Minggu, 26 Juli 2015

KALAU KEMAUAN MEGAWATI DITURUTI - 2

Pak Sonny;

Kalau BG koruptor percaya dehh akan ada pemberontakan ddari internal. Pertanyaannya apa ada? Nggak toh?

xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx

Pemberontakan dari internal kepolisian? - Hua..ha..ha...... ada banyak suara miring yang patut didengar dan diperhitungkan juga bahwa di kepolisian itu sarangnya koruptor. Jika di kepolisian itu sarangnya koruptor, mana ada koruptor makan koruptor - jeruk makan jeruk? Presiden Jokowi saja sampai berkata; "Jangan jadikan tersangka sebagai mesin ATM." Itu artinya para penegak hukum, termasuk kepolisian sering menjadikan tersangka sebagai kesempatan untuk melakukan pemerasan. Mau pasalnya ditambah atau dikurangi? Mau buktinya dibeberkan semuanya atau hanya sedikit? Mau dilanjutkan ke persidangan atau dibebaskan? Di jalanan bagaimana? Kena tilang dibereskan dengan uang damai.

Suara miring berkata: Hukum di negeri ini sudah jungkir-balik; yang salah dibebaskan yang benar dipenjarakan. Tak ada keadilan. Ada mafia hukum. Ada perdagangan hukum. Tak ada kepercayaan terhadap pejabat atau aparat pemerintahan.

Suara-suara miring itulah suara-suara yang selalu kalah di negeri ini. Suara yang tak pernah digubris, tak lagi didengarkan. Suara-suara itu menuntut dirubah menjadi reformasi, unjuk kekuatan fisik, barulah suara itu memperlihatkan kekuatannya.

Tidak ada komentar: