan Mardaniah ini, dilakukan karena korban diduga stress, terlilit hutang yang tak mampu ia bayar.

Menurut Armiah, ketika aksi nekad yang dilakukan adiknya itu, ia bersama tetangga hingga sanak keluarga, dengan cepat  turun tangan menyelamatkan korban, dengan cara menyiramkan air untuk memadamkan api yang menjilat tubuh Mardianah.

Sementara menurut tim medis RSUD Majene, kondisi korban cukup parah, karena luka bakarnya mencapai 80 persen, terutama dibagian kepala. Hingga kini belum didapat informasi mengenai nasib korban, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD di Majene. (Edy Junaedi/Sup)

BERITA ABRAHAM SAMAD

Abraham Samad Ditahan Polda Sulselbar

http://news.liputan6.com/read/2222311/abraham-samad-ditahan-polda-sulselbar

Liputan6.com, Jakarta - Setelah menjalani pemeriksaan selama 7 jam, Ketua KPK nonaktif Abraham Samad akhirnya ditahan penyidik Polda Sulselbar. Abraham menjalani pemeriksaan dengan dicecar 40 pertanyaan.

Direktur Reskrimum Polda Sulselbar Kombes Pol Joko Hartanto mengatakan ada 2 alasan Abraham Samad ditahan. Yakni objektif dan subjektif. Alasan objektif sesuai Pasal 21 KUHP, tersangka diancam lebih lima tahun penjara.

"Dari analisa penyidik, berdasarkan fakta hukum dilakukan penahanan. Alasan secara subjektif, dapat melarikan diri dan juga ancaman hukuman di atas 5 tahun dan malam ini segera kami tahan, " kata Joko di Mapolda Sulselbar, Selasa (28/4/2015) malam.

Namun begitu, Abraham Samad menolak untuk menandatangani surat penahanan tersebut. Hal itu dituangkan dalam sebuah surat.

"Surat penahanan ada tapi Pak Abraham tidak mau bertandatangan. Dia membuat surat keterangan penolakan untuk bertanda tangan," kata salah satu staf penggiat Anti Corruption Committe (ACC) Sulsel Kadir Wokanubun.

Kasus yang menjerat Abraham Samad ini bermula dari laporan Ketua LSM Lembaga Peduli KPK-Polri, Chairil Chaidar Said ke Bareskrim Polri. Namun karena lokasi perkaranya berada di Makassar, Bareskrim kemudian melakukan pelimpahan penanganan perkara ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat pada 29 Januari 2015.

Dalam penyidikan kasus ini  Polda kemudian menetapkan Feriyani Lim sebagai tersangka pada 2 Februari 2015. Tidak terima penetapan tersangkanya, Feriyani lalu melaporkan Samad dan seorang rekannya bernama Uki ke Bareskrim dalam kasus serupa.

Selanjutnya, kepolisian melakukan gelar perkara di Markas Polda Sulawesi Selatan dan Barat, 9 Februari 2015. Alhasil, Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka, namun Uki tidak ditetapkan tersangka. Status tersangka itu juga baru diekspose pada 17 Februari atau sehari setelah kemenangan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan dalam sidang praperadilan.

Kasus ini akhirnya menyeret Abraham Samad lantaran namanya tercantum dalam KK yang dipakai Feriyani, saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Dalam dokumen itu, tertera Samad sebagai kepala keluarga dengan alamat di Jalan Boulevard Rubi II Nomor 48, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar. (Ali/Ado)

Polda Sulsebar Siapkan Tim Medis untuk Abraham Samad

http://news.liputan6.com/read/2221948/polda-sulsebar-siapkan-tim-medis-untuk-abraham-samad

Liputan6.com, Jakarta - Ketua nonaktif KPK Abraham Samad (AS) kembali diperiksa tim penyidik Reskrimum Polda Sulselbar. Tim medis independen pun disiapkan untuk mengantisipasi kambuhnya sakit yang diderita Abraham.

"Tim medis kita siapkan dalam rangka antisipasi jika AS kembali mengalami sakit maag seperti pada pemeriksaan sebelumnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulselbar Kombes Pol Joko Hartanto di Mapolda Sulselbar, Selasa (28/4/2015).

Pemeriksaan Abraham Samad sebelumnya sempat terhenti lantaran mengalami sakit maag. Saat itu pemeriksaan baru berjalan 1,5 jam dan belum masuk pada pokok perkara.

"Dalam pemeriksaan sebelumnya, belum masuk kepada substansi perkara yang sementara berproses dan kembali akan dilayangkan pada pemeriksaan hari ini," terang Joko.

Abraham Samad ditetapkan tersangka dalam dugaan pidana pemalsuan dokumen. Proses penyidikan yang dihadapi Abraham Samad tinggal menunggu waktu perampungan. Penyidik telah merampungkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, penyitaan dokumen-dokumen, serta mengambil keterangan ahli.

Kasus ini bermula dari laporan Ketua LSM Lembaga Peduli KPK-Polri, Chairil Chaidar Said ke Bareskrim Polri. Namun karena lokus perkaranya berada di Makassar, Bareskrim kemudian melakukan pelimpahan penanganan perkara ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat pada tanggal 29 Januari 2015.

Dalam penyidikan kasus ini, Polda kemudian menetapkan Feriyani Lim sebagai tersangka pada tanggal 2 Februari 2015. Tak terima penetapan tersangkanya Feriyani lalu melaporkan Abraham Samad dan seorang rekannya bernama Uki ke Bareskrim dalam kasus serupa.

Selanjutnya, kepolisian melakukan gelar perkara di Markas Polda Sulawesi Selatan dan Barat, 9 Februari 2015. Alhasil, Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka, namun Uki tidak. Status tersangka itu juga baru diekspose pada 17 Februari atau sehari setelah kemenangan Komisaris Jenderal Budi Gunawan dalam sidang praperadilan.

Kasus ini akhirnya menyeret Abraham Samad sebagai lantaran namanya tercantum dalam KK yang dipakai Feriyani, saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Dalam dokumen itu, tertera Samad sebagai kepala keluarga dengan alamat di Jalan Boulevard Rubi II Nomor 48, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Namun, kuasa hukum Abraham Samad menyatakan alamat Abraham Samad yang benar adalah di Jalan Mapala Blok E 29 Nomor 30, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar. "Abraham Samad juga sudah membantah mengenal Feriyani Lim dalam sebuah kesempatan," kata kuasa hukum Abraham Samad, Adnan Buyung Azis. (Mut)

KPK Segera Ajukan Penangguhan Penahanan Abraham Samad

http://news.liputan6.com/read/2222323/kpk-segera-ajukan-penangguhan-penahanan-abraham-samad

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengetahui ihwal penahanan Ketua KPK nonaktif Abraham Samad yang dilakukan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat usai diperiksa terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen, Selasa malam.

Menurut salah satu Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji, hingga kini lembaganya belum melakukan pertemuan secara khusus untuk membahas penahanan Abraham.

"Pimpinan KPK belum lakukan rapim (rapat pimpinan)," ujar Indriyanto dalam pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/4/2015) malam.

Meski demikian, kata Idriyanto, pihaknya kemungkinan akan mengajukan penangguhan penahanan Abraham Samad kepada Polda Sulselbar.

"Mengingat AS (Abraham Samad) masih berstatus pimpinan nonaktif, maka kemungkinan Pimpinan KPK mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan," kata dia.

Abraham Samad yang dijerat dengan perkara dugaan pemalsuan dokumen langsung ditahan Polda Sulselbar usai diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Sementara itu, Plt Pimpinan KPK lainnya, Johan Budi SP yang dihubungi secara terpisah, mengatakan dirinya beserta pimpinan KPK lainnya akan mengusahakan penangguhan penahanan untuk Abraham.

"Kami 5 orang pimpinan KPK akan menjadi jaminannya," tegas Johan. (Ado)

Penahanan Abraham Samad Ditangguhkan

http://news.liputan6.com/read/2222361/penahanan-abraham-samad-ditangguhkan

Liputan6.com, Makassar - Setelah melalui proses koordinasi panjang antara pihak Abraham Samad dan penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Polda Sulselbar), penahanan Ketua nonaktif KPK tersebut akhirnya ditangguhkan.

"Setelah dilakukan komunikasi antara komisioner KPK dan Mabes Polri, akhirnya diputuskan penangguhan penahanan diterima dan Pak Abraham bisa pulang," kata staf penggiat Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi Selatan, Kadir Wokanubun melalui pesan singkat kepada Liputan6.com, Selasa (28/4/2015) malam.

Saat ini, imbuh dia, bersama tim pendamping Abraham berada di ruang penyidik menyelesaikan seluruh pemberkasan.

Sebelumnya, Abraham Samad disebut ditahan setelah diperiksa selama 7 jam oleh penyidik Polda Sulselbar di Kota Makassar. Abraham menjalani pemeriksaan dengan dicecar 40 pertanyaan.

Direktur Reskrimum Polda Sulselbar Kombes Pol Joko Hartanto mengatakan ada 2 alasan Abraham Samad ditahan, yakni objektif dan subjektif. Alasan objektif sesuai Pasal 21 KUHP, tersangka diancam lebih 5 tahun penjara.

"Dari analisa penyidik, berdasarkan fakta hukum dilakukan penahanan. Alasan secara subjektif, dapat melarikan diri dan juga ancaman hukuman di atas 5 tahun dan malam ini segera kami tahan," kata Joko di Mapolda Sulselbar, Selasa 28 April 2015 malam.

Kasus ini bermula dari laporan Ketua LSM Lembaga Peduli KPK-Polri, Chairil Chaidar Said, ke Bareskrim Polri. Namun karena lokus perkaranya berada di Makassar, Bareskrim kemudian melakukan pelimpahan penanganan perkara ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat pada 29 Januari 2015.

Dalam penyidikan kasus ini, Polda Sulselbar kemudian menetapkan Feriyani Lim sebagai tersangka pada tanggal 2 Februari 2015. Tak terima penetapan tersangkanya Feriyani lalu melaporkan Samad dan seorang rekannya bernama Uki ke Bareskrim dalam kasus serupa.

Selanjutnya, kepolisian melakukan gelar perkara di Markas Polda Sulselbar, 9 Februari 2015. Alhasil, Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka, namun Uki tidak ditetapkan tersangka. Status tersangka itu juga baru diekspose pada 17 Februari 2015 atau sehari setelah kemenangan Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan dalam sidang praperadilan.
Kasus ini akhirnya menyeret Abraham Samad sebagai 'pesakitan' lantaran namanya tercantum dalam KK yang dipakai Feriyani, saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Dalam dokumen itu, tertera Samad sebagai kepala keluarga dengan alamat di Jalan Boulevard Rubi II Nomor 48, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar. (Ans/Ado)

Tidak Ada Sarpin Effect

http://news.metrotvnews.com/read/2015/04/28/120232/tidak-ada-sarpin-effect

Metrotvnews.com, Jakarta: Putusan Hakim Sarpin Rizaldi mengabulkan gugatan praperadilan Komjen Budi Gunawan tidak mempengaruhi hakim lain. Tiga gugatan praperadilan setelah Budi Gunawan ditolak dan satu gugur.

Sarpin mengabulkan gugatan praperadilan Budi kepada Komisi pemberantasan Korupsi (KPK). Sarpin menilai, KPK tidak berhak menyidik Budi. Semua keputusan yang diambil KPK dinilai tidak sah secara hukum.

Setelah putusan itu, satu persatu tersangka kasus korupsi di KPK mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Jakarta Selatan. Harapannya, tentu bebas dari status tersangka. Namun, tidak satu pun yang sesuai harapan.

1. Suryadharma Ali

Hakim Tunggal Tati Hadianti menolak seluruh permohonan Suryadharma Ali. Surya menggugat atas penetapannya sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penyelenggaraan haji di Kementerian Agama 2012-2013.

"Hakim berpendapat bahwa sah atau tidaknya penetapan tersangka bukan ranah praperadilan, sehingga permohonan pemohon ditolak untuk seluruhnya dan kepada pemohon dibebankan biaya perkara sebesar nihil," kata Tati Hadianti saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu 8 April.

Putusan tersebut didasarkan pada Pasal 1 Ayat 10 KUHAP jo Pasal 77 jo Pasal 82 Ayat 1 huruf d yang sifatnya sangat limitatif mengatur bahwa penetapan tersangka bukan termasuk objek praperadilan.

2. Jero Wacik

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Jero Wacik terhadap KPK. Jero jadi tersangka kasus dugaan penyalahgunaan wewenang dalam kapasitasnya sebagai Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Dalam pokok perkara ini menyatakan menolak seluruhnya, permohonan yang diajukan oleh pemohon untuk seluruhnya," kata Hakim tunggal, Sihar Purba di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Selasa (28/4/2015).

Hakim menilai pertimbangan penetapan tersangka tidak masuk dalam objek praperadilan. "Pertimbangan hukum penetapan tersangka bukan objek dan kewenangan praperadilan," ujar Hakim.


Hakim Sarpin dan Najwa Shihab dalam program Mata Najwa episode Pemicu Kontroversi di Studio Metro TV, Jakarta, Rabu (18/3). MI/Arya Manggala

3. Sutan Bhatoegana

Hakim tunggal Asiadi‎ Sembiring menggugurkan permohonan praperadilan yang diajukan Sutan Bhatoegana. Pertimbangannya, pokok perkara kasus yang melibatkan Sutan telah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi.

"Menetapkan permohonan praperadilan yang diajukan oleh Sutan Bhatoegana gugur," kata Asiadi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 13 April.

Sutan diduga menerima USD140 dari mantan Sekretaris Jenderal Energi Sumber Saya Mineral (ESDM) Waryono Karno. Pemberian itu terkait pembahasan APBN-P Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2013 di Komisi VII DPR.

Dia juga diduga menerima Rp50 juta dari mantan Menteri ESDM Jero Wacik, USD200 dari Rudi Rubiandi, sebuah mobil Toyota Alphard dari pengusaha Yan Achmad, serta tanah dan rumah dari pengusaha Saleh Abdul Malik.

4. Suroso Atmo Martoyo

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan mantan Direktur PT Pertamina Suroso Atmo Martoyo. Hakim tunggal Riyadi Sunindyo memutuskan penahanan Suroso sah dan berdasar hukum.

"Dalam pokok perkara ini menyatakan, menolak seluruhnya permohonan yang diajukan pemohon," kata Riyadi, Selasa 14 April.

Hakim mempertimbangkan penetapan tersangka dan sah atau tidaknya penyidikan bukan merupakan obyek praperadilan. Putusan hakim mengacu pada Pasal 77 jo Pasal 82 ayat 1 huruf b jo Pasal 95 Ayat 1 dan 2 KUHAP yang mengatur secara limitatif kewenangan atau kompetensi praperadilan.

Suroso mempermasalahkan seorang penyidik KPK bernama Afief Yulian Miftach yang diketahui telah diberhentikan oleh Kapolri pada 25 November 2014, namun melakukan penahanan terhadap Suroso pada 24 Februari 2015.

5. Hadi Poernomo

Gugatan praperadilan Hadi Poernomo ibarat pepatah layu sebelum berkembang. Hadi buru-buru mencabut gugatan saat sidang perdana digelar.

"Atas permintaan dari pemohon Yang Mulia, pemohon meminta gugatannya dicabut," kata Kuasa Hukum Hadi, Maqdir Ismail di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin 13 April.

Hakim Baktar Jubri mengabulkan keinginan pemohon.

"Menimbang bahwa permohonan ini belum dibacakan pemohon dan belum dijawab termohon, dan pencabutan ini tidak bertentangan dengan hukum, maka permohonan ini patut dikabulkan," ujar Baktar.

Hadi diduga menyalahgunakan wewenang saat menjabat Dirjen Pajak.
TRK

TAK ADA SULAPAN SEMALAM

Saya bukan orang gila yang menuntut presiden Jokowi membuat sulapan semalam langsung jadi. Semua hal memerlukan waktu proses, dan rentang waktunya berbeda-beda. Kalau menanam jagung ya 3 bulan panen. Kalau menanam mangga ya bisa beberapa tahun baru berbuah. Kalau ibu hamil ya 9 bulan 10 hari baru melahirkan. Saya tahu itu. Tapi pertanyaannya adalah apakah yang harus kita tunggu itu? Tumbuhnya rumput, atau berbuahnya mangga? Bibit berkwalitas seperti apa yang ditanam oleh Jokowi? Jika bibit mangga yang masam, yang tidak bermutu, ya buat apa kita tunggui?!

Subsidi BBM dicabut sehingga harganya disesuaikan dengan harga minyak dunia? Itu mengerikan sekali! Jika harga BBM dunia mencapai Rp. 20.000,- perliter, sementara pemerintah lepas tangan, betapa mengerikannya hidup saya. Jika KPK masih tetap dipimpin oleh Ruki, kapan Indonesia hendak memberantas korupsi?

Jelas, saya tidak mau dipimpin oleh presiden yang pembunuh 14 jiwa dalam kurun 6 bulan, presiden yang tidak memihak rakyat, presiden yang menghisap habis ekonomi rakyat seperti kencangnya pompa air Jetpump menyedot air, dan presiden tukang manipulasi serta tukang bohong. Lebih-lebih presiden petugas partai yang menghalalkan koruptor menduduki jabatan penting di negeri ini. Itu membahayakan sekali bagi hidup pribadi saya maupun hidup bangsa ini.

Lebih baik saya melawan daripada mendiamkannya. Saya diam saja? Tidak mungkin! Saya hamba TUHAN yang memegang amanah untuk menegakkan keadilan dan membela fakir miskin. Saya menunggu kemauan rakyat seperti apa. Jika rakyat diam, sayapun diam. Tapi jika rakyat melawan, saya pasti akan ikut melawan.

KEMISKINAN DI INDONESIA

Dear pak Sonny, saya ingin mengajak pak Sonny melihat dunia berdasarkan kenyataannya, bukan berdasarkan kacamata partai. Lepaskanlah atribut pak Sonny sebagai petugas partai, sebab kacamata partai adalah kacamata yang rusak. Membuat kita melihat dunia hanya pada satu sisi, yaitu kehidupan glamour para politikus, sehingga seolah-olah sudah tidak ada lagi orang miskin. Mengenai hal ini saya siap dihadapkan dengan si mami Megawati. Suruhlah dia menghadapi saya berdiskusi supaya bisa saya kupas otaknya yang licin itu.

Siapa bilang Indonesia sudah bebas dari kemiskinan, pak Sonny? Siapa yang bilang begitu, suruhlah dia menghadapi saya. Saya bisa tunjukkan orang miskin semudah saya membalikkan telapak tangan saya.

Sayang rumah pak Sonny di perumahan yang berpagar. Coba seandainya di perumahan yang dibebaskan pemulung masuk, maka pak Sonny akan bisa tahu seperti apa wajah pemulung itu, seperti apa penampilannya, bajunya merk apa, sepatunya merk apa, mobilnya merk Limousine baru atau bekas, rumah mereka apakah sebagus istana presiden, berapa penghasilan mereka, apakah sebesar pejabat eselon I, apa yang mereka makan setiap hari, berapa piring yang mereka makan setiap hari, dan lain-lainnya. Juga pak Sonny bisa memperkirakan berapa banyak jumlah pemulung di Surabaya.

Saya heran dan prihatin sekali dengan wawasan pak Sonny. Sekalipun Surabaya dipimpin walikota hebat Tri Risma, saya yakin fakir miskin itu masih tetap bergentayangan di segala sudut kota. Yang buka kios rokok, yang menjajahkan koran, yang mengemis, yang menjadi pembantu rumahtangga, yang menjadi pelayan toko, dan lain-lainnya. Masak nggak ada itu? Hebat sekali Surabaya, ya?!

Coba baca dan pelajari definisi dan data-data dibawah ini:

Kemiskinan

http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan,dll.
Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:
  • Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
  • Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi. Gambaran kemiskinan jenis ini lebih mudah diatasi daripada dua gambaran yang lainnya.
  • Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia. Gambaran tentang ini dapat diatasi dengan mencari objek penghasilan di luar profesi secara halal. Perkecualian apabila institusi tempatnya bekerja melarang.
Rumah di pinggir kali di Jakarta. (2004)

Mengukur kemiskinan

Kemiskinan bisa dikelompokan dalam dua kategori , yaitu Kemiskinan absolut dan Kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut mengacu pada satu set standard yang konsisten , tidak terpengaruh oleh waktu dan tempat / negara. Sebuah contoh dari pengukuran absolut adalah persentase dari populasi yang makan dibawah jumlah yg cukup menopang kebutuhan tubuh manusia (kira kira 2000-2500 kalori per hari untuk laki laki dewasa).
Bank Dunia mendefinisikan Kemiskinan absolut sebagai hidup dg pendapatan dibawah USD $1/hari dan Kemiskinan menengah untuk pendapatan dibawah $2 per hari, dg batasan ini maka diperkiraan pada 2001 1,1 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $1/hari dan 2,7 miliar orang didunia mengonsumsi kurang dari $2/hari."[1] Proporsi penduduk negara berkembang yang hidup dalam Kemiskinan ekstrem telah turun dari 28% pada 1990 menjadi 21% pada 2001.[1] Melihat pada periode 1981-2001, persentase dari penduduk dunia yang hidup dibawah garis kemiskinan $1 dolar/hari telah berkurang separuh. Tetapi , nilai dari $1 juga mengalami penurunan dalam kurun waktu tersebut.
Meskipun kemiskinan yang paling parah terdapat di dunia bekembang, ada bukti tentang kehadiran kemiskinan di setiap region. Di negara-negara maju, kondisi ini menghadirkan kaum tuna wisma yang berkelana ke sana kemari dan daerah pinggiran kota dan ghetto yang miskin. Kemiskinan dapat dilihat sebagai kondisi kolektif masyarakat miskin, atau kelompok orang-orang miskin, dan dalam pengertian ini keseluruhan negara kadang-kadang dianggap miskin. Untuk menghindari stigma ini, negara-negara ini biasanya disebut sebagai negara berkembang.

Diskusi tentang kemiskinan

  • Dalam sebuah lingkungan belajar, terutama murid yang lebih kecil yang berasal dari keluarga miskin, kebutuhan dasar mereka seperti yang dijelaskan oleh Abraham Maslow dalam hirarki kebutuhan Maslow; kebutuhan ini beralih ke kemiskinan pada umumnya, yaitu efek Matthew.
Perdebatan yang berhubungan dalam keadaan capital manusia dan capital individual seseorang cenderung untuk memfokuskan kepada akses capital instructional dan capital social yang tersedia hanya bagi mereka yang terdidik dalam sistem formal.

Kemiskinan dunia

Deklarasi Copenhagen menjelaskan kemiskinan absolut sebagai "sebuah kondisi yang dicirikan dengan kekurangan parah kebutuhan dasar manusia, termasuk makanan, air minum yang aman, fasilitas sanitasi, kesehatan, rumah, pendidikan, dan informasi."
Bank Dunia menggambarkan "sangat miskin" sebagai orang yang hidup dengan pendapatan kurang dari PPP$1 per hari, dan "miskin" dengan pendapatan kurang dari PPP$2 per hari. Berdasarkan standar tersebut, 21% dari penduduk dunia berada dalam keadaan "sangat miskin", dan lebih dari setengah penduduk dunia masih disebut "miskin", pada 2001. [1]

Penyebab kemiskinan

Gambaran kemiskinan di Mumbai, India oleh Antônio Milena/ABr.

Kemiskinan banyak dihubungkan dengan:
  • penyebab individual, atau patologis, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan, atau kemampuan dari si miskin. Contoh dari perilaku dan pilihan adalah penggunaan keuangan tidak mengukur pemasukan.
  • penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan pendidikan keluarga. Penyebab keluarga juga dapat berupa jumlah anggota keluarga yang tidak sebanding dengan pemasukan keuangan keluarga.
  • penyebab sub-budaya (subcultural), yang menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari, dipelajari atau dijalankan dalam lingkungan sekitar. Individu atau keluarga yang mudah tergoda dengan keadaan tetangga adalah contohnya.
  • penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain, termasuk perang, pemerintah, dan ekonomi. Contoh dari aksi orang lain lainnya adalah gaji atau honor yang dikendalikan oleh orang atau pihak lain. Contoh lainnya adalah perbudakan.
  • penyebab struktural, yang memberikan alasan bahwa kemiskinan merupakan hasil dari struktur sosial.
Meskipun diterima luas bahwa kemiskinan dan pengangguran adalah sebagai akibat dari kemalasan, namun di Amerika Serikat (negara terkaya per kapita di dunia) misalnya memiliki jutaan masyarakat yang diistilahkan sebagai pekerja miskin; yaitu, orang yang tidak sejahtera atau rencana bantuan publik, namun masih gagal melewati atas garis kemiskinan.

Menghilangkan kemiskinan

Tanggapan utama terhadap kemiskinan adalah:
  • Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin. Ini telah menjadi bagian pendekatan dari masyarakat Eropa sejak zaman pertengahan. Di Indonesia salah satunya berbentuk BLT.
  • Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
  • Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin, seperti orang tua atau orang dengan ketidakmampuan, atau keadaan yang membuat orang miskin, seperti kebutuhan akan perawatan kesehatan. Persiapan bagi yang lemah juga dapat berupa pemberian pelatihan sehingga nanti yang bersangkutan dapat membuka usaha secara mandiri.
Tantangan Kemiskinan pada 2015

http://www.republika.co.id/berita/koran/pareto/15/01/02/nhjny6-tantangan-kemiskinan-pada-2015

REPUBLIKA.CO.ID, Kemiskinan menjadi momok dalam masyarakat. Berbagai upaya dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan, tetapi angka kemiskinan tidak turun secara signifikan. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2015 diprediksi mencapai 30,25 juta orang atau sekitar 12,25 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Kenaikan jumlah penduduk miskin ini disebabkan beberapa faktor, termasuk kenaikan harga BBM, inflasi, dan pelemahan dolar. Presiden Direktur Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan, berdasarkan kajian, kolaborasi ketga faktor tersebut bisa menambah angka kemiskinan sebesar satu persen.

Jika berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin pada tahun 2014, presentase penduduk miskin di Indonesia mencapai 11,25 persen atau 28,28 juta jiwa, maka pada 2015 ada tambahan penduduk miskin sekitar 1,9 juta jiwa.

Menurut Ahmad, ketimpangan antara penduduk miskin dan penduduk kaya juga semakin terlihat jelas. Koefisien Gini pada akhir tahun 2014 diperkirakan mencapai 0,42. Dia menjelaskan dari sisi pendapatan, masyarakat Indonesia terbagi atas tiga kelas. Kelas atas sebesar 20 persen, kelas menengah sebesar 40 persen, dan kelas paling bawah mencapai 40.

Pada 2005, kelas terbawah menerima manfaat dari pertumbuhan ekonomi sebesar 21 persen, tetapi pada 2014 menurun menjadi 16,9 persen. Sementara untuk kelas atas, pada 2005 menerima 40 persen dan meningkat menjadi 49 persen dari PDB pada 2014.

Menurut dia, jika tidak pemerataan, bukan tidak mungkin dalam kurun waktu 10 tahun koefisien Gini bisa mencapai 0,6 persen. Dia mengatakan, kondisi ini akan sangat berbahaya lantaran bisa menimbulkan revolusi sosial. Hal ini harus segera diatasi dengan meningkatkan pendapatan masyarakat yang paling bawah.

Ekonom Senior Bank Dunia Vivi Alatas mengatakan, ketimpangan antara masyarakat miskin dan kaya terlihat dari tingginya gap antara angka konsumsi keluarga termiskin dan keluarga terkaya. "Kita butuh membagi kue pembangunan yang sama lezatnya," katanya.

Dia mengatakan, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menciptakan lapangan kerja yang layak bagi masyarakat. Pada tahun 2020 mendatang akan ada tambahan 14,8 juta angkatan tenaga kerja baru yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah.

Deputi Bidang Kemiskinan Ketenagakerjaan dan UKM Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rahma Iryanti mengakui, tidak mudah mengentaskan kemiskinan lantaran kemiskinan kronis terus berlanjut.

Dari berbagai upaya yang dilakukan ternyata masih banyak masyarakat yang rawan miskin dan berpotensi kembali miskin sehingga pengentasan kemiskinan tak kunjung selesai. Berdasarkan data 60 juta keluarga miskin yang ada selama tahun 2008-2010, sekitar 1,5 juta rumah tangga miskin berhasil keluar dari kategori miskin tetapi masih rentan terhadap kemiskinan. Sebanyak 2,1 juta keluarga miskin berhasil keluar dari kategori sangat miskin tetapi tetap miskin.

Sebanyak 0,9 juta keluarga miskin berhasil keluar dari kondisi sangat miskin tetapi jatuh lagi dalam kemiskinan. Sementara, 1,5 juta keluarga miskin masih berada dalam kemiskinan yang kronis. Dia mengatakan, ada program prioritas wajib, yakni sektor pendidikan, kesehatan, dan perumahan yang terus dilakukan untuk mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan antara penduduk miskin dan kaya.

Pemerintah, kata dia menggunakan pendekatan masyarakat miskin yang bekerja di sektor pertanian dan perkebunan di berbagai wilayah perbatasan. "Tingkat kemiskinan menurun tapi memang tidak signifikan," kata Yanti, Selasa (23/12), dalam seminar Indonesia Poverty Outlook 2015.

Diakuinya perlu usaha yang luar biasa untuk mengentaskan kemiskinan. Banyaknya program yang belum tepat sasaran menjadi beberapa faktor yang menyebabkan pengentasan kemiskinan menjadi hal yang tidak mudah.

Belum lagi, Indonesia masih memiliki 100 kabupaten/kota yang indeks kesejahteraannya masih rendah. Lokasi ini terkonsentrasi di wilayah Indonesia timur meskipun secara jumlah penduduk miskin banyak terdapat di pulau Jawa. Ke depan, kata dia pemerintah akan berupaya menciptakan lapangan kerja, terutama di wilayah Indonesia timur.

Berdasarkan data BPS, secara persentase penduduk miskin cederung menurun, tetapi secara riil jumlah penduduk miskin terus bertambah. Hal itu setidaknya terlihat sejak tahun 2013. Pada tahun 2013, penduduk miskin 11,37 persen dengan jumlah mencapai 28,07 juta jiwa.

Dia mengatakan, pemerintah akan membuat skema baru untuk mengentaskan kemiskinan. Pemerintah mengatakan, pembangunan di wilayah Indonesia timur akan menjadi prioritas. Perluasan perlindungan sosial dan pelayanan sosial masih menjadi isu mendasar, misalnya perihal tercukupinya layanan kesehatan dan pendidikan.

Namun diakuinya, berbagai bantuan seperti Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang menjadi salah satu instrumen pengentasan kemiskinan belum semuanya efektif diberikan. Pasalnya, meskipun bantuan siswa miskin cukup besar tetapi tidak sampai 25 persen masyarakat mau memanfaatkan hal ini.

"Perlu ada treatment khusus agar mereka (penduduk miskin) mau membawa anaknya kepada sistem pendidikan, ini tidak mudah karena aparat tentu sudah berusaha," kata dia.

Menurutnya, pemerintah saat ini sedang mematangkan skema baru agar bantuan program kemiskinan bisa dimanfaatkan dengan baik. Selanjutnya, pemerintah juga akan mengevaluasi empat klaster pengentasan kemiskinan yang selama ini sudah dibuat. Misalnya, dalam hal pengentasan kemiskinan berbasis UMKM dalam bentuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Selama ini ternyata KUR belum menyasar 40 persen penduduk dengan penghasilan terendah.  Sebanyak 50 persen dana KUR dimanfaatkan oleh masyarakat kelas menengah. Sisanya baru dimanfaatkan untuk usaha kecil dan mikro. Alhasil, bukan masyarakat dengan penghasilan terendah yang terbantu melalui program ini.

Menurutnya, pemerintah melalui Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2014 juga akan menjamin pembukaan izin usaha untuk sektor mikro akan dilakukan secara gratis. Perpres yang ditandatangani pada bulan September lalu ini masih dalam tahap sosialiasi. Nantinya pelaku usaha mikro akan bisa membuka usaha dengan gratis sesuai dengan syarat-syarat yang ditentukan, sepenti pelaku usaha mikro harus bankable.

"Misalnya, aspek kelayakan karena sekarang banyak juga KUR digunakan untuk sektor ritel, bukan sektor produksi," katanya. N ed: irwan kelana


JIKA MASAKAN SALAH BUMBUNYA - 2

Pak Sonny:


Hehehe...urusan perut sudah selesai di negri ini pak. Provokasi ala KAMI/KAPI yang pak rudy gunakan sudah gak relevan. Rakjat kita skrg ini bth nya pulsa atau duit utk rental internet hahahaha....

 xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

JAWABAN SAYA:

Hah?! Siapa bilang urusan perut sudah selesai? Memangnya berapa penghasilan rakyat kita? Memangnya berapa biaya hidup saat ini? Memangnya berapa yang pemerintah kasih ke rakyat miskin? Memangnya makanan macam apa yang dimakan? Memangnya gaya hidup yang seperti apa yang mereka jalani? Orang seperti apakah yang dibilang Jokowi berjumlah 67 juta jiwa itu? Seperti apakah kehidupan mereka saat ini setelah 6 bulan negara ini dipimpin Jokowi? Sudahkah diperhitungkan jumlah orang-orang yang stress, yang depresi dan yang gila? Dihitungkah orang-orang yang penghasilannya menurun dan mengeluhkan dagangan sepi? 6 bulan yang lalu pak Sonny bilang kartu-kartu sakti Jokowi sudah dibagikan. Namun beberapa hari yang lalu Jokowi sendiri mengakui bahwa kartu-kartu itu barusan selesai dan siap dibagikan. Informasi mana yang benar? Lalu selama 6 bulan ini seperti apa mereka mengatasi sekolah dan sakit mereka jika belum ada kartunya?
 
Tadi malam, jam 23.30, saya melihat seorang ibu, di tengah hujan rintik-rintik, mendorong keretanya berjualan kacang rebus. Kacang rebusnya masih segunung, padahal hari sudah larut malam. Saya tahu ibu itu biasa mangkal di jarak sekitar 5 kilometeran. Mungkin tempat mangkalnya itu dekat dengan rumahnya. Karena saya suka kacang rebus, saya beli Rp. 5.000,- lalu saya tanya kenapa sampai dikelilingkan sejauh ini? Dia jawab kalau di sana sepi sekali. Karena sudah tidak tahan, maka terpaksa dia kelilingkan. Hati saya trenyuh, pak Sonny. Dalam hati saya bertanya: di mana suaminya? Sayapun makfum bahwa sekarang ini banyak suami-suami yang lumpuh karena stroke atau sudah meninggal. Saya membayangkan bagaimana janda-janda miskin itu berjuang hidup dengan menghidupi anak-anaknya di zaman ini. Kebetulan saya ada uang sekitar Rp. 30.000,- saya kasihkan semuanya, dan karena hujan semakin kencang, maka saya tidak bisa bincang-bincang lebih lama.

Pak Sonny, masalah-masalah seperti itu ada banyak sekali dan tak pernah diberitakan sebagaimana memberitakan blusukannya Jokowi. Dan mereka itu menjadi makanan empuk koperasi-koperasi, lintah darat, yang mengenakan bunga mencekik leher. Gali lobang tutup lobang, seumur hidup dibuat pusing oleh utang yang tak pernah lunas. Mereka bekerja dengan linangan air mata untuk memperkaya para lintah darat itu.


Jika harus miskin, miskinlah di Amerika saja!

 https://amerikampungan.wordpress.com/2007/03/31/jika-harus-miskin-miskinlah-di-amerika-saja/

Di Indonesia dulu saya merasa gengsi kalo mengakui nggak punya duit, tapi Di Amerika ini dengan bangga saya memproklamasikan bahwa saya adalah orang miskin! Lengkap dengan pernyataan bahwa penghasilan saya di bawah standar, ada tanggungan istri dan anak satu. Mengapa demikian? Sederhana saja, supaya saya dapat tunjangan buat orang miskin (tapi saya nggak berbohong lho, berani sumpah saya memang betulan miskin utk ukuran Amerika).
Ini satu hal yang saya kagumi dari pemerintah Amerika Serikat: perhatian pemerintah terhadap fakir miskin besar sekali sehingga ada program macam2 utk membantu orang miskin. Saya jelas bukan WN Amerika, tapi toh waktu istri saya hamil, saya mendapatkan tunjangan susu, keju dan macam2 bahan makanan gratis (sampai sekarang). Kalau tidak bekerja, anda malah bisa melamar bantuan utk dapat uang tiap bulannya. Seorang teman Indonesia misalnya, berhasil mendapatkan uang $300 per bulannya plus ditambah kupon makanan (Food stamp) senilai $150 dari pemerintah, plus masih ditambah susu, keju dan macam2 makanan. Semuanya gratis! Dalam beberapa kasus anda bahkan bisa melamar utk dapat health insurance gratis, sehingga tiap ke dokter anda tak perlu bayar sepeser pun. Anak saya sejak lahir sampai sekarang tidak perlu membayar ongkos dokter apapun, padahal hampir tiap bulan kita ke dokter. Food Pantry, shelter ada dimana2 jika kita tidak punya tempat tinggal.
Tapi kalau membandingkan dng keadaan negara kita, mau tidak mau saya merasa trenyuh. Sekalipun di UUD 1945 jelas2 tertulis bahwa “Fakir miskin dan anak2 terlantar dipelihara oleh negara”, toh faktanya orang2 miskin Indonesia nggak ada yang ngopeni. Beberapa bulan lalu saya membaca sebuah cerita di Jawa Pos bhw seorang Bapak memilih bunuh diri karena dia sdh tidak tahan hidup miskin dan sakit-sakitan, tanpa bisa ke dokter karena tidak punya uang. Saya tidak bisa bayangkan perasaan putus asa yang sedalam apa yg dirasakan Bapak tsb sampai dia memutuskan bahwa mati adalah opsi terbaik baginya. Hhhhh… saya jadi ingat judul sebuah buku kecil yang saya lihat waktu saya pulang ke Indonesia 2 tahun lalu: “Orang miskin dilarang hidup di Indonesia“.

Rabu, 29 April 2015

JIKA MASAKAN SALAH BUMBUNYA

Kata Jokowi dirinya sedang membawa perubahan, tunggulah 2 hingga 5 tahun lagi. Bulan ini juga pembangunan tol sudah akan dimulai. Okey! Tapi perubahan ke arah mana? Ke arah perbaikan atau ke arah kerusakan, jika KPK dihancurkan, seorang koruptor Budi Gunawan dijadikan Wakapolri, jika keputusan hakim Sarpin dianggap final, jika rakyat ditindas oleh harga BBM, tarip listrik, harga LPG yang terus-menerus naik, iuran BPJS yang dinaikkan terus-menerus, hubungan luar negeri rusak, Rupiah hancur, wakil presiden yang pro koruptor, para menteri yang amburadul kinerjanya, tekanan Megawati bahwa Jokowi adalah petugas partai, omongan presiden yang plin-plan dan penuh kebohongan. Dari mana itu bisa membawa kebaikan? Bagaimana bisa menjadi masakan yang lezat, jika bahan-bahan dan bumbunya ngawur? Harus pakai teori bigbang-kah?!

Menunggu selesainya tol laut? Pada waktu itu kami sudah mati semua karena kelaparan! Kami saat ini butuh nasi. Perut sudah lapar sekali. Suruh tunggu? Memangnya sekarang bulan ramadhan, orang disuruh puasa? Otak kamu ditaruh di mana, Jokowi?!



Orang lapar disuruh melihat pembangunan toll laut? Orang lapar itu harusnya disuruh makan, bukan disuruh melihat. Orang lapar itu harus segera makan, bukannya disuruh menunggu! Logika apaan yang sedang kamu jalankan, Jokowi?! Pemikiran masa depan? Hua..ha..ha..... pikirkan masa depan kalau masa kininya sudah beres. Jika masa kininya masih acak-acakan, bagaimana kamu melompat ke masa depan?

Ini Indonesia, bukan Amerika Serikat, bro! Kalau Amerika Serikat memikirkan masa depan itu memang pantas, sebab masa kininya sudah tertata baik. Tapi Indonesia, bung?! Selesaikan satu tahap lebih dahulu sampai tuntas, baru mengerjakan pekerjaan tahap berikutnya. Sebab apa gunanya Indonesia terbangun megah kalau isinya rakyat yang kelaparan?! Pentingkan manusianya, bukan bangunannya!

Perut, bro, bukan bangunan.

Jokowi perlu direparasi otaknya. Harus dibawa ke bengkel Kiat Esemka supaya dibikin betul oleh Sukiyat.