Selasa, 21 Juli 2015

Islamofobia

https://id.wikipedia.org/wiki/Islamofobia

Islamofobia adalah istilah kontroversial[1] yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim.[2] Istilah itu sudah ada sejak tahun 1980-an,[3] tapi menjadi lebih populer setelah peristiwa serangan 11 September 2001.[4] Pada tahun 1997, Runnymede Trust seorang Inggris mendefinisikan Islamofobia sebagai "rasa takut dan kebencian terhadap Islam dan oleh karena itu juga pada semua Muslim," dinyatakan bahwa hal tersebut juga merujuk pada praktik diskriminasi terhadap Muslim dengan memisahkan mereka dari kehidupan ekonomi, sosial, dan kemasyarakatan bangsa. Di dalamnya juga ada persepsi bahwa Islam tidak mempunyai norma yang sesuai dengan budaya lain, lebih rendah dibanding budaya barat dan lebih berupa ideologi politik yang bengis daripada berupa suatu agama.[5] Langkah-langkah telah diambil untuk peresmian istilah ini dalam bulan Januari 2001 di "Stockholm International Forum on Combating Intolerance". Di sana Islamofobia dikenal sebagai bentuk intoleransi seperti Xenofobia dan Antisemitisme .[6]
Berbagai sumber telah mensugestikan adanya kecenderungan peningkatan dalam Islamofobia, sebagian diakibatkan serangan 11 September,[7] sementara yang lainnya berhubungan dengan semakin banyaknya Muslim di dunia barat.[8] Dalam bulan Mei 2002 European Monitoring Centre on Racism and Xenophobia (EUMC) mengeluarkan laporan berjudul "Summary report on Islamophobia in the EU after 11 September 2001", yang menggambarkan peningkatan Islamofobia di Eropa setelah 11 September.[9]
Para penyanggah mengkritik konsep itu, diduga ada penyalahgunaan saat menggali kritik Islam yang sah,[10][11] dan menyebutnya sebagai "mitos".[10] Penulis novel Salman Rushdie dan teman-temannya menandatangani manifesto berjudul Together facing the new totalitarianism di bulan Maret 2006 menyebut Islamofobia a "konsep yang buruk yang mencampurkan kritik terhadap Islam sebagai agama dengan stigmatisasi terhadap para penganutnya."[12]

Tidak ada komentar: