Minggu, 26 Juli 2015

KALAU KEMAUAN MEGAWATI DITURUTI - 3

Pak Sonny:

Suara yg mana pak? Wong pas reformasi aja banyak yg gak peduli koq. Mosok skrg mereka mesti didenger?

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Suara didengar atau tidak didengar itu adalah soal hasil. Tapi saya lebih suka membicarakan soal perjuangannya, bukan hasilnya, seperti kata orang: kita berdoa TUHAN yang menentukan. Bahwa hasilnya seperti apa itu bukan kewenangan kita. Kewenangan manusia adalah berusaha. Yang harus dihargai dari manusia adalah perjuangannya.

TUHAN tidak menuntut terjadinya keadilan di dunia ini, tapi menuntut: tegakkanlah keadilan. Artinya, biar diotak-atik macam apapun dunia ini tak mungkin bisa melahirkan keadilan. Tapi kita dituntut untuk memperjuangkannya, bukan berdiam diri saja. TUHAN mengutuk jika kita berdiam diri saja terhadap suatu kesalahan.

Seorang tentara ke medan peperangan saja bukan untuk menghasilkan kemenangan, tapi supaya menunjukkan perjuangan maksimalnya. Dan kematian seorang tentara lebih dihargai daripada kemenangannya. Dia disebut pahlawan!

Penginjil juga begitu. Bukan disuruh mengkristenkan semua orang, tapi disuruh memberitakan Kekristenan kepada semua orang. Itu saja tugas kita dari TUHAN. Saya hanya sebatas memberitakan Kristen saja. Perkara anda mau menerima atau menolak, itu bukan lagi tugas saya.

Hasil reformasi seperti apa itu tak penting bagi saya. Tapi semangat reformasi harus selalu ada.

Menang atau kalah melawan Jokowi, itu tak penting. Yang penting adalah: Lawanlah Jokowi! Jangan diam saja kayak bangkai!

Tidak ada komentar: