Sabtu, 04 Juli 2015

PELAJARAN DARI RAJA DAUD

Kasus perzinahan raja Daud dengan Batsyeba menghasilkan seorang anak yang ditulahi TUHAN sehingga anak itu sakit. Ketika anak itu sakit, Daud melakukan perkabungan, berpuasa dan berdoa. Namun ketika anak itu sudah mati, Daud justru mengakhiri perkabungan dan puasanya. Suatu pemandangan yang aneh bagi pegawai-pegawainya. Ketika anak itu sakit, Daud sedih tapi ketika anak itu sudah mati, Daud selesai dengan kesedihannya. Mengapa Daud tidak makin sedih oleh kematian anaknya?

Sebab tidak ada gunanya. Kalau mau usaha, lakukanlah ketika sesuatu yang buruk belum terjadi. Cegahlah di situ dengan upaya yang maksimal. Tapi kalau sesuatu yang buruk memang harus terjadi, ya, sikapilah itu dengan cerdas.

>> Lihat postingan saya yang terdahulu: "ADA WAKTUNYA BERHENTI MEMARAHI ANAK."

2Samuel 12:15       Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan TUHAN menulahi anak
                              yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit.
               12:16      Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa
                             dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia
                             berbaring di tanah.
               12:17      Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk
                             meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan
                             bersama-sama dengan mereka.
                12:18    Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud
                             takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab
                             mereka berkata: "Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara
                             kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana
                             kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati? Jangan-jangan
                             ia mencelakakan diri!"
                12:19    Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik,
                             mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada
                             pegawai-pegawainya: "Sudah matikah anak itu?" Jawab mereka: "Sudah."
                12:20    Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar
                             pakaian; ia masuk ke dalam rumah TUHAN dan sujud menyembah.
                             Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya
                             dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan.
                12:21    Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: "Apakah artinya hal
                             yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau
                             berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun
                             dan makan!"
                12:22     Jawabnya: "Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis,
                              karena pikirku: siapa tahu TUHAN mengasihani aku, sehingga
                              anak itu tetap hidup.
                12:23     Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa?
                              Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi
                              kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku."

"Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku." Artinya: orang hidup akan mati, sedangkan orang mati takkan hidup kembali.

Tidak ada komentar: