Rabu, 08 Juli 2015

Klorin (Cl): Fakta, Sifat, Kegunaan & Efek Kesehatannya

http://www.amazine.co/27082/klorin-cl-fakta-sifat-kegunaan-efek-kesehatannya/

Fakta Singkat Klorin

Nomor atom: 17
Massa atom: 35,453 g/mol

Elektronegativitas menurut Pauling: 3,0
Titik lebur: -101 °C
Titik didih: -34,6 °C
Radius Vanderwaals: 0,127 nm
Radius ionik: 0,184 (-2) nm, 0,029 nm (+6)
Isotop: 4
Energi ionisasi pertama: 1255,7 kJ/mol
Energi ionisasi kedua: 2298 kJ/mol
Energi ionisasi ketiga: 3822 kJ/mol
Potensial standar: – 1,36 V
Ditemukan oleh: Carl Wilhelm Scheele pada tahun 1774

Sifat Kimia dan Fisika Klorin (Cl)

Ditemukan pada tahun 1774 oleh Carl Wilhelm Scheele, dia keliru mengira klorin mengandung oksigen.
Unsur ini mendapatkan namanya seperti sekarang pada tahun 1810 oleh Humphry Davy.
Unsur kimia murni klorin berwujud gas diatomik berwarna hijau. Nama klorin berasal dari kata latin chloros, yang berarti hijau, mengacu pada warna gas ini.
Gas klorin memiliki berat 2,5 kali udara, memiliki bau menyesakkan, serta sangat beracun.
Dalam bentuk cair dan padat, klorin merupakan oksidator kuat, pemutih, dan agen disinfektan kuat.
Elemen ini merupakan bagian dari seri halogen pembentuk garam yang bisa diekstrak dari klorida melalui oksidasi dan elektrolisis.
Di alam, klorin banyak ditemukan bersenyawa dengan unsur natrium membentuk garam dapur (NaCl), serta ditemukan dalam karnalit dan silvit.
Klorida membentuk banyak garam terlarut dalam lautan dengan sekitar 1,9% dari massa air laut adalah ion klorida.
Jumlah klorida dalam tanah bervariasi tergantung dari jaraknya dengan laut. Rata-rata klorida di tanah bagian atas adalah sekitar 10 ppm.
Tanaman juga mengandung sejumlah klorin yang terkonsentrasi dalam kloroplas.

Penggunaan Klorin

Klorin adalah bahan kimia penting dalam pemurnian air, dalam desinfektan, dalam pemutih, dan gas mustard.
Klorin juga digunakan secara luas dalam pembuatan banyak produk termasuk dalam produksi kertas, antiseptik, zat warna, makanan, insektisida, cat, produk minyak bumi, plastik, obat-obatan, tekstil, pelarut, dan banyak produk konsumen lainnya.
Unsur ini juga digunakan untuk membunuh bakteri dan mikroba dari pasokan air minum.
Klorin juga digunakan untuk pemutih pulp kayu sebelum digunakan untuk membuat kertas, serta menghilangkan tinta pada kertas daur ulang.
Unsur ini digunakan pula dalam produksi klorat, kloroform, karbon tetraklorida, dan ekstraksi brom.

Efek Kesehatan Klorin

Klorin adalah gas yang sangat reaktif.
Pengguna terbesar klorin adalah perusahaan yang membuat etilen diklorida dan pelarut diklorinasi lainnya, resin polyvinyl chloride (PVC), klorofluorokarbon, dan propilena oksida.
Perusahaan kertas menggunakan klorin untuk pemutih kertas. Instalasi air dan pengolahan air limbah menggunakan kaporit sebagai disinfektan.
Orang-orang yang menggunakan pemutih cucian dan bahan kimia kolam renang yang mengandung klorin biasanya tetap aman.
Klorin berbahaya ketika memasuki tubuh saat terhirup bersama dengan udara yang terkontaminasi atau ketika tertelan bersama dengan makanan atau air yang terkontaminasi.
Menghirup uap klorin bisa merugikan sistem pernapasan. Keluhan akan bervariasi mulai dari batuk, nyeri dada, serta retensi air dalam paru-paru.

Dampak Lingkungan Klorin

Klorin terurai ketika dicampur dengan air. Klorin mungkin juga dilepaskan dari air kemudian masuk ke udara dalam kondisi tertentu.
Karena sifatnya yang reaktif, klorin tidak akan lama tinggal di tanah atau di dalam air. Tanaman dan hewan juga diketahui tidak mengakumulasi klorin dalam tubuhnya.
Namun, studi laboratorium menunjukkan bahwa paparan berulang klorin dari udara dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, darah, jantung, dan sistem pernapasan hewan.

Tidak ada komentar: