Kamis, 02 Juli 2015

JUTAAN BURUH DARI CHINA SUDAH DATANG

Lukai Hati Rakyat Indonesia, Jokowi Datangkan Ribuan Buruh Asal China Bekerja di Banten & Papua

http://panjimas.com/news/2015/06/27/lukai-hati-rakyat-indonesia-jokowi-datangkan-ribuan-buruh-asal-china-bekerja-di-banten-papua/

Lukai Hati Rakyat Indonesia, Jokowi Datangkan Ribuan Buruh Asal China Bekerja di Banten & Papua

JAKARTA (Panjimas.com) – Saat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang lalu, pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berjanji bakal menciptakan 10 juta lapangan baru jika terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia pada Pilpres tanggal 9 Juli 2014 lalu.
Menurut Jokowi, langkah itu diambil guna menekan angka pengangguran di Tanah Air. “Menurunkan tingkat pengangguran 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun,” kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (3/7/14).
Sejarah kemudian mencatat jika Jokowi-JK terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Dan ternyata, janji 10 juta lapangan kerja itu pun sepertinya akan dipenuhi. Namun anehnya, 10 juta lapangan kerja yang dimaksud ternyata diperuntukkan bagi warga China (RRC) yang akan berkerja di Indonesia dalam banyak proyek besar infrastruktur yang diteken oleh Jokowi dengan Pemerintah Komunis China (PKC).
Menurut kesaksian seorang karyawan yang masih bekerja di Bayah, Provinsi Banten, sudah beberapa bulan ini tengah dikerjakan suatu proyek infrastruktur besar dimana para pekerjanya didatangkan langsung dari China.
“Para pekerjanya orang-orang China. Tapi heran saya, orang-orang itu sepertinya tidak berpendidikan, jorok-jorok. Maaf, buang air besar saja sembarangan. Tidak bisa berbahasa Indonesia, tidak bisa baca tulis. Sepertinya, mereka ini dari golongan masyarakat paling bawah di RRC sana dan dikirim ke sini,” ujarnya sepeti dilansir Eramuslim.
Ketika ditanya apakah para pekerja kasar itu akan dikembalikan ke China setelah proyek ini berakhir, seorang narasumber Eramuslim yang dekat dengan petinggi proyek itu menggelengkan kepala.
“Belum tahu, tapi sepertinya tidak. RRC itu surplus penduduk, dan sepertinya mereka sengaja mengekspor orang-orangnya yang tidak berpendidikan ke Indonesia untuk nanti bisa tinggal di sini. Saya sedih melihat kelakuan pejabat-pejabat kita yang sama sekali tidak punya rasa nasionalismenya sekarang ini,” ucapnya.
Pekerja Asal China Serbu Indonesia 1
Tak Hanya Banten, Papua Juga Diserbu Tenaga Kerja China
Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China juga didatangkan untuk bekerja di Pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan. Jumlahnya sudah ratusan, tidak pakai visa tenaga kerja asing, semua visa wisata. Sementara yang dipulangkan karena paspornya bermasalah. Hal ini menjadi pemicu konflik di masyarakat lokal Papua, sebab sampai pekerjaan kasar seperti buruh bangunan juga asli dari China.
Itu baru di Banten dan Papua. Belum lagi di banyak daerah. Sebab itu jangan heran jika sekarang ini di mana-mana banyak berkeliaran orang-orang China. Rekayasa demografi sepertinya tengah terjadi di Indonesia yang akan menyingkirkan kaum pribuminya.
Hal ini tentu menyakiti rakyat Indonesia. Sayangnya, hal ini malah berjalan di bawah restu rezim Jokowi-JK sekarang ini. Akankah anak bangsa akan terus asyik menggosok batu akik saja tanpa memikirkan anak cucu kita kelak? [GA]

Pimpinan Komisi IX DPR: Pulangkan Saja Pekerja Asing ke Negara Asalnya

http://www.teropongsenayan.com/13439-pimpinan-komisi-ix-dpr-pulangkan-saja-pekerja-asing-ke-negara-asalnya

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Pius Lustrilanang menghimbau pemerintah agar selektif dalam mendatangkan pekerja asing.

Hal tersebut disampaikan Pius saat menanggapi banyaknya para pekerja asing khususnya asal Tiongkok yang masuk ke Indonesia yang diduga merupakan tenaga kerja kasar.

"Kaya di Indonesia enggak punya tenaga kerja saja. Kalau mau masukin modal, modal saja dan tenaga ahli, kalau tenaga kasar kita banyak," kata Pius di Nusantara I DPR RI Jakarta, Rabu (1/6/2015).

Pius juga mendorong pemerintah agar tidak segan-segan untuk mengembalikan para pekerja asing tersebut ke negara asalnya.

"Pulangkan saja tenaga kerja-tenaga kerja kasar yang enggak jelas itu," tegas dia.

Selain itu, kata Pius, membanjirnya pekerja asing ke Indonesia dikarenakan pemerintah terlihat kurang berpihak pada para pekerja lokal.

"Pemerintah lebih mementingkan pekerja asing ketimbang pekerja lokal," jelasnya. (iy)

Pekerja Cina Sudah Banjiri Indonesia, Pemerintah Kok Baru Ribut?

http://www.teropongsenayan.com/13513-pekerja-sudah-cina-banjiri-indonesia-pemerintah-kok-baru-ribut

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Robert Rouw menyayangkan sikap pemerintah yang dianggap lemah dan lamban terkait membanjirnya para pekerja asal Tiongkok yang masuk ke beberapa daerah di Indonesia.

"Kenapa pemerintah baru ribut-ribut, berarti pemerintah tidak menjalankan fungsinya dengan baik selama ini. Seharusnya negara bisa kontrol orang masuk dan keluar dari setiap pintu masuk ke negara ini," kata Robert di Nusantara I DPR RI Jakarta, Kamis (2/7/2015).

Kontrol Kemenaker selama ini kata dia, terlihat tidak berjalan, sehingga efek dominonya terjadi seperti saat ini.

"Sangat lemah kontrol Menaker ini dan seharusnya Menaker buat satgas untuk kontrol operasional perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia," tukas dia. (iy)

Relawan Jokowi: Tenaga Kerja Asal Cina Membahayakan Negara

http://www.teropongsenayan.com/13299-relawan-jokowi-tenaga-kerja-asal-cina-membahayakan-negara

85wna-china.jpg

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Ketua Umum DPP Pro-Jokowi (Projo), Budi Arie Setiadi meminta Menaker Muhammad Hanif Dhakiri segera bekerja cepat mengatasi maraknya tenaga kerja asal Cina yang masuk ke wilayah Banten. Sebab, ujar Budi, hal ini sangat berbahaya bagi hubungan sosial pada daerah-daerah tersebut, dan rawan sekali akan lahirnya konflik.

"Dalam jangka panjang ini bisa jadi bagian yang serius dari upaya intervensi bangsa lain ke dalam kepentingan nasional kita," kata Budi kepada TeropongSenayan, di Jakarta, Senin (29/6/2015). (Baca: Buruh Asal China Buang Air Besar Sembarangan, Warga Lebak Banten Mengeluh)

Seperti diketahui sejak beberapa waktu lalu tenaga kerja kasar asal Cina datang bergelombang ke Bayah, Pandeglang, Banten. Selain itu juga ada yang berdatangan ke Papua. Jumlahnya mencapai ribuan. (Baca: Menaker Akui Banyak Tenaga Kerja Illegal China Masuk Indonesia)

Disayangkan, karena umumnya mereka adalah pekerja kasar alias tidak terdidik. Bahkan juga tidak bisa berbahasa Indonesia. Mereka dipekerjakan pada proyek pembangunan industri yang sedang berlangsung di daerah tersebut. (iy) (Baca: Kemenaker Jangan Diam atas Masuknya Ribuan Pekerja dari China)

Buruh Asal China Buang Air Besar Sembarangan, Warga Lebak Banten Mengeluh

http://www.teropongsenayan.com/13140-buruh-asal-china-buang-air-besar-sembarangan-warga-lebak-banten-mengeluh

46BuruhChina.jpg


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Tenaga kerja kasar asal China saat ini sudah 'menyerbu' berbagai wilayah di Indonesia. Salah satunya di kabupaten Lebak, Banten.

Warga Lebak tak hanya mengeluhkan ekspansi besar-besaran para tenaga kerja asal Negeri Tirai Bambu tersebut, namun perilaku warga China di daerah itu sangat tidak sopan. Mereka kerap buang air besar sembarangan. (Baca: Kemenaker Jangan Diam atas Masuknya Ribuan Pekerja dari China)

"Kami menerima laporan mereka tenaga kerja asing (TKA) asal China mereka buang air besar (BAB) di sembarangan tempat, sehingga bisa menimbulkan berbagai macam penyakit. Terlebih saat ini memasuki musim kemarau," kata Ketua LSM Banten, Pamungkas, di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Selasa (23/6/2015).

Pamungkas meminta perusahaan yang mempekerjakan buruh asal China itu bertanggung jawab pekerjanya. (Baca: Tenaga Kerja Kasar China Serbu Indonesia, Ini Janji Komisi IX)

"Kami minta perusahaan yang mempekerjakan warga Tiongkok itu dapat memberikan teguran atau tindakan terhadap mereka yang berperilaku jorok," ujar Pamungkas.

Dia mengungkapkan, para pekerja asing yang sedang membangun kawasan pabrik semen Merah Putih itu dipastikan berpendidikan sangat rendah. Sebab mereka tidak bisa membaca dan menulis. Mereka juga tidak bisa menggunakan Bahasa Indonesia. Karena itu, Pamungkas mendesak kepolisian dan imigrasi melakukan pengawasan dan pemantauan lantaran diduga mereka masuk ke Indonesia secara ilegal. (Baca: China Akan Kuasai Indonesia dan ASEAN Gantikan Amerika dan Inggris?)

"Jika mereka tidak dilengkapi dengan izin usaha dan dokumen lainnya, di antaranya paspor, maka harus dikembalikan ke negara asalnya," tukasnya. (Baca : Inilah Dasar Sindiran Tommy Akan Ada Pangkalan Militer di NKRI)

Buruh asal China itu dipekerjakan buat membangun pabrik semen Merah Putih di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak. Mereka dikontrak oleh perusahaan PT Cemendo Gemilang dengan PT Cinoma dan PT CHI.(yn/ant)

Ini Dia Salah Satu Perusahaan yang Tampung Pekerja Cina Secara Besar-besaran

http://www.intelijen.co.id/ini-dia-salah-satu-perusahaan-yang-tampung-pekerja-cina-secara-besar-besaran/

yang menampung secara besar-besaran Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina adalah PT Cemindo Gemilang. Perusahaan ini hingga saat ini memperkerjakan 400 orang yang berasal dari Cina.
Namun pihak perusahaan membantah jika pekerjanya tidak memiliki izin bekerja yang diterbitkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Kepolisian Republik Indonesia.
“Kami merekrut mereka dari PT Sinoma dan Cina Harbour. Mereka semua memiliki keahlian khusus yang kami butuhkan untuk mempercepat penyelesaian pabrik Semen Merah Putih plus dermaga,” kata CSR Manager PT Cemindo Gemilang Sigit Indrayana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (1/7/2015).
Diketahui, selama ini, Sinoma telah dikenal sebagai kontraktor di bidang Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) terbesar di seluruh dunia. Sedangkan Cina Harbour merupakan kontraktor yang membangun sebagian besar infrastruktur di Cina, mulai dari jalan hingga pelabuhan laut.
“Kedua kontraktor ini sangat berpengalaman dan memenuhi syarat yang kami butuhkan. Semua akan kembali kemanfaatanya untuk masyarakat, semakin cepat jadi, maka masyarakat segera menikmati infrastuktur yang bagus,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa selama di Bayah, kedua kontraktor tersebut telah memberikan kontribusi signifikan kepada masyarakat setempat, terutama terkait proses transfer pengetahuan dan teknologi.(TeropongSenayan)

Tak Hanya Properti, Jokowi Diperkirakan Akan Ijinkan Asing Bangun Pangkalan Militer di NKRI

http://panjimas.com/news/2015/06/27/tak-hanya-properti-jokowi-diperkirakan-akan-ijinkan-asing-bangun-pangkalan-militer-di-nkri/

Tak Hanya Properti, Jokowi Diperkirakan Akan Ijinkan Asing Bangun Pangkalan Militer di NKRI


