Selasa, 07 Juli 2015

Go-Jek Ditolak karena Dinilai Tak Punya Etika

http://news.metrotvnews.com/read/2015/07/07/144501/go-jek-ditolak-karena-dinilai-tak-punya-etika

Spanduk larangan untuk Go-jek di Kalibata City/Metrotvnews.com/m Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Persatuan Ojek Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan melarang Go-Jek dan GrabBike masuk dalam kawasan apartemen tersebut. Di samping merusak pendapatan, keberadaan Gojek dinilai tidak beretika.

"Bayangin aja, mereka masuk ke pangkalan orang tanpa permisi. Kemudian ngambil penumpang kita. Ibarat masuk ke rumah orang, tanpa ngetuk pintu, terus ngambil makanan yang ada di dalam rumah, siapa yang enggak marah," kata Adi (32) kepada Metrotvnews.com, Senin (6/7/2015).

Pria yang akrab disapa Bodong ini mengaku tak takut kehilangan rezeki. Sebab, dia masih meyakini bahwa rezeki sudah diatur oleh Tuhan yang Maha Esa. Akan tetapi, ia tidak menyukai Go-Jek lantaran tidak beretika dan merusak harga pasar tukang ojek pangkalan.

"Misalkan dari Kalibata City ke Pasar Minggu, ongkosnya Rp20 ribu. Tapi Go-Jek malah ngasih harga Rp15 ribu. Kan ini namanya, jatuhin harga," ujar Bodong.

Bodong juga tidak tertarik bergabung dengan Go-Jek lantaran banyak aturan yang harus ia ikuti. Ia tak tergiur iming-iming pendapatan fantastis. Ia tetap ingin menjadi ojek pangkalan seperti yang telah dilakoninya empat tahun terakhir.

"Kayaknya kita diatur ketat, kalau bergabung dengan Go-Jek," ungkap dia.

Bodong mengimbau para driver Go-Jek tidak lagi masuk mengambil penumpang dari Kalibata City. Tapi, ia tak mempermasalahkan jika Go-Jek hanya mengantar dari luar ke Kalibata City.

"Kalau tetap ngeyel, pasti ada benturan atau gesekan," tukas Bodong.

Seperti diketahui, Persatuan Ojek Kalibata City memasang sejumlah plang atau spanduk yang berisikan larangan untuk Go-Jek dan grab Bike mengambil penumpang di sekitar lokasi. Setidaknya dari empat pintu masuk yang ada, masing-masing pintu dijaga oleh rata-rata 20 hingga 60 orang tukang ojek.
OJE

Tukang Ojek Pangkalan Cemburu dengan Go-Jek

 http://news.metrotvnews.com/read/2015/07/07/410997/tukang-ojek-pangkalan-cemburu-dengan-go-jek

Pengendara ojek yang tergabung dalam Go-Jek ikut pelatihan. (Foto: MI/Ramdani)
Metrotvnews.com, Jakarta: Tingginya penghasilan dan fasilitas yang diterima driver Go-Jek membuat tukang ojek pangkalan cemburu. Selain itu, banyak pegawai kantor yang menjadikan Go-Jek sebagai kerja sampingan.

"Boleh ada Go-Jek seperti dulu saja, jangan terlalu banyak. Ini pengangguran diterima, karyawan diterima, anak muda diterima. Bingung juga lihat Go-Jek lewat tiap hari. Jadi cemburu sosial juga ini," kata Lukman kepada Metrotvnews.com di pangkalan ojek depan Mal Pejaten Village, Jalan Pejaten Raya, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015).

Lukman menceritakan kecemburuannya bukan tanpa alasan. Dia bilang, banyak driver Go-jek punya pekerjaan utama. Sementara dirinya hanya tukang ojek dengan penghasilan pas-pasan.

"Banyak yang tukang Go-jek itu orang kantor, mereka pulang kerja ngojek sambil jalan. Kalau kami benar-benar kerjaan utama. Kalau enggak dapet sewa ya benar-benar enggak punya duit," ujarnya.

Kecemburuan itu meningkat saat Go-Jek mendapatkan sewa tepat di depan pangkalan ojek yang dia tempati. Dia mengaku kesal dengan semua pelayanan kemudahan yang ditawarkan Go-Jek. Layanan itu membuat sebagian besar pelanggannya kabur.

"Kita kan enggak pake media apa-apa, kalau mereka tinggal pencet. Makanya jangan ganggu kita. Masa mereka lewat bawa sewa, padahal di sini kita belum dapat. Langganan kita juga lari ke Go-Jek sekarang," ujarnya.

Karena kekesalan mereka, Lukman dan teman-teman pangkalan ojeknya melarang Go-Jek mengambil sewa dekat pangkalannya. Bahkan ojek pangkalan pernah memecahkan helm Go-Jek yang mengambil sewa di dekat pangkalan mereka.

Beruntung, saat itu satgas dari perusahaan Go-jek langsung mendatangi tempat tersebut untuk menyelesaikan masalah. Sampai sekarang, Lukman dan teman-temannya mengaku tetap menolak kehadiran Go-jek.

Tidak ada komentar: