Kamis, 02 Juli 2015

10 Juta Warga Negara Cina akan Migrasi Massal ke Indonesia, Pribumi Tersingkir

http://pribuminews.com/29/05/2015/10-juta-warga-negara-cina-akan-migrasi-massal-ke-indonesia-pribumi-tersingkir/

PRIBUMINEWS – Saat Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong melakukan kunjungan bilateral ke Indonesia, ia sempat memberikan pidato sambutan di Auditorium FISIP UI, pada Rabu (27/5).
Dalam pidatonya, Yandong sempat menyatakan akan mengirimkan 10 juta warga negaranya untuk datang ke Indonesia demi mencapai kerjasama yang ideal antara Indonesia dan Cina dalam berbagai bidang.
“Tiga mekanisme akan memimpin kerja sama di bidang keamanan politik, ekonomi dan perdagangan, serta humaniora,” kata Yandong.
Untuk mewujudkan hal itu, Liu Yandong dijadwalkan bertemu dengan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, untuk membahas kemungkinan tersebut.
Kerjasama bilateral Indonesia-Cina, menurut Yandong, menjadi begitu penting, mengingat jumlah penduduk kedua negara sangatlah besar. Apabila jumlah penduduk kedua neagara digabungkan maka akan mencapai 1.6 miliar jiwa yang merupakan seperempat dari total penduduk dunia.
“Kerja sama ini tidak hanya membawa kesejahteraan pada kedua negara, tetapi juga berkontribusi penting bagi Asia, bahkan dunia,” terang Yandong.
Menurut Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH), Hatta Taliwang, rencana tersebut berpeluang memunculkan isu-isu politik yang luar biasa dahsyat. Dan menimbulkan persaingan budaya antara Warga Cina dengan Pribumi. Terjadi pertarungan untuk mempertahankan siapa yang lebih dominan.
Rencana pemerintah Cina yang tampaknya akan disetujui pemerintahan Jokowi-JK ini harus bener-benar dicermati. Karena bisa menjadi sumber masalah baru bagi bangsa Indonesia kedepannya.
Mengingat jumlah 10 juta jiwa itu bukanlah suatu jumlah yang sedikit, dihawatirkan menjadi strategi Cina untuk menguasai Indonesia. Secara pelan memasukkan warga negara Cina ke Indonesia, kemudian mendesak keluar warga pribumi Indonesia pada perannya di sektor-sektor strategis di Indonesia digantikan warga Cina. Hingga akhirnya pemilik Indonesia bukanlah orang-orang dari keturunan Nusantara, tapi adalah orang-orang Cina. (ABP/ARB/MNA)


INDONESIA KEBANJIRAN CINA

 http://chirpstory.com/li/269636

  • Migrasi Cina Terselubung Dimulai, Puluhan Ribu KTP Indonesia Dipalsukan?

    PRIBUMINEWS.com – Negara Republik Rakyat Cina (RRC) berencana mengirimkan 10 juta rakyatnya ke Indonesia, sebagaimana pernah dinyatakan Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong, di Auditorium FISIP UI, Rabu (27/5).

    Terkait dengan rencana tersebut, tokoh pergerakan dan reformasi yang juga pendiri sekaligus Ketum Partai PUDI Dr. Ir. Sri Bintang Pamungkas menyatakan bahwa hal itu memang sudah direncanakan sejak lama. Dan kebetulan saat ini adalah saat yang tepat untuk meralisasikan hal tersebut. Dimana pemerintahan Jokowi-JK terlihat mempunyai toleransi dan ketergantungan yang sangat besar kepada pemerintahan Cina.

    “Karena itu, orang-orang Cina Indonesia bisa menjadi penduduk nomor dua sesudah suku Jawa,” terang Sri Bintang, sebagaimana disampaikan kepada Eka Gumilar dari Politikline.

    Menurutnya, kabar tentang ditangkapnya 500 orang Cina yang masuk dan melakukan kejahatan di Indonesia, pada hakikatnya adalah para perintis yang mau bereksperimen untuk uji coba keamanan. Puluhan ribu Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia juga telah dipalsukan untuk menampung Warga Negara Cina yang masuk ke Indonesia secara ilegal.

    “Sudah bukan rahasia, KTP dijualbelikan dengan harga ribuan dollar untuk orang-orang Cina RRC masuk menjadi WNI,” terang Bintang.

    Dalih lainnya yang dipakai untuk mengirimkan 10 juta orang ke Indonesia adalah pertukaran pelajar, yang menurut Sri Bintang juga sangat tidak masuk akal. Jumlah yang mencapai 10 juta orang ini dinilai Bintang sebagai suatu misi “Migrasi Cina Terselubung” untuk sebanyak-banyaknya memasukkan Warga Negara Cina ke Indonesia.


  • 5 Tahun Jokowi Memimpin, 30 Juta Cina Masuk Indonesia!


    JAKARTA (voa-islam.com) - Indonesia secara demografis (kependudukan) akan mengalami perubahan demografis secara radikal. Komposisi penduduk akan berubah dengan drastis.
    Jumlah penduduk Cina akan menggeser kaum pribumi. Di kota-kota besar, seperti Medan, Makassar, Kalimantan Barat, Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Surabya, Cina sudah mulai menggeser penduduk pribumi. Di Jakarta Cina sudah menggeser pribumi dan Betawi. Di Medan kelompok Cina sudah menggeser Melayu. Bahkan, ekonomi Melayu sudah dikangkang Cina. Cina akan memperbudak pribumi dan rakyat Indonesia.
    Saat menjadi dosen di Kolej Islam Muhammadiyah Singapore, saya selalu mengamati tingkah polah orang Melayu dan orang China di sana. Kendati minoritas dan kurang dari 15 %, orang Melayu menempati posisi dalam segala bidang kehidupan. Sementara Cina Singapore yang didatangkan dari Cina induk, bertingkah superior.
    Obrolan yang saya tangkap 3 tahun lalu menjadi kenyataan kini. Jika kita diam, pribumi Indonesia benar-benar akan meratapi nasib seperti Melayu Singapore atau bangsa Arab Palestina. Obrolan itu adalah, seputar target China diaspora di ASEAN yang akan menguasai seluruh negara dan menargetkan jumlah total etnis Cina 70 juta jiwa dengan kekuatan full di ekonomi dan teknologi.
    Nah bila pernyataan Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong, yang menargetkan pertukaran sepuluh juta warga Cina di Indonesia pada 2020 benar adanya, maka kendati memunculkan kontroversi, rencana itu bisa dipersepsikan sebagai upaya ‘mengimpor’ imigran dari Cina ke Indonesia. Bila di berita ramainya 10 juta jiwa produktif, maka pada kenyataannya akan lebih dari 2 kali lipat.
    Jokowi sudah memfasilitasi dan rakyat Indonesia sangat murah hati, mengimpor pekerja-pekerja China dengan triliunan devisa negara yang tak lain pajak rakyat
    Kita paham, Indonesia sangat rapuh dan lemah dalam hal data kependudukan. KTP dan KK mudah dibuat dengan fulus. Wilayah Indonesia yang luas, sangat sulit dikontrol. Migrasi Cina bisa via laut atau daratan Indonesia, hingga pulau-pulau terluar. Nah itu dulu. Kini setelah era Jokowi, hal-hal sulit tak lagi perlu terjadi. Jokowi sudah memfasilitasi dan rakyat Indonesia sangat murah hati, mengimpor pekerja-pekerja Cina dengan triliunan devisa negara yang tak lain pajak rakyat.
    Jika saat ini jumlah etnis Cina 15-20 juta, dipastikan akan melesat tajam di tahun 2020. Dengan kejayaan ekonomi dan uang yang berlimpah, etnis China tak akan terbendung menjajah suku-suku pribumi yang semakin minoritas.
    Strategi Cina benar-benar menerapkan strategi Yahudi menyingkirkan rakyat Pribumi Palestina dan strategi Singapore yang menyingkirkan rakyat melayu. Bagi mereka, era Jokowi adalah anugerah setelah era Gus Dur. Namun kebanyakan umat Islam tersihir, hingga tak sadar akan proyek "Cinasasi Indonesia."
    Bangkitlah kaum pribumi dan rakyat Indonesia menghapus Cina dari negeri ini, sebelum semuanya terlambat dan kaum pribumi di jajah dan diperbudak oleh Cina. Mereka tidak segan-segan memperlakukan seperti Muslim di Cina daratan, dan masa depan Indonesia sangat mengerikan hidup dibawah telapak kaki Cina. (nandangburhanuddin/voa-islam.com)


Para Warga Cina Migrasi Masal, Jokowi Segera Ijinkan Warga Asing Bisa Memiliki Properti Di Indonesia

 http://www.wartakediri.com/para-warga-cina-migrasi-masal-jokowi-segera-ijinkan-warga-asing-bisa-memiliki-properti-di-indonesia/

WARTAKEDIRI.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan segara segera memberikan ijin kepada warga negara asing (WNA) Untuk memiliki properti di indonesia,dengan merevisi peraturan Pemerintah Nomer 41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinmggal atau Hunian oleh Orang Asing yang berkedudukan di Indonesia.Hal tersebut disampaikan Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki di Jakarta, Selasa 23/6


Tentang isu memberikan Ijin tersebut pemerintahan jokowi-Jk itu sudah sejak lama saat mereka masih mengkampanyekan jadi presiden dan waklil presiden.Dan sekarang sudah mulai terbukti dan sudah hampir terealisasi.Rencana tersebut juga pernah di katakan Menteri Keuangan Bambang Bodjonegoro.
Rencana tersebut, membuat tokoh masarakat Indonesia marah, bayak khawatir hal tersebut akan menjadi awal mula dari tergusurnya bangsa sendiri dari tanah airnya.Diantaranya Ketua Umum Asosiasi Pembangunan Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (APERSI) yang menilai hal tersebut sebagai wujud lunturnya nasionalisme.peraturan tersebut menguntungkan warga asing dan merugikan warga sendiri.
Dikhawatirkan masyarat miskin tidak akan mampu membeli rumah, karena harga yang akan menjadi tinggi akibat kerakusan para penambang real estate yang berusaha mengambil keuntungan setingi-tingginya, warga miskin tak mampu membeli.Dan kemudian menjadi gembel di negeri sendiri, sedangakan orang asing akan menjadi majikannya.
“Kalau kondisi seperti ini, kita tidak mungkin lagi bisa membangun rumah murah untuk rakyat.Sebanyak 15 juta kepala keluarga atau sekitar 60 juta rakyat Indonesia belum memiliki rumah dan sebagai bersar dari mereka adalah rakyat misklin dan MBR,” terangnya.
Terkait dengan rencana tersebut , tokoh pengerak dan reformsi yang juga pendiri sekaligus ketua umum Partai PUDI Dr. Ir. Bintang Pamungkas pernah memberikan peringatan kepada publik akan bahayanya langkah-langkah yang di ambil permerintahan Jokowi-Jk.
Di antaranya adalah tentang rencana berdatangnya 10 juta warga negara Cina ke Indonesia.Dimana pada Mei 2015 lalu, ketika melakukan kunjungan bilateral ke Indonesia, Wakil Perdana Menteri Cina Liu Yandong menyatakan akan mengirimkan 10 juta warga negaranya ke Indonesia.Dan hal ini dikhawatirkan oleh Direktur Institut Ekonomi Politik Soekarno Hatta (IEPSH), Hatta Taliwang, akan berpulang memunculkan isu-isu politik yang luar biasa dahsyat.Dan menimbulkan persaingan budaya antara aWarga CIna dengan Pribumi.Terjadi pertarungan untuk mempertahankan siapa yang lebih dominan.
Sri Bintang menilai percepatan proyek pembangunan hotel, apartemen, menara kondominum dan properti lainya, adalah untuk tujuan itu, untuk menampung 10 juta Warga Cina yang sksn segera datang ke Indonesia.Bukan sekedar berkunjung, tetapi menetap selamanya.

Tidak ada komentar: