Kamis, 30 April 2015

BERITA ABRAHAM SAMAD

Abraham Samad Ditahan Polda Sulselbar

http://news.liputan6.com/read/2222311/abraham-samad-ditahan-polda-sulselbar

Liputan6.com, Jakarta - Setelah menjalani pemeriksaan selama 7 jam, Ketua KPK nonaktif Abraham Samad akhirnya ditahan penyidik Polda Sulselbar. Abraham menjalani pemeriksaan dengan dicecar 40 pertanyaan.

Direktur Reskrimum Polda Sulselbar Kombes Pol Joko Hartanto mengatakan ada 2 alasan Abraham Samad ditahan. Yakni objektif dan subjektif. Alasan objektif sesuai Pasal 21 KUHP, tersangka diancam lebih lima tahun penjara.

"Dari analisa penyidik, berdasarkan fakta hukum dilakukan penahanan. Alasan secara subjektif, dapat melarikan diri dan juga ancaman hukuman di atas 5 tahun dan malam ini segera kami tahan, " kata Joko di Mapolda Sulselbar, Selasa (28/4/2015) malam.

Namun begitu, Abraham Samad menolak untuk menandatangani surat penahanan tersebut. Hal itu dituangkan dalam sebuah surat.

"Surat penahanan ada tapi Pak Abraham tidak mau bertandatangan. Dia membuat surat keterangan penolakan untuk bertanda tangan," kata salah satu staf penggiat Anti Corruption Committe (ACC) Sulsel Kadir Wokanubun.

Kasus yang menjerat Abraham Samad ini bermula dari laporan Ketua LSM Lembaga Peduli KPK-Polri, Chairil Chaidar Said ke Bareskrim Polri. Namun karena lokasi perkaranya berada di Makassar, Bareskrim kemudian melakukan pelimpahan penanganan perkara ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat pada 29 Januari 2015.

Dalam penyidikan kasus ini  Polda kemudian menetapkan Feriyani Lim sebagai tersangka pada 2 Februari 2015. Tidak terima penetapan tersangkanya, Feriyani lalu melaporkan Samad dan seorang rekannya bernama Uki ke Bareskrim dalam kasus serupa.

Selanjutnya, kepolisian melakukan gelar perkara di Markas Polda Sulawesi Selatan dan Barat, 9 Februari 2015. Alhasil, Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka, namun Uki tidak ditetapkan tersangka. Status tersangka itu juga baru diekspose pada 17 Februari atau sehari setelah kemenangan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan dalam sidang praperadilan.

Kasus ini akhirnya menyeret Abraham Samad lantaran namanya tercantum dalam KK yang dipakai Feriyani, saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Dalam dokumen itu, tertera Samad sebagai kepala keluarga dengan alamat di Jalan Boulevard Rubi II Nomor 48, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar. (Ali/Ado)

Polda Sulsebar Siapkan Tim Medis untuk Abraham Samad

http://news.liputan6.com/read/2221948/polda-sulsebar-siapkan-tim-medis-untuk-abraham-samad

Liputan6.com, Jakarta - Ketua nonaktif KPK Abraham Samad (AS) kembali diperiksa tim penyidik Reskrimum Polda Sulselbar. Tim medis independen pun disiapkan untuk mengantisipasi kambuhnya sakit yang diderita Abraham.

"Tim medis kita siapkan dalam rangka antisipasi jika AS kembali mengalami sakit maag seperti pada pemeriksaan sebelumnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Sulselbar Kombes Pol Joko Hartanto di Mapolda Sulselbar, Selasa (28/4/2015).

Pemeriksaan Abraham Samad sebelumnya sempat terhenti lantaran mengalami sakit maag. Saat itu pemeriksaan baru berjalan 1,5 jam dan belum masuk pada pokok perkara.

"Dalam pemeriksaan sebelumnya, belum masuk kepada substansi perkara yang sementara berproses dan kembali akan dilayangkan pada pemeriksaan hari ini," terang Joko.

Abraham Samad ditetapkan tersangka dalam dugaan pidana pemalsuan dokumen. Proses penyidikan yang dihadapi Abraham Samad tinggal menunggu waktu perampungan. Penyidik telah merampungkan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, penyitaan dokumen-dokumen, serta mengambil keterangan ahli.

Kasus ini bermula dari laporan Ketua LSM Lembaga Peduli KPK-Polri, Chairil Chaidar Said ke Bareskrim Polri. Namun karena lokus perkaranya berada di Makassar, Bareskrim kemudian melakukan pelimpahan penanganan perkara ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat pada tanggal 29 Januari 2015.

Dalam penyidikan kasus ini, Polda kemudian menetapkan Feriyani Lim sebagai tersangka pada tanggal 2 Februari 2015. Tak terima penetapan tersangkanya Feriyani lalu melaporkan Abraham Samad dan seorang rekannya bernama Uki ke Bareskrim dalam kasus serupa.

Selanjutnya, kepolisian melakukan gelar perkara di Markas Polda Sulawesi Selatan dan Barat, 9 Februari 2015. Alhasil, Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka, namun Uki tidak. Status tersangka itu juga baru diekspose pada 17 Februari atau sehari setelah kemenangan Komisaris Jenderal Budi Gunawan dalam sidang praperadilan.

Kasus ini akhirnya menyeret Abraham Samad sebagai lantaran namanya tercantum dalam KK yang dipakai Feriyani, saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Dalam dokumen itu, tertera Samad sebagai kepala keluarga dengan alamat di Jalan Boulevard Rubi II Nomor 48, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Namun, kuasa hukum Abraham Samad menyatakan alamat Abraham Samad yang benar adalah di Jalan Mapala Blok E 29 Nomor 30, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar. "Abraham Samad juga sudah membantah mengenal Feriyani Lim dalam sebuah kesempatan," kata kuasa hukum Abraham Samad, Adnan Buyung Azis. (Mut)

KPK Segera Ajukan Penangguhan Penahanan Abraham Samad

http://news.liputan6.com/read/2222323/kpk-segera-ajukan-penangguhan-penahanan-abraham-samad

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mengetahui ihwal penahanan Ketua KPK nonaktif Abraham Samad yang dilakukan Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat usai diperiksa terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen, Selasa malam.

Menurut salah satu Pelaksana Tugas Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji, hingga kini lembaganya belum melakukan pertemuan secara khusus untuk membahas penahanan Abraham.

"Pimpinan KPK belum lakukan rapim (rapat pimpinan)," ujar Indriyanto dalam pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/4/2015) malam.

Meski demikian, kata Idriyanto, pihaknya kemungkinan akan mengajukan penangguhan penahanan Abraham Samad kepada Polda Sulselbar.

"Mengingat AS (Abraham Samad) masih berstatus pimpinan nonaktif, maka kemungkinan Pimpinan KPK mempertimbangkan untuk mengajukan permohonan penangguhan penahanan," kata dia.

Abraham Samad yang dijerat dengan perkara dugaan pemalsuan dokumen langsung ditahan Polda Sulselbar usai diperiksa dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Sementara itu, Plt Pimpinan KPK lainnya, Johan Budi SP yang dihubungi secara terpisah, mengatakan dirinya beserta pimpinan KPK lainnya akan mengusahakan penangguhan penahanan untuk Abraham.

"Kami 5 orang pimpinan KPK akan menjadi jaminannya," tegas Johan. (Ado)

Penahanan Abraham Samad Ditangguhkan

http://news.liputan6.com/read/2222361/penahanan-abraham-samad-ditangguhkan

Liputan6.com, Makassar - Setelah melalui proses koordinasi panjang antara pihak Abraham Samad dan penyidik Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Polda Sulselbar), penahanan Ketua nonaktif KPK tersebut akhirnya ditangguhkan.

"Setelah dilakukan komunikasi antara komisioner KPK dan Mabes Polri, akhirnya diputuskan penangguhan penahanan diterima dan Pak Abraham bisa pulang," kata staf penggiat Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi Selatan, Kadir Wokanubun melalui pesan singkat kepada Liputan6.com, Selasa (28/4/2015) malam.

Saat ini, imbuh dia, bersama tim pendamping Abraham berada di ruang penyidik menyelesaikan seluruh pemberkasan.

Sebelumnya, Abraham Samad disebut ditahan setelah diperiksa selama 7 jam oleh penyidik Polda Sulselbar di Kota Makassar. Abraham menjalani pemeriksaan dengan dicecar 40 pertanyaan.

Direktur Reskrimum Polda Sulselbar Kombes Pol Joko Hartanto mengatakan ada 2 alasan Abraham Samad ditahan, yakni objektif dan subjektif. Alasan objektif sesuai Pasal 21 KUHP, tersangka diancam lebih 5 tahun penjara.

"Dari analisa penyidik, berdasarkan fakta hukum dilakukan penahanan. Alasan secara subjektif, dapat melarikan diri dan juga ancaman hukuman di atas 5 tahun dan malam ini segera kami tahan," kata Joko di Mapolda Sulselbar, Selasa 28 April 2015 malam.

Kasus ini bermula dari laporan Ketua LSM Lembaga Peduli KPK-Polri, Chairil Chaidar Said, ke Bareskrim Polri. Namun karena lokus perkaranya berada di Makassar, Bareskrim kemudian melakukan pelimpahan penanganan perkara ke Polda Sulawesi Selatan dan Barat pada 29 Januari 2015.

Dalam penyidikan kasus ini, Polda Sulselbar kemudian menetapkan Feriyani Lim sebagai tersangka pada tanggal 2 Februari 2015. Tak terima penetapan tersangkanya Feriyani lalu melaporkan Samad dan seorang rekannya bernama Uki ke Bareskrim dalam kasus serupa.

Selanjutnya, kepolisian melakukan gelar perkara di Markas Polda Sulselbar, 9 Februari 2015. Alhasil, Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka, namun Uki tidak ditetapkan tersangka. Status tersangka itu juga baru diekspose pada 17 Februari 2015 atau sehari setelah kemenangan Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan dalam sidang praperadilan.
Kasus ini akhirnya menyeret Abraham Samad sebagai 'pesakitan' lantaran namanya tercantum dalam KK yang dipakai Feriyani, saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Dalam dokumen itu, tertera Samad sebagai kepala keluarga dengan alamat di Jalan Boulevard Rubi II Nomor 48, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Makassar. (Ans/Ado)
Posting Komentar