JAKARTA (Panjimas.com) – Putra mantan penguasa Orde Baru (Orba) era Soeharto, yakni Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto kembali menyindir Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akun twiternya, terkait keputusan Jokowi merevisi PP 41 tahun 1996 tentang pemililkan properti bagi orang asing di Indonesia.
Melalui akun twitterya @HutomoMP_9, Tommy bahkan menyebut jika Jokowi juga akan mengijinkan pihak asing membangun pangkalan militer dalam wilayah NKRI. “Sepertinya Bukan Hanya Properti,” tulis Tommy. (Baca: Ijinkan Warga Asing Kuasai & Miliki Properti, Pengamat Politik: Jokowi Gadaikan NKRI)
Seperti diberitakan Panjimas.com sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengizinkan warga negara asing (WNA) untuk memiliki dan menguasai properti di Indonesia. Dalam waktu dekat, Jokowi bakal merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 1996 tentang Pemilikan Rumah Tempat Tinggal atau Hunian oleh Orang Asing yang Berkedudukan di Indonesia.
Hal itu disampaikan Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki seusai mendampingi Jokowi bertemu dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI) di Istana Merdeka, Jakarta (23/6/2015). “Presiden Jokowi menyetujui usulan DPP REI dengan memperbolehkan kepemilikan asing di bidang properti,” ujar Teten.
Menanggapi hal itu, pengamat politik Sahirul Alem menyatakan bahwa dengan mengijinkan pihak asing memiliki properti di Indonesia, hal itu sama saja Presiden Jokowi telah menggadaikan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kalau bidang properti sudah dibolehkan dikuasai asing, maka tamatlah kedaulatan NKRI,” tegas Sahirul Alem kepada intelijen pada Rabu (24/6/2015). [GA]

Benarkah Pekerja Asal China Menyerbu Indonesia? Ini Penjelasan Menaker

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/06/30/1404002/Benarkah.Pekerja.Asal.China.Menyerbu.Indonesia.Ini.Penjelasan.Menaker

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri membantah terjadinya serbuan para pekerja China ke Indonesia. Ia menyatakan, pihaknya melakukan seleksi ketat terhadap keberadaan tenaga kerja asing (TKA) untuk memastikan tidak adanya pelanggaran aturan ketenagakerjaan, terutama izin kerja selama di Indonesia.

“Terkait adanya isue soal serbuan TKA China itu tidaklah benar. Kita harus pastikan setiap TKA yang bekerja di Indonesia mengikuti prosedur pengurusan izin kerja dan tidak melanggar aturan ketenagakerjaan,” kata Menaker Hanif dalam keterangan pers Biro Humas Kemnaker di Cilacap, Jawa Tengah pada Selasa (30/6/2015).

Berdasarkan data Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang diterbitkan Kementerian Ketenagakerjaan untuk TKA China dari 1 Januari 2014 - Mei 2015 mencapai 41.365. TKA asal China yang saat ini masih berada  di Indonesia sebanyak 12.837.

Adapun sektor yang banyak diisi pekerja Tiongkok ini pada periode yang sama adalah perdagangan dan jasa, yakni mencapai  26.579 IMTA, kemudian industri 11.114 IMTA, dan pertanian 3672 IMTA.

Hanif menjelaskan, pihaknya telah  mengeluarkan instrumen aturan pengetatan TKA, yaitu Permenaker 16/2015 tentang Tata Cara Pengendalian dan Penggunaan TKA, untuk memperketat masuknya TKA ke Indonesia.

Dalam aturan itu, pemerintah mewajibkan syarat-syarat baru di antaranya,  TKA harus memiliki sertifikat kompetensi atau berpengalaman kerja minimal 5  tahun serta ada jabatan tertentu yangg tertutup bagi TKA. Ada juga jabatan yang hanya diberi izin kerja selama 6 bulan dan tidak boleh diperpanjang.

Selain itu, diatur pula soal ketentuan setiap merekrut 1 TKA di saat yang sama harus merekrut 10 tenaga kerja dalam negeri (TKDN)  serta adanya kewajiban TKA didampingi oleh TKDN dalam rangka alih teknologi dan ilmu, dll.

“Semua TKA harus taat terhadap regulasi ketenagakerjaan. Setiap TKA yang dipekerjakan di Indonesia harus berdasarkan jabatan dan sektor-sektor yang dibuka untuk masuknya TKA, dengan jangka waktu yang juga dibatasi untuk tiap-tiap jabatan. Bahkan ada juga jabatan yang sama sekali tertutup bagi TKA, “ kata Hanif.

Ia mengatakan, khusus untuk proyek pemasangan mesin oleh investor asing yang sifatnya jangka pendek (6 bulan dan tidak dapat diperpanjang), tidak ada  aturan tentang komposisi TKA berbanding TKDN. Namun, di luar itu kehadiran setiap TKA wajib menyerap dan didampingi 10 TKDN.

“Untuk  TKA yg bekerja di sektor manufaktur dan jasa lainnya yang berjangka  waktu 1 tahun, telah kami perbaiki regulasinya. Jika dalam Permenaker 12/2013 perbandingannya adalah 1:1, maka dalam Permen 16/2015 menjadi 1 TKA  harus dapat menyerap 10 TKDN," sebutnya.

Lebih lanjut Hanif menjelaskan mengenai berbagai kasus-kasus TKA yang selama ini ramai di perbincangkan. Salah satunya diantaranya adalah soal keberadaan TKA China yang bekerja di PT Cemindo Gemilang IMTA dan  PT Cimona, yang banyak dipersoalkan karena diduga melakukan pelanggaran dengan jumlah TKA ilegal yang diperkiraan besar.

“Tidak benar ada exodus karena kami cukup selektif mengeluarkan izin. Semua IMTA (Izin Memekerjakan Tenaga Asing) yang kami keluarkan  untuk kedua pabrik itu  sifatnya sementara (masa kerja hanya 6 bulan). Setelah itu mereka harus angkat kaki. Lagipula, para TKA itu kan hanya kerja di tahap konstruksi, bukan produksi. Jika konstruksi kelar, mereka segera pulang,“ kata Hanif.

Berdasarkan data Kemnaker, untuk PT Cemindo Gemilang IMTA yang diterbitkan adalah 17. Untuk PT Cimona, terbitkan 432, dengan batas waktu kerja hanya untuk 6 bulan kerja. Karena  6 bulan,  maka diperkirakan sebagian sudah pulang. Karena memang mayoritas dari mereka adalah tenaga kerja untuk tahap konstruksi saja.

“Mengenai adanya laporan mengatakan jumlah di lapangan lebih dari itu, maka Pengawas Naker sedang meneliti keberadaan mereka. Jika tidak sesuai prosedur, maka Kemnaker pasti mencabut  IMTAnya, lalu Imigrasi mendeportasi mereka, “ kata Hanif.

Adapun terkait mengenai tenaga kerja  pembangunan pabrik asal China di Lebak, Banten, ada LSM yang menyebut mereka meresahkan masyarakat sekitar karena buang air di sungai dan tidak sopan. Hanif meminta kejelasan LSM dan laporan yang dibuatnya. Yang bertanggungjawab paling depan atas dampak sosial seperti itu adalah perusahaan bersangkutan.

“Tolong nama LSM-nya diperjelas juga siapa. Saat ini pengawas ketenagakerjaan baik pusat maupun daerah sedang melakukan investigasi lapangan di perusahaan tersebut. Pengawas sudah minta perusahaan agar membangun MCK agar pekerjanya tidak BAB sembarangan,“ kata Hanif.

Pada kesempatan itu, Hanif juga mengklarifikasi mengenai  kabar  bahwa saat pembangunan Jembatan Suramadu, awalnya dikerjakan oleh pekerja Indoensia, kemudian diganti oleh pekerja Chiina. Hanif menjelaskan Proyek Suramadu adalah merupakan proyek G to G antara pemerintah China dan pemerintah Indonesia (Pemda Jawa Timur).

“Karena pemenang tendernya adalah perusahaan China, maka sejumlah tenaga ahli China didatangkan oleh perusahaan itu untuk menyelesaikan proyek Suramadu, yang mana keberadaan TKA ini dikombinasikan juga dengan keberadaan TKDN. Lagi pula harus dibedakan antara pemilik proyek dan kontraktornya," ucapnya.



Tidak ada komentar: