Rabu, 01 Juli 2015

Empat Kejanggalan Jatuhnya Hercules C130 di Medan

Jatuhnya pesawat Hercules TNI biasanya sih merupakan cara TNI menodong pemerintah supaya menambahkan anggaran Alutsista - Alat utama system senjata, setelah tunjangan prajurit TNI dinaikkan 60%. Jika ada anggarannya, nantinya TNI akan mengupayakan hibah gratisan pesawat-pesawat tua dari Amerika, supaya anggarannya bisa dibuat beli bakso. Biasanya sih begitu, tak beda jauh dengan kasus bus karatan Transjakarta. Saya jadi ingat tentang kenakalan saya waktu remaja, minta ibu uang untuk beli buku padahal untuk beli rokok.

Janggalnya begini: pesawat tua berkapasitas 92 orang, diisi 101 orang. Anehnya, anggota TNI-nya hanya 12 orang sedangkan selebihnya adalah warga sipil. 'Kan aneh juga itu?!

Beritanya:
http://www.tempochannel.com/detail/videos/editor-s-choice/video/4332163332001/empat-kejanggalan-jatuhnya-hercules-c130-di-medan?autoStart=true


Inilah Enam Fakta Mengejutkan Dibalik Jatuhnya Hercules C-130 di Medan

 http://medan.tribunnews.com/2015/07/01/inilah-enam-fakta-mengejutkan-dibalik-jatuhnya-hercules-c-130-di-medan

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Ini lah fakta mengejutkan dibalik jatuhnya Pesawat Hercules C-130 dengan nomor ekor A-1310 di Jalan Djamin Ginting, Km 10, Medan Tuntungan, Selasa (30/6) siang. Peristiwa ini menewaskan 101 orang penumpang, termasuk warga sipil yang terkena hantaman pesawat jatuh.
1. Pesawat Alami Kerusakan Mesin
Seorang saksi mata menjelaskan, pesawat berbadan bongsor itu menukik di udara lalu menghantam ruko dan meledak. Pesawat milik TNI AU tersebut menimpa sedikitnya tiga rumah toko (ruko). Diduga pesawat mengalami kerusakan mesin.
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna menjelaskan kecelakaan tragis ini saat berkunjung ke lokasi kejadian pesawat jatuh, kemarin sore.
Tiba di lokasi, Agus, yang didampingi Kepala Staf Kodam I/BB Brigjen Cucu Soemantri beserta anggota TNI lainnya sempat berkeliling di sekitar puing pesawat.
Usai melihat puing pesawat, KSAU kemudian menjelaskan penyebab pesawat. "Untuk kronologis secara lengkap kami belum bisa memberikan informasi.
`Namun, ada sesuatu yang rusak pada pesawat. Bisa trouble engine, atau trouble pada hidrolik dan lainnya," ungkap Agus yang mengenakan seragam biru lengkap TNI AU.


2. Hanya 12 Anggota TNI dari 101 Penumpang
Dari informasi yang diterima adapun pasukan TNI yang berada di dalam pesawat berjumlah hanya berjumlah 12 orang. "Yang saya tahu, kru itu ada 12 orang. Itu terdiri atas tiga pilot, satu navigator, serta delapan teknisi," kata Agus. Sebelum tiba di Pangkalan Udara Suwondo Medan, kata Agus, pesawat berangkat dari Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
"Dari Halim, pesawat kemudian menuju ke Pekanbaru. Setelah itu, pesawat menuju Dumai, dan terakhir ke Pangkalan Suwondo," kata Marsekal Agus Supriatna.
Setelah beberapa saat tiba di Pangkalan Soewondo dan mengisi bahan bakar, pesawat tersebut kembali bertolak ke Tanjungpinang. Di sana, pesawat akan kembali melakukan aplausan anggota.
"Dari data yang kita terima, jumlah penumpang 101 orang. Alhamdulillah, Bapak Gubernur (Sumut) membantu kita mengangkat bangkai pesawat," kata Agus. Ia menerangkan, 101 penumpang ditambah 12 awak pesawat diduga tidak selamat.
"Di rumah sakit saat ini yang sudah dibawa ada sekitar 49 orang. Dan yang sudah teridentifikasi 23 orang. Doakan saja, bangkai pesawat ini bisa diangkat secepat mungkin," kata Agus.

3. Pilot Sempat Minta Kembali ke Pangkalan

Terkait jatuhnya pesawat ini, kata Agus, pihak TNI AU sudah membentuk tim untuk melakukan investigasi di lapangan.
"Bukti yang kita tahu, pilot sempat minta kembali ke pangkalan. Karena ada permintaan, tentu kan ada sesuatu yang trouble. Pada saat pilot meng-handle pesawat untuk kembali, di situlah terjadinya (kecelakaan)," ujar Agus.
Apakah selama ini pesawat tersebut ada masalah? "Saya rasa tidak ada masalah. Pesawat ini buatan Amerika tahun 1964. Untuk mengetahui secara pasti kejadian ini, semuanya akan kita investigasi. Kejadian-kejadian serupa kan pernah terjadi. Seperti di Condet dan Magetan. Setelah kita investigasi, ternyata ada trouble di mesinnya," ungkap Agus.
Tak lama berbincang, Agus yang dikawal sejumlah pasukan TNI kemudian pamit untuk beranjak ke RSUP Adam Malik Medan.

4. Di Dalam Bangkai Pesawat ada Peluru dan Amunisi
Terpisah, Kapolda Sumut Irjen Eko Hadi Sutedjo mengatakan, pihaknya mengerahkan kekuatan penuh untuk membantu jalannya evakuasi.
"Untuk penyebabnya kita belum tahu. Namun, tindakan yang kita lakukan sejauh ini semua korban sudah kita kumpulkan. Kita buat posko," kata Eko.

Ia menerangkan, posko tidak hanya dibuat di lokasi kejadian, di RSUP Adam Malik pun posko tetap dibuat. "Di Adam Malik, kita buat posko DVI-nya. Kalau kendala, mungkin karena ini tertutup puing-puing (bangunan). Apalagi pesawat panas terbakar, dan diduga di dalam pesawat ini kita khawatirkan ada peluru dan amunisi," kata Kapolda.
Dari data di lokasi, adapun para TNI AU yang meninggal dunia di antaranya Pilot Kapten Pnb Sandy Permana, Kopilot satu Lettu Pnb Pandu Setiawan, Kopilot dua Lettu Pnb Dian Sukma P, Navigator Kapten Nav Roni Setiawan, Juru Radio Udara Serma Bambang H, Juru Mesin Udara Peltu Ibnu Kohar, Juru Mesin Udara Peltu Andik S, Juru Mesin Udara Pelda Parijo, Instruktur Load Master Peltu Ngaserman, Load Master Peltu Yahya, dan Load Master Pelda Agus P.

5. Pesawat Nukik Lalu Hantam Panel Pemancar
Berdasar keterangan sejumlah warga di lokasi, sebelum pesawat jatuh menghantam ruko, pesawat terlihat menukik sejak melintas di atas perumahan Royal Sumatera.
"Kejadiannya begitu cepat. Aku kebetulan naik kereta tadi. Kutengok pesawat nukik," kata pria mengaku bermarga Brahmana ini.
Sesaat setelah menukik, tiba-tiba saja badan pesawat menyenggol panel pemancar di atas gedung Sekolah Bethany. Akibat hantaman itu, tiang pemancar sekolah Bethany hancur.
"Setelah pesawat menabrak itu (tiang pemancar), terus menghantam ruko lah Pak," kata pria tersebut. Berdasarkan pengamatan Tribun, sejak jatuhnya pesawat, sepanjang ruas Jl Djamin Ginting mulai dari simpang Pos diblokade petugas Satuan Lalulintas Polda Sumut. Beberapa petugas Sat Lantas memalang jalan dengan rambu lalu lintas dan kursi kayu.


6. Ada Korban Warga Sipil
Agar warga tak menumpuk di lokasi kejadian, polisi meminta warga untuk memutar arah. Namun, rasa penasaran warga tidak terbendung sehingga jalanan macet total hingga sore hari. Di lokasi kejadian, puing pesawat masih terlihat di atas ruko yang hancur. Ekor pesawat yang tersisa dipotong secara perlahan oleh petugas gabungan TNI AD, AU, AL, dan Brimob.
Hingga sore hari, lokasi kejadian dijaga ketat personel gabungan TNI. Setiap warga yang mendekat diusir dan diminta menjauh dari garis polisi. "Bagi yang tidak berkepentingan silahkan keluar. Jangan ada yang mendekat. Ini petugas lagi evakuasi. Mohon pengertiannya," ungkap petugas TNI AU berseragam serba biru.
Mendengar arahan petugas, warga sesaat mundur dari lokasi. Namun, lima belas menit kemudian warga kembali menyemak di sekitar mobil petugas. Untuk memudahkan evakuasi, anggota Sabhara, dan Brimob membangun dua tenda di depan ruko yang jaraknya hanya beberapa meter dari lokasi kejadian.
Di tenda tersebut, setiap keluarga korban yang ingin mendapatkan informasi bisa langsung bertanya kepada petugas. Berdasarkan pengamatan Tribun, agar tidak kembali menimbulkan percikan api di sisa puing pesawat, petugas gabungan menyiagakan puluhan mobil pemadam.
Mobil-mobil tersebut berjajar rapih di depan puing pesawat yang dipotong petugas gabungan. Agar memudahkan evakuasi, sisa puing yang telah dipotong termasuk ban pesawat diletakkan di pinggir jalan bersama kerangka satu mobil Fortuner, yang sudah hangus.
Beberapa petugas TNI yang berjaga terlihat sibuk merapikan puing reruntuhan bangunan dan tubuh pesawat yang kondisinya sudah porak-poranda. Hingga menjelang pukul 18.00 WIB, lokasi masih dipadati ratusan warga.

 Beberapa di antaranya berusaha menerobos masuk ke lokasi kejadian hanya untuk sekadar mengambil foto. Berdasarkan informasi diperoleh Tribun, selain penumpang dan awak pesawat, adapula korban dari warga sipil. (ray)


Tim Gabungan Temukan 20 Ribu Amunisi dari Bangkai Hercules

 http://medan.tribunnews.com/2015/07/01/breaking-news-tim-gabungan-hanya-temukan-20-ribu-amunisi

BREAKING NEWS: Tim Gabungan Temukan 20 Ribu Amunisi dari Bangkai Hercules
TRIBUN MEDAN / DEDY SINUHAJI
Keluarga korban penumpang pesawat Hercules milik TNI AU yang jatuh menangis histeris saat menunggu jenazah tiba di Rumah Sakit Adam Malik, Medan, Selasa (30/6/2015). Pesawat Hercules C-130 milik TNI AU jatuh di permukiman penduduk di Jalan Jamin Ginting dan menjatuhkan puluhan korban jiwa. Tribun Medan/Dedy Sinuhaji

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Hari kedua penyisiran bangkai pesawat Hercules C-130 milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) yang jatuh di Simalingkar, menemukan 20 ribu amunisi, Rabu (1/7/2015).
Sumber tribun-medan.com yang tidak ingin identitasnya disebut menjelaskan, di dalam pesawat ada 23 ribu amunisi. Namun, sekarang petugas baru menemukan 20 ribu amunisi.
"Tidak hanya amunisi, sedikitnya ada 15 senjata laras panjang. Tapi yang berhasil ditemukan masih sembilan senjata. Sehingga, personel terus berupaya melakukan penyisiran," ujarnya melalui pesan singkat, Rabu dini hari.
Dia menjelaskan, hingga sekarang petugas masih melakukan pencarian beberapa amunisi, senjata laras panjang serta dua unit pistol yang diketahui juga ada dalam pesawat.
Sebelumnya, dalam evakuasi yang dilakukan Rabu dinihari, petugas berhasil menemukan delapan mayat, diduga warga sipil yang bekerja di jasa pelayanan sauna BS Oukup. Adapun delapan jenazah tersebut besar dugaan bernama Siti, Arni (kasir), Anas (room boy), Ari (room boy), Dewi (pegawai), Amel (pegawai), Sindi (pegawai) dan Rani (pegawai).
Hingga Rabu (1/7/2015) dini hari pukul 04.00 WIB, jenazah korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 yang telah dievakuasi sebanyak 126 jenazah. Hal ini disampaikan Panglima Kodam (Pangdam) I Bukit Barisan, Edy Rahmayadi.
"Total 126 sudah ditemukan, kalau di dalam pesawatnya seharusnya sudah selesai," ujarnya.  (tio/tribun-medan.com)


Sebelum Jatuh, 121 Orang Tumpangi Pesawat Hercules C-130

 http://medan.tribunnews.com/2015/07/01/sebelum-jatuh-121-orang-tumpangi-pesawat-hercules-c-130

Sebelum Jatuh, 121 Orang Tumpangi Pesawat Hercules C-130

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menurut informasi dari Staf Humas Polda Sumut, Kompol A Tarigan yang ada di RSUP H Adam Malik mengatakan seluruh korban di dalam pesawat nahas Hercules C-130 milik TNI yang jatuh di Jalan Jamin Ginting berjumlah 121 orang terdiri dari 31 orang naik dari Bandara Halim Perdana Kesuma, 47 orang naik dari Riau dan dari Lanut Soewondo 31 orang dengan kru 12 orang.
"Jadi, tidak semua penumpang naik dari lapangan terbang Soewondo. Cuma 31 orang yang naik dari medan. 90 orang lainnya naik dari Halim dan Riau,"katanya, Selasa (30/6/2015) malam.
Di akhir bulan Juni warga Kota Meda dikejutkan dengan jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik TNI di Jalan Jamin Ginting. Menurut informasi, jatuhnya pesawat yang berhasil take off dari lapangan udara Soewondo ini dikarenakan pesawat kebanggan TNI ini menabrak tower radio dimana kali pertama yang terbakar adalah ekor pesawat.
Dua menit setelah berhasil take off, pilot pesawat tersebut Kapten Sandhi Permana sempat menghubungi pangkalan dan meminta untuk balik ke pangkalan udara Soewondo. Namun entah apa yang terjadi pesawat langsung manuver ke kanan dan menabrak tower terus langsung terbakar dan jatuh di Jalan Jamin Ginting persis di Royal Perintis.
Akibatnya, sekitar 50 korban jatuh karena insiden yang menyedihkan di akhir bulan Juni ini. Pihak TNI dibantu pihak kepolisian langsung berusaha mengevakuasi korban. Banyak masyarakat yang ingin melihat jatuhnya pesawat sehingga mengakibatkan seputaran Jalan Jamin Ginting dirundung kemacetan panjang. Bagi para masyarakat yang ingin melihat bangkai pesawat harus rela berjalan sekitar 2 km dari tempat mereka parkir ke lokasi kejadian.


Ketua DPR Minta Penyebab Jatuhnya Hercules Diselidiki Tuntas

 http://news.detik.com/berita/2957335/ketua-dpr-minta-penyebab-jatuhnya-hercules-diselidiki-tuntas

Ketua DPR Minta Penyebab Jatuhnya Hercules Diselidiki Tuntas
 Jakarta - Ketua DPR RI Setya Novanto mengucapkan ikut berbelasungkawa kepada keluarga korban pesawat Hercules yang jatuh di Medan. Novanto menekankan perlunya penyelidikan penyebab jatuhnya pesawat angkut andalan TNI AU tersebut.

"Saya turut berbelasungkawa atas jatuhnya pesawat Hercules di Medan saat melakukan operasi penerbangan angkutan udara, khususnya kepada korban yang berada di dalam pesawat tersebut," kata Novanto kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2015).

Novanto meminta aparat mendahulukan proses evakuasi korban dan memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi jatuhnya pesawat. Setelah evakuasi selesai, Novanto berharap penyebab kecelakaan diselidiki tuntas.

"Saya mendapatkan info jika pesawat Hercules buatan tahun 1964 tersebut selama ini sangat dirawat sehingga menjadi andalan TNI AU, sehingga penyelidikan dan penyidikan atas insiden tersebut sebaiknya diserahkan ke pihak-puhak terkait," pungkasnya.

Setidaknya ditemukan 139 jenazah utuh dari hasil evakuasi korban kecelakaan pesawat tersebut. Sampai saat ini evakuasi masih terus dilakukan.
(van/nrl)



Hasil gambar untuk gambar jatuhnya hercules tni


















Tidak ada komentar